Kini mereka sudah berada di dalam sebuah restoran berbintang lima, di mana isinya hanya para pejabat tinggi. Beberapa di antara mereka pun ada yang bersama istrinya, ada juga yang sendiri, contohnya seperti Rega. Riko benar-benar memamerkan Vania sebagai istrinya, ia bangga memiliki istri seperti Vania. Karena dia adalah bisnis women, tidak seperti istri teman nya, yang hanya bergantung dengan suaminya. "Wah, jadi ini istri anda pak Riko? Cantik sekali, dan kalian tampak sekali serasi." Puji salah satu teman koleganya. "Iya ini adalah istri saya, selain sebagai istri dia juga menjadi bisnis women. Saya sangat bangga memiliki dia," puji Riko, sambil mengecup pelipisnya. Vania benar-benar di buat garam oleh Riko. Ia mencari kesempatan dalam kesempitan, tangannya mengepal di pinggir b

