Merasa Canggung

1042 Words
Setelah menebus obat,kini Ayanna kembali ke kamar milik Ivan.Ayanna tadi sebelum kembali juga sempat membelikan makan malam untuk Ivan dan dirinya juga. malam ini terasa begitu canggung buat keduanya... Ayanna yang pemalu selalu menundukkan pandangannya dan Ivan yang justru terlihati tingkah Ayanna di depannya,malah sengaja curi curi pandang melihat wajah Ayanna sambil sesekali merasa meringis merasakan perutnya yang perih. Karena tidak ingin terlalu lama merasa tak nyaman dan penuh kecanggungan kini Ayanna berani mengangkat kepala dan berkata. "Kak...maaf kamu tinggal di sini dengan siapa,apa dengan Istri kamu? Boleh saya minta nomer telepon mereka untuk mengabari?" tanya Ayanna "Aku di sini sendiri,Orang tua saya ada di jakarta. Saya kesini cuma 1 minggu untuk bisnis dan saya tinggal d hotel ini sendiri,karena kemarin asisten saya pulang duluan karena ada masalah yang harus di tangani menggantikan saya. Di karenakan saya belum bisa pulang kemarin,karena saya ada janji dengan...." Ivan tak langsung melanjutkan kata-katanya. dia pikir tak seharusnya ia menceritakan tentang pacar nya ketika dia sendiri sedang berada di sini dengan wanita yang d kaguminya itu,bukan apa-apa.cuman Ivan lebih nyaman begini. Ayanna kemudian bertanya, "Ada janji dengan siapa kak..?" Ivan gelagapan dan hanya menjawab. "Maksud aku ada janji dengan clien,jadi kamu tidak perlu menghubungi siapapun." Ivan kemudian justru teringat akan janjinya dengan Thea.dan dia juga baru teringat kalo Hpnya tertinggal d mobil yang ia tinggal di lokasi kejadian tadi. Ivan kemudian berfikir,biarlah besok aku akan menjelaskan kepada Thea apa yang terjadi. dan sekalian minta maaf. "Oh...begitu. kalo gini terus gimana,kakak nggak ada keluarga di sini.siapa yang akan merawat kakak? apa tidak ada sodara sama sekali,kalo karyawan ada tapi mungkin rasanya beda." Lanjut Ayanna d**engan masih terlihat kawatir "Tidak masalah,..aku sudah baik-baik saja sekarang, aku bisa melakukan apapun sendiri,kamu tidak perlu kawatir." Ucap Ivan "Ya sudah,kalo begitu saya akan merawat kakak beberapa hari ke depan sampe Kakak sembuh,i**ni sebagai ungkapan terimakasih aku ke kakak. sekarang kakak lebih baik ganti baju dulu ya,biar lebih seger." "Nanti Aku bantuin kakak,..." Sambung Ayanna lagi karena melihat kegelisahan Ivan,Ayanna Yakin mungkin kini Ivan masih merasa lemah untuk beraktifitas,maka dari itu tak ada salahnya jika Ayanna kini membantu Ivan mengganti baju.menurut Ayanna tidak masalah bukan,hanya membantu berganti baju toh yang di bantuin adalah orang yang celaka gegara menolongnya. "Apa kamu serius?" tanya Ivan dengan raut wajah sedikit kaget "Iya kak...aku serius,lagian ngga ada salahnya aku bantuin kakak kan,lagian kakak kaya gini juga gara-gara nolongin aku." papar Ayanna meyakinkan Ivan "Kamu jangan bahas masalah itu lagi...lagian yang terpenting kamu udah selamat,dan aku juga tidak apa-apa,ini bentar lagi paling bakalan sembuh." "Apa kamu tidak ada pekerjaan,aku tidak apa-apa jika kamu ingin pulang sekarang." lanjut Ivan "Gak apa-apa kak,aku bisa pulang nanti kalo kakak udah makan dan mau istirahat,dan masalah urusan pekerjaan,aku bisa nyuruh asisten aku buat ngehandlenya. Sekarang kakak lebih baik ganti baju dulu ya,saya ambilkan baju gantinya. baju kakak di mana,biar aku bantuin ambil?" Se**telah di beri tahu letak baju Ivan,ayanna kemudian menuju lemari dan mengambil baju ganti untuk ivan. Ayara kemudian mendekati Ivan,menyerahkan baju gantinya. membantu Ivan mengganti bajunya sambil memejamkan mata. Ivan yang melihat Ayana membantunya memakai baju dengan menutup matanya,Ivanpun merasa geli sendiri. masih ada di jaman sekarang gadis seperti ini. Selain cantik,Ayanna juga pemalu dan menggemaskan. Se**telah bajunya berhasil di ganti,Ayanna kemudian menaruh baju kotor Ivan ke keranjang baju kotor. setelah itu kembali ke kasur,membantu Ivan merebahkan tubuhnya seraya membantu menyelimuti badan Ivan. "kakak istirahat dulu ya,aku akan siapkan makan malam buat kakak." Ucap Ayanna sebelum meninggalkan Ivan Sebelum benar-benar keluar kamar,Ayanna berhenti melangkahkan kaki dan berbalik menghadap Ivan lagi. "Kak,aku bisa kan menumpang sholat di sini...karena aku barusan melewatkan sholat magrib dan isyaku?" "Iya saja boleh,tapi maaf d kamar ini tidak ada mukena. jawab Ivan "***Nggak masalah Kak...aku selalu membawa mukena di mobil,biar aku ambil sebentar dan kembali ke sini" ucap*** Ayanna. Ivan yang mendengar penuturan Ayanna pun hanya mengangguk. setelah sempat mengambil mukena untuk sholat,Ayanna kemudian melaksanakan sholatnya di ruang tamu kamar hotel Ivan Itu.kini ia juga telah menyiapkan bubur yang ia beli untuk di makan Ivan. kemudian berjalan menuju Ivan kemudian memberikan bubur itu. "Maaf kak,ini saya belikan kakak bubur tadi, tapi maaf kalo rasanya tidak sesuai selera kakak. apa kakak bisa makan sendiri apa perlu aku suapi?" "Kalo Minta tolong suapi apa boleh,aku masih lemas.?" jawaban Ivan mengada ada,padahal dia sudah merasa baikan.Ia meminta di suapi Ayanna agar bisa lebih leluasa melihat wajah cantik gadis itu. Ayanna hanya mengangguk dan tersenyum,Ia kamu dia mulai menyiapkan bubur ke mulut Ivan. baru satu suap berhasil masuk ke mulutnya,Ivan langsung berkata "Terimakasih E E *****" Ivan tak melanjutkan ucapannya,karena tak tau nama wanita di depannya Ayanna pun sedikit bingung,lalu sadar bahwa mereka belum sempat kenalan. kemudian Ayanna menaruh sendok yang di pegang di tangan kanannya ke dalam mangkok,kemudian mengulurkan tanganya ke Ivan. "Ayanna...kakak bisa panggil aku Ayanna" Ivanpun kemudian membalas jabatan tangan Ayanna "Ya Ayanna terimakasih. Aku Ivander,bisa panggil aku Ivan saja,atau terserah kamu mau panggil aku apa." Jawab Ivan sambil tersenyum. Se**telah saling berjabat,Ayana kemudian melanjutkan menyuapi Ivan. setengah jam kemudian makanan di mangkok yang di pegang Ayanna telah tandas,berpindah ke perut Ivan.kemudian Ayana ijin ke dapur untuk mengembalikan mangkok. B**aru ingin melangkah,Ivan mencekal pergelangan tangan Ayanna "Apa kamu juga sudah makan?" Ivan bertanya ke Ayana "Belum kak...kalo di ijinin aku mau numpang makan di dapur.apa boleh?" maaf kalo merepotkan. "Gak papa...makan aja, anggap aja rumah sendiri." Ivan berucap sembari melepaskan tangan Yanna. Kemudian Ayanna makan di dapur. setelah selesai,Ayana kembali ke kamar Ivan. rencananya Ayana mau pamit pulang karena sudah malam hari. "Kak...Aku pulang dulu gimana? Apa kakak bisa melakukan sendiri,aku janji besok balik lagi ke sini. Apa kakak masih butuh sesuatu?" pamit Ayanna dengan di sertai pertanyaan beruntun karena merasa cemas "Iya Ayanna,kamu boleh pulang.Tapi Maaf sebeljm pulang apa kamu bisa menolongku?" "Iya kak...nolongin apa ya?" "Jika tidak keberatan,bisakah kamu suruh orang mengambil mobil aku,karena dompet dan handphone aku masih berada di mobil." "Baik kak aku engga keberatan...nanti aku akan suruh orang buat ngambil mobil kamu dan mengantar handphone kakak ke sini." boleh saya pinjam kuncinya,nanti akan aku kasih ke orang hang akan mengambil mobil kakak? Setelah mendapatkan kunci mobil Ivan dan berpamitan,dan memastikan juga jika Ivan tidak butuh apa-apa lagi akhirnya Ayana pulang dari Hotel Ivan,dan seketika itu juga menyuruh seseorang untuk mengambil mobil Ivan. Setelah semuanya beres,kini Ayanna melakukan mobilnya pulang menuju rumahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD