Keesokan harinya Mass, terbangun seperti biasanya. Maksud dengan seperti biasanya adalah Mass bangun saat waktu masih sangat pagi, pagi-pagi buta. Mass seperti merasa hidup kembali, seperti sudah sangat lama Maas tak merasakan suasana seperti ini lagi. Bangun di waktu pagi yang sangat pagi, lalu Mass langsung melakukan sebuah olahraga tubuhnya agar bisa terus merasa bugar. Dengan Misy yang belum terlihat keluar saat itu, Maas pikir mungkin Misy belum bangun dari tidurnya karena ini kan masih sangat pagi.
Tanpa berlama-lama lagi Mass langsung saja melakukan hal apa yang selalu Mass lakukan mengawali harinya, yaitu berolahraga untuk kebugaran tubuhnya. Entah kenapa hari itu Mass merasa sangat bersemangat, mungkin karena ini adalah hari dimana Mass bisa kembali normal menjalani aktifitas nya setelah beberapa hari Mass hanya berdiam diri di sebuah sofa untuk memulihkan cedera yang menimpa fisik, dan mental nya yang membuat Mass mau tak mau harus berbaring beristirahat secara total, karena jika Mass berusaha untuk latihan, apa lagi berolahraga pun Mass tak akan bisa karena kondisi tubuh Mass yang sangat lemah akibat sebuah siksaan sari Soe yang terjadi kepada Mass saat itu. Tapi sekarang Mass sudah benar-benar bisa sembuh dari cedera mental, dan fisik yang Mass alami sehingga dengan sangat semangat Mass langsung saja melakukan latihan fisiknya, Mass berfikir karena Mass sangat merasakan semangatnya yang membara saat ini Mass dengan sangat lincah, dan cepat melakukan latihan dengan sangat giat saat itu.
Mass berfikir akan keluar untuk melakukan sprint, atau lari mengelilingi komplek di rumah nya tapi saat Mass akan pergi meninggalkan rumah nya tiba-tiba.
" Jika aku pergi berolahraga ke luar meninggalkan rumah apa Misy tak akan mencari ku? Misy kan belum bangun pasti saat Misy bangun, Misy akan kaget karena aku yang sudah tak ada disana. Aku pikir lebih baik aku tak pergi dulu sebelum Misy bangun dari tidurnya,"dalam hati Mass bicara seperti itu.
Saat itu Mass terus saja melakukan pemanasan fisik nya, Mass melakukan pemanasan tersebut tak jauh dari rumahnya, dimana seperti biasa Mass berolahraga. Mass terus saja berlatih sampai tak ingat waktu sehingga matahari mulai bersinar saat itu, terbit menyinari Mass yang saat itu sedang begitu bersemangat berolahraga, dan tibalah Misy dengan terburu-buru keluar, sampai menabrak Mass yang saat itu berjalan berniat akan masuk ke dalam rumah.
Duaarrr Misy berlari keluar rumah tak melihat jika Mass sudah akan membuka pintu saat itu sehingga Misy terjatuh bersama Mass yang memeluk Misy, menahan Misy yang saat itu menabraknya dan jatuh agar Misy tak jatuh ke bagian keras aspal tersebut.
" Misy kau kenapa?"ujar Mass yang memeluk Misy sambil terjatuh.
" Oh Mass maaf aku tak sengaja, maaf Mass ayo bangun,"Misy langsung saja bangkit berdiri, dan langsung menyodorkan tangan terhadap Mass agar Misy membantu Mass berdiri kembali saat itu.
" Aw Misy, apa yang membuat mu berlari seperti ini, sampai kau tak melihat ku yang ada di depan mu Misy. Dan kau sepertinya berlari tadi apa yang kau alami? kau melihat hantu Misy?"ujar Mass sedikit heran dengan Misy yang sampai seperti itu.
" Ya maafkan aku Mass, tadi aku kaget karena sudah melihat ke semua ruangan tapi aku tak menemukan mu Mass, aku langsung merasa sangat kaget Mass takutnya ada yang terjadi dengan mu Mass, dan ternyata kau disini Mass, apa yang kau lakukan diluar Mass? ini masih sangat pagi,"ujar Misy sedikit membentak Mass saat itu karena merasa kaget dengan Misy yang sudah mencari ke semua ruangan tapi Misy tak menemukan Mass di dalam saati itu.
" Ya ampun Misy, kau seharusnya tak perlu merasa se-kaget itu Misy tenang saja, ini rumah ku Misy tak akan ada yang bisa berbuat jahat di rumah ku Misy, termasuk Soe. Jika dia tahu rumah ku ini pun dia tak akan berani datang kemari dan langsung berbuat hal. buruk kepadaku Misy. Tadi aku bangun pagi-pagi sekali lalu aku kembali dengan aktifitas ku yang biasa Misy, aku mulai dengan pemanasan tubuh ku, agar tubuh ku selalu dalam keadaan bugar Misy,"ujar Mass menjelaskan kepada Misy jika di rumah Mass semuanya dalam kondisi aman, dan menjawab jika Mass seperti biasanya melakukan olahraga pemanasan saat itu.
" Dasar kau Mass, kita sedang dalam keadaan yang tak sepenuhnya aman Mass, Soe dan anak buahnya sedang mencoba untuk mencari dimana kita Mass, bagaimana jika anak buah Soe mencari secara acak keadaan kita sehingga mereka bisa mengetahui tentang kita yang ada disini Mass, apa kau lupa tentang itu?"ujar Misy dengan nada sedikit membentak kepada Mass, karena Misy yang masih saja terlihat syok, dan kaget saat itu karena mencari Mass.
Mass langsung saja mencium bibir Misy, sehingga Misy berhenti menceramahi Mass dengan nadanya yang masih terdengan kaget, dan agak kesal kepada Mass, sehingga Misy tak dapat berbuat apa-apa saat itu, hanya terus saja melayani ciuman Mass yang mereka lakukan saat itu.
" Tak apa-apa Misy. Maaf jika aku membuat mu khawatir, tapi aku tak apa-apa Misy,"setelah menghentikan ciumannya dengan Misy, Mass lantas bicara seperti itu.
" Yasudah tak apa Mass, tapi lain kali kau tak boleh seperti ini Mass,"ujar Misy saat itu.
" Siap bos, aku tak akan seperti ini lagi membuat mu kaget, merasa khawatir dengan keadaan ku Misy, tak akan aku ulangi, aku janji. Yasudah kita masuk Misy? kita harus sarapan kan, chef akan membuatkan mu makanan terlezat di kota ini, oke?"ujar Mass dengan mimik wajah menggoda Misy dengan candaan berkata seperti itu.
" Ya ayo Mass. Oh ya memangnya kau bisa masak Mass?"tanya Misy saat itu.
" Hem kamu menyepelekan aku Misy, tentu saja aku bisa masak, bukan bisa tapi aku adalah chef, dan sekarang aku akan memasakkan makanan yang paling enak untuk kamu sarapan Misy, ayo kau diam dan duduk saja Misy, aku yang akan masak untuk kamu, untuk kita sarapan,"ujar Mass sambil membuat Misy duduk saat itu.
" Kau? sendiri? tentu tidak Mass masa kau masak sendiri sementara aku hanya terduduk diam? tidak Mass aku bukan orang seperti itu, biarpun kau yang akan menjadi chef sekarang tapi aku bisa membantu mu menyiapkan bahan, atau memotong-motong bahan nya kan Mass? sementara kau yang jadi chef yang akan memasaknya. Sudah dituputuskan ayo, aku jadi helper cook untuk chef Mass,"sambil langsung berdiri Misy melepaskan pegangan Mass di pundaknya lalu, menarik Mass untuk ke pergi ke dapur mulai memasak.
Lalu Mass, dan Misy pun langsung saja bersiap untuk memasak menyiapkan, memotong dan memasukan satu per satu bahan makanan yang akan mereka masak saat itu, dengan tangan yang cekatan, dan lincah Mass berlagak seperti chef yang sebenarnya, Mass dengan handal memotong memasukan, dan memberikan bumbu ke dalam panci yang berisikan masakan yang akan Mass masak saat itu.
" Wow Mass, kau tak salah jika kau menganggap kau adalah chef, bagaimana aku tak menganggap mu chef, kau memasak dengan cara yang lincah dan kau tak terlihat bingung seperti orang yang belajar memasak Mass. Hidangan ini sepertinya sudah sangat kau hapal cara membuat, dan komposisinya Mass, kau sering memasak makanan ini Mass?"ujar Misy memuji sekaligus merasa sedikit kaget karena Mass dengan sehebat ini bisa memasak chef pun berada di dalam diri Mass, Misy pikir.
" Kau berlebihan Misy. Ya sebenarnya ini adalah hidangan yang selalu aku hidangkan jika ada acara, sehingga aku bisa tahu semuanya, dan tentu saja aku sudah sangat hapal dengan hidangan ini sehingga pantas jika kau melihat ku tanpa sebuah keraguan dalam memotong, memasukan bahan memasak hidangan ini Misy hehehe,"ujar Mass dengan sedikit tertawa saat itu.
" Ya pantas saja jika seperti itu Mass. Tapi aku melihat jika kau juga cekatan memegang peralatan dapur Mass, dan sepertinya gelar chef pantas untuk kau dapatkan chef Mass hehehe,"ujar Misy dengan sedikit tertawa juga.
" Ya syukur lah jika seperti itu Misy, aku jadi bisa suami idaman untuk mu kan?"ujar Mass dengan nada yang tiba-tiba sangat pelan.
" Apa Mass aku tak mendengarnya, kau bicara dengan nada yang sangat kecil,"tanya Misy.
" Ya maksud ku, aku bersyukur jika kau menganggap ku begitu Misy. Sudahlah Misy aku sudah selesai, ayo kita bawa makanan ini ke meja, kita cepat sarapan Misy,"ujar Mass mengalihkan perhatian untuk sarapan pagi ini.
" Oh ya chef baik ayo,"jawab Misy.
Mereka pun membawa makanan yang sudah Mass masak untuk mereka sarapan saat itu ke meja makan.
" Huh Mass melihat masakan ini sungguh membuat nafsu makan ku tergugah Mass, aku langsung makan ya Mass?"ujar Misy.
" Ya tentu saja Misy, ayo makan,"jawab Mass.
Pagi itu mereka langsung saja sarapan terlebih dahulu di sela-sela sarapan mereka sedikit berbincang agar suasana tak terlalu kaku karena mereka hanya fokus terhadap makanan mereka masing-masing.
" Misy, kau tak ingin memberikan komentar kepada makanan ku? apa tidak enak?"tanya Mass.
" Kau bercanda chef, ini makanan rumahan terenak yang pernah aku cicipi Mass, aku sampai tak berfikir untuk bicara karena aku terlalu fokus menikmati hidangan yang terlezat yang kau buat ini Mass,"ujar Misy yang terlihat memang sangat menikmati masakan yang Mass hidangkan saat itu.
" Oh ya? kau berlebihan Misy, aku hanya memasak hidangan biasa saja, tak menggunakan atau membuat hidangan yang spesial,"jawab Mass terhadap komentar Misy untuk makanan yang Mass buat.
" Kau tidak lihat ini Mass? aku bahkan akan menghabiskan makanan yang masak Mass. Oh iya ngomong-ngomong tak apa kan jika aku menghabiskan ini Mass?"tanya Misy.
" Hahaha ya tentu saja Misy, aku memasak ini untuk menjamu mu Misy tentu saja kau bebas menikmatinya Misy, ayo kau habiskan saja Misy tak apa-apa. Aku bersyukur jika kau menikmati bahkan sangat menyukai apa yang aku sajikan untuk mu Misy,"ujar Mass seperti itu kepada Misy yang saat itu lahap menyantap hidangan yang Mass sajikan.
" Baiklah terima kasih Mass. Tentu Mass, tentu saja aku sangat menikmati nya Mass terima kasih,"ujar Misy.
" Ya Misy tentu, sama-sama,"jawab Mass.
" Oh ya Mass apa sekarang tak sebaiknya kita menghubungi Nina, dan guru Mass? aku pikir tak apa kan jika kita menghubunginya hanya untuk sekedar menanyakan keadaan nya?"tanya Mass kepada Misy saat itu.
" Oh ya tentu Misy, tentu saja kita bisa menghubunginya untuk sekedar berbincang mengenai kabar mereka, dan kita pun sekalian saja memberikan kabar kepada mereka jika kita baik-baik saja disini. Karena kau tahu kan bagaimana perasaan khawatir Nina, lalu kau juga terlihat khawatir dengan Nina Misy,"ujar Mass kepada Nina mengenai rencana nya untuk menghubungi Nina, bertanya kabarnya dan Shu.
" Ya baik Mass, aku akan menghubungi nya,"ujar Misy sambil mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi ponsel Shu.
Tanpa menunggu lama, dan berulang kali menelepon, panggialan Misy langsung saja mendapat jawaban dari Shu.
" Halo guru,"ucap Misy.
" Misy bagaimana keadaan mu, kau baik-baik saja disana kan Misy? aku menunggu kau memberi kabar kepada kami Misy,"ujar Nina yang saat itu langsung saja bicara seperti itu.
" Oh Nina ini kau, aku baik Nina tenang saja aku tak apa-apa. Bagaimana kabar mu disana Nina? tenang esok hari kau akan melakukan tugas mu kan Nina lalu setelah tugas mu selesai kita akan kembali berkumpul kan Nina,"ujar Misy saat itu berbicara lewat sambungan ponsel nya terhadap Nina yang saat itu memegang ponsel Shu.
" Iya Misy aku baik disini Misy, aku tak sabar menyelesaikan urusan ku bersama Shu disini, dan berkumpul dengan mu lagi Misy. aku baik-baik saja disini Misy, dam sekarang aku dan guru sedang membicarakan persiapan kita yang akan menghadapi sesuatu hal besok Misy. Ya aku yakin kita tak akan menghadapi hal yang bahaya esok hari tapi tetap saja Shu bilang aku harus menyiapkan mental ku agar esok hari aku tak melakukan kesalahan, di karenakan mental ku yang mengalami sebuah masalah Misy. Shu bilang seperti itu kepada ku dan aku percaya saja kepadanya karena sepertinya memang benar Misy, yang harus aku kuatkan sekarang adalah mental ku Misy, karena aku yang dulu sering melamun, dan tak jelas dalam berprilaku itu tentu saja karena mental ku yang mengalami sebuah masalah, dan sekarang aku sudah bisa seperti ini, kesehatan mental ku stabil aku harus terus menjaganya jangan sampai kesehatan mental ku terganggu karena aku, merasa stres atau tertekan karena akan menghadapi hal yang belum pasti apa yang akan aku hadapi esok hari. Kembali lagi aku katakan, meskipun aku yakin esok hari aku tak akan mengalami hal buruk, yang membahayakan keselamatan ku, dan guru tapi tetap saja sebagai antisipasi aku harus bisa terus melatih mental ku agar tak membuat mental ku terguncang Misy, itu yang selalu guru ucapkan padaku Misy,"ujar Nina menceritakan apa yang sedang Shu rencanakan terhadap Nina agar Nina tak mengalami penurunan mental karena takut akan apa yang di hadapi Nina besok, meskipun Nina yakin jika apa yang esok hari akan Nina alami bukan sesuatu yang bahaya tapi ini hanya sebagai langkah antisipasi saja dan perawatan yang harus selalu Nina lakukan untuk menjaga mentalnya.
Di sela-sela Misy yang sedang berbincang dengan Nina melalui sambungan telepon Mass berkata jika Mass kan pergi keluar untuk memanaskan motor, agar setelah Misy selesai berbincang dengan Shu Mass sudah menyiapkan motor untuk mereka langsung pergi ke cafe saat itu.
" Ya Nina kau harus yakin, dan kau harus percaya kepada guru Nina, bagaimana pun karena guru lah kita bisa seperti ini Nina. Karena tangan guru lah sekarang kita menjadi memiliki sebuah ikatan seperti ini Nina, dan sekarang kita mengalami hal seperti ini itu semua karena guru Nina yang awalnya membawa kita ke tempat meditasi dengan tanpa syarat adalah guru Nina. Kita mendapatkan hal baik karena guru, dan lalu sekarang apa alasan nya jika sampai kita tak percaya kepada guru Nina, aku juga sangat yakin jika guru tak mungkin membawa mu ke dalam sebuah masalah Nina, maka dari itu sekarang yang harus kau lakukan adalah percaya, dan yakin kepada guru Nina, kau tak usah ragu terhadap nya apa lagi kau takut dengan apa yang guru rencanakan untuk mu Nina,"ujar Misy meyakinkan Nina jika apa yang di rencanakan Shu tak mungkin mengakibatkan Nina dalam sebuah ancaman, atau menghadapi sebuah masalah.
" Ya Misy aku percaya kepada guru, maka dari itu sekarang juga aku sedang berlatih dengan Shu, Shu mengajarkan ku banyak hal, dan sekarang Shu terus saja melatihku agar aku bisa terus menjaga mental ku supaya mental ku tak mengalami masalah, dan aku juga di ajarkan untuk menjaga kebugaran tubuh ku Misy sehingga sekarang aku merasa jika diri ku tak lemah, aku merasa sangat sehat, dan bugar Misy,"ujar Nina saat itu bicara kepada Misy tentang apa yang sudah Nina dapatkan dari Shu yang saat itu terus saja mengajarkan nya sebuah hal positif baik bagi mental, dan tubuh nya.
" Bagus Nina aku bersyukur jika seperti itu, aku harap kau bisa meneruskan apa yang sedang kau usahakan Nina, jangan pernah ragu terhadap guru Nina, lanjutkan terus apa yang sedang kau lakukan sehingga terus melatih sisi positif mental, dan tubuh mu Nina. Aku yakin kau bisa Nina, aku yakin kau siap untuk apa yang akan kau hadapi. Bersama dengan bantuan yang akan selalu menyertai mu dari guru, aku yakin kau akan bisa mendapatkan hal yang sangat baik untuk hidup mu Nina. Dulu mungkin kau selalu menerima perlakuan buruk, jalan hidup mu hanya berisi penderitaan Nina tapi sekarang aku pikir hidup mu akan berubah Nina, dengan sebuah jalan yang kau pilih dengan bantuan kami dan Shu, aku yakin jika kau akan bisa merubah hidup mu Nina. Maka dari itu aku katakan padamu sekarang untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini Nina, kau harus yakin dengan keputusan mu dan kau harus yakin, dan percaya dengan apa yang kau putuskan adalah hal yang benar Nina, jadi aku katakan sekali lagi yakinlah dengan pilihan hidup mu yang sekarang, dan yakinlah dengan kami yang akan membantu mu untuk merubah hidupmu agar lebih baik Nina, bukan untuk menjerumuskan mu kepada hal yang buruk,"Misy kembali meyakinkan Nina yang saat ini bahkan sedang melakukan pemeliharaan mental nya yang sempat cedera, karena perlakuan Soe yang memperbudak Nina selama ini agar mental Nina tak kembali terpuruk karena ingat dengan kejadian yang Soe lakukan kepada Nina.
" Ya Misy terima kasih karena jika bicara dengan mu aku selalu di berikan sebuah arahan, dan motivasi agar aku bisa merasa keputusan ku benar, dan yakin dengan apa yang sedang aku lakukan sekarang Misy terima kasih. Dan untuk apa yang kau bicarakan kepada ku, aku akan yakin, dan pastinya akan selalu percaya dengan kalian yang sangat tulus membantu ku Misy, aku akan sangat yakin dengan bantuan yang kalian berikan padaku Misy. Dan untuk diriku yang sekarang bisa menikmati kebebasan bahkan memiliki ikatan yang sangat berharga yang kalian buat aku kembali katakan sangat berterima kasih kepada kalian Misy, karena dengan adanya kalian yang dengan suka rela, membantu ku, memelihara ku dengan ikhlas aku bisa selamat, dan keluar dari jeratan p********n yang Soe lakukan kepada ku. Terima kasih Misy, terima kasih untuk semuanya,"dengan nada yang terdengar sedih Nina menceritakan hal tersebut, dan berterimakasih kembali kepada Misy untuk semua hal yang sudah Misy, Mass, dan Shu bantu kepada Nina.
" Kau tak usah memikirkan itu Nina, seperti yang kau bilang aku ikhlas, dan aku tulus menolong mu, sampai aku ingin agar kau menerima uluran tangan ku untuk menjadi bagian dari keluarga kami Nina. Tapi satu hal yang aku tidak setuju dengan mu Nina, kata ' memelihara ' tidak tepat untuk ku kepada mu Nina, kau tidak usah berkata seperti itu Nina tapi kata yang tepar cukup jika aku membantu mu mendapatkan sebuah perlindungan, itu cukup Nina kau tak perlu melontarkan kata ' memelihara ',"ujar Misy seperti itu kepada Nina, dan meluruskan jika apa yang Nina katakan kurang tepat dengan perlakuan Misy terhadap Nina.
" Ya baik Misy, tentu maaf Misy aku hanya merasa sangat beruntung, aku tak tahu harus berkata apa lagi yang paling penting sekarang adalah aku sangat berterimakasih dengan apa yang kalian berikan kepada ku Misy. Terima kasih,"ujar Nina kembali berterimakasih kepada Misy.
" Ya Misy sama-sama. Kau harus janji, dan menepati janji ku jika kau akan terus ada bersama kami Nina, dalam ikatan keluarga, apapun yang akan kau hadapi kita bersama-sama sebagai keluarga Nina, berjanjilah. Oh ya Nina kita sudah agak lama berbincang, bisa aku bicara dengan guru sekarang?"ujar Misy saat itu, dan bertanya tentang Shu saat itu.
" Tentu, tentu aku berjanji untuk terus hidup dalam ikatan keluarga ini Misy, aku tak akan pernah ingin mengingkari apa yang sudah aku janjikan kepada mu Misy. Lagi pula aku tentu adalah orang yang sangat bodoh jika aku sampai mengingkari janji ku mengenai ikatan keluarga yang kau berikan kepada ku Misy. Dengan mudah, dan tanpa bertanya status, atau mempermasalahkan masa lalu ku, dengan mudah kau menginginkan ku sebagai salah satu keluarga kalian Misy, mungkin aku orang gila jika aku mengingkari janji ku terhadap ikatan keluarga kita Misy. Oh ya Misy, ya sepertinya kita sudah lama berbincang dan membahas macam-macam hal, ya tentu saja guru ada Misy, tunggu sebentar aku akan memberikan ponsel ini ke guru Misy,"ujar Nina seperti itu, dan langsung menjawab akan memberikan ponsel nya ke Shu agar bisa berbincang dengan nya.
Tanpa bicara lagi saat itu Nina, langsung saja terdengar memberikan ponsel ini kepada Shu.
" Ya Misy, kau sudah selesai berbincang dengan adikmu? baru satu hari kalian terpisah jarak tapi kalian sepertinya sudah merasakan rindu yang luar biasa, sehingga kalian menghabiskan waktu yang cukup lama saat barusan berbincang. Baiklah bagaimana keadaan kalian disana?"ujar Shu dengan nada yang sedikit bercanda, dan bertanya tentang keadaan Mass, dan Misy di kota.
" Ya entahlah dengan apa yang aku rasakan guru, tapi begitu mudah rasa khawatir dengan apa yang akan Nina hadapi, dan bagaimana keadaan Nina yang sekarang jauh dari ku begitu mudah merasuk ke dalam hati ku guru. Sampai tadi kami agak lama berbincang, aku membicarakan, dan menegaskan agar Nina tak memiliki sedikitpun rasa ragu terhadap mu guru, karena tak ada yang harus di ragukan dengan apa yang akan kita perbuat untuk Nina kan guru. Kami baik guru, justru aku tadi ingin menanyakan hal yang sama kepadamu,"ujar Misy seperti itu kepada Shu yang saat itu berbincang melalui ponsel.
" Ya itu pemikiran yang bagus Misy, kau jangan merasa bosan untuk terus berkata seperti itu kepada Nina, kau harus terus memberikan Nina motivasi Misy, agar mental Nina tak kembali drop, begitu pun dengan ku sekarang yang mengajak Nina untuk berjalan-jalan melakukan olahraga ringan yang bisa membuat tubuh, dan pikiran Nina sehingga itu bisa membuat pikiran Nina merasa bebas dengan begitu tentu saja Nina tak akan merasa tertekan oleh sesuatu hal. Oh ya tenang saja Misy aku baik-baik saja, tak ada yang perlu di khawatirkan dengan kami disini, dan tenang lah dengan adik mu aku akan selalu menjaganya kau tak perlu khawatir berlebihan,"ujar Shu bicara jika apa yang Misy katakan kepada Nina adalah hal yang benar, lalu Shu menjawab apa yang Misy tanyakan.
" Ya guru tenang saja, aku tak akan pernah bosan memberikan motivasi, dan semangat untuk Nina guru aku pun berfikir jika ini adalah hal yang Nina butuhkan guru, aku tak akan bosan untuk terus memberikan motivasi dan semangat untuk Nina. Ya syukurlah guru, terima kasih guru kami disini percaya padamu, jaga dirimu baik-baik guru,"jawab Misy, dan berkata seperti itu.
" Ya lanjutkan semuanya Misy, kau benar Nina membutuhkan ini bahkan sangat membutuhkan ini dari kita Misy. Baiklah bicara hal lain yang menjadi tujuan kalian kembali ke kota, apa rencana kalian tentang yang terjadi di cafe?"tanya Mass tentang tujuan terpenting Mass, dan Misy kembali ke kota dengan sedikit terburu-buru.
" Ya tentu guru. Soal itu kami belum membicarakan nya guru, barusan kami baru sarapan lalu ingat untuk menghubungi mu karena ingin tahu kabar kalian disitu guru,"ujar Misy kepada guru saat itu.
" Baiklah Misy aku akan bicara sekarang kepada mu saja, nanti kau bisa sampaikan kepada Mass tentang apa yang aku bicarakan padamu ini. Untuk masalah itu kalian jangan merasa tertekan dengan rencana apa yang akan kalian lakukan, saran ku kalian pergi saja ke cafe, kalian berdiam diri saja disana memantau keadaan di cafe tersebut, tapi dengan rencana awal yang sudah kita bicarakan, jangan sampai mereka tahu jika Mass sudah kembali ke kota dan sekarang Mass ada di cafe, dan bersiap untuk menghadapi mereka jika mereka memiliki rencana buruk kembali di cafe tersebut. Itu saran ku Misy, jika saran ku kalian rasa baik untuk kalian, berhati-hati lah dalam menjalankan rencana itu Misy, intinya sekarang adalah jangan sampai identitas Mass di ketahui oleh Mass, atau pun anak buah Mass,"ujar Shu mengatakan apa rencana yang bisa Mass, dan Misy lakukan agar cafe tersebut tak mengalami kekacauan yang di lakukan oleh anak buah Soe, seperti apa yang sudah pernah anak buah Soe lakukan terhadap cafe tersebut.
" Ya guru tentu, baik lah guru tentang yang kau sarankan aku pikir apa yang kau sarankan tak ada salah nya jika kami melakukan saran seperti yang sudah kita bahas kemarin guru, tapi tentang penampilan sepertinya Mass memang harus bisa menyembunyikan identitas asli Mass, tapi sepertinya bukan hanya Mass yang harus menyamar menjadi orang baru di kota ini, sepertinya aku juga harus melakukan penyamaran guru. Sebelum hal ini terjadi aku pernah tertangkap oleh Soe, dan sempat menjadi tawanan Soe sampai Mass berhasil menolongku saat itu, itu berarti jika Soe juga tahu wajah ku guru, jika mereka mengetahui diriku tentu saja itu akan berakibat buruk kepada Mass, jika sampai seperti itu tentu saja apa yang Mass rencanakan akan dengan sangat mudah, dan gagal. Jadi sepertinya aku juga harus memiliki penyamaran itu juga guru,"ujar Misy kepada Shu, jika Misy dulu pernah menjadi tawanan Soe itu berarti jika anak buah Soe mengetahui jika Misy ada di kota ini, anak buah Sos juga akan berfikir jika Misy bersama Mass di kota ini.
" Oh maaf Misy kau baru tahu jika kau pernah tertangkap juga oleh Soe Misy, tapi syukurlah murid kebanggaan ku yang sekaligus adalah pacarmu bisa menyelamatkan mu Misy. Kembali tentang penyamaran yang kau rencanakan, ya sepertinya kau juga harus menyamar Misy, tak usah berlebihan dengan penyamaran mu aku yakin jika kau tak akan kesulitan memikirkan tentang pakaian samaran yang akan kau gunakan Misy,"ujar Shu seperti itu kepada Misy yang mengatakan apa yang sudah pernah Misy alami, sehingga membuat Misy harus ikut melakukan penyamaran.
" Ya guru aku pikir aku akan bisa dengan mudah memikirkan tentang penyamaran yang akan aku lakukan guru. Baiklah terima kasih guru, sepertinya kita harus menyudahi perbincangan kita sekarang. Jaga dirimu dan Nina baik-baik guru, kami menunggu kalian disini. Oh iya maaf guru aku hampir lupa, tak mungkin jika Mass murid kebanggaan mu tak ingin mengatakan sesuatu kepadamu, tapi karena Mass sedang berada di luar menyiapkan kendaraan untuk kita pergi ke cafe, jadi dia menitipkan salam ku untuk mu, dan Nina guru, jaga diri kalian baik-baik, dan segeralah kembali berkumpul dengan kami disini. Itu pesan Mass agar aku menyampaikan nya kepada mu guru,"ujar Misy saat itu, dan menyampaikan pesan yang Mass katakan pada Misy untuk disampaikan kepada Shu.
" Oh ya Misy, baiklah jika seperti itu. Titip salam ku juga untuk Mass Misy, bilang kepadanya tak usah khawatir dengan keadaan kami disini, aku tak akan membiarkan hal buruk menimpa kami disini, dan seperti apa yang kita bicarakan di awal setelah apa yang menjadi tugas Nina disini selesai kami akan langsung menghampiri kalian disitu Misy. Baiklah sampai jumpa Misy,"yakin Shu bicara seperti itu kepada Misy, lalu menyudahi perbincangan nya yang sedang berlangsung lewat ponsel.
Saat perbincangan Misy, dan Shu sudah mereka akhiri Misy langsung saja keluar rumah dan langsung menghampiri Mass yang sudah berada di motor sudah siap pergi ke cafe.
" Hey Misy, kau sudah selesai?"tanya Mass.
" Oh ya Mass sudah, aku juga sudah mengatakan apa pesan mu untuk Shu, dan Nina Mass. Jadi kita pergi sekarang Mass?"ujar Misy, dan bertanya saat itu.
" Ya tentu Misy, kapanpun kau siap,"jawab Mass.
" Aku sudah siap Mass, tapi sepertinya pakaian yang kita pakai yang tak siap untuk melindungi diri kita dari anak buah Soe yang sepertinya sedang berusaha mencari kita Mass,"ujar Misy saat itu.
" Oh sial aku lupa Misy, ya kau benar aku harus melakukan penyamaran agar aku bisa tak di kenali anak buah Soe jika mereka kembali ke cafe Misy,"ujar Mass kaget karena lupa dengan apa yang akan Mass lakukan, yaitu menyamar.
" Ya Mass, dan itu berlaku untuk ku juga Mass, aku pernah dijadikan Soe tawanan, dan Soe tentu mengenali wajah ku begitu pun beberapa anak buah Soe tentu anak buah Soe yang saat itu membantu Soe menangkap ku mengenali wajah ku Mass. Dan sekarang tentu saja aku juga harus melakukan penyamaran agar aku tak di kenali oleh mereka Mass,"ujar Misy saat itu yang membuat Mass ingat jika Mass harus melakukan penyamaran agar Mass tak dikenali oleh anak buah Soe, begitu pun Misy yang juga harus menyamar karena Misy juga pernah Soe tangkap sehingga tentu saja Misy juga harus melakukan penyamaran.
" Oh ya tentang itu maaf Misy aku lupa. Ya sekarang sepertinya kita harus membeli beberapa pakaian yang bisa membuat kita berbeda dari diri kita yang sebenarnya Misy. Tak usah membeli Mass kita bisa menggunakan pakaian, dan aksesoris yang kita punya, seperti kacamata topi dan baju lain nya Mass. Kau tentu punya beberapa benda dari yang aku katakan kan Mass?"ujar Misy dan bertanya kepada Mass.
" Oh ya Misy tentu, tentu saja aku punya jika hanya itu Misy. Baiklah ayo kita masuk, dan mengganti pakaian kita Misy,"ujar Mass mengajak Misy masuk kembali ke rumah untuk mengganti pakaian mereka.
Mereka berdua pun langsung saja masuk ke kamar. Misy memilihkan baju untuk Mass agar Mass terlihat seperti orang dan bisa menyamar agar jika ada anak buah Soe mereka tak bisa mengenali Mass yang saat itu menyamar. Lalu tak lama Misy memilih sebuah baju yang akan Mass pakai dan menemukan pakaian yang cocok untuk Mass melakukan penyamaran. Lalu setelah itu giliran Misy yang mengganti pakaian nya agar bisa sama-sama menyamar dengan Mass. Misy saat itu sengaja memilih pakaian Mass dan membuat penampilan Misy menjadi wanita yang tomboy, dengan jaket pria di pakainya beserta topi, dan kacamata hitam yang di pakainya Misy menjadi terlihat sangat berbeda, seperti bukan Misy. Misy pun keluar kamar dan menemui Mass yang saat itu menunggunya.
" Mass, aku sudah siap. Ayo kita pergi sekarang,"ujar Misy mengajak Mass pergi.
" Ya Misy ay,"ujar Mass yang saat itu bicara tapi tak selesai karena Mass sangat terpesona melihat Misy yang berpakaian seperti itu.
Mass hanya bisa melihat Misy, dari bawah kaki, sampai ujung kepala Mass tak melewatkan sedikit pun melihat penampilan Misy yang saat itu sangat berbeda.
" Ya ayo Mass. Kenapa kau memperhatikan ku seperti itu, kau melihat ku dengan tatapan yang sangat aneh, bahkan memperhatikan penampilan ku dari bawah kaki, sampai ke atas kepala. Ada apa Mass? apa aku terlihat jelek berpakaian seperti ini?"ujar Misy bertanya aneh dengan Mass yang saat itu hanya terdiam aneh melihat Misy.
" Wow Misy, aku baru tahu jika kau begitu pintar, bahkan untuk hal seperti ini. Kau sangat pintar Misy,"ujar Mass memuji Misy dengan penampilan nya untuk menyamar yang Misy kenakan saat itu.
" Kau berlebih Mass, aku hanya menggunakan properti milik mu Mass, apakan sebagus itu, sampai kau melihat ku dengan tatapan seperti itu Mass? ayo Mass sebaiknya kita cepat pergi, hari sudah mulai siang Mass,"ujar Misy seperti itu dan langsung mengajak Mass pergi dengan menarik tangan Mass keluar rumah untuk berangkat ke cafe saat itu.
Tanpa bicara lagi Mass langsung saja mengikuti kemana langkah Misy menarik Mass.
" Baik Misy, kau sudah siap kan Misy,"ujar Mass.
" Ya tentu ayo Mass, berangkat,"ujar Misy.
Lalu Mass langsung saja pergi menjalankan motornya untuk datang ke cafe, dimana Misy, dan Mass akan memantau keadaan di dalam cafe tersebut. Mass, dan Misy takut jika anak buah Soe akan kembali berulah di cafe sehingga membuat semua teman Misy di cafe ketakutan dan tak bisa melakukan apa-apa. Tapi dengan adanya Mass, dan Misy di cafe itu akan membuat kami bisa melawan untuk melindungi apa yang menjadi hak kami. Sehingga anak buah Soe bisa kapok dan tak kembali berulah di cafe tersebut lagi.
" Mass aku memiliki sebuah perasaan, takut. Entah apa yang membuat takut Mass tapi aku bertanya kepada diriku sendiri, akankah kejadian buruk terjadi kembali kepada kita Mass. Sepertinya itu yang membuat ku berfikir berat Mass, aku merasa sedikit takut dengan ini Mass,"ujar Misy, mengatakan apa yang Misy rasakan saat itu saat akan datang ke cafe dan siap menghadapi apa yang terjadi di cafe.
" Aku mengerti dengan apa yang kau rasakan Misy. Mungkin perasaan itu ada karena kau khawatir dengan keadaan di cafe Misy, kemarin teman mu di cafe memberitahukan apa yang terjadi kepada mereka, lalu tanpa sadar itu juga berdampak buruk terhadap mental mu Misy, dan sekarang kau merasakan sebuah hal yang tak enak mengenai ini, ini wajar Misy. Tapi sekarang aku harap kau bisa mengendalikan dirimu Misy, dan berpikirlah positif Misy semoga saja tak ada apa-apa yang terjadi dengan cafe Misy,"ujar Mass kepada Misy yang terlihat jelas di wajahnya sebuah rasa takut yang besar.
" Ya Mass kau benar, aku harus menenangkan diriku kejadian yang buruk sudah menimpa cafe, dan teman-teman ku, aku harus bisa menghadapi ini sehingga kejadian buruk yang di sebabkan oleh anak buah Soe tak terjadi lagi Mass. Dengan bantuan mu aku yakin jika kita akan bisa melewati ini Mass, aku sudah siap Mass,"ujar Misy bicara tentang kepercayaannya kepada Mass, dengan apa yang akan di hadapi Misy saat ini.
Sudah beberapa saat Mass jalan sehingga Mass sampai si cafe, dengan keadaan yang biasa saja tak ada apa-apa. Mass, dan Misy langsung saja menyimpan motornya, lalu masuk ke dalam cafe tersebut.
" Misy kau akhirnya kau datang juga, kau tak apa-apa kan?"salah seorang wanita teman Misy menghampiri kami yang baru saja datang dan langsung bertanya seperti itu.
" Ya tentu saja aku tak apa-apa. Justru aku kemari khawatir dengan keadaan kalian yang sepertinya tragedi yang sudah terjadi adalah kesalahan ku. Maafkan aku, bagaimana keadaan kalian, apa yang mereka lakukan terhadap cafe ini, apakah banyak barang yang mereka rusak? jika iya aku akan menggantinya,"ujar Misy kepada teman Misy saat itu, dan bertanya seperti itu.
" Terima kasih Misy kau sudah khawatir dan langsung datang kemari. Tidak Misy, meskipun memang ada beberapa barang disini yang mereka hancurkan tapi itu tak apa-apa Misy, tak usah pikirkan itu. Cukup kau tak usah membahas itu lagi Misy,"ujar teman Misy saat itu.
" Baiklah jika seperti itu, lalu bagaimana sekarang? apa orang-orang yang menyerang kemari saat itu pernah kemari lagi?"tanya Misy.
" Saat setelah penyerangan yang mereka lakukan mereka tak ada kembali kesini lagi Misy, tapi beberapa kami lihat, dan terlihat di cctv mereka terlihat seperti lalu-lalang melewati jalan ini Misy. Mereka sambil memperhatikan, seperti sedang mengamati, mencari sesuatu ke arah sini Misy. Tapi sepertinya mereka memang sedang mencari seseorang Misy,"kembali teman Misy menjawab pertanyaan Misy.
" Syukurlah jika tak ada yang mereka hancurkan lagi disini, tapi sekarang tetap saja aku khawatir karena mendengar mereka masih suka berlalu-lalang di kawasan ini. Dan kau benar mereka memang sedang mencari seseorang bukan sepertinya, mereka memang benar sedang mencari seseorang, dan orang yang mereka cari tentu saja adalah aku, ya kan Mass,"ujar Misy saat itu berkata sambil bertanya seperti itu kepada Mass.
" Ya Misy tenang saja tapi intinya bukan kau yang mereka cari Misy, tapi aku. Ini semua bukan salah mu Misy, tapi lebih tepatnya aku yang membuat mu, membuat kalian ikut terjerumus ke dalam masalah ini. Maafkan aku ini bukan salah Misy tapi salah ku, jadi aku yang akan bertanggung jawab untuk semua kekacauan disini, termasuk mulai sekarang aku akan menjaga kalian disini, aku tak akan membiarkan hal apapun terjadi, apa lagi hal buruk yang terjadi menimpa kalian. Aku berjanji, aku akan menjaga kalian dengan seluruh jiwa dan raga ku, kalian tak usah khawatir,"ujar Mass kepada Misy, dan teman nya, meyakinkan kepada mereka jika Mass akan sangat bertanggung jawab untuk hal ini.
" Terima kasih untuk mu, tadi Misy bilang nama mu Mass kan? terima kasih Mass aku percaya kepada mu, dan sekarang meskipun mereka masih berlalu-lalang di sekitar sini tapi kami tak khawatir lagi, karena ke khawatiran kami sepertinya akan bisa kau hilangkan Mass, terima kasih. Kau tak usah merasa sangat bersalah tak apa-apa lupakan hal yang sudah terjadi sekarang kita lakukan saja apa yang seharusnya kita lakukan Mass, Misy,"teman Misy pun berkata seperti itu kepada Mass, dan Misy.
" Ya Mass terima kasih. Aku juga percaya kepada mu Mass, aku sangat percaya kepada mu,"ujar Misy kepada Mass saat itu.
" Ya tentu saja kau harus percaya Misy, sebagai pasangan yang serasi tentu saja kau tak boleh sampai memiliki keraguan terhadap pasangan mu Misy,"ujar teman Misy kepada Misy saat itu.
" Ah tapi aku bu,"
" Oh ya tentu saja, tentu aku percaya. Tak mungkin jika aku sampai merasa memiliki keraguan terhadap Mass,"ujar Misy memotong pembicaraan Mass yang akan menyangkal apa yang akan teman Misy katakan.
" Ya bagus lah Misy. Oh ya Misy ngomong-ngomong aku merasa sedikit aneh dengan kalian. Mass memang selalu seperti ini? berpakaian hebat seperti ini Misy? aku tak aneh dengan nya karena aku baru melihatnya sekarang, tapi aku tentu aneh melihat mu yang baru pertama kali berpakaian hebat seperti ini Misy, ada apa?"ujar teman Misy bertanya tentang penampilan Misy yang jauh sangat berbeda sekarang.
" Oh ya aku, dan Mass tak ingin sampai di kenal oleh orang yang pernah membuat gaduh disini, sehingga aku dan Mass berpakaian seperti ini bertujuan untuk menyamar agar mereka tak mengetahui jika aku, dan Mass kembali kemari. Karena jika mereka tahu jika Mass sudah kembali ke kota ini tentu saja itu akan menjadi masalah besar untuk Mass. Mereka semua pasti akan menyerang kembali kemari, karena melihat Mass ada disini. Kami tentu tak ingin itu terjadi, sehingga kami berfikir untuk melakukan penyamaran saja, dan ini lah penyamaran yang kami lakukan,"ujar Misy menjelaskan apa yang teman Misy tanyakan kepadanya.
" Oh ya aku paham Misy. Maaf aku ingin bicara, bukan aku ingin ini terjadi tapi aku hanya bertanya saja, bagaimana jika nanti mereka kemari dan mencoba untuk melakukan pemberontakan lagi disini?"tanya teman Misy saat itu.
" Tentu saja aku kan mencoba menghalau mereka, aku akan melawan mereka sehingga mereka tak bisa membuat kerusakan disini lagi, dan untuk aman kedepannya saat aku melawan mereka tentu mereka tak akan ada waktu untuk melihat Misy yang menelepon polisi untuk menangkap mereka, sehingga mereka bisa tertangkap, dan tak akan bisa berbuat kerusakan lagi disini, dan dimana pun,"ujar Mass kepada teman Misy saat itu, memiliki rencana untuk menangkap mereka.
" Tapi Mass mereka kemari, memberontak disini tidak sendirian bagaimana kau melawannya? aku tak ingin jika sampai kau mengalami hal buruk Mass. Dan melihat dengan apa yang mereka lakukan, jika sampai mereka bisa mendapatkan mu mereka sepertinya tak akan memberimu ampun Mass. Bagaimana kau akan menangani itu?"ujar teman Misy dengan nada yang khawatir, menanyakan bagaimana Mass akan menghadapi mereka yang menyerang lebih dalam berkelompok.
" Tak apa-apa karena aku kan akan dibantu dengan Misy yang menelepon polisi jika sampai aku bertarung dengan mereka jadi,"
" Tenang saja Mass sudah berpengalaman menghadapi mereka, jika memang Mass harus menghadapi mereka Mass tak akan keberatan, dan Mass tak akan sampai kalah oleh mereka meskipun Mass kalah jumlah dengan mereka yang biasa menyerang dengan orang yang lebih dari satu. Dan jika penyerangan itu terjadi lagi, aku percaya kepada Mass jika Mass bisa menghadapi itu,"ujar Misy yakin jika Mass siap, dan akan bisa melewati apa yang akan Mass hadapi jika sampai anak buah Soe kembali berulah di cafe ini.
" Kau luar biasa Mass, aku jadi merasa aman jika ada kau disini Mass, aku harap apa yang Misy katakan benar, kau bisa mengalahkan mereka jika mereka kembali menyerang kemari lagi,"ujar teman saat itu.
" Ya tentu saja. Yang sekarang kau harus lakukan adalah,"
" Dag ", Mass langsung saja memeluk kepala Misy saat itu, dan teman Misy yang saat itu langsung saja bersembunyi di bawah meja karena terdengar dengan keras suara ada orang yang melempar sesuatu ke salah satu bagian mobil diluar, begitu keras suara itu sampai terdengar dengan jelas oleh mereka semua yang sedang berbincang di dalam. Mendengar itu Mass langsung saja keluar, mencoba mencari asal dari suara tersebut.
Saat Mass sudah berada di luar Mass melihat jika, sebuah mobil terlihat dengan cepat menjauh pergi dari cafe, lalu Mass terus mencari dari mana asal suara tersebut sampai Mass melihat sebuah batu yang di bungkus menggunakan kertas yang di ikat dengan karet saat itu. Mass langsung saja mengambil kertas tersebut, dan membukanya lalu benar saja keputusan Mass saat itu, Mass melihat jika kertas tersebut memiliki sebuah tulisan
" Jika kalian ingin selamat, dan berdamai bersama kami jangan sampai kalian menyimpan, atau menyembunyikan orang yang sedang kami cari. Beritahu kamu dimana mereka, atau jika sudah ada bersama kalian serahkan mereka pada ku, dan kaloan akan selamat. Jika kalian tak melakukan apa yang aku minta maka bersiaplah dengan cafe yang akan mengalami kehancuran kembali,"saat Mass membaca isi dari kertas itu, tertulis kaya seperti itu dalam kertas tersebut.