Ini cerita ringan ya.
Kini tribun penuh dengan anak sekolahan. Kini sedang berlangsung olimpiade sains nasional. Perwakilan 2 sekolah sedang bertarung menjawab pertanyaan dari para juri dan moderator.
"Sebanyak 1,5 mL sampel larutan asam sulfat dari suatu baterai mobil dititrasi dengan 23,7 mL larutan NaOH 1,47 M menggunakan indikator fenolftalein untuk menentukan titik akhir titrasi. Konsentrasi sampel larutan asam sulfat tersebut adalah?" moderator memberikan soal.
SMA PANCASURYA dan SMA KERASAKTI masih menghitung jawaban. Seorang gadis cantik memencet tombol merah.
Tettt
"11,6 M." jawabnya mantap.
"Skor bertambah."
Mereka bersorak girang. Kini masih dalam suasana tegang. Hingga skor mereka menjadi sama. Babak inilah penentuan menang tidaknya mereka.
Perwakilan setiap sekolah adalah tiga orang. Suasana semakin tegang sekali. Juri masih merembuhkan soal yang akan keluar.
"Senyawa diklorodifluorometana, CCl2F2 banyak dipakai sebagai aerosol propelan atau pendingan pada pengatur temperatur ruangan (AC), dan bersifat inert. Di antara pernyataan berikut yang benar mengenai senyawa inert tersebut adalah?"
Tetttt
SMA KERASAKTI tampak sangat menyesal karna keduluan oleh SMA PANCASURYA.
"Energi ikatan karbon – fluor besar." gadis yang menjawab itu tampaknya gelisah. Ia takut jawabannya salah.
Memandangi skor yang was was. Kalo jawaban gadis itu salah. Maka poin nilainya dilempar ke musuhnya dan otomatis musuhnya yang menang.
Matanya membulat sempurna dan olimpiade nasional ini dimenangkan oleh SMA PANCASURYA. Mereka bersorak girang.
Gadis itu dan teman temannya berpelukan. Mendapatkan piala dan medali prestasi. Orangtua mana yang tak bangga dengan prestasi anaknya ini.
Mereka pun berpoto ria. Atas kemenangan dari perwakilan sekolahnya itu. Gadis itu adalah Rachella rainbow.
~ ~ ~ ~
"RACHELLLL!"
"IYAAA BUNNN!"
Rachel langsung keluar dari kamarnya dengan buku ditangannya dan tas yang hanya disampirkan dibahu kanannya. Ia masih menghapalkan rumus rumus itu. Padahal kepintaran gadis itu tak diragukan lagi.
Kamarnya penuh dengan piala dan medali. Piala dan medali itu ia raih dari SD hingga SMA sekarang ini. Kuliah di london adalah cita citanya dari dulu.
"Pagi Ayah," sapanya dengan mengecup pipi Ayahnya.
"Pagi anak Ayah." Rachel masih memegang bukunya.
Sarah violence yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia merampas buku anaknya.
"Bundaaaa!"
"Di meja makan. Waktunya makan!"
"Rachel ada ulangan harian!"
"Belajar nanti lagi."
Rachel mendengkus sebal. Ia pun memilih memakan sarapannya. Lucas admatja adalah seorang TNI. Ia sahabat karib Alby cirrilo Papanya Benua dan Caca.
Lucas sama seperti Alby. Ia menikah muda juga. Ia menikah karna dijodohkan. Kalo Alby tidak. Yang baca Saquella pasti udah tau alurnya gimana.
Rachel berangkat sekolah diantar oleh Ayahnya. Rachel jarang membawa mobilnya. Ia hanya malas saja terkadang membawa mobil. Kalo Ayahnya tak bisa mengantar kesekolah. Ia memilih menaiki angkot saja.
~ ~ ~ ~
Berbeda dengan yang disini. Pagi pagi seorang lelaki sudah dihadapkan dengan laptop tak lupa kacamata yang bertengger manis dihidungnya. Mencegah perusakan mata di usia yang masih muda.
Dia adalah Benua putra samudra. Seorang gadis menuruni anak tangga. Dia adalah Cahaya raniala putri. Mereka anak dari sepasang kekasih yang bernama Alby cirrilo dan Saquella rawnie.
"Bang Ben tidur disini?" tanya Caca saat duduk dimeja makan. Sedangkan Kella menghidangkan sarapan untuk anaknya.
"Iya," jawab Benua tanpa menoleh ke arah Caca.
Wajar saja Caca bertanya seperti itu. Soalnya Benua sudah mempunyai rumah sendiri bahkan Benua memiliki art dan satpam rumah. Rumah Benua juga lumayan besar dan hanya punya satu kamar. Sedangkan kamar lain adalah ruang kerja, ruang game, dan ruang buku.
"Papa belum pulang lagi, Ma?" tanya Caca sambil menyendokkan nasi goreng kedalam mulutnya.
"Belum," balas Kella dan duduk bersama anaknya.
"Benua, hentikan aktivitas kamu itu. Sekarang waktunya makan dan sekolah. Bukan kerja lagi!" Kella menutup laptop anaknya.
Benua sangat patuh kepada Mamanya. Ia tak mau membangkang. Benua pun memakan sarapannya. Benua memimpin perusahaan Kakeknya Sergio. Sergio hanya beristirahat dimasa tua nya.
Sergio tak ada karna sedang berada dirumah anaknya Qailla. Qailla dan Bisma memutuskan tinggal di kanada. Sedangkan Dinda tinggal bersama suaminya.
*Emm rahasia ya Dinda nikahnya sama siapa. Bisa baca juga cerita Dinda ya TROUBLESHIT. Ceritanya juga nggak kalah seru dan pastinya kocak.
Setelah selesai sarapan. Caca pun pergi ke sekolah. Ia numpang sama Benua. Pulangnya bisa nebeng siapa.
"Bang Ben," panggil Caca.
"Apa?"
"Bang Ben ngga ada niat mau pacaran?"
Benua ini tipikal cowok yang bodo amat. Tapi kalo udah sayang jangan diragukan lagi. Ia masih memikirkan pekerjaannya dan sekolahnya. Kalo jodoh nggak akan kemana.
"Nggak!"
"Caca pacaran boleh?"
"Nggak boleh!"
"Kenapa?"
"Sholat yang benar dulu! Sholat aja masih bolong bolong!"
"Tapikan Caca sholatnya bolong karna menstruasi."
"Alasan klasik!"
Caca hanya menyengir kuda saja. Memang kalo lagi malasnya. Ia akan beralasan menstruasi.
Biarpun nakal begini. Benua tak pernah menginjakkan kakinya ke club malam. Benua bukan Caca yang selalu ke club malam. Benua memang punya geng namanya PETIR. Gengnya itu masih satu dengan Caca. Tapi ia tak suka tawuran. Kecuali ada yang mancing duluan. Bukan tak suka tawuran lebih tepatnya jarang tawuran seperti Caca. Ia lebih tenang di dunia perbisnisan.
Ya kalo ada yang mengusik. Tangan pun turun untuk memukul, senjata pun menyentuh tubuh. Babak belur sudah biasa bagi Benua. Karna Papanya mengajarkan jika ada yang macam macam pukul saja. Lawan saja jangan takut.
Tapi kalo itu perempuan. Jangan lawan, hargai perempuan seperti kamu menghargai Mama dan adik kamu. Itulah pesan yang selalu diingat Benua.
Makanya Benua memilih tidak pacaran. Kalo ia mau pun. Benua akan memilih menikah muda saja. Agar terhindar dari dosa. Alkohol? Benua tak pernah menyentuh minuman laknat itu. Kalo Caca usah ditanya. Ia paling sering. Caca meminum alkohol saat Papanya bertugas saja.
"Bang Ben. Bi Yumi belum balik kerja ya?" tanya Caca.
"Belum."
"Pinjam rumah Bang Ben dong! Caca mau pesta kecil kecilan. Sebagai hadiah kemenangan Rachel."
"Jangan minum alkohol!"
Caca memanyunkan bibirnya. Ia maunya pesta alkohol juga. Ini akan terasa lebih nikmat. Tapi Rachel sangat susah sekali jika diajak ke club atau minum alkohol. Gadis itu terlalu polos bagi Caca. Bukan gadisnya polos caca nya aja bar bar.
"Tapi, boleh kan?"
"Hm."
"Caca ajak teman Bang Ben boleh?"
Benua tampak berpikir sebentar. Dirumahnya tak ada orang selain satpam. Ia takut jika cewek cowok dirumahnya akan menimbulkan fitnah.
"Janji ngga ngapa ngapain deh," ucap Caca.
Mobil Benua pun masuk ke parkiran sekolah. Lelaki itu melepaskan seatbell nya dan seatbell Caca. Saat Benua turun Caca menarik tangan Abangnya.
"Please. Caca janji kalo Bang Ben bolehin caca pesta dirumah Bang Ben. Caca ngga bakalan ke club lagi."
"Abang ngga suka orang yang ngingkar janji!"
"Caca nggak bakalan ingkar kok. Boleh ya," pintanya.
Benua mengangguk. Ia malas sekali meladeni adiknya yang super aneh ini. Sifat mereka sangat bertolak belakang sekali.
Caca itu bar bar sama seperti Alby Papanya. Sedangkan Benua seperti Mamanya pendiam tapi jangan ragukan diamnya. Benua bukan mafia ataupun perampok seperti Kella waktu muda. Cuman Caca ada sifat anehnya lagi sama kayak Kella.