Ternyata adik pacarnya

1123 Words
Satu bulan sudah Ivan menjalin hubungan komunikasi yang terbilang cukup rutin dengan 2 wanita sekaligus. Dengan Anthea yang mencintainya,dan dengan Ayana yang di kaguminya. entah rasa kagum yang bagaimana,tetapi setelah Ivan lebih mengenal keduanya,Ia malah merasa cocok dengan Ayanna ketimbang Anthea. Anthea yang pemarah dan suka seenaknya,Sedangkan Ayanna yang lemah lembut dan dewasa. Seakan Ayanna bisa menjadi pendamping yang akan serasi mengimbangi sifatnya yang cenderung butuh kasih sayang dan kelembutan,ia memang membutuhkankan sosok wanita yang bisa menghibur dan memanjakannya di kala stres menghadapi banyaknya pekerjaan yang ada si kantor dan sosok itu tak di dapat dari Anthea selama ini,melainkan malah di temukan di sosok gadis kalem yang sebulan ini baru di kenal nya. Ivan jadi bimbang,akankah melanjutkan hubungan yang sudah terjalin dengan Anthea yang setahun ini jadi kekasihnya,atau memutuskannya dan memilih Ayanna. tapi Ivan kembali bimbang,masih terus saja berfikir tapi belum tentu juga Ayanna mau menerimanya. Ivan di buat bingung jadinya. Siang itu Ivan perjalanan ke bandung,karena kedua orang tua kekasihnya ingin bertemu dengan Ivan. Sebenarnya sudah lama Ivan ingin main ke rumah sang pacar,dan menurut pembicaraannya dengan sang kekasih calon mertuanya juga sudah meminta untuk datang tapi tentu saja belum kesampain,dan baru kali ini Ivan bisa berkunjung. Sebagai orangtua,kedua orangtua Anthea ingin mengenal lebih dekat dengan Ivan,agar orang tua Anthea jiga bisa melihat dan menilai sendiri bagaiman calon menantu mereka. Ivan pun tak bisa menolak permintaan Anthea ketika kedua orang tuanya ingin bertemu dengannya kali ini,Sudah lama menolak jadi kali ini Ivan merasa tak enak,apalagi mengenal sifat Anthea kekasihnya itu,jika sudah maunya pasti harus langsung di turuti. Hari ini hari Minggu...semua keluarga Gilbert berkumpul di rumah,papa ilham,mama Wenda,Anthea dan juga Ayanna. sebenarnya Ayanna ingin ke toko,tetapi di larang kedua orang tuanya dan juga kakaknya. karena pacar sang kakak akan datang hari ini,jauh-jauh dari jakarta kasihan kalo gak di jamu dengan baik. Kembali ke Ivan,Siang itu Ivan mengendarai mobilnya seorang diri. karena lukanya sudah cukup sembuh,tinggal menunggu pemulihan saja. Ia mengenakan setelan santai,sebuah cenalan jins hitam,dan juga hem hitam di tambah jaket kulit berwarna Khaky. yang menambah aura ketampanannya. Bahkan wanita manapun yang memandangnya saat ini pasti akan langsung terpesona.  Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit,akhirnya Ivan sampe di rumah Anthea. Ivan memang belum pernah menginjakkan kaki di rumah mewah Anthea,jadi ia mendatangi satpam jaga. setelah memberi tahu kalo namanya Ivan kekasih Anthea,akhirnya sang satpam membukakan pintu untuk Ivan. Setelah di bukakan pintu Ivan pun kemudian melajukan mobilnya kembali dan masuk ke halaman rumah Anthea. Setelah sampai d halaman rumah Anthea,Ivan keluar dari mobil. Dan ternyata di depan pintu sang kekasih telah menunggu nya di pintu.Anthea mengenakan dress Abu-abu selutut tanpa lengan,yang mengekspos bagian pundaknya. Padahal jelas-jelas Ivan berpesan agar sang kekasih tidak lagi memakai baju yang terbuka seperti yang di kenakan Anthea sekarang,lagi-lagi keinginan Ivan di biarkan berlalu tanpa mau menurutinya. Sebenarnya Ivan ingin penampilan Anthea agak tertutup,tapi itulah Anthea terlalu sulit di beri tahu, di nasehati gimanapun akan sangat sulit,di lihat dari sifatnya Ivan tak bisa memaksakannya lagi.  Ivan yang melihat sang kekasih telah menunggunya,Ivan pun segera menghampiri. "Siang Sayang,selamat datang di rumah aku." Ucap Thea di sertai senyum sumringah "Siang juga Baby... kamu hari ini tetap cantik seperti biasanya. Wajah anthea seketika semerah tomat mendapat sanjungan sang kekasih. Ivan membalas sapaan Thea kemudian mereka saling cium pipi kanan kiri.kemudian Ivan mendekatkan wajahnya ke telinga Anthea "Kamu lebih cantik lagi kalo pakaian kamu sedikit lebih tertutup" Ucapan Ivan di sertai senyuman. Anthea agak mencebikkan bibirnya ke depan,menghiraukan kata-kata Ivan barusan. Tetapi Kemudian Thea bergelayut manja di lengan kiri Ivan dan Mengajak Ivan masuk ke dalam Rumahnya . "Ma...pa..Ivan udah sampe ni." Athea memanggil kedua orang tuanya. "Sayang kamu duduk dulu ya,aku akan suruh orang untuk buatin kamu minum." Ucap Anthea sebelum berjalan ke arah dapur meninggalkan Ivan di ruang tamu. Di ruang tamu,sambil duduk mata Ivan memperhatikan foto-foto yang ada di dinding ruangan tersebut. hingga tak sengaja matanya menangkap foto keluarga yang isinya terlihat seorang wanita dan laki-laki paruh baya,ivan menebak mungkin itu adalah orang tua Anthea.di depan sisi laki-laki paruh baya terlihat Anthea yang duduk dengan seorang gadis lainnya. Ivan berfikir dalam hati,"apakah gadis di sebelahnya adalah adik Anthea. Kalo memang Iya,kenapa dunia ini sempit sekal*. bagaimana bisa aku mengagumi adikknya,sedangkan yang jadi kekasihku selama ini adalah kakaknya." Terus melamun dan berfikir hingga tak terasa kedua orang tua Anthea telah sampe di depannya... Ivan yang kaget langsung reflek berdiri. "Siang Om...Tante... Perkenalakan saya Ivan" Ivan memperkenalkan diri kepada orang tua Thea,sambil mecium tangan mama papa Anthea secara bergantian. "Siang juga,ini nak Ivan pacar anak tante ya... ganteng banget deh.Ohh iya mari duduk nak."Ucap mama Wenda "Iya tante..." ~Ivan Oh iya mana Thea sekarang,kaamu kok sendirian di sini?"~mama Wenda "lagi ke dapur tan,mau ambil minum." jawab Ivan "Ya sudah lah ma...nanti juga bentar lagi datang." sambung papa Ilham Tak lama Anthea datang dengan wajah cemberut menghampiri ketiganya. "Ma...BI ipah tidak ada,mungkin lagi belanja ke swalayan depan.mana belum sempat bikinin minum lagi. gimana Ma,Thea kan nggak bisa?" "Ya sudah sana panggil adik kamu,dia kan bisa kalo cuma bikin minuman,nggak kaya kamu.masak bikin minum aja ngga bisa." sambung mama Wenda "lagian kamu harusnya belajar,kan bentar lagi mau jadi istri.bagaimana suami kamu nanti kalo kamu aja nggak bisa bikin minum,apalagi memasak untuknya." nasihat papa Ilham "Iya iya pa...lagian aku kan wanita karir,yang mencari uang.nanti masalah masak kan bisa bayar orang." jawab Thea sambil manyunkan bibirnya "Nak Ivan maklumin ya kelakuan Thea ini,selalu di manja sama kami jadilah seperti itu,nanti lama-lama biar dia belajar menjadi istri yang baik untuk kamu kalo sudah menikah nanti". ~ papa Ilham "Iya om tidak masalah,nanti lama-lama thea pasti juga ada keinginan buat belajar apalagi bila sudah menikah nanti." jawab Ivan sambil merasa tak enak "Ayanna kamu ngapain aja di kamar,buruan sini pacar kakak udah datang." teriakan Thea dari bawah memanggil sang adik. Yang di panggil sebenarnya juga sudah siap untuk keluar,tinggal melangkahkan kaki keluar kamar dan berjalan ke bawah menemui mereka semua. Dan inilah yang di panggil tadi,kini sedang berjalan anggun di tangga menuju ke bawah.Mata Ivan terus menerus menelisik ke arah gadis yang kini berjalan menuruni tangga,dan benar ternyata Ayanna yang di panggil Thea adalah Ayana yang sebulan ini baru di kenal nya dan anehnya malah membuat dirinya nyaman,dan ingin lebih mengenalnya. semekin dekat,semakin membuat jantung Ivan berdetak tak karuan. Deggg... Ayanna dan Ivan menatap secara bersamaan. Ivan merasa Antara senang dan khawatir dalam waktu bersamaan. Melihat gadis yang di kagumi tak lain dan tak bukan ternyata adalah adik kekasihnya sendiri. Entah harus bagaimana Ivan dalam kondisi seperti Ini,kondisi di mana hatinya juga bingung.belum lagi bagaimana caranya nanti menatap dan menghadapi Ayanna jika dia berada di depannya.  Kali ini Ayanna mengenakan dres putih selutut dengan lengan panjang...terlihat elegan tapi sopan. Dan pakaian ini tetap memancarkan kecantikannya. Ayanna memakai apapun tetap terlihat cantik dan menawan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD