5. Ucapan Terima Kasih

1303 Words
Karena mendapatkan semangat dari David semalam, hari ini Joycelline kembali berusaha untuk berbicara dengan Robert. Beruntungnya Robert masih mau sarapan bersama di meja makan. Robert mengabaikan Joycelline yang terus mencuri pandang ke arahnya. ‘’Ikut aku!’’ ucap Robert setelah sarapan. Joycelline yang merasa senang lalu mengangguk antusias dan mengikuti langkah Robert di belakangnya untuk menuju ruang kerja Robert. Joycelline memposisikan duduknya di sofa yang berhadapan dengan kakaknya. ‘’Jelaskan,’’ ucap Robert dengan dingin. ‘’Aku mau minta maaf terlebih dahulu pada Kakak karena sudah menyembunyikan hal ini,’’ Joycelline menelan ludahnya gugup. ‘’Jangan bertele-tele dan membuang waktuku dengan percuma!’’ sentak Robert dengan tajam. Nyali Joycelline mendadak menciut melihat Robert yang menatap dirinya dengan tajam. "Kami sebenarnya juga baru tau jika Kak Jeslyn bersembunyi di Sisilia. Baru sekitar satu tahun kami tau," jawab Joycelline. ‘’Lanjutkan.’’ Mendengar nada bicara Robert yang mulai merendah membuat Joycelline memiliki keberanian untuk bercerita. ‘’Singkat cerita, Daddy akhirnya tau di mana lokasi Kak Jeslyn dan Damien berada. Dia tinggal di Palermo, bahkan hanya berjarak sekitar 30 menit dari mansion kita. Aku tidak tau apa yang membuat Kak Jeslyn begitu berani memilih untuk bersembunyi di Sisilia,'’ jelas Joycelline. ‘’Kalian menemuinya?’’ tanya Robert penasaran. ‘’Ya, kami semua menemuinya. Bahkan aku juga ikut ke sana. Itu pertama kalianya aku bertemu dengan keponakanku, Damien. Dia terlihat begitu mirip denganmu ketika masih kecil,’’ celetuk Joycelline lalu tersenyum. ‘’Tetapi pertemuan itu tidak berjalan dengan lancar karena Kak Jeslyn tidak menerima kami saat itu, dia mengusir kami,’’ tambah Joycelline. "Jeslyn mengusur kalian?" tanya Robert terkejut. ‘’Daddy meminta maaf pada Kak Jeslyn, Mommy juga memohon untuk di berikan pengampunan. Karena bukan hanya Kakak, kami juga bersalah pada Kak Jeslyn. Terlebih Daddy, dia sampai berlutut di hadapan Kak Jeslyn, karena Daddy menyadari dosanya selama ini. Terlebih setelah Daddy memperlakukan Kak Jeslyn dengan buruk setelah kejadian yang menimpa Kak Agatha. Akhirnya, Kak Jeslyn mau menerima kami meskipun dengan terpaksa. Di sana Mommy memohon untuk bisa bertemu dengan cucunya, hingga Kak Jeslyn akhirnya memberikan izinnya.’’ d**a Robert terasa diremas dengan kuat ketika mengetahui jika sosok Jeslyn adalah wanita yang sebaik itu, dia masih mau menerima keluarganya yang jelas-jelas pernah memperlakukannya dengan buruk. ‘’Kak Jeslyn adalah orang yang baik, karena setelah apa yang Kak Robert lakukan padanya dia masih mau menerima keluarga kita. Membiarkan kami semua boleh untuk menemui Damien dan bermain bersamanya. Aku bisa melihat jika Daddy dan Mommy begitu bersyukur dengan kehadiran Damien, mereka sangat menyayangi cucu pertamanya.’’ ‘’Mengapa tidak ada yang mengatakan apa pun padaku. Terlebih kamu Joycelline! Kamu yang lebih tau bagaimana keadaan Kakak setelah Jeslyn menghilang,’’ ucap Robert dengan kecewa. Jeslyn merasa sedih melihat kekecewaan di mata Kakaknya. ‘’Kak Jeslyn melarang kami. Jika kami memberi tahukan pada Kak Robert, maka dia akan kembali menghilang. Lalu kami tidak bisa lagi bertemu dengan Damien,’’ jawab Joycelline dengan terbata. ‘’Tidakkah kalian terlalu egois? Apakah kamu pikir hanya kalian yang ingin bertemu dengan Damien. Aku bahkan hampir gila karena tidak tau selama ini anakku berjenis kelamin apa dan bagaimana rupanya!’’ teriak Robert frustrasi. ‘’Apa Kakak pikir kami setega itu? Kami jelas akan melanggarnya, kami juga memikirkan perasaan Kak Robert. Daddy berusaha untuk menemui Kak Robert untuk memberi tahukan informasi ini, tapi apa yang Kakak lakukan? Kakak membatasi semua yang berhubungan dengan Mommy dan Daddy. Mereka datang kemari untuk bertemu dengan Kak Robert, tetapi Kakak mengusir Daddy tanpa mau melihatnya. Daddy mencoba menghubungi Kak Robert, tetapi kakak menutup segala akses penghubung dengan Daddy dan Mommy. Hingga Daddy sampai pada batas kesabarannya, Daddy membuatku berjanji untuk tidak mengatakan apa pun padamu. Karena kamu juga akan tau saat waktunya nanti.’’ Joycelline sampai meneteskan air matanya setelah menjelaskan itu semua. Robert hanya terdiam sembari menatap Joycelline dengan sendu. ‘’Kakak yang egois. Aku tau jika Daddy telah bersalah di masa lalu, tapi haruskah Kakak memperlakukan Daddy sampai seperti itu? Aku juga merasa marah kala itu ketika Kak Robert mengusir Daddy bahkan tanpa mau menemuinya, makanya aku melakukan apa yang Daddy katakan untuk tidak mengatakan tentang Kak Jeslyn dan Damien pada Kakak.’’ ‘’Aku tau jika Daddy sangat bersalah pada Kak Robert dan Kak Jeslyn, tetapi apa salah Mommy? Wanita yang mengandung dan melahirkan Kakak dengan bertaruh nyawa, mengapa harus menerima amarah Kakak yang begitu besarnya.’’ Joycelline tak bisa lagi menahan laju air matanya. Dia bahkan berusaha untuk menahan isakannya yang membuat nafasnya tersengal. Robert lalu berdiri dari posisi duduknya dan memeluk tubuh Joycelline yang terisak hebat. ‘’Maafkan Kakak,’’ ucap Robert sembari mencium puncak kepala Joycelline dengan sayang. ‘’Daddy menyesal atas semua yang telah terjadi, aku mohon maafkan Daddy,’’ ucap Joycelline di tengah isakannya, tapi Robert hanya tetap terdiam sembari memeluk tubuh Joycelline. Setelah beberapa saat, Joycelline mulai bisa mengendalikan dirinya. ‘’Setelah pertemuan pertama itu, kami lebih sering datang berkunjung untuk menemui Damien. Sehingga Damien bisa lebih mengenal dekat Nonno dan Nonnanya. Meskipun Kak Jelsyn tidak pernah membolehkan kita membawa Damien keluar dari mansionnya, tapi hanya dengan bisa bermain bersama Damien sudah membuat kita lebih dari cukup. Damien anak yang cerdas sama sepertimu, Kak.’’ ‘’Aku tau, karena aku sudah bertemu dengannya,’’ jawab Robert sembari mengusap rambut Joycelline dengan lembut. ‘’Ketika Kak Jelsyn memutuskan untuk kembali ke New York, Daddy dan Mommy meras kecewa karena mereka tidak lagi bisa bermain bersama Damien seperti biasanya. Aku yakin jika Tuan Arthur tak akan dengan mudah mengizinkan Daddy dan Mommy untuk menemui Damien meskipun mereka datang.’’ "Aku akan lebih berusaha lagi, terima kasih karena kamu selalu ada untuk kakak," ucap Robert dengan lembut. "Karena aku menyayangi Kak Robert." Kesalah pahaman itu, pada akhirnya berhasil untuk di selesaikan. *** Karena hari ini akhir pekan, jadi Robert dan David tidak pergi ke kantor. Joycelline berkeliling mansion untuk mencari David, karena dia ingin berterima kasih padanya. Setelah pencarian panjang, Joycelline berhasil menemukan David yang sedang berenang. Joycelline sengaja menunggu di tepi kolam renang, saat David muncul ke permukaan, Joycelline menyunggingkan senyum lebarnya. "Apa apa?" tanya David yang memilih keluar dari kolam lalu mengambil handuk dan melilitkannya di pinggang. Joycelline sampai menahan nafas sejenak melihat tubuh atas David yang begitu kekar dengan otot-ototnya yang keras. "Aku ingin berterima kasih padamu, aku sudah berhasil berbaikan dengan Kak Robert," ucap Joycelline dengan malu-malu. "Aku ikut senang," jawab David dengan datar seperti biasanya. "Apa kamu mau makan siang denganku nanti?" David mengerutkan keningnya menatap Joycelline. "Untuk apa?" jawab David yang membuat Joycelline cemberut. "Sebagai ucapan terima kasihku karena kamu sudah mau menghiburku semalam. Dan juga sudah memberikan semangat padaku untuk memperbaiki hubunganku dengan Kak Robert." "Aku tidak melakukan banyak hal Joycelline. Hubungan kalian membaik karena kalian sendiri," jawab David dengan ekspresi datarnya. "Aku tetap ingin mengajakmu makan siang. Aku ingin makan siang denganmu," ucap Joycelline dengan santai. Tanpa sadar jika karena ucapanya itu telah membuat wajah David memerah. "Apa yang kalian lakukan di sini?" Robert tiba-tiba datang. David dengan gugup berusaha untuk mengatur ekspresinya kembali. "Aku ingin mengajak David makan siang, Kak," jawab Joycelline dengan jujur. "Bukankah kamu tau aturannya jika kamu tidak bisa datang ke kolam renang saat ada lawan jenis yang sedang berenang, Joycelline?!" Joycelline gugup, tapi dia justru tersenyum dengan kaku sembari menatap Robert. "Aku lupa, karena sekarang tidak sedang di rumah," jawab Joycelline sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Cepat masuk!" perintah Robert dengan tegas. Joycelline secepat kilat langsung berlari masuk ke dalam mansion. Sedangkan Robert menatap David dengan curiga. "Mengapa wajahmu memerah?" tanya Robert dengan eskspresi menyelidik. "Mungkin aku kedinginan," jawab David dengan datar. Robert yang tak ingin ambil pusing, lalu kembali masuk ke dalam mansion. David berencana untuk menyelesaikan acara berenangnya meskipun baru sekali putaran. Saat mengambil ponselnya, dia melihat pesan yang Joycelline kirimkan padanya. ‘’Aku tidak mau tau, kamu harus menemaniku makan siang. Jika tidak, aku akan memberikanmu hukuman!’’ Tanpa sadar, seuntai senyuman terukir di bibir David. Pria yang sangat jarang tersenyum itu, kini menerbitkan senyumnya, hanya karena sebuah pesan yang Joycelline kirimkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD