Vania merasa aneh dengan luka yang ada di tangannya. Satu goresan tiba-tiba menghilang begitu saja, dan anehnya luka ini tidak menghilang, seolah kalau ini adalah pertanda bagi Vania, jika dirinya di beri kesempatan untuk hidup ke dua kalinya. Bertepatan itu Vanya masuk ke dalam ruang kerja Vania tanpa mengetuk pintu. "Kaka kenapa??" Vania amat terkejut, melihat kedatangan Vanya yang secara tiba-tiba. "Anya kamu kagetin aja!" ucap Vania yang langsung menyembunyikan tangannya. "Itu tangan kakak kenapa?" Tanya Vanya yang penasaran karena terlanjur melihatnya. Vania langsung menggelengkan kepalanya. "Tangan Kaka nggak kenapa-napa kok," Jawabnya. "Jangan bohong sini Vanya lihat!" Vanya sedikit memaksa untuk melihat tangan Vania. Vanya cukup kaget saat melihat luka yang ada di tangan

