Jian mendekat ke kedua gadisnya, sehingga tanpa sengaja Rindu menangkap sosok pria itu dari ekor matanya. spontan tangannya menutupi Pelangi kaku. "Jangan ambil anakku!" desisnya penuh kebencian, bagiamana mungkin Jian mampu melakukan hal itu pada istri yang telah lama ia sia-siakan. Lagipula ia tak perlu mengambil karena memang Pelangi juga miliknya. "Ibu... dia ayah aku, kan?!" tanya Pelangi berharap. Memang tadi Jian sudah memperkenalkan dirinya sebagai ayah dari Pelangi. Rindu langsung menatap gusar ke arah Jian, lelaki itu masih terlihat datar tidak berusaha membela dirinya, karena Jian tahu. Saat ini Rindu sedang di kuasai amarah, dan tak ada gunanya bicara pada orang yang marah. "Bukan Nak, ayok kita pergi dari sini!" Rindu ingin mengeluarkan Pelangi segera. Wanita itu takut jik

