#25

1014 Words

Rindu terduduk di kursi makan, matanya menatap lekat Sulastri yang asik menyiapkan barang dagangannya. Pelan ia menyentuh punggung tangan Ibunya itu. Ada perasaan takut masih merasuki dirinya, tapi Rindu tak ingin selamanya berbohong. Kini Rindu mulai menceritakan tentang Pelangi kepada Sulastri. "Ya Allah, Rindu!" pekik Sulastri yang mendengar penuturan Rindu, kedua wanita itu sudah menangis tersedu. Keduanya sama khawatir dengan keadaan Pelangi di Jakarta. "Kenapa kamu tega ninggalin anak kamu di sana, Rin?!" Kalimat kekecewaan kembali keluar dari bibir Sulastri dan Rindu tak mampu menjawab sedikitpun. Ia sadar apa yang ia lakukan sebuah kesalahan. Tapi Sulastri tahu semuanya telah terjadi, ia hanya berharap Rindu berhasil membawa cucu yang belum pernah ia temui itu. --- "Inaq... R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD