Mass, dan Misy pun langsung saja masuk ke cafe tersebut. Mass, dan Misy tak akan pulang sampai semua karyawan di cafe pulang, dan cafe tutup untuk hari ini. Misy, dan Mass tak mungkin meninggalkan cafe, apa lagi cafe mendapatkan teror seperti barusan, anak buah Soe mengirimkan sebuah ancaman lewat surat yang mereka lempar ke cafe. Itu adalah sebuah tanda jika Soe siap untuk mengejar kami dengan meneror orang yang dekat dengan kami untuk dengan paksa meminta sebuah informasi dimana kita berada, tapi meskipun begitu Misy bisa meyakinkan Mass agar percaya terhadap dirinya sendiri dan terhadap kami jika Mass bisa melewati ini bersama-sama, sehingga Mass bisa meredam keraguan dalam dirinya dan kembali yakin dengan kita yang tak akan kalah melawan Soe, dan anak buahnya yang meneror mereka saat itu.
Waktu pun terus berputar hari ini pengunjung di cafe tersebut terus saja ramai berdatangan, sampai hari semakin sore menjelang malam. Pengunjung masih tetap agak ramai malam ini. Mass, dan Misy pun terus saja berdiam diri disana jika sampai ada yang mencurigakan, Mass berencana akan langsung saja menghajar mereka, jika bisa Mass akan menjadikan mereka tawanan jika mereka hanya di hajar, dan berhasil lolos mereka bisa saja melaporkan hal ini kepada Soe, dan dengan mudah Soe akan langsung bergerak, Mass bisa merasa aman jika Soe tak mengira itu adalah Mass, tapi yang Mass takutkan adalah dengan laporan yang anak buah Soe katakan, jika sudah dihajar akan membuat Soe mengira jika Mass sudah kembali ke kota ini sehingga Soe akan langsung saja mencoba untuk menangkap Mass, itu yang Mass takutkan sehingga sekarang Mass berfikir jika anak buah Soe datang untuk mengacau di cafe, Mass tak akan membiarkan mereka bisa keluar lagi. Mass akan menangkap mereka, dan mengurung mereka agar mereka tak dapat melapor terhadap Soe, dengan apa yang anak buah Soe alami saat itu.
" Misy ini sudah malam, dan kita beruntung Misy karena cafe sampai saat ini masih ramai, jika anak buah Soe berencana untuk melakukan pemberontakan sepertinya tak mungkin jika anak buah Soe berani melakukan pemberontakan dalam situasi yang ramai seperti ini Misy. Situasi masih bisa terkendali saat ini Misy, sepertinya ini kesempatan kita untuk berbincang tentang sebuah rencana yang baik untuk kita lakukan jika anak buah Soe datang kemari, dan melakukan sebuah pemberontakan kembali Misy,"ujar Mass kepada Misy saat itu.
" Maksud mu kita beruntung karena cafe ramai, atau karena anak buah Soe tak ada kemari untuk melakukan sebuah pemberontakan kembali Mass? Oh ya Mass aku pikir juga seperti itu, tapi jika nanti cafe sudah tutup aku tak yakin jika anak buah Soe tak akan datang kemari Mass, aku pikir sekarang mereka sudah mempunyai rencana tentang cafe ini Mass. Ya kau benar kita harus secepatnya merancang sebuah rencana untuk menghadapi mereka Mass,"ujar Misy bertanya seperti itu, dan langsung berkata jika perkataan Mass tepat untuk merancang sebuah masalah untuk hal yang akan kita hadapi.
" Ya keduanya Misy, aku bersyukur cafe ini ramai dengan pengunjung di sisi lain karena cafe ini ramai dengan pengunjung tentu saja itu bisa membuat anak buah Soe tak berani untuk melakukan pemberontakan Misy, itu yang aku pikirkan. Baiklah jika seperti itu aku mulai bicara, aku sudah mendapatkan sebuah ide bagaimana kita harus menghadapi anak buah Soe jika mereka nanti datang kemari tapi sebelum itu aku ingin bertanya, apa disini ada sebuah gudang yang bisa digunakan?"Mass langsung saja bertanya seperti itu.
" Gudang? tunggu sebentar,"ujar Misy sambil pergi menghampiri teman Misy.
Tak lama Misy langsung saja kembali menghampiri Mass.
" Ya Mass disini ada gudang, teman ku bilang tak keberatan untuk mengantarkan mu ke gudang tersebut jika kau mau. Tapi jika aku boleh tahu, gudang ini untuk apa Mass?"Misy berkata seperti itu, lalu bertanya.
" Oh ya jika seperti itu, ayo Misy kita langsung saja lihat gudang tersebut. Minta teman mu mengantarkan kita Misy. Untuk itu nanti aku akan jelaskan Misy, sekarang ayo kita lihat dulu gudang tersebut,"ujar Mass berbicara seperti itu kepada Misy.
" Oh ya baiklah. Tunggu sebentar Mass aku akan memintanya agar dia bisa mengantarkan kita ke gudang itu Mass. Oh ya baik Mass,"jawab Misy.
Lalu Misy, dan Mass langsung saja menghampiri teman Misy. Misy langsung saja bicara agar teman Misy mengantarkan Mass, dan Misy melihat gudang tersebut. Tanpa berfikir mereka langsung saja pergi melihat gudang tersebut. Dari sebuah dapur cafe tersebut ada pintu yang terkunci dengan rapat, dan disana lah gudang tersebut berada. Mass langsung saja masuk dan memeriksa gudang tersebut, takutnya gudang tersebut, tak bisa menjadi tempat mengikat, dan menawan anak buah Soe yang akan Mass tawan nanti.
Saat Mass masuk ke dalam ruangan gudang tersebut bisa dijadikan tempat yang tepat untuk mengikat, dan menawan anak buah Soe yang akan Soe jadikan tawanan di cafe tersebut.
" Oke ini sudah cukup Misy. Ayo kita kembali lagi ke depan Misy. Seperti ini, tujuan ku jika sampai anak buah Soe mencoba untuk memberontak kemari lagi, aku tak akan hanya menghajar mereka untuk mengusir mereka, tapi justru aku akan menghajar mereka dan tak akan melepaskan mereka sehingga mereka bebas, dan jika mereka bisa pergi dari sini tentu mereka akan melaporkan kejadian yang mereka alami, sehingga bisa saja Soe berfikir jika apa yang anak buah nya alami adalah aku yang buat, sehingga itu membuat Soe tanpa berfikir panjang mencoba untuk langsung saja mendatangi ku Misy dan itu bisa membuat penyamaran ku terbongkar. Yang lebih aku pikirkan jika sampai anak buah Soe melapor kepada Soe tentang apa yang mereka alami, Soe tahu atau tidak yang menghajar mereka adalah aku tentu itu tak penting, tapi yang terpenting adalah Soe pasti akan kembali kemari untuk menuntaskan apa yang menjadi rencananya yang barusan gagal. Jadi tujuan ku adalah aku akan tangkap mereka, bukan hanya menghajar tapi jika aku berhasil menghajar mereka aku akan menjadikan mereka tawanan, dan itulah kenapa aku bertanya tentang sebuah gudang kepada mu Misy, untuk menjadikan tempat menyekap mereka Misy,"ujar Mass mengatakan apa yang menjadi tujuan nya, kepada anak buah Soe, Mass tak akan membiarkan anak buah Soe lolos, tapi Mass akan menyekap mereka.
" Apa kau yakin Mass? maaf maksud ku, bukan aku tak percaya dengan kau Mass tapi yang membuat ku bertanya kau yakin atau tidak adalah, gudang yang di jadikan tempat penyekapan mereka. Apa itu cukup aman, dan tak akan ada celah untuk mereka kabur Mass? aku yakin jika rencana mu ini adalah rencana bagus Mass, tapi itu yang aku khawatirkan Mass. untuk rencana mu menyekap mereka tentu saja, itu adalah rencana bagus tapi aku hanya tak yakin dengan tempat yang akan menjadi penyekapan mereka Mass itu saja,"ujar Misy sedikit mengkhawatirkan tentang tempat yang akan Mass jadikan tempat menyekap anak buah Soe jika nanti bisa Mass tangkap.
" Makannya tadi aku melihat gudang yang ada disini Misy, aku melihat apakah ada celah untuk mereka kabur atau tidak, jika kita menyekap mereka disana Misy, dan aku lihat sepertinya tempat itu cukup aman untuk kita buat sebagai tempat menyekap anak buah Soe Misy. Tapi jika sampai benar mereka kemari tentu saja aku butuh bantuan mu untuk bisa menyekap mereka Misy. Maksud ku bukan kau harus ikut untuk membantuku berkelahi dengan mereka, maksud ku kau membantu ku seperti ini. Aku akan menghajar mereka, aku akan buat mereka tak bisa berdiri lagi Misy, nah disitulah aku butuh bantuan mu Misy, kau dengan cepat mengikat mereka sekuat mungkin Misy lalu bawa mereka ke cafe, tak apa kau tak usah membawa mereka ke gudang, tapi kau cukup membawa mereka masuk saja ke cafe, lalu langsung kembali bersiap lagi agar saat aku bisa melumpuhkan kembali anak buah Soe lalu kau bisa langsung mengikat mereka kembali. Itu rencana yang aku pikirkan Misy, bagaimana menurut mu?"ujar Mass yang memiliki rencana seperti itu tapi meminta bantuan Misy agar jika Mass berhasil melumpuhkan anak buah Soe, Misy yang bertugas untuk mengikat, dan memindahkan orang tersebut ke dalam cafe.
" Oh jadi seperti itu maksud mu Mass, tentu saja Mass aku akan siap membantu mu, kau tak usah khawatir karena aku siap Mass, percaya padamu sehingga aku siap untuk membantu mu langsung berhadapan dengan mereka Mass. Untuk tali yang akan kita gunakan Mass? kita harus memakai tali yang sangat kuat kan,"ujar Misy setuju, dan siap membantu Mass untuk langsung saja membantu Mass berhadapan langsung dengan mereka.
" Kalian melupakan sesuatu,"ujar teman Misy.
"Maksud mu? kau mendengar perbincangan kami?"tanya Mass.
" Ya tentu saja aku mendengar kalian, dari awal sampai akhir. Misy jangan berfikir kau akan sendirian dalam masalah ini, bagaimana pun mereka melakukan pemberontakan disini, di cafe ku. Jika kalian dengan sangat siap menjaga cafe ini kenapa aku seorang pemiliknya harus berdiam diri Misy? tentu saja aku akan membantu mu Misy, aku akan membantu mu menjalankan tugas mu Misy tenang saja. Dan untuk gudang cafe ini yang akan kita gunakan sebagai tempat penyekapan, kau benar Mass tak ada yang harus di takutkan, karena di dalam gudang hanya ada ventilasi udara saja, dan itu pun terletak jauh di atas pojok gudang, dan tak mungkin jika mereka sanggup untuk meraih ventilasi tersebut, dan setelah aku pikir lagi tadi kalian akan mengikat mereka kan, dan kau akan membuat mereka tak bisa bangkit kembali kan Mass, itu berarti aku semakin yakin jika mereka tak akan sampai bisa kabur dari gudang cafe ini, dengan keadaan mereka yang terikat, dan dibuat tak bisa bangkit kembali Mass,"ujar teman Misy yang saat itu ternyata mendengarkan percakapan Mass, dan Misy tentang rencana mereka bisa melumpuhkan, dan menyekap anak buah Soe.
" Ya baiklah jika seperti itu, bukan aku tak khawatir dengan kau, dan Misy jika harus terjun langsung membantu ku, tapi justru aku akan sangat khawatir jika sampai Misy sendiri yang harus membantu rencana ku sendirian, tapi sekarang seperti nya kekhawatiran ku bisa hilang karena ada kau yang akan membantu Misy membantu dalam rencana ini, terima kasih. Dan untuk ku yang akan membuat mereka tak bisa bangkit lagi, ya kau benar. Lalu dengan mengikat mereka tentu saja itu akan menambah kesulitan mereka untuk bisa kabur dari gudang,"ujar Mass berkata seperti itu.
" Ya baiklah Mass, aku siap jika harus sendiri tapi tanpa aku meminta bantuan, kau datang mengulurkan tangan mu untuk membantu ku. Terima kasih untuk mu. Baiklah Mass lalu sekarang apa yang kau rencanakan? sepertinya sedikit demi sedikit pengunjung cafe sudah mulai pergi, dan ini sudah mulai malam Mass,"ujar Misy bertanya pada Mass saat itu.
" Untuk sekarang sepertinya kalian diam saja disini. Cafe ini belum kau tutup kan? aku baru ingat jika harus nya aku mengambil dulu mobil ku yang aku tinggal di dekat tempat dimana aku tertangkap basah oleh mereka karena menyamar menjadi salah satu dari mereka Misy,"ujar Mass kepada Misy saat itu.
" Kenapa kau tak mengambil mobil mu tadi saat hari masih siang Mass, jika sudah malam seperti ini tentu saja kau sangat beresiko bertemu dengan anak buah Soe Mass?"ujar Misy khawatir.
" Ya aku tahu Misy, tapi aku tadi khawatir karena takut jika anak buah Soe akan kemari, dan sekarang sepertinya aku harus ke sana Misy. Dengarkan aku Misy, tak ada waktu lagi hari sudah semakin larut Misy jika tidak sekarang saat pengunjung cafe masih ramai lalu kapan lagi. Aku tak akan apa-apa, tak akan ada yang terjadi padaku Misy kau tenang aku hanya pergi sebentar Misy, aku akan baik-baik saja. Tak apa kan? kau pergi dulu sebentar Misy,"ujar Mass bertanya pada Misy, dan meyakinkan Misy jika Mass tak akan ada yang terjadi pada Mass.
" Baiklah Mass aku mengerti, tapi berjanjilah kau akan cepat melakukannya lalu kembali kemari tanpa ada apapun yang kau alami Mass. Cepatlah dan kembali dengan selamat, tanpa ada hal buruk yang terjadi padamu Mass. Dan kau harus sangat hati-hati Mass,"ujar Misy menyuruh Mass agar melakukan nya dengan sangat hati-hati, sehingga tak ada hal buruk yang menimpa Mass.
" Ya Misy akan sangat berhati-hati dalam hal ini, aku berjanji tak akan sampai ada hal buruk yang terjadi pada ku Misy. Aku pergi sekarang, jaga diri mu baik-baik aku tak akan lama meninggalkan mu sendirian Misy,"ujar Mass seperti itu, dan langsung saja pergi.
Mass dengan berlari langsung saja menuju tempat dimana Mass waktu itu Mass tertangkap oleh anak buah Soe, karena tertangkap basah menyamar menjadi salah satu anak buah Soe. Di tengah perjalanan Mass melihat-lihat bagaimana keadaan sekitar, takutnya ada yang mencurigakan, atau bahkan anak buah Soe berkeliaran di kawasan ini, mengingat jika mobil Mass terpaksa tersimpan di dekat para anak buah Soe mengambil barang, atau bisa di katakan jika rumah tersebut adalah markas Soe yang lainnya.
Waktu itu Mass sudah dekat dengan tempat dimana Mass menyimpan mobil Mass. Mass sudah melihat mobil nya yang Mass parkir agak jauh dari rumah yang menjadi markas Soe, dan anak buah nya. Mass langsung saja mencari dimana mobil Mass, karena saat itu sudah akan larut malam jadi mobil yang terparkir di sama pun menjadi banyak, tapi Mass tentu tahu mana mobil Mass, sampai Mass melihat mobil nya. Tanpa berfikir Mass langsung saja menghampiri mobilnya, dan masuk. Saat Mass sudah Masuk ke dalam mobilnya Mass melihat ke depan dimana Mass tertangkap oleh anak buah Soe karena menyamar. Saat itu Mass melihat jika terparkir sebuah mobil dimana mobil tersebut adalah mobil yang di pakai anak buah Soe.
Mass bingung saat itu karena Mass tak tahu harus berbuat apa, Mass harus pergi tapi Mass takut jika anak buah Soe yang tahu tentang Mass yang membawa mobil nya. Mass hanya terpikir satu hal saat itu Mass akan bersembunyi di mobil tersebut, sampai anak buah Soe pergi, dengan begitu Mass bisa pergi dengan aman tanpa ada anak buah Soe yang melihat Mass saat itu. Mass tak berfikir bingung lagi dengan keadaan nya sekarang. Mass menunggu sambil sedikit mengintip ke arah mobil anak buah Soe tersebut, sampai tak terlalu lama kemudian Mass melihat jika ada orang yang keluar dari gang, dan terlihat jika yang keluar itu adalah anak buah Soe bersama seorang wanita.
Mass berfikir saat itu mungkin mereka sudah bersenang-senang, di rumah yang dulu sempat Mass masuki karena Mass melihat jika mereka seperti orang yang mabuk, berjalan sempoyongan tak tentu arah.
Saat itu Mass terus saja melihat mereka semua, mereka ada bertiga 2 anak buah Soe, dan 1 adalah wanita penghibur tersebut. Lalu Mass melihat jika mereka berteriak seperti orang gila.
" Tenang sayang kita akan bersenang-senang kembali, karena kita akan pergi ke suatu cafe di dekat sini setelah ini sayang. Kau jangan dulu pergi oke, nanti aku akan membuat mu mendapatkan apa yang belum pernah kau dapatkan sayang, tenang saja,"salah satu pria itu pun dengan nada yang tak teratur bicara seperti itu.
Memang Mass tak begitu jelas mendengar apa yang mereka bicarakan tapi Mass terus saja mencoba mendengarkan, sehingga karena keadaan malam yang sunyi, sepi saat itu Mass bisa mendengar apa yang di katakan oleh pria tersebut. Mass sangat kaget dengan apa yang di katakan oleh pria tersebut, tak salah lagi jika cafe yang pria itu maksud adalah cafe dimana Misy berada disana, Mass yakin tentang itu sehingga Mass merasa sangat khawatir dengan Misy yang berada disana. Mass merasa sangat ingin cepat kembali ke cafe tapi Mass menunggu dulu mereka pergi agar Mass bisa dengan pergi dari tempat tersebut.
Lalu tak lama kemudian mereka semua masuk ke dalam mobil, dan langsung saja mencoba pergi, dengan menjalankan mobilnya yang tak teratur karena mereka sedang mabuk minuman, laju mereka terlihat tak beres. Setelah mereka pergi dengan tiba-tiba terlintas di pikiran Mass akan menyerempet mobil mereka sehingga mereka mengalami kecelakaan, dan tak bisa melanjutkan rencana mereka yang Mass sudah ketahui jika mereka akan kembali memberontak di cafe Misy. Tanpa berfikir panjang, dan berfikir resiko jika Mass gagal dalam hal ini Mass langsung saja mengikuti kemana mereka pergi. Dengan mereka yang berkendara yang tak teratur karena mabuk, Mass langsung saja mencoba menyusul, lalu dengan sangat cepat Mass langsung memepet laju dari kendaraan anak buah Soe sehingga mobil anak buah Soe, berjalan tak teratur, bahkan sampai berjalan di trotoar, tanpa berfikir lagi Mass terus saja memepet mobil anak buah Soe sehingga beberapa meter Mass memepet mobil mereka, mereka pun menabrak sebuah tiang lampu. Begitu kerasnya mobil mereka menabrak sampai bagian depan dari mobil yang mereka jalankan mengalami penyok, dan kerusakan yang parah sehingga mobil mereka langsung saja mengeluarkan asap tebal.
Tanpa melihat, apa lagi menghiraukan mereka, Mass terus saja memacu kendaraannya. Mass berfikir untuk langsung saja kembali ke cafe. Meskipun Mass sudah membereskan 2 anak buah Soe dengan cara membuat mereka kecelakaan, Mass tetap saja khawatir dengan keadaan Misy yang sudah pasti jika hari ini cafe akan mengalami pemberontakan yang di lakukan anak buah Soe. Sehingga Mass begitu khawatir dengan keadaan cafe, dan Misy yang ada disana. Mass memang sudah bisa membereskan 2 anak buah Soe tapi tak tahu apakah Mass membuat mereka tak bisa sadar kembali, atau Mass hanya membuat mereka tak sadar untuk waktu yang singkat.
Tapi Mass tak terlalu memikirkan itu, yang Mass pikirkan sekarang tentu adalah Misy yang harus Mass jaga keselamatan nya, Mass langsung saja memacu kendaraan Mass dengan sangat cepat. Fokus untuk kembali ke cafe sehingga bisa melihat, dan menjaga keadaan Misy, disana. Sampai beberapa saat Mass sudah sampai di cafe, dan Mass lihat jika kondisi cafe baik-baik saja, tak ada yang terlihat mencurigakan, atau hal buruk yang terjadi. Dari luar masih terlihat jika dari cafe keluar beberapa pengunjung yang sepertinya sudah makan di cafe tersebut. Mass langsung saja pergi masuk ke dalam cafe.
" Mass syukurlah kau tak apa-apa Mass, tak ada yang terjadi padamu kan Mass?"tanya Misy khawatir dengan langsung saja menghampiri Mass.
" Tenang Misy aku tak apa-apa, tenang lah. Justru aku khawatir dengan mu Misy, disaat tadi aku akan mengambil mobil ku, aku melihat jika agak jauh di depan, di tempat saat aku membawa barang bersama anak buah Soe, terparkir sebuah mobil aku terus saja melihat mobil tersebut, dan benar saja jika mobil tersebut adalah milik anak buah Soe. Aku berfikir untuk berdiam diri terlebih dahulu karena takut jika saat aku pergi anak buah Soe bisa melihat ku, dan tau jika mobil itu adalah mobil ku. Aku terus saja berdiam diri, dan sedikit mengintip ke arah mobil yang anak buah Soe pakai. Beberapa saat aku melihat jika 2 anak buah Soe, bersama 1 wanita keluar dari gang markas Soe. Tadinya aku tak berfikir apa-apa, aku hanya akan menunggu anak buah Soe pergi lalu setelah mereka pergi aku langsung pergi juga agar tak ada anak buah Soe yang tahu mengenai aku saat itu. Aku terus saja memperhatikan mereka, dengan kondisi mereka yang di kuasai minuman keras salah satu pria itu tiba-tiba dengan keras dan setengah tak sadar karena mabuk bicara, jika mereka akan bersenang-senang kembali di sebuah cafe di dekat sini, aku pikir itu adalah cafe ini Misy, itu lah kenapa aku sangat khawatir dengan mu, dan cafe ini Misy. Aku mendengar seperti itu tadi dan aku berfikir untuk segera pergi untuk bisa ada di samping mu Misy karena tak ingin jika sampai ada hal yang terjadi dengan mu Misy, sampai mereka pun masuk ke dalam mobil lalu pergi, saat itu aku belum pergi tapi aku melihat mereka terlebih dahulu, dengan mereka yang mabuk seperti itu sepertinya mereka tak akan sadar jika ada aku mengikuti mereka. Terlintas di pikiran ku tentang membereskan mereka terlebih dahulu, sampai itu pun terjadi Misy,"
Tiba-tiba Mass berhenti menceritakan apa yang sudah Mass lakukan, karena terdengar dengan jelas dalam tv yang ada di cafe tersebut sedang meliput kejadian kecelakaan sebuah mobil, Mass langsung saja terfokus ke berita di tv tersebut. Karena melihat Mass yang pandangan nya langsung saja terfokus ke tv saat itu, itu membuat Misy, dan teman Misy juga sontak langsung melihat kejadian yang sedang di liput dalam berita tersebut. Mereka memperhatikan kejadian dalam berita tersebut sampai Mass melihat tak salah lagi jika mobil tersebut adalah mobil anak buah Soe yang tadi Mass serempet sehingga menabrak sebuah tiang lampu di jalan, tapi Mass tak langsung bicara jika itu adalah anak buah Soe yang Mass buat celaka, Mass ingin lebih memastikan. Saat itu Mass berharap bisa melihat orang yang ada di dalam mobil tersebut.
Beberapa saat Mass melihat berita tersebut, berita tersebut mengatakan jika ada 3 orang dalam mobil tersebut, 2 pria, dan 1 wanita, mereka tak mati tapi mereka tak sadarkan diri dan berlumuran darah. Mass pun yakin jika itu adalah anak bu Soe uang Mass buat celaka.
" Mass jangan katakan jika kau berhenti bicara karena ini Mass? kau tidak melakukan ini kan Mass?"tanya Misy dengan wajah yang khawatir melihat Mass.
" Aku, aku, aku. Itu benar Misy aku berhenti bicara karena berita tersebut sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan, sehingga aku tak perlu mengatakannya lagi Misy. Saat mereka pergi aku melihat jika mereka menjalankan mobil dengan sangat tidak teratur karena kesadaran mereka di kuasai oleh minuman keras, sehingga aku tak berfikir lagi, aku langsung saja mengikuti kemana mereka akan pergi. Sampai aku melihat mobil mereka masih berjalan dengan tidak beraturan, di salah satu jalan aku langsung saja menyerempet mobil yang mereka pakai, mereka malah memacu kendaraan mereka lebih cepat, tapi tak ingin kalah dengan mereka yang mabuk, aku pun mengejar mereka da salah satu jalan aku berhasil menyerempet mobil mereka, dengan kecepatan yang masih tinggi aku buat mobil mereka berjalan setengah di trotoar dan tak lama kemudian karena dalam kecepatan yang tinggi, mereka dengan sangat keras menabrak sebuah tiang lampu jalanan, dan berita dalam tv tersebut sudah mengatakan kelanjutan ceritaku Misy. Itu lah yang mereka alami sekarang,"ujar Mass membenarkan jika kejadian yang di liput dalam tv tersebut memang benar adalah Mass yang melakukannya.
" Mass aku tak tahu harus merasa seperti apa tapi Mass kenapa kau begitu nekad seperti itu Mass? kau tak memikirkan resiko apa yang akan kau dapatkan jika sampai kau tadi gagal, dan malah kau yang mereka buat celaka Mass, apa kau tak memikirkan itu, apa, apa kau tak memikirkan aku yang khawatir dengan mu disini Mass?"ujar Misy langsung saja menangis saat itu, karena merasa kecewa, dan takut dengan Mass yang berbuat nekad seperti itu.
" Misy maafkan aku jika apa yang aku perbuat salah Misy, tapi pikiran mu salah jika kau berfikir jika aku tak memikirkan mu, justru aku melakukan hal ini karena aku sangat khawatir dengan mu Misy aku sangat memikirkan mu Misy. Maksud ku seperti ini Misy, aku mendengar jika mereka akan pergi ke cafe dan memberontak lagi di cafe Misy, itu berarti mereka mengancam keselamatan mu Misy, aku bereaksi sehingga aku merasa sangat marah karena mendengar mereka bicara seperti itu sampai terlintas di pikiran ku untuk mencelakai mereka Misy, dan begini lah akhirnya Misy. Jika kau marah, dan menangis karena menangisi ku karena khawatir terima kasih Misy, tapi jika kau berfikir apa yang aku lakukan kepada mereka adalah hal yang salah maaf Misy. Aku tak merasa menyesal atau salah melakukan ini kepada mereka Misy,"ujar Mass menceritakan apa yang menjadi alasan Mass mencelakai mereka sampai seperti itu, dan berfikir jika Mass tak salah dan tak menyesal jika telah melakukan hal ini.
" Tidak Mass, aku tidak berfikir kau salah dalam hal ini, mungkin kau dendam dan emosi kepada mereka sampai seperti ini, tapi kau harus menahan diri mu Mass, kau harus berfikir lebih jernih jangan sampai kau menuruti ego dalam diri mu Mass karena itu bisa membuat mu celaka Mass. Terima kasih Mass, maaf aku kesal kepada mu karena ini tapi apa yang kau lakukan itu semua demi untuk ku, terima kasih Mass, terima kasih. Tapi Mass cobalah mengerti dengan kekhawatiran ku Mass aku tak ingin jika kau sampai mengalami sebuah tragedi yang membuat mu kembali cedera Mass, aku tak ingin seperti itu Mass,"ujar Misy seperti itu dengan masih menangis karena khawatir dengan Mass.
" Baik Misy maafkan aku untuk kejadian ini, aku melihat mereka sedang dalam kondisi kacau Misy karena mabuk berat sehingga aku tak akan kesulitan untuk bisa membereskan mereka, sampai tanpa berfikir panjang aku langsung saja melakukan apa yang ada dalam pikiran ku, dan inilah hasil nya Misy. Aku tak apa-apa Misy, aku baik-baik saja. Terima kasih kau sudah sangat mengkhawatirkan ku Misy,"Mass berkata seperti itu dengan langsung memeluk Misy, mencoba untuk menenangkan Misy.
Misy pun hanya bisa diam tanpa kata, karena masih terisak tangis memikirkan jika apa yang Mass lakukan sudah membuat Misy sangat khawatir. Mass pun tak langsung melepaskan pelukannya terhadap Misy, tapi terus saja memeluk Misy dan mencoba menenangkan Misy.
" Sudah Misy, sekarang aku ada bersama mu aku tak apa-apa kan Misy? sudah aku tak apa-apa Misy,"ujar Mass saat itu sambil tetap memeluk Misy.
" Aku harap kau tak ceroboh Mass, dan jika kau kembali terpaksa harus melakukan hal yang sangat beresiko aku harap kau selalu di berikan keselamatan Mass, maaf aku seperti ini Mass aku hanya sangat merasa khawatir dengan mu Mass,"ujar Misy mendoakan Mass saat itu.
" Terimakasih Misy karena sudah terus mengkhawatirkan ku. Aku pasti akan menjaga diriku dengan sangat Misy, aku memiliki tanggung jawab terhadap mu jadi tentu saja aku tak boleh sampai bisa mereka kalahkan Misy,"ujar Mass menjawab perkataan Misy saat itu.
" Ya Mass terus lah menjadi orang yang sangat mementingkan keselamatan ku Mass,"ujar Misy.
" Baiklah Misy hentikan tangisan mu. Sekarang aku sudah tahu jika mereka memang benar akan menuju kemari dan melakukan sebuah pemberontakan lagi Misy, kita harus siapkan sesuatu,"ujar Mass sambil mengusap air mata Misy, dan bicara seperti itu.
" Ya Mass tentu. Menyiapkan sesuatu? apa maksud mu Mass?"tanya Misy saat itu.
" Ya kita akan kedatangan tamu Misy, tentu saja kita harus memberikan mereka sebuah kejutan Misy, agar mereka mendapatkan sebuah pengalaman yang baik saat bertamu kepada kita Misy,"jawab Mass seperti kepada Misy.
Lalu Mass pun langsung saja mengajak Misy, dan temannya ke bagian belakang cafe tersebut. Mass menjelaskan tentang rencana Mass yaitu dengan membuat sebuah perangkap untuk mereka. Perangkap ini di peruntukan keadaan darurat, pikir Mass.
" Kita siapkan air sabun, lalu lumuri di bagian sini. Aku khawatir jika mereka berjumlah lebih dari yang bisa aku tangani mereka akan mengejar kalian, jika sampai mereka mengejar kalian kalian harus kemari, dan buat agar orang yang mengejar kalian menginjak jalan yang sudah kita lumuri dengan sabun ini, jadi saat orang itu mengejar mu dan dia tak tahu jika kita sudah melumuri jalan ini dengan sabun sehingga licin, dia akan tergelincir lalu tentu saja untuk sesaat dia tak akan bisa bangkit. Di saat itu lah kalian harus sigap langsung mengikat mereka dengan sangat kencang lalu kalian tahu kan kemana harus kalian bereskan orang tersebut. Itu pikiran ku,"ujar Mass menjelaskan tujuan nya menaburkan air sabun di area tersebut untuk jaga-jaga, jika sampai ada yang mengejar Misy, dan temannya mereka bisa memancing orang tersebut tergelincir di arena ini lalu bisa mereka ikat, dan sekap di gudang.
" Oh ya Mass aku mengerti, kau berfikir sangat jauh sampai memikirkan jebakan agar jika kami dalam sebuah bahaya karena ada yang mengejar kami, kau menyiapkan sebuah jebakan kami agar bisa kami gunakan untuk menyelamatkan diri kami, dan menangkap orang tersebut
Terima kasih Mass, Shu benar tentang mu Mass. Kau orang yang cekatan, dan pintar.,"ujar Misy seperti itu kepada Mass, dan Misy memuji Mass yang saat itu berfikir dengan sangat pintar.
" Kau berlebihan Misy, aku tak sepintar yang kau bicarakan Misy, untuk melindungi orang yang aku sayang tentu saja, aku akan melakukan yang terbaik Misy, meskipun harus mempertaruhkan nyawa, aku siap Misy,"ujar Mass berkata seperti itu kepada Mass saat itu.
" Terima kasih Mass, sekarang aku merasa jika aku adalah orang yang sangat beruntung ada di dekat mu Mass. Terima kasih,"ujar Misy saat itu.
" Sama-sama Misy, karena bantuan mu juga lah aku bisa seperti ini Misy. Aku pun berhutang budi padamu Misy, jadi ini adalah hal yang sudah sepatutnya aku lakukan Misy. Baiklah ayo kita lanjutkan pekerjaan kita,"ujar Mass mengajak menyelesaikan jebakan nya tersebut saat itu kepada Misy, dan teman nya.
Saat itu mereka langsung saja menyelesaikan jebakan yang mereka buat, siapkan untuk nantinya jika apa yang Mass pikirkan terjadi. Hari sudah mulai larut dan cafe pun sudah masuk waktu untuk tutup, sehingga kami langsung saja menutup cafe tersebut. Dengan sudah di tutup tentu saja kita tak pergi pulang ke rumah, tapi hari ini cafe tersebut adalah rumah kita. Karena Mass sudah mendengar jika mereka memang akan mendatangi cafe tersebut tentu saja Mass tidur, dan berjaga di cafe tersebut. Sehingga jika sampai saat nya tiba mereka datang ke cafe tersebut Mass sudah siap, menghadapi mereka bukan hanya untuk mengusir mereka, tapi juga akan langsung saja menangkap mereka. Jika setelah tertangkap Masa aku menyerahkan mereka ke pihak kepolisian agar mereka bisa di penjara karena perbuatan mereka yang dengan mudah mengacaukan, apa lagi menghancurkan barang-barang di cafe tersebut.