"Akhirnya setelah beberapa hari tidak ketemu,akhirnya kini bisa juga melihat wajahmu Ay."
Ucapan Kevin seraya tersenyum semakin mengembang kala melihat kedatangan Ayanna di depan matanya kali ini.
Entah darimana datangnya wajah cantik bidadari yang temannya miliki,yang bahkan setiap saat selalu membuatnya ingin terus memandangnya,bahkan tiap berjumpa membuatnya terpesona.
Ayanna gadis yang baik,polos dan cantik..apapun pakaiannya yang dikenakan pasti tetap saja membuatnya cantik.
Apalagi Melvin sebenarnya sudah menyukai Ayanna dari dulu,tetapi Ayanna selalu menjawab masih belum memikirkan pacar,mau fokus dulu mengembangkan usahanya.
Ya mau bagaimana lagi,Melvin hanya bisa menghargai keputusan sahabat baiknya itu.
Dia juga berfikir lebih baik berteman,dari pada tidak sama sekali.Melvin sudah cukup puas selalu bisa melihat wajah cantik sahabatnya itu.

"Maaf ya Vin...kalo buat kamu lama nungguin."
Ayanna berucap sambil tersenyum ramah,kemudian ia mendudukkan Bo****nya di kursi depan Alvin.
"Gak masalah Ay...baru beberapa menit aja.
sejam duajam bahkan seharipun tetap aku tungguin.
apa sih yang enggak buat kamu,apalagi ini hanya sekedar menunggu baru beberapa menit doank."
"Oh ya...kamu mau pesan apa? "
tanya Alvin sambil melambaikan tangan memanggil pelayan.
Akhirnya mereka memesan beberapa menu untuk menemani obrolan mereka siang ini.
Sembari menunggu makanan mereka jadi,mereka melanjutkan mengobrol-ngobrol santai.

Sedangkan di sudut ruangan lain,ada seorang laki-laki yang Sedang melaksanakan miting dengan Klien.
Mereka fokus dengan miting yang sedang mereka bahas kali ini,Mata Mereka tampak sedang fokus memperhatikan Romi yang sedang menjelaskan tentang proyek keeja sama mereka.
Tak berselang berapa lama,Ivan tatapannya beralih pada sepasang muda mudi yang sedang bercerita dengan di sertai canda tawa mereka di sudut ruangan lain.Tetapi setelah di lihat dengan jelas ternyata sang perempuan yang sedang mengobrol itu adalah wanita yang beberapa hari mengisi pikirannya.
Kini mata Ivan malah terfokus pada sepasang muda mudi yang sedang bercanda di sisi lain tempatnya duduk itu.
Entah bagaimana bisa,di benaknya selalu tebayang-bayang wajah Gadis itu.
padahal sang pacar saja tidak menggentayanginya dalam pikiran.
Setelah melihat sosok gadis itu,Ivan tidak bisa lagi berkosentrasi dengan pekerjaannya.
Tak jarang Romi sang Asisten sekaligus sekretarisnya itu menyenggol lengan sekedar agar sang bosnya kembali fokus pada mitingnya kali ini.
Setelah 20menitan menunggu akhirnya pesanan Ayana dan Melvin akhirnya datang juga.
mereka akhirnya menikmati makanan mereka dengan sesekali sambil disertai obrolan-obrolan kecil.
Momen makan bersama mereka juga mereka abadikan di handphone mereka lho.
Karena sama-sama di sibukkan dengan kegiatan mereka,jadi mumpung ada kesempatan mereka manfaatkan.


Entah apa yang merasuki hati Ivan kali ini,Melihat kedekatan Gadis yang entah di sebut apa hubungannya dengan gadis itu kini malah membuat Ivan menjadi menahan emosi.
Ivan kini me**ngepalkan tangan dan rasanya ingin meninju wajah laki-laki yang bersama gadis itu,tapi setelah otaknya mencerna apa kebodohannya ini, genggaman tangannya kini mulai mengendur,dan ia urungkan niat bodohnya itu.
"Dasar bodoh! bodoh! bodoh!
Aku saja tidak kenal dia,apalagi dia.
kami tak saling mengenal,kenapa aku jadi seemosi ini melihat kedekatannya dengan laki-laki itu.
Van Van mau di taruh di mana muka kamu jika saja tadi kamu benar nyamperin wanita itu,apalagi sampai berkeinginan memukul.
kalau semua itu terjadi pasti wanita itu malah ilfil."
dalam hati Ivan membatin.
Tanpa terasa karena malah banyak merutuki kebodohannya,kini tak terasa miting Ivan malah telah selesai.
untung Ivan memiliki Romi yang cekatan dan juga pintar,jadi walaupun sang bos yang di ketahui entah kenapa terlihat marah,Romi pun langsung mengambil alih melanjutkan miting itu dengan tenangnya.
ya tentu masih saja dengan Ivan yang duduk di sebelahnya dengan warna muka ngga jelasnya maknanya itu.
Setelah menghabiskan makan siang,dan obrolan merekapun kini telah usai,
karena Melvin juga harus kembali bekerja,kini Ayana dan Melvin memutuskan mengakhiri pertemuan mereka kali ini.
Melvin pun berpamitan pada Ayanna,setelah mendapat jawaban Ia langsung meninggalkan Ayanna seorang diri di kafe itu.
Dan di lain sisi,karena miting Ivan juga telah usai.Ivan memutuskan ke toilet sebentar,ingin menyegarkan wajahnya yang tampak tak bersahabat.
Setelah menghabiskan waktu untuk cuci muka di toilet,akhirnya Ivan keluar dari toilet dengan wajah yang lebih segar.
Ketika baru keluar dari toilet,Ivan tanpa sengaja masih melihat Ayanna di mejanya tadi.
Karena tadinya ia tidak kepikiran kalo Ayanna masih di meja yang tadi,bahkan tanpa pria yang menyebalkan tadi.seketika Ivan tersenyum senang.
Entah kenapa,tapi ia kemudian langsung merogoh saku celananya mengambil handphonenya sambil bergumam.
"Ambil fotonya atau tidak ya?
tapi bagaimana kalo nanti dia marah,..
tapi kalo tidak di ambil aku malah jadi kepikiran.
Ah taulah nanti masalah dosa,atau yang lainnya."
Kamudian Ivan pun mengambil foto Ayana tanpa sepengetahuan Ayanna pastinya.
Dan setelah mendapatkan apa yang ia inginkan,Ivan kembali memasukkan Handphone nya ke saku celananya,sambil merasa tersenyum puas.