Semalam,setelah di berikan Handphonya oleh orang yang di suruh Ayana.
Ivan lalu menghubungi sang kekasih,tapi entah kenapa panggilan telepon Ivan beberapa kali tidak tersambung.
entah lagi sibuk atau marah Ivan belum tau pasti apa alasan sang kekasih mematikan handphonenya.
padahal Ivan menelepone mau menjelaskan kenapa ia tidak datang,tapi yang di telepon justru tidak bisa hingga pagi ini juga belum bisa.
Pagi-pagi sekali Ayanna pergi berbelanja ke pasar,karena ingin membeli sayur dan buah untuk Ivan.
semalam karena pulang larut,orang tuanya sempat marah.
tetapi setelah di jelaskan masalahnya,akhirnya kedua orang tuanya bisa mengerti.
Kedua orang tuanya juga setuju,kalo memang putrinya ingin bertanggung jawab dengan merawat Ivan.
Setelah berkutat di pasar,akhirnya belanjaan yang ingin di beli sudah komplit.
Ayana akhirnya memutuskan untuk langsung menuju ke hotel Ivan.
Setiba di hotel,ia kemudian menuju ke kamar Ivan,kemudian menekan bell kamar.
tanpa sepengetahuan Ayanna,sebenarnya hari ini adalah hari Ivan kembali ke Jakarta,tapi kali ini Ivan ijin kepada kedua orang tuanya agar memberi waktu beberapa hari lagi di bandung.
Ivan menceritakan kejadian sebenarnya,tapi Ivan meminta kepada kedua orang tuanya agar tak usah kawatir.karena Ivan sudah baik-baik saja.
Karena mendengar bel berbunyi,Ivan dengan perlahan dan hati-hati membukakan pintu.
"Pagi kak..."
Ucapan lembut dan senyum yang menawan tercetak di wajah Ayu Ayanna setelah sang pemilik kamar membukakan pintu.
Ya tamu yang datang sepagi ini adalah Ayanna.
"Ehh I Iya...pagi juga Ay "
jawab Ivan sambil terbata dan salah tingkah karena kaget...sang gadis benar-benar menepati janjinya yang ingin bertanggung jawab,Ivan sebenarnya tidak benar-benar mengambil hati ucapan Ayanna yang ingin bertanggung jawab kepadanya,karena Ivan pikir pasti sangat merepotkan bagi Ayanna.apagi Ivan tahu Ayanna adalah orang yang punya toko,dan pastilah selalu sibuk.tapi entah harus senang atau tidak,karena pada kenyataanya sang gadis benar-benar menepati janjinya.bahkan profesional sekali,pagi-pagi gini sudah sampai.Ivan jadi merasa tidak enak hati.
"Maaf kak,kalo saya pagi-pagi begini udah gangguin istirahat kakak."
"Aku kesini ingin menepati janji aku,.."
"Eeee...Maaf ini sekalian aku tadi bawain bahan-bahan buat masak."
"Soalnya aku sempat lihat kemarin di dalam kulkas kakak tidak ada apa-apa," jelas ayanna panjang lebar
"Iya...mari masuk."
Sambil memberi jalan agar Ayanna bisa masuk,Ivan agak menyingkir ke samping sebelah pintu.
"Aku senang lihat kamu datang ke sini,aku jadi merasa tidak enak,aku kira kamu hanya omong kosong tapi ternyata kamu beneran datang" Ucap Ivan kemudian
"Aku memang kemarin janji ketemuan sama kekasih aku waktu pas kejadian naas kemarin,dan gegara aku nggak dateng sampe saat ini aku menghubunginya belum juga di angkat.
jadi aku tidak ada teman di sini,karena memang keluarga aku semua ada di jakarta.
Di sini,aku hanya memiliki kekasih tapi dia sulit di hubungi.
aku senang kalo kamu meluangkan waktu buat aku."
Balas Ivan sambil berjalan masuk,Ayana pun mengikuti dan ia kemudian menuju ke dapur untuk menata sayur dan buah-buahan di dalam kulkas.
Seharian mereka mengobrol dan juga makan bersama,dan tentu saja yang memasak adalah Ayanna.
Ayana juga menasihati Ivan agar meminta maaf kepada kekasihnya,bahkan dirinya juga bersedia jika Ivan mau mengajaknya bertemu dengan kekasihnya itu untuk menjelaskan semuanya.
tapi Ivan menolak,karena ia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.
Sehari bisa mengobrol dan sedekat ini bersama Ayanna,kini Ivan jadi lebih tahu Kalau Ayana bukan hanya cantik,tapi juga baik.bahkan juga pintar memasak.pokoknya paket komplit menurut Ivan.
Seharian bersama Ayanna membuat Ivan sejenak melupakan Anthea.
Entah perasaan apa,Ivan belum bisa mengartikannya,namun yang terlintas saat ini memeng rasa nyaman.Ivan belum mau mengartikan lebih dari itu.
Hari-hari berlalu,dan kini sudah 3hari Ivan di temani Ayanna,dan Kini Ivan sudah kembali sehat.
Ayanna pamit karena kewajibannya sudah selesai,tapi sebelum mereka benar-benar berpisah Ivan sempat meminta nomer telepon Ayanna.
Ayanna pun memberikan nya,dia juga berpesan pada Ivan kalo ada apa-apa bisa telepon atau langsung datang ke toko bunganya.
Setelah beberapa hari tidak bisa di telepon,Kini Athea bisa di hubungi kembali.
Anthea berkata kemarin ia ada kerjaan di luar kota dan tidak ada sinyal.makanya Handphonenya mati total.
setelah sepakat,akhirnya mereka mengadakan janji temu di kafe siang ini.
Dan siang ini mereka sudah bertemu di cafe....
Ivan juga sudah menceritakan keadaan sebenarnya kemarin sampai ia tidak bisa datang pas janji malam itu.Thea memang sempat marah-marah dan menganggap Ivan tak mwnghargai dan menyukainya lagi.
tapi setelah di beri pengertian,Akhirnya Thea bisa maklum dan memaafkan Ivan.