Mandiri

713 Words
Di pagi hari yang sangat cerah,didalam kamar yang begitu megah dan berdominan warna merah muda... seorang gadis cantik sedang bergelung di bawah nyamannya selimut. siapa lagi kalo bukan Ayanna,anak cantik yang selalu rendah hati dengan segala keanggunannya dan tutur katanya.. Gadis itu bergeliat berpindah posisi dari meringkuk ke kiri menjadi terentang...mengerjap-ngerjapkan matanya dengan sesekali mencari kesadarannya. jam sudah menunjukkan jam 4.30 pagi,itu artinya pertanda bahwa dia harus bangun dan menunaikan kewajibannya yaitu sholat. Ia buru-buru beranjak dari kasur nya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu.setelah kurang lebih 20 menit menghabiskan waktu di kamar mandi akhirnya dia keluar dan melaksanakan sholat. Pagi ini sebelum dia berangkat ke toko bunganya,dia akan berolah raga lari keliling komplek perumahan sebentar,olahraga ringan yang dia lakukan selama ini agar menyehatkan badannya. di setiap jalan yang Ayanna lalui ketika ia bertemu para tetangga,dia menyapa dengan sopan. para tetangga juga selalu segan padanya dan selalu menjawab sapaannya. setelah dirasa cukup merasa lelah kini Ayanna kembali ke rumah. sampai di rumah dia menemui mamanya dan Bi Surti yang sedang masak di dapur. "Pagi Ma..." Ayanna menyapa sambil mengecup pipi kanan mamanya. "Pagi juga sayang",winda menjawab sapaan anaknya dengan senyuman mengembang. "Apakah anak mama yang cantik ini udah lapar?" Ayanna seketika tersenyum sambil menjawab, "Apakah masakannya udh matang Ma? rasanya lapar jika mencium bau masakan Mama.." sambil tersenyum Ayanna berjalan ke kulkas dan mengambil air putih dingin kemudian dia juga mengambil gelas untuk di tuangi air dan kemudian dia meminum air itu. "sebentar lagi sayang..." "Emm baiklah.,aku kembali ke kamar dulu ya ma." karena sarapan yang di tunggu belum siap dia memutuskan untuk masuk kamar dan bersiap siap mandi dan ganti baju,karena setelah sarapan rencananya dia mau langsung ke toko bunga. tepat pukul 07.00 Ayanna telah selesai bersiap,dia berjalan ke tangga bawah menuju ke ruang makan. di sana sudah ada mama papa sama kakaknya Anthea. "Pagi ma..." "Pagi Pa..." Sapa Ayanna kepada kedua orang tuanya sambil mengecup pipi orang tuanya bergantian.kemudian ia duduk di samping kakaknya dan menyapa kakaknya itu. Pagi juga sayang..." jawab orang tuanya serempak "Pagi kak..." "Pagi juga dek." Jawab Anthea kepada adiknya. "Hari ini kamu ada kuliah atau mau ke mana yanna?" tanya kakanya "Hari ini gak ada kuliah kak,aku mau ke toko bunga aja sama nanti mau ke toko buku,mau cari buku bareng Desy." "Emang ada apa kak,apa kakak mau aku melakukan sesuatu?" tanya Ayanna pada sang kakak "Enggak dek... Kakak kira kamu mau ke kampus,tapi kalo mau ke toko Bunga ya ngga masalah,semoga rame hari ini ya Dek." terang Anthea kepada adiknya "Ya sudah papa udah selesai,papa sama kakak berangkat dulu ya" sahut papanya setelah menyelesaikan makanannya. Pagi ini mereka sarapan nasi goreng seafood dan juga ada ayam goreng dan juga masih ada menu lainnya yang tersaji di atas meja. "Iya yah...Ayah sama kakak hati hati,semoga pekerjaannya lancar hari ini'" Jawab mama winda. Ilham dan Anthea pun pamit...Ilham mengecup pipi istrinya,dan tak lupa anak keduanya itu. Mama dan Yanna juga bersalaman dengan ilham mencium tangan dengan takzim,sebelum ilham dan thea berjalan keluar. Winda dan yanna juga mengikuti sampai ke pintu,mengantar kepergian Ayah Ilham dan Anthea.kemudian Ilham dan Thea mengucapkan salam. "Assalamualaikum Papa sama Thea berangkat dulu ya." Ucap Papa Ilham Waalaikumsalam... Mama Winda dan Ayanna menjawab bersamaan. Sambil melambaikan tangan mereka berdua memasuki mobil,sopir akhirnya melajukan mobil ke kantor. Sebelum winda masuk Ayanna juga pamit hendak berangkat ke toko, "Ma Ayanna sekalian ke toko ya,soalnya toko lumayan rame akhir akhir ini." mama winda mengangguk,sambil mencubit pipi anak keduanya gemas. "Jangan capek capek ya sayang mama." kemudian ayanna salim dan mengucapkan salam. "Assalamualaikum Ma..." "Waalaikum salam.hati hati nak jangan ngebut." Jawab Mama Winda Kemudian Ayanna masuk mobil dan pergi menuju toko. Ayanna lebih mandiri karena dia mengendarai mobil ke mana mana tanpa sopir,padahal papa mamanya selalu mewanti wanti agar di antar sopir,tapi Ayanna bersikukuh ingin sendiri,dia bisa. Mendengar Setiap keinginan Anaknya,Mama Winda dan Papa Ilham tidak tau harus bagaimana menghadapinya,karena jauh di hati mereka memang selalu khawatir dengan putri keduanya itu.Tidak bisa si pungkiri kalo di lihat memang sebenarnya Ayanna bisa Lebih mandiri ketimbang sang Kakak. Dari segi apapun Ayanna juga lebih pendiam dan lembut,sifat yang beda jauh dengan anak pertamanya.Tapi kalo di bahas kesamaan,Yaa...kedua anaknya sama-sama keras kepala.Jadi Ilham dan Winda hanya memberi kebebasan kepada Anak-anaknya,tapi kebebasan yang masih batas wajar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD