Wejangan Eren

1413 Words

    Tahun terakhir SMA, sebentar lagi ia lulus. Namira lanjut mengerjakan kumpulan soal-soal ujian nasional. Ia harus lulus dengan nilai terbaik. Ia harus bisa masuk universitas itu. Meneruskan cita-cita Yas menjadi guru.     Cita-cita itu pernah diteruskan oleh Theo.     Namira menatap foto yang senantiasa terpajang di meja belajar ini.     Fotonya.     Lelaki berkacamata yang merupakan pamannya--Theo.     Foto yang selalu menjadi penyemangat utama. Supaya ia tetap rajin belajar. Tetap menjunjung tinggi cita-cita sang Ayah dan sang Paman.     Suara pintu diketuk dengan brutal. Namun tak menggoyahkan konsentrasi Namira. Ia terus mengerjakan soal-soal tanpa goyah.     "Nami ... buka pintunya, dong!" Suara Bu Alila, si tersangka penggedor pintu.     "Buka aja, Bunda!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD