Ivan tertusuk

923 Words
Malam hari di sebuah kamar VVIP di sebuah hotel,terdapat laki-laki yang sedang membolak balikkan badannya di karenakan susah tidur. Padahal ia tadi sebelum berbaring di kasur nya itu,ia juga telah membersihkan dirinya terlebih dahulu,tapi entah kenapa ia masih saja susah tidur. Entah kenapa fikiran laki-laki itu terus terngiang ngiang wajah wanita yang beberapa hari ini di jumpainya. Setelah lama tak bisa juga memejamkan mata,Ivan kemudian bangun dan menyandarkan punggungnya di sandaran kasur.yaa...laki-laki yang terlihat kacau itu adalah Ivander Reymond Meverick,pikirannya kacau di penuhi wajah cantik seseorang. seseorang yang entah itu siapa,karena namanya saja tidak dia ketahui. Ivan kemudian mengambil Hp yang ada di Nakas,dan membuka aplikasi penyimpanan telepon. Ia baru teringat kalo sempat mengambil foto wanita yang memporak porandakan hatinya. baru beberapa kali ketemu tapi sudah membuat hatinya berperang hebat dengan pikirannya. Entah padahal dengan sang kekasih saja,dia jarang merasakan hal ini meskipun sudah 1th mereka menjalin hubungan. tapi hubungan yang masih begitu begitu aja,entah mau di bawa kearah mana nantinya,Ivan atau Anthea sama-sama belum membahas hal kedepannya. Setelah membuka aplikasi,dia kemudian melihat foto Ayanna yang ada di Hpnya.Entah kenapa,dengan hanya melihat foto saja,Ivan menjadi senyum senyum sendiri dan tanpa sengaja pula kini Ivan malah mengecup singkat layar Hp yang bergambar kan gadis yang membuat hatinya merana. Kemudian Ivan Merebahkan diri lagi,sambil memandangi foto Ayanna dan tanpa terasa Ivan pun ketiduran juga sambil memegangi Handphonenya itu. Tak terasa...hampir seminggu sudah Ivan di Bandung. besok sudah waktunya Ia kembali ke Jakarta. Sore ini rencananya Ivan sudah janji ingin berpamitan dan menghabiskan waktu terakhirnya di Bandung dengan sang pacar. Rencananya mereka janji ketemuan di Kafe. Selama perjalanan ke kafe kondisi jalanan lumayan Padat,Memutar stir membelokkan kemudi dengan kecepatan penuh.karena tak ingin sang kekasih terlalu lama menunggunya,ia kemudian memutuskan mencari jalan alternatif lain. Hingga tanpa terasa kini Ia melewati Jalan yang sepertinya lumayan sepi,karena ingin menghindari kemacetan inilah jalan satu-satunya yang harus ia lalui. Tapi ketika semakin jauh melewati area itu,tak sengaja mata Ivan melihat seseorang yang mencurigakan di pinggir jalan,matanya menangkap 3 orang laki-laki yang menurutnya bertindak membahayakan,menggedor gedor mobil dengan kasar,dan juga memegang sebuah golok,dan itu seketika yang membuat kening Ivan semakin mengkerut. "Apa mereka perampok?" ucap Ivan dalam hati Ia kemudian berusaha mengawasi dan menepikan mobil. Setelah di lihat agak lama,ternyata mereka memang perampok. mereka terus menggedor-gedor pintu mobil tersebut.Tetapi sang Empunya tidak membukakan mobil itu. Ivan perhatikan dengan seksama para perampok itu,setelah menemukan celah,ia kemudian bergegas menghampiri mobil itu. "Apa yang kalian lakukan?" seru Ivan Ivan menghampiri,mencoba mencari tau masalah sebenarnya.tapi tanpa aba aba Ivan langsung mendapat serangan dari salah 1 perampok itu. Karena tak mungkin ia diam saja setelah mendapat serangan,kini Ivan mencoba melindungi diri,dan menangkis serangan Rampok tersebut. tak sampai 5 menit salah satu perampok itu bisa di kalahkan oleh Ivan,hingga perampok itu terkapar di tanah. Melihat teman mereka terkapar akhirnya kedua temannya ikut menyerang Ivan, Saat Ivan sedang bertarung dengan Kedua rampok itu,Ayanna mencoba keluar dari mobil karena merasa kasihan dan tidak Enak pada Ivan,Ia berniat mau mencari bantuan. Tapi sekeluarnya Ayanna dari mobil malah di manfaatkan oleh rampok yang terkapar tadi. Tanpa di duga Ayanna,justru si rampok itu mengacungkan pisau di leher AYanna,dan kemudian rampok itu meminta Ivan untuk berhenti memukuli kedua temannya. Dan di saat itu juga Ivan menghentikan aktifitasnya,sekaligus juga merasa kaget dan terkejut karena ternyata yang di sandra perampok itu tidak lain adalah Ayanna,wanita yang di kaguminya beberapa hari ini. Ivan kehilangan fokusnya saat ini karena wajahnya teralihkan pada wajah Ayanna,jadi tanpa di ketahuan Ivan,salah satu rampok itu justru mengambil kesempatan menusukkan pisau di pinggang Ivan. Ivan yang tanpa persiapan langsung merasa kesakitan di perutnya,dan memegangi perut yang sudah mengeluarkan darah itu. Melihat Ivan kesakitan kemudian Ayanna jadi panik,lalu ia menginjak kaki Rampok itu dan perampok itu akhirnya menjatuhkan pisaunya. Tolong! Tolong! Tolong! T**eriak kencang Ayanna meminta bantuan. Karena takut akan banyak orang yang datang,para perampok itu akhirnya pada kabur karena takut akan dimasa,dan mungkin akan di jebloskan ke kantor polisi juga.karena mereka juga melukai Ivan. Ayanna yang melihat penolongnya terkapar di tanah,akhirnya menghampiri. "Ya Allah,Kakak...Aku minta maaf." Ayanna mendekati Ivan,ia kemudian mengangkat Kepala laki-laki itu ke pangkuannya seraya Ayanna masih terus saja menangis "Gara-gara aku! kamu jadi begini kak... Maaf kan aku...Maaf..." sesal Ayanna "Ya Allah darah...darahnya banyak sekali. hik hik hik.. Mana tidak juga ada orang lagi,aku harus gimana donk." Ayana makin menangis.tangan Ayanna memegang pinggang Ivan yang ketusuk pisau tadi. "Kakak Bertahan dulu ya,aku akan membawa kakak ke Dokter." Ayanna terus saja merasa bersalah,karena dirinya yang mengakibatkan laki laki itu terluka. "Tidak Usah Ke Dokter,cukup antar aku kembali ke tempat saya." Ivan berucap dengan wajah yang pias,pucat karena menahan sakit "Tidak kak...Aku akan bertanggung jawab." Aku Akan membawa kakak ke dokter ya...Aku mohon kakak harus bertahan ya." Ayanna terus saja memohon agar Ivan mau di bawa ke dokter,tapi Ivan menolak. Ia minta di antar ke hotel,karena dokter akan datang ke hotel.Ivan paling tidak suka di rawat si Rumah sakit,karena itu dia memilih di rawat di hotel saja dengan mendatangkan dokter. Akhirnya Ayanna menyerah akan keputusan Ivan,karena semakin lama berdebat justru malah akan semakin membuat Ivan kehilangan banhak darah,akhirnya gadis Itu mengantar Ivan ke tempat Ivan tinggal. Sembari meminta alamat kepqda Ivan,Ayanna tak lupa ia juga menghubungi dokter biar datang ke hotel yang ia sebutkan tadi pada dirinya. Ayanna kemudian mengangkat kepala Ivan dari pangkuannya,kemudian Ia membantu Ivan masuk ke mobilnya.tak lupa Ia meminta kunci mobil Ivan,kemudian menguncinya. Kini Ayanna berada di belakang kemudi,mengemudikan mobilnya meninggalkan lokasi kemudian menuju alamat Ivan. Di sepanjang perjalanan mengantar Ivan,Ayanna selalu mencoba mengajak ngobrol Ivan.Agar ia tak sampai tertidur atau pingsan,karena kalo itu terjadi pasti akan berbahaya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD