Pagi itu setelah Ayanna berkendara dengan mobil kesayangannya selama kurang lebih 1 jam,akhirnya ia sampe di toko bunga miliknya.
"Pagi Mbak Yanna..."
Tegur Lisa salah satu karyawan perempuan yang selama ini juga ia percayai kalo sekiranya Ayanna ada kegiatan di luar yang gak sepet bisa hadir ke tokonya,ia selalu mempercayakan masalah penjualan dan keuangan toko Bunga kepadanya.
Lisa bisa di katakan menjadi senior buat ke 5 temannya yang lain.
"Pagi juga Lis..."
Yanna berucap seraya tersenyum.
"Bagaimana toko pagi ini,apa sudah ada pengunjung?"
Lisa yang di tanya pun menjawab bahwa hari ini mereka dapat pesanan 20 buket bunga buat di antar ke perusahaan untuk mempercantik perusahaan itu,dan juga pagi ini toko Bunga telah menerima beberapa pengunjung.
"Alhamdulillah..."
Ayanna berucap seraya mengangguk dan Ia meminta ijin ke Lisa untuk masuk ke ruanganya*."
"Baik lanjut kerjaan kamu ya,sama minta yang lain buat buketnya sebagus mungkin agar pe****gan toko kita selalu puas."
"Baik mbak..."
Lisa mengangguk patuh dan kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Sementara di kantor tepat di dalam ruangan Papa Ilham,Anthea menghampiri sang Papa.
"Pa hari ini kita ada meeting dengan PT budi perkasa jam 11.00 nanti."
Jelas Anthea kepada sang papa
Sang papa mengangguk dan kemudian langsung berucap
"Baik minta sekertaris papa buat ngumpulin bahan miting kita nanti,nanti kamu sekalian minta dia buat mengingatkan Papa ya."
"Baik Pa..." Ya sudah Thea keruangan Thea dulu ya Pa,sekalian bilang ke sekretaris Papa di depan."
Jawab Anthea,ia kemudian* berjalan ke pintu meninggalkan ruangan sang Papa.
Papanya hanya mengangguk dan thea kemudian keluar dari ruang Papanya,setwlah diluar kemudian ia menutup pintu itu kembali.
"Rin...tolong nanti bahan miting kita nanti siang kamu siapin sekarang aja ya,biar nanti kalo waktunya tiba kita tinggal berangkat."
Ririn sang sekertaris papanya langsung menjawab.
"Baik Mbak Thea."
Thea kemudian menuju ruangannya tanpa berkata apapun lagi,kemudian ia mengecek dokumen dokumen yang belum sempet ia cek kemarin.
belum beberapa menit mengecek,di sudah mendengar bunyi handphonenya berdering.
"Selamat pagi sayang..."
tampak Thea kemudian mengecek handphonya kemudian dia tersenyum melihat pesan yang terpampang di branda watsapnya.
Rupanya pesan itu dari Ivan kekasihnya...
Ya Ivander Raymond meverick,adalah kekasihnya yang selama setahun ini menemani kesendiriannya.
"Pagi juga sayang..."
Thea menjawab sambil senyum senyum sendiri.
kemudian thea mengirim pesan lagi pada kekasihnya itu
"Sabtu ini ada acara tidak?
kalau tidak bisa tidak kamu main ke bandung,aku sudah kangen beberapa minggu tidak bertemu."?
iya karena mereka LDRan,pacaran dr kota Jakarta dan kota Bandung.
Mereka jarang bertemu karena keduanya saling sibuk.mungkin di waktu weekand,itu aja kalo ngga ada kerjaan.mereka berdua sama-sama saling sibuk.
tapi mereka berdua masih merasa santai dan juga tidak ada masalah selama ini.
"minggu sore kebetulan aku ga ada kerjaan,miting juga paling di pagi hari,jadi
nanti sabtu sore aku akan ke bandung nemuin kamu."
Ivan membalas pesan itu kepada thea.
kemudian thea membaca pesan itu dengan senyum mengembang dan membalasnya
"Baik,aku tunggu nanti...aku udah ga sabar bertemu.
udah dulu ya,aku mau baca dan mempelajari berkas berkas dulu sebelum miting nanti.bye bye "?
"baik sayang ?..."
Kemudian thea juga melanjutkan kegiatannya hingga jam menunjukkan pukul 10.30...
Akhirnya thea sama papa ilham juga sekretarisnya akhirnya memutuskan untuk pergi ke restoran mekar ayu untuk melaksanakan meting siang itu dengan Perwakilan dari PT budi perkasa.
Sampai di restoran Papa ilham thea dam sekretarisnya papa ilham menuju meja yang sudah di pesan.
"Selamat siang pak Joko"
Sapa papa ilham kepada rekan kerja sama nya itu yang merupakan perwakilan dari PT budi perkasa.
"Siang juga pak ilham Selamat Siang juga"
jawab pak joko sambil mereka berjabat tangan satu sama lain.
Mereka melakukan miting dengan sangat serius dan profesional,hingga 1 jam kemudian miting mereka telah selesai dengan di akhiri dwngan sebuah kerja sama yang mereka jalin.Karena sekalian karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang,akhirnya papa ilham menawarkan makan siang kepada rekan bisnis nya itu
Pak Joko dan sekretarisnya pun langsung ikut setuju dengan tawaran dari Papa Ilham dan mereka akhirnya menutup kerja sama mereka sambil makan siang bersama.