Mass akhirnya terbangun ketika matahari sudah bersinar terang. Mass kaget karena Mass bangun ketika matahari sudah bersinar sangat terang, itu berarti Mass bangun ketika hari sudah mulai siang. Mass langsung saja keluar dari mobil, lalu Mass berniat untuk menghampiri Misy yang kemarin malam Mass bawa ke kamarnya karena Misy tak sadarkan diri saat itu.
Tapi Saat Mass baru saja beberapa langkah dari mobil nya, terlihat jika Misy sedang berada di atas balkon rumahnya, dengan posisi Misy yang sangat di ujung balkon rumah nya, sehingga dari bawah Mass dapat melihat Misy yang ada di balkon tersebut. Mass tak enak hati.
" Apa Misy sudah gila? sampai akan berbuat seperti itu,"dalam hati Mass bicara.
Mass langsung saja menuju balkon rumah Misy juga untuk menghampiri Misy, yang terlihat seperti terbebani sesuatu. Mass berfikir jangan-jangan Misy memikirkan kejadian yang sudah terjadi semalam, makan nya Misy berniat seperti itu. Memang Mass tak tahu apa yang terjadi terhadap Misy, yang saat Mass menyelamatkan Misy, Misy sudah dalam keadaan tangan, dan kakinya terikat. Tapi Mass tak berfikir buruk karena saat itu Soe hanya minum, menikmati Misy yang sengaja Soe ikat di hadapan nya, Mass berfikir jika Soe tak melakukan apa-apa terhadap Misy, karena Soe mabuk berat saat itu.
Tanpa berfikir lagi Mass langsung saja naik ke balkon rumah Misy, menghampiri Misy yang sedang berada di ujung balkon seperti sedang memandang sesuatu. Mass sedikit demi sedikit menghampiri Misy, saat Mass sudah sangat dekat dengan Misy.
" Misy kamu kenapa? aku mohon jangan melakukan hal yang tidak-tidak Misy, ayo kemari lah ulurkan tanganmu,"ujar Mass.
jangan kan menjawab menoleh pun Misy tidak.
" Misy maafkan aku, aku kemarin terlambat untuk menyelamatkan mu, tapi aku berusaha dengan sangat cepat menyelamatkan mu Misy, tapi karena banyak yang harus aku lewati seperti anak buah Soe yang menghambat ku menyelamatkan mu, aku jadi tak secepat nya menyelamatkan mu Misy, Misy bisa kau kemari? ayo mundur dari sana Misy, ulurkan tangan mu Misy,"Mass kembali berkata seperti itu.
Tapi Mass melihat Misy terus saja seperti itu, jangan kan menjawab Mass menoleh pun Misy tak mau.
" Misy aku menyesal kemarin melepaskan mu, sampai kau bisa di bawa oleh penjahat tersebut, maaf kan aku Misy aku salah membiarkan mu seperti itu, tapi Misy kau harus tahu aku melepaskan mu seperti itu karena terpaksa Misy. Kau dengar kan apa yang kemarin Soe bilang Misy, sampai Soe melepaskan tembakan ke atas seperti tembakan peringatan, Soe bilang jika aku tak melakukan apa yang Soe bilang Soe bisa saja melukai mu, aku tak ingin itu terjadi padamu Misy, sehingga aku melepaskan mu Mis. Jika aku salah baik lah Misy maafkan aku, aku mohon Misy kemari lah ulurkan tangan mu. Baik Misy apa yang harus aku lakukan untuk bisa membuat mu mengurungkan niat mu, dan kembali kemari Misy? kau ingin aku bicara yang sejujur nya Misy? baik aku bicara apa yang aku sembunyikan dari mu Misy. Aku, aku, aku sayang padamu Misy, aku merasakan hal yang lebih dari sekedar perasaan teman terhadap mu Misy. Aku mencintaimu Misy, aku mohon kau kemari lah Misy, ulurkan tangan mu Misy jangan berbuat hal yang tidak-tidak Misy. Aku ingin hidup bersama mu, aku tak ingin kau tidak ada di sisiku Misy? aku bisa seperti ini karena adanya dirimu Misy. Kau lebih dari sekedar teman untuk ku, kau adalah sebagian dari hidup ku Misy, kau segalanya bagiku,"
" Kau terlalu banyak bicara Mass, apa yang kau pikirkan? aku hanya ingin saja melamun disini, melihat pemandangan yang jauh luas ada di hadapanku, yang bisa aku lihat dari atas sini Mass. Apa yang kau pikirkan sampai kau bicara sebanyak itu Mass? aku bunuh diri, karena tragedi semalam yang menimpaku Mass? pikiran ku tak sependek itu Mass. Aku hanya terlelap suasana dimana kau membawa kami untuk berjalan-jalan di taman tersebut, sudah banyak tempat yang aku kunjungi, untuk urusan yang penting, sampai hanya untuk sekedar bermain melepas penatku. Tapi jujur saja aku baru merasakan suasana yang belum pernah aku rasakan sebelum nya Mass, di tempat itu aku merasakan ketenangan yang sangat menyejukkan hati Mass, tenang, dan segar, dengan pemandangan sebuah desa yang masih asri dengan pepohonan, dan hijau yang sangat memanjakan mata Mass. Aku tak dapat melupakan hal itu Mass, aku merasa sangat tenang disana, makannya aku berdiam diri disini Mass, di ujung balkon ini, ya meskipun aku tahu jika disini tak akan sama dengan disana, disini hanya terlihat hamparan luas yang hanya terlihat banyak nya bangunan-bangunan rumah, tapi meskipun disini aku tak mendapatkan apa yang aku rasakan saat di sana, sedikitnya aku merasakan sedikit kesejukan disini Mass, kau tak usah terlalu khawatir Mass aku berfikir logis tenang saja,"sambil bercerita seperti itu Misy, tersenyum melihat ke arah Mass, dan langsung saja melewati Mass.
Mass yang saat itu terlihat sangat khawatir, dan cemas, melihat Misy yang seperti orang yang sedang dibebani dengan beban pikiran yang sangat berat. wajah Mass memerah karena Mass sudah banyak bicara, termasuk Mass bicara tentang perasaan Mass kepada Misy, tapi Misy bukan akan melakukan hal buruk, apa lagi bunuh diri. Tidak seperti itu yang akan Misy lakukan, saat itu Misy hanya mencoba untuk mencari apa yang Misi dapatkan di taman saat Mass mengajak Misy, dan Nina berjalan-jalan, yang bertujuan untuk menyegarkan pikiran Nina yang hanya di penuhi oleh perasaan takut, dengan apa yang pernah Soe lakukan kepada Misy.
" Misy, tunggu, kau mau pergi kemana?"Mass bertanya dengan sedikit nada yang tidak jelas.
" Ini sudah menjelang siang Mass, kau terlambat bangun, ayo kau harus sarapan Mass,"jawab Misy.
" Oh ya Mis, maafkan aku, aku terlambat bangun Misy, aku merasa,"
" Cukup Mass kau bicara, ayo duduk lah aku sudah menyiapkan makanan untuk kita sarapan hari ini. Hey Nina kau juga sudah beres kan?,"ujar Misy, dan bertanya seperti itu kepada Nina.
" Ya tentu Misy, aku sudah selesai,"jawab Nina.
" Apa yang kalian bicarakan? aku tak mengerti Mis? apakah ada yang aneh?",jawab Mass heran.
" Tak apa-apa Mass, sudah kau tak usah pikirkan hal yang tidak-tidak, ayo kita makan dulu sekarang Mass, ini sudah sangat terlambat untuk sarapan pagi Mass,"Misy menjawab.
" Aku sebenarnya bingung, sepertinya ada yang kalian rencanakan misy. Apa yang sedang kalian rencanakan Misy? apa aku melakukan kesalahan fatal sehingga kalian ingin membalas hal yang buruk padaku Misy, Nina?"dengan wajah yang bingung, dan sedikit grogi Mass bertanya.
* Baiklah Mass sepertinya kau sangat khawatir melihat kami seperti ini. Begini Mass kau lihat Nina? Nina semakin sehat, dan semakin bisa mengingat apa yang Nina alami saat bersama Soe Mass, itu artinya keadaan fisik, dan mental Nina semakin baik Mass. Tadi aku sudah berbincang bersama Nina Mass, dan ada hal yang harus kau dengar dari Nina. Tapi saat ini tak perlu memikirkan hal itu sekarang kita harus makan dulu Mass, tak apa kan? tadi aku di balkon rumah memikirkan hal ini Mass, tadi aku bukan banyak pikiran yang buruk , apa lagi aku memiliki pikiran untuk bunuh diri Mass, tidak bukan itu, tapi yang membuatku melamun adalah perkembangan baim dari Nina Mass,"Misy memberitahu sedikit hal, dan alasan tentang apa yang membuat Misy seperti sekarang ini.
" Benarkan itu Misy? aku berfikir jika kau,"
" Sudah Mass tak usah membahas apa-apa lagi, kita makan dulu Mass,"dengan meletakan jarinya di mulut Mass, Misy membuat Mass berhenti bicara.
Tanpa bicara lagi Mass, Misy, dan Nina langsung saja sarapan dulu saat itu. Mass tak bicara saat itu, begitu pun dengan Misy, dan Nina. mereka hanya fokus terhadap sarapan mereka.
" Mass kau terluka? banyak luka yang terlihat sangat jelas di badan mu Mass, tunggu sebentar,"ujar Nina.
" Tak apa Mis, ini bukan apa-apa Misy, aku hanya,"
" Jika kau sekali lagi bicara tentang luka mu yang sebanyak itu, tapi pura-pura tak merasakan nya, kau bisa meninggalkan rumah ini sekarang juga Mass,"memotong pembicaraan Mass, tegas Misy bicara seperti itu.
Sehingga Mass tak dapat berbicara apa-apa lagi, saat Misy sudah bicara seperti itu. Mass hanya terdiam saat itu. Misy langsung saja pergi ke dapur, lalu kembali dengan membawa wadah yang berisi air panas, dan lap. Tanpa bertanya Miay langsung saja membuka baju yang Mass kenakan saat itu.
" Aw Misy, pelan-pelan,"Mass bicara seperti itu.
" Aku sudah bilang Mass kau tak usah sok jago jika di hadapan ku, kenapa kau tak mengerti dengan hal itu Mass?"dengan meneteskan air mata, dan tangan yang di kepal kuat, Misy bicara seperti itu kepada Mass.
Saat itu Mass tak tahu harus berbuat, dan berkata apa pun lagi, Mass hanya berdiam diri saat Misy membersihkan luka yang ada di sekujur tubuh Mass.
" Misy, maafkan aku, aku tak bermaksud untuk merepotkan mu Misy. aku,"
" Tidak Mass, kau tidak merepotkan mu justru seperti nya aku yang menambah beban mu Mass, kau bisa seperti ini di penuhi dengan luka lebam seperti ini, ini semua karena usaha mu untuk menolong ku Mass. Maafkan aku Mass. aku yang seharusnya minta maaf kepadamu Mass, maaf Mass,"dengan air mata yang keluar deras, Misy bicara seperti itu.
" Misy jika kau seperti itu, aku jadi merasa sangat bersalah kepadamu, aku lah yang membuat mu jadi ikut terseret ke dalam masalah ini, aku yang patutnya di salahkan Misy. Aku memang bodoh, tak berguna, bodoh,"sambil memukul wajah Mass sendiri, Mass bicara seperti itu.
" Cukup Mass, cukup, ini semua bukan salah mu, aku terbawa dalam kasus ini bukan karena mu Mass, karena aku sendiri yang ingin menolong Nina, sehingga penjahat tersebut mengira jika aku adalah orang yang ada hubungan nya dengan Nina sehingga mereka berfikir, jika aku adalah teman dari Nina tentu aku juga adalah target mereka, kau tak usah menyalahkan dirimu sendiri Mass, semua ini sudah terjadi jika aku mundur pun itu tak akan membuat anak buah Soe berhenti mengejar ku Mass. Sekarang yang aku pikirkan adalah, mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus menyelesaikan masalah ini, jika masalah ini sudah beres, kita sudah bisa membereskan Soe, dan anak buahnya maka masalah ini juga pasti akan selesai,"Misy berkata seperti itu, dan mengatakan tujuan Misy tentang dirinya yang sudah terlanjur ikut terseret ke dalam masalah ini.
" Kau cukup untuk bersembunyi saja Misy, tak ada yang harus kau lakukan selain bersembunyi, aku tak ingin kau terluka karena anak buah Soe Misy, untuk itu kau harus sembunyi untuk menyelamatkan diri mu termasuk menyelamatkan Nina. Yang aku butuhkan sekarang adalah informasi, sebanyak-banyak nya informasi tentang, Soe, lalu hubungan nya dengan perguruan, Shu, dan Shelt, kenapa aku menyebut mereka semua, kau harus tahu Misy, jika Nina pasti memiliki informasi yang bisa aku gunakan jika aku sudah mengetahui nya. Seperti apa yang di rencanakan Soe, Shelt di perguruan, sampai Shelt sekarang menguasai perguruan, aku berfikir jika Nina mengetahui apa yang di rencanakan oleh Soe, maka dari itu aku ingin membuat Nina dalam kondisi yang prima untuk menjawab semua apa yang aku tanyakan Misy. Karena kau sendiri tahu kan bagaiman Misy sekarang, jika aku bertanya tentang masa lalu nya, seperti aku menanyakan bagaimana Misy, bisa di sandera oleh Soe, atau hanya bertanya tentang rumah, dan keluarganya dimana, Nina mengalami sakit yang terlihat sangat sakit. Soe seperti nya telah membuat sebagian ingatan Nina menghilang, seperti apa yang di katakan Nina. Nina pernah bilang jika Nina selalu diberikan obat oleh Soe, dan itu sepertinya adalah obat yang membuat Nina tak sadarkan diri, tentu saja jika Nina sudah tak sadarkan diri itu akan berakibat buruk terhadap ingatan nya. Soe membuat Nina sedikit demi sedikit ingatan Nina hilang, dalam kata lain saat ini Nina sedang mengalami amnesia sementara. Ya itu yang aku pikirkan Misy, jika ini terus saja di biarkan Nina tak akan pernah bisa mengingat apa yang Nina alami sampai bisa menjadi b***k Soe, yang harus kita lakukan sekarang adalah menjaga Nina, membuat Nina sedikit demi sedikit bisa ingat bagaimana kehidupan Nina sebelum di sandera oleh Soe,"Mass menceritakan apa rencana, dan kecurigaan Mass tentang Soe, dan Shelt yang terjadi di perguruan.
" Mass kau tak usah terlalu khawatir sekarang, aku akan menjaga dengan sangat diriku, dan Nina. Aku sudah siap dengan apa yang akan aku hadapi kedapannya Mass. Aku sudah siap Mass, kau harus ingat dengan janjimu Mass, kau tak akan meninggalkan ku, kau akan selalu melindungi ku kan Mass? itu lah alasan kenapa aku berkata siap dengan apa yang akan aku hadapi ke depan nya Mass, karena kau lah aku bisa seperti sekarang ini Mass, karena perkataan, dan janji mu lah aku bisa seperti ini Mass. kau bisa mengerti kan Mass dengan apa yang aku bicarakan?. kau pemuda yang sangat cerdas Mass pemikiran mu tentang Soe yang terus saja memberikan obat kepada Nina, aku kira kau benar Mass, kasihan Nina jika terus seperti itu Nina bisa sepenuhnya kehilangan ingatan nya tentang kehidulan nyata yang dia miliki Mass, maka dari itu kita harus terus membantu nya agar Nina sedikit demi sedikit bisa ingat dengan apa yang Nina miliki dalam kehidupan nya sebelum Nina di bawa oleh Soe,"dengan tegas, dan pasti Misy bicara seperti itu kepada Mass, Misy pun menegaskan kesiapan nya untuk bahaya yang akan mengancam nya dalam masalah ini.
Mass mengakhiri sebuah percakapan panjang dengan Misy saat itu, kebetulan saat Mass, dan Misy berbincang tentang itu Nina sedang tak ada disana, Nina sedang membersihkan badan nya di kamar mandi.
" Mass lihat pakaian mu begitu penuh dengan kotoran, karena kemarin kau bertarung dengan penjahat-penjahat tersebut, kau akan pulang untuk membawa pakaian? kau tahu Mass kenapa saat kau memutuskan akan tidur disini, tapi kau tak mengambil persiapan apapun termasuk pakaian mu untuk saat selama kau disini Mass?"dengan terus saja mengkompres luka yang ada di badan ku Misy bertanya seperti itu.
" Karena aku kira tak akan seperti ini kejadian nya Misy, di luar dugaan aku tak bisa menghindari dari sebuah pertarungan sehingga membuat pakaian yang aku kenakan seperti ini, tapi tak apa aku akan mengganti pakaian ku dulu, sekarang aku akan pulang untuk mengganti pakaian ku dulu. Tak apa kan Misy?"Mass berkata seperti itu, dan bertanya.
" Kau tidak memikirkan bahaya apa yang mengintai kami jika tak ada kau yang menjaga kami Mass? bagaimana jika saat kau pergi dari sini ada orang suruhan Soe kembali yang mengincar kami? apa kau tak khawatirkan tentang itu Mass?"dengan perlakuan yang sedikit berbeda Misy bertanya seperti itu.
" Oh ya aku kira kau benar tentang itu Misy, tapi jika aku tak kembali ke rumah ku terlebih dahulu untuk mengambil pakaian ku, bagaimana cara aku harus mengganti pakaian ku yang kotor ini Misy?"tanya Mass.
Misy pun pergi tanpa bicara kemana Misy akan pergi, terlihat jika Misy pergi ke kamarnya. Lalu saat Misy keluar dari kamar, Mass kaget karena Misy membawa beberapa pakaian nya.
" Maksud nya, apa ini Misy?"tanya Mass.
" Ya apa lagi Mass, kau boleh pilih mana yang kau suka, dan pakai, lalu berikan pakaian mu itu, aku yang akan mencucinya,"jawab Misy.
Mass tanpa protes dengan perkataan Misy, langsung saja mencoba pakaian yang di bawakan Misy, pakaian pertama, terlalu seperti wanita, pakaian kedua Mass kira terlalu sempit untuk pria se-kekar Mass karena itu ukuran baju untuk wanita, pakaian ketiga Mass memakainya karena Mass pikir itu adalah pakaian yang agak cocok dengan Mass meskipun itu pakaian wanita, tapi gambar yang ada di baju tersebut tak terlalu mengarah ke seorang wanita.
Mass dengan sedikit wajah yang merah karena malu memakai pakaian Misy, keluar untuk kembali berbincang dengan Misy, dan Nina.
" Wow siapa ini yang datang? Massi? haha kau terlihat cantik Mass?"tertawa Nina bergurau seperti itu pada Mass.
" Hey ayo lah ini ide nya Misy, memang konyol tapi pemikiran Misy benar. Jika aku pergi terlebih dahulu ke rumah ku untuk mengambil pakaian ku, bisa saja ada orang yang datang kemari untuk berniat buruk terhadap kalian. Aku tak ingin jika sampai hal itu terjadi makannya aku setuju saja dengan keputusan Misy yang memberikan ku pakaian nya untuk aku pakai, saat pakaian ku sedang Misy cuci,"dengan muka yang masih merah Mass bicara seperti itu.
" Baiklah Massi, ayo duduklah,"Misy menggoda Mass yang begitu cocok mengenakan pakaian nya.
" Oh ayo lah jangan seperti itu, ini ide mu kan Misy,"sedikit membentak Mass berkata seperti itu.
" Oke maaf Mass, maaf aku tak akan mengejek mu lagi,"ujar Misy.
" Baiklah sudah cukup, sekarang aku serius. Misy kemarin malam saat aku mencoba menyelamatkan mu dari sebuah rumah yang menjadi markas sementara Soe. Saat aku akan masuk ke markas Soe, Soe membawa beberapa anak buah nya, 1 orang di mobil, lalu di tempat yang lain nya sebagai penjagaan, yang ingin aku bahas adalah siapa wanita tersebut, karena begitu tepat momen dia datang, saat aku membutuhkan sebuah cara untuk mengalihkan perhatian pria tersebut, wanita itu pun datang dengan mudah nya sehingga aku bisa masuk ke gang yang ada di rumah tersebut tanpa anak buah Soe ketahui, karena wanita itu mengalihkan perhatian nya. Aku ingin tahu siapa wanita itu,"Mass menceritakan seorang wanita yang membantu nya untuk mengalihkan perhatian pria tersebut, sehingga Mass bisa masuk ke dalam gang rumah tersebut tanpa mereka ketahui. Saat itu Mass tiba-tiba menoleh ke arah Nina, seperti ada feeling jika wanita itu adalah Nina.
" Oh ya begitu kah Mass? jika seperti itu kau beruntung Mass, disaat kau membutuhkan bantuan ada seorang yang datang tepat disaat kau membutuhkan nya sehingga kau dapat bantuan yang tak terduga, yang membuat mu berhasil melakukan tugas mu Mass? ada apa Mass? kenapa kau melihat ku seperti itu?"Nina bicara seperti itu, lalu bertanya kenapa Mass melihat Nina seperti itu.
" Ya Mass kenapa? apa ada yang salah dengan Nina?"ikut Misy bertanya.
" Ya sepertinya saat itu aku melihat wanita itu tak asing, seperti aku pernah melihat wanita itu,"Mass menjawab.
" Ya lalu, kenapa kau menatapku dengan seperti itu? apa wanita itu seperti aku Mass? kau harus ingat jika saat kau keluar, dan mencoba menyelamatkan Misy, di tangan ku masih ada jarum suntik yang menancap, jika keadaan nya seperti itu bagaimana mungkin aku bisa sadar, lalu menolong untuk mengalihkan perhatian pria tersebut. Itu jelas bukan itu Mass,"Nina dengan sedikit nada yang membentak kaget menjawab.
" Oh ya kau pikir seperti itu Nina? jika kau tak sadarkan saat itu kenapa kau bisa tahu jika jarum suntik itu masih menancap di tangan mu, bagaimana kau bisa tahu itu Nina? lalu setelah aku berhasil menyelamatkan Misy aku melihat keadaan mu, aku lihat jika jarum suntik itu sudah tak ada, sudah hilang tak tahu kemana, di tangan mu sudah tak ada jarum suntik yang menancap Nina? apa benar wanita yang menolong ku saat itu bukan kau? aku ragu jika kau tetap bilang jika itu bukan kau Nina,"Mass bicara dengan tegas seperti itu, memojok kan keadaan Misy yang sepertinya menyembunyikan sesuatu dari kami saat itu.
" Mass aku tadi,"
" Nina apa yang di katakan Mass benar? berarti kau yang sudah menolong Maas benarkan Nina? terima kasih Nina, terima kasih banyak jika itu benar kau sudah ikut andil dalam upaya Mass untuk menyelamatkan aku Nina,"dengan memeluk Nina Misy dengan bahagia bicara seperti itu.
" Apa Misy kau tak marah kepadaku? padahal aku pikir kau akan marah padaku Misy,"dengan tak menyangka Nina bicara seperti itu.
" Tidak tentu saja Misy tak marah, kenapa Misy harus marah kepadamu Nina? kau sudah menolong ku dalam rencana untuk menyelamatkan nya, jika kemarin malam kau tak inisiatif untuk mengalihkan perhatian pria itu, aku pasti akan kesusahan, dan bisa saja aku akan terlambat untuk menyelamatkan Misy,"Mass berbicara seperti itu kepada Misy.
Mass memang setuju dengan pemikiran Misy, untuk tak marah dengan Nina karena Nina saat itu memang sangat membantu Mass. Tapi tetap saja saat itu Mass masih menyimpan rasa curiga terhadap Nina, karena dengan sangat mudah Nina menghampiri pria tersebut, lalu Nina berhasil membuat pria itu tak sadar saat Mass kembali melewati mobil pria tersebut. Bagaimana Nina melakukan semua itu, Mass mencoba berfikir tentang hal itu, mencoba untuk sedikit membaca keadaan bagaimana Nina bisa seperti itu.
" Terima kasih Misy kau sudah sangat baik, kau membantu Mass untuk menyelamatkan aku saat itu, itu berarti secara langsung kau menolong ku juga Misy. Maafkan aku Nina aku sempat tak percaya dengan mu, aku sempat merasa takut dengan adanya kamu disini setelah melihat tragedi dimana aku melihat mu seperti berbincang dengan ibu mu. Tapi Nina sekarang aku sangat menginginkan agar kamu ada disini Nina, aku akan menjadi teman yang ada untuk mu Nina. Begitu pun kamu, sekarang aku minta agar kamu bisa untuk selalu menjadi teman ku Nina, untuk terus ada disini bersamaku,"Misy berterima kasih dengan sangat kepada Nina, karena Nina dengan tidak langsung tentu saja membantu menyelamatkan Misy malam itu, serta Misy meminta maaf, lalu berkata apa yang menjadi keinginan Misy untuk saat ini dengan Nina.
" Terima kasih Misy, itu sangat berharga bagiku. Selama ini aku hanya berfikir mungkin aku hanya akan hidup untuk menjadi seorang b***k dari seorang penjahat besar di kota ini. Tapi hari ini aku berada disini, ada kamu, dan Mass yang hadir sebagai orang yang sudah menolong ku, sehingga jika ada hal yang terjadi padaku, kamu, dan Mass siap untuk menolongku. Terima kasih untuk kalian berdua, tentu aku tak akan sampai menolak pertolongan yang kalian tawarkan, bahkan kau menampung ku di rumah mu ini Misy, tentu aku akan sangat menerima, dan akan sangat bahagia jika bisa untuk tidak mengecewakan mu Misy. sekali lagi terima kasih Misy, Mass,"Nina terlihat seperti orang yang terharu dengan yang di katakan Misy, lalu menjawab seperti itu.
Saat itu Misy langsung saja memeluk Nina, itu pertama kali Misy bisa sangat percaya dengan teman nya, sehingga Misy dengan senang hati menerima keberadaan Nina, bahkan Misy sendiri yang bicara jika Misy ingin agar Nina ada bersama Misy.
" Misy, Nina maaf aku seperti nya harus pergi terlebih dahulu, Misy terima kasih sudah meng-kompres luka ku, sekarang aku ingin meminta izin sebentar untuk pergi, boleh kan Misy jika aku pergi sebentar?"Mass berkata seperti itu, dan bertanya kepada Misy.
" Kenapa Mass? kamu mau pergi kemana?"tanya Misy.
" Ini aku kan masih memakai pakaian mu kan Misy? aku tentu tak ingin terus seperti ini. Aku akan pergi ke rumah ku dahulu untuk mengambil beberapa pakaian ku agar aku bisa simpan disini Misy,"Mass menjawab.
" Oh ya baiklah Mass, tapi tak apa-apa jika kau meninggalkan kami disini Mass? kau tak khawatir Mass?"dengan senyum menggoda Misy bertanya seperti itu.
" Ya makan nya aku pergi saat hari siang Misy, jika hari siang ada orang yang datang kemari pun pasti tak akan ada yang berani macam-macam kan Misy? kunci saja semua pintu, dan jendela di rumah ini. Lalu kau harus benar-benar menjaga,"
" Baiklah Mass cukup, aku boleh pergi sebentar, tapi ingat hanya sebentar untuk mengambil pakaian mu saja akan Mass? kau harus ingat itu,"memotong pembicaraan Mass, Misy berkata seperti itu.
" Ya baiklah Misy hanya sebentar saja, sebelum sore aku sudah kembali kesini Misy,"sambil langsung pergi Mass berkata seperti itu.
Mass pun langsung saja pergi kemana Mass mempunyai niat untuk pergi, karena Misy berkata Mass boleh pergi sebentar saja Mass langsung saja dengan cepat menuju rumah Mass. Singkat cerita Mass sudah sampai di rumah nya, Mass langsung saja mengambil beberapa pakaian untuk Mass bawa ke rumah Misy karena Mass sepertinya akan lama ada di rumah Misy.
Tapi saat Mass di rumah nya, Mass tidak hanya mementingkan apa menjadi tujuan Mass saat itu.
Setelah Mass pikir sudah menyiapkan apa yang akan Mass bawa, Mass berdiam saja dulu terduduk di ruangan tengah sembari memikirkan semua apa yang telah terjadi malam tadi. Mass tetap saja khawatir dengan Misy yang sepertinya memang tetap saja memiliki sifat yang membuat Mass curiga. Jika saja Nina kemarin memang bertujuan ingin membantu Mass, tentu saja Nina tak perlu menyembunyikan hal itu saat tadi Mass bicara padanya.
Mass sampai harus membuat Nina terpojok untuk membuat Nina bicara jika Nina berniat menolong Mass saat itu, tapi itu pun bukan Nina yang bicara jika Nina berniat menolong Mass, tapi Misy yang menganggap jika Nina berbuat seperti itu untuk membantu Mass agar rencana Mass menolong Misy berhasil. Yang menjadi pikiran Mass adalah kenapa misy harus berpura-pura belum sadarkan diri, saat Nina menolong Mass dengan mengalihkan perhatian pria tersebut, kenapa Nina tak bicara kepada Mass, dan yang lebih Mass pikirkan adalah cara Misy mengalihkan perhatian pria tersebut.
Mass berfikir jika Mass kemarin malam sempat melihat bagaimana cara Misy mengalihkan perhatian pria tersebut, dengan mudah dan seperti sudah biasa dengan pria tersebut Nina langsung saja menghampiri, dan masuk ke dalam mobil pria tersebut. Tanpa pria tersebut kaget, atau mungkin aneh dengan kedatangan Nina, tapi saat Nina masuk ke dalam mobil pria tersebut tak ada respon yang menunjukan jika pria tersebut kaget dengan kedatang Misy.
Sampai Mass berhasil menyelamatkan Misy, dan membawa Misy ke dalam mobil Mass, tak ada apa-apa. Bahkan saat Mass melihat terlebih dahulu ke dalam mobil pria tersebut, terlihat jika pria itu sudah tidur tak sadarkan diri. Mass bertanya-tanya apa yang sebenarnya Nina perbuat kepada pria tersebut sehingga bisa dengan mudah seperti itu. Mass mempunyai pikiran jika Nina tetap saja memiliki sifat yang masih belum Mass ketahui, Mass takut jika Nina memiliki tujuan buruk kepada Nina. Meskipun Nina sudah menunjukan jika Nina mempunyai sebuah itikad baik dengan menolong Misy, tapi itu pun dengan tidak langsung jujur kepada Maas, dan Misy jika Nina yang menolong mereka, yang lebih menjadi pikiran adalah bagaimana cara Nina bisa dengan mudah mengalihkan perhatian pria tersebut.
Mass masih sangat bingung dengan itu Mass langsung saja memikirkan hal lain, Mass terfikir dengan kertas yang bertuliskan nama dengan inisial ' s '. Dalam kertas tersebut tersimpan pesan agar Mass melindungi wanita itu, Mass berfikir yang di maksud ' wanita itu ', apa yang di maksud dalam pesan di kertas tersebut adalah Nina. Lalu dalam pesan tersebut juga tertulis jika dalam 3 hari ' kita akan bertemu ' di rumah dekat perguruan. Mass tak terlalu memikirkan tentang tempat yang di katakan dalam pesan tersebut, tapi yang lebih menjadi pikiran Mass adalah nama dengan inisial ' s ' di dalam pesan tersebut.
" Siapa yang menjadi dalang di dalam semua ini, apa ini akan berakhir baik ' s '? siapa itu Shelt kah, atau mungkin Shu jika Shu berarti ini akan menjadi hak baik aku kira, tapi jika ' s ' itu berarti Shelt aku tak yakin Shelt akan melakukan hal baik. Mass merasa sangat bingung dengan itu, bagaimana pun sepertinya Misy tak boleh tahu dulu tentang pesan yang Mass terima dari orang berinisial ' s ' ini,"dalam hati Mass berkata, dan bertanya-tanya sendiri seperti itu.
Mass sedang berfikir tentang itu, tiba-tiba ponsel Mass berdering.
" Mass, kau masih dimana? aku butuh kamu Mass, Nina mengajak ku untuk ke sebuah tempat yang dia ingin kan untuk di kunjungi, tapi aku tak berani pergi jika tanpa ada kamu Mass, kau tahu kan Mass kenapa aku berfikir seperti itu? maaf Mass bukan aku ingin menyusahkan mu, tapi Mass aku khawatir dengan keselamatan Nina jika kami hanya pergi berdua saja,"Misy bicara seperti itu kepada Mass.
" Baik Misy tenang saja, tak apa-apa. Justru aku senang dengan sikap mu yang seperti ini, aku tak berfikir kau bicara seperti ini karena kau ingin menyusahkan ku, tapi aku yakin jika kau seperti ini karena kau peduli dengan Nina, begitu pun dengan aku. Aku yang akan bertanggung jawab dengan apa pun yang terjadi pada Nina, dan tentu saja kamu yang utama Misy. Aku harap kamu terus seperti ini Misy, karena bagaimana pun aku yang sudah membuat mu terseret dalam kasus ini sehingga tentu saja aku yang akan sangat bertanggung jawab atas dirimu, dan Nina. Baik Misy tunggu sebenter tak apa-apa kan?"Mass berkata seperti itu kepada Misy.
" Baik Mass tak apa-apa, tak usah terburu-buru, aku tak akan berangkat dulu sebelum kau datang kemari Mass,"jawab Misy.
Mass langsung saja pergi ke rumah Misy saat itu, karena tak ingin membuat Misy menunggu terlalu lama, Mass bukan takut Misy yang tak bisa menunggu Mass, tapi yang Mass takutkan adalah Nina nekat pergi tanpa menunggu Mass yang mengantarkan nya. Mass masih memegang kertas bertuliskan inisial orang bernama ' s ' itu, karena Mass akan segera pergi Mass langsung saja menyimpan pesan tersebut di kantong celana nya lalu pergi ku rumah Misy.
Hari itu Mass tak terfikir kan hal apapun tengang Shu, meskipun kemarin malam Shu berkelahi dengan beberapa orang, Mass yakin jika Soe akan bisa mengahadapi itu sehingga Mass tak terlalu khawatir dengan Shu. Mass berfikir positif saja jika Shu yang menyampaikan surat itu terhadap Mass, tanpa Mass memikirkan nya lagi tentang itu Mass langsung saja fokus terhadap apa yang akan Mass lakukan hari ini, yaitu menuruti kata-kata Misy, dan Nina. Mass berfikir seorang wanita yang di maksud dari pesan di kertas itu adalah Nina, tentu Mass akan sangat menjaga Nina.
Beberapa saat kemudian Mass sudah sampai di rumah Nina, Mass langsung saja keluar dari mobil nya dengan membawa tas yang berisi pakaian nya.
" Misy aku sudah sampai, kau di dalam? bisa kau dengar aku?" Mass bicara seperti itu sambil mengetuk pintu rumah Misy.
" Ya Mass tunggu sebentar aku akan ke bawah,"jawab Misy berteriak.
" ke bawah?"dalam hati Mass berkata.
" Ya syukurlah kau sudah datang Mass, aku tak tahu kenapa, tapi Nina sudah tak sabar agar bisa keluar kembali,"dengan sedikit tegang Misy bercerita dengan nafasnya yang terengah-engah.
" Sabar Misy, kamu kenapa? tenang, tarik nafas, lalu kau bisa bicara dengan pelan dan sejelas mungkin. Ayo bicaralah,"menenangkan Misy, Mass bicara seperti itu.
" Baiklah Mass, tunggu sebentar. Begini Mass tadi saat aku menghubungi mu lewat telepon Nina biasa saja dia mengajak ku untuk kembali keluar ke suatu tempat yang entah dimana, dan ala namanya, dia tak memberi tahu ku Mass. Saat itu keadaan masih normal biasa saja Mass, tapi beberapa saat kemudian saat aku sudah menelepon mu untuk kemari, tiba-tiba Nina sedikit membentak jika dia ingin kembali keluar dari rumah, dia ingin menuju suatu tempat bahkan Nina menarik ku. Saat itu tentu aku tak menggubris keinginan nya untuk pergi dari rumah ini, tanpa adanya kau Mass. Maka dari itu aku mencoba untuk membujuk Nina, dan akhirnya Nina bisa aku bujuk dengan cara berdiam diri di atas Mass, di balkon rumah ini. Nina aku bawa ke atas luar balkon ini, saat disana Nina terus saja berjalan sampai Nina sampai di ujung balkon dimana beberapa saat yang lalu aku berdiam diri sendiri di balkon tersebut Mass. Saat aku lihat Nina yang seperti itu, terlihat jika Nina sangat tenang merasakan angin segar, dan pemandangan luas di depan nya meskipun disini hanya di penuhi banyak nya tembok-tembok dari sebuah bangunan, tapi aku kira yang bisa menenangkan hatinya adalah, suasana segar yang ada di atas sana Mass, aku pun merasakan seperti itu saat aku berdiam diri, melamun di balkon sana itu lah yang membuat ku sangat tenang, dan aku pikir itu juga berlaku terhadap Nina. Nina bisa sangat tenang karena keadaan yang membuat hati, dan pikirannya nyaman Mass,"Misy langsung saja bicara tentang apa yang terjadi dengan Nina saat Mass tak ada disana untuk menemani Misy, dan Nina. Tapi semua keadaan terkendali berkat Misy yang seperti nya sudah mengerti bagaimana cara mbuat Nina tenang jika Nina menginginkan sesuatu.
" Baiklah Misy, aku bersyukur jika tak ada yang terjadi dengan mu, tapi apa kau yakin jika Nina tadi sampai berbuat seperti itu? aku pikir jika Nina seperti itu Nina tak boleh terus menerus berada di satu ruangan Misy. Aku lihat dari apa yang kau ceritakan terhadap ku tadi, sepertinya Nina akan merasa tertekan jika Nina terus saja berada di suatu ruangan terlalu lama, sehingga Nina memaksamu untuk keluar dari rumah ini, dan saat kau membawa Nina ke luar, dan itu pun hanya membawa Nina ke balkon rumah ini tapi itu berhasil membuat Nina tenang Misy. itu berarti jika kita ingin membuat Nina bisa terus nyaman lalu bisa sangat bersahabat dengan kita, dan membuat Nina terbuka, kita harus terus membuat nya senyaman ini Misy, dengan mengikuti apa keinginan nya, seperti saat ini Nina ingin keluar hanya untuk mendapat suasana, dan kondisi yang nyaman agar pikiran nya bisa fresh, segar, dengan seperti itu Nina bisa mengembalikan memori nya, yang sempat hilang karena perlakuan Soe yang terus saja memberikan obat kepada Nina sehingga Nina bisa memiliki kepribadian yang ganda seperti ini,"Mass langsung saja menerawang kondisi Misy yang seperti ini, memikirkan apa yang di butuhkan Misy supaya Misy bisa menemukan, dan ingat bagaimana kehidupan yang sebenarnya sebelum Misy di perbudak oleh Soe sampai seperti ini.
" Ya kau benar Mass, saat tadi Nina memaksaku untuk pergi keluar ke tempat yang Nina mau, aku langsung membawa Nina ke balkon, dan itu berhasil membuat Nina tenang. Aku menangkap sebuah pemikiran jika yang di butuhkan Nina adalah ketenangan, kesegaran, dan tentu nya hal yang bisa membuatnya membebaskan pikiran nya seperti saat kita pergi ke taman yang kau pikirkan Mass. Memang awalnya Nina tak mau melihat, bahkan keluar pun Nina tak ingin tapi setelah Nina keluar, dan melihat sedikit saja apa yang ada di taman tersebut, tanpa harus kita ajak kembali, apa lagi memaksa Nina. Nina langsung saja keluar sendiri dan terlihat sangat menikmati sebuah keindahan, dan kesegaran yang Nina dapatkan di tempat tersebut. Lalu kau ingat kan Mass apa yang Nina bicarakan setelah itu, seperti apa sifat Nina saat setelah itu? itu lah yang membuat ku berfikir jika memang ini lah yang Nina ingin kan Mass, hal yang bisa membuat pikiran Nina terbuka bebas Mass, itu yang harus kita lakukan Mass,"Misy pun berkata seperti itu kepada Mass, Misy melihat jika dalam diri Nina sangat membutuhkan ketenangan yang bisa membuat pikiran Nina terbuka bebas.
" Ya kau benar Misy, itu lah yang aku bicarakan juga Misy, jika seperti itu sekarang kau sudah paham kan Misy apa yang harus kita lakukan agar Nina bisa sangat membuka pikiran nya untuk bisa mengingat kembali kehidupan Nina yang sesungguh nya. Dengan kita memberikan Nina kenyamanan dari hal seperti ini saja, ini akan sangat berarti bagi Nina. Dan tentu nya Nina akan secepatnya pulih dari keadaan nya, memiliki kepribadian ganda seperti sekarang ini Misy,"Mass kembali membicarakan apa yang ada di pikiran nya untuk membantu Nina, dalam memulihkan pikiran nya tentang hidupnya yang sempat berantakan dibuat Soe.
" Ya Mass aku mengerti tentang itu, lalu jika seperti itu apa yang harus kita lakukan hari ini Mass? kau tahu kan tadi aku mengatakan jika Nina inginkan sesuatu, Nina ingin pergi ke suatu tempat, tapi Nina tak menyebutkan tempat apa, dan dimana yang akan kita kunjungi, Nina hanya berkata ingin pergi ke suatu tempat, pergi keluar lagi untuk tempat nya Nina bilang akan Nina tunjukan jalan nya, yang harus kita lakukan adalah ikuti saja petunjuk arah yang Nina berikan jika nanti kita pergi. Tapi Mass tunggu sebentar, kenapa kau bilang jika Nina memiliki kepribadian ganda? bagaimana kau bisa bicara seperti itu Mass?"Misy mengatakan apa yang di ingin kan Nina, tapi Misy juga bertanya seperti itu.
" Ya tentu saja jika bisa kita harus melakukan apa yang Nina inginkan Misy, tapi untuk saat ini seperti nya Nina sudah mendapatkan apa yang Nina inginkan, Nina terlihat senang, dan cukup membuat nya meresa nyaman. Kita akan melakukan apa yang Nina inginkan jika Nina kembali memintanya, tapi jika Nina tak meminta kembali apa yang dia inginkan kita perlu menanyakan nya kepada Nina Misy, cukup seperti itu saja. Oh tentang itu Misy, Maaf jika kau merasa terganggu dengan perkataan ku, yang mengatakan jika Nina memiliki kepribadian ganda, tapi Misy aku berkata seperti itu karena aku melihat jika Misy memang seperti itu. Contoh nya saat aku pertama menolong nya di rumah yang jadi tempat dimana Nina di sekap, awal nya Nina sangat takut, menangis agar aku menolong nya, lalu setelah aku bisa menolong Nina dan mengeluarkan nya dari rumah tersebut, Nina dengan sangat mudah, dan tanpa ada pikiran apa pun keluar dari gang rumah tersebut, Nina bilang jika Nina pertama kali di bawa ke rumah yang di jadikan penjahat itu sebagai rumah tempat Nina di sekap. Tapi aku lihat Nina tidak seperti seseorang yang baru pertama kali di bawa tempat tersebut, dengan mudah nya tanpa terlihat berfikir kemana Nina harus berjalan, atau berbelok Nina langsung saja berjalan, dan berhasil menemukan jalan keluar dari gang tersebut. Itu yang membuat ku berfikir jika Nina memiliki kepribadian ganda Misy, maaf jika perkataan ku tentang Nina sedikit mengganggu mu Misy,"Mass menjawab apa yang menjadi pertanyaan Misy, lalu menjelaskan alasan kenapa Mass memiliki pemikiran seperti itu terhadap Nina.
" Ya baiklah Mass, seperti nya perkataan mu benar, karena aku juga melihat jika Nina terlihat sangat tenang berada di atas sana melihat ke depan tanpa ada batasan yang membuat nya berfikir keras. Untuk pernyataan mu yang mengatakan jika Nina memiliki kepribadian ganda aku tak merasa apa-apa Mass apa lagi terganggu aku hanya merasa tak benar jika Nina memiliki kepribadian ganda. Tapi kau sudah memiliki sebuah bukti, kau sendiri menyaksikan bagaimana Misy, dan tentu saja aku tak bisa menyangkal dengan pernyataan mu, karena kau lebih tahu bagaimana Nina dibandingkan aku Mass. Jika benar Nina seperti itu aku hanya minta kepadamu agar kau tepati janji mu Mass, aku ingin jika Nina benar-benar mendapatkan kembali apa yang Nina punya sebelum sekarang ini Mass. Itu permintaan ku Mass,"Misy lantas berkata seperti itu, karena memang benar Mass yang lebih tahu tentang Nina, Misy pun dengan pikiran terbuka nya berkata seperti itu, serta menegaskan keinginan Misy untuk kebaikan Nina.
" Tentu Misy, tentu saja aku akan penuhi janji ku padamu, dan pada Nina. Aku tak akan pernah lupakan semuanya untuk mu dan Nina. Misy, ini sudah lama sejak aku datang kemari, kau tak mengajak ku melihat Nina? apa yang sedang di lakukan di atas sana selama ini Misy?"Mass bertanya seperti itu.
" Oh ya Mass, maaf aku sampai lupa diri terlalu fokus karena perbincangan kita jadi aku lupa jika Nina sedang di atas sana sendirian, dan sebenarnya kita sedang mengkhawatirkan nya bukan. Baik lah ayo Mass kita hampiri dia,"dengan mengajak Mass, dan menggandeng tangan Mass, Misy bicara seperti itu.
Mereka pun lantas pergi ke balkon rumah dimana Nina sedang berada disana. Saat Mass, dan Misy sudah di atas terlihat Nina yang masih saja memandangi lurus jauh ke depan sana, entah apa yang Nina pikirkan dari Mass sampai ke rumah Misy, Nina di balkon dan sampai saat ini Nina masih di balkon dengan posisi yang sama saat terakhir Misy meninggalkan Nina disana
" Nina seindah ini kan pemandangan kota disana, memang ini bukan tempat yang terbaik untuk bisa melihat lebih luas, dan cantik pemandangan sebuah kota yang indah tapi disini cukup untuk mendapatkan suasana yang tenang, dan cukup untuk menyegarkan pikiran kan? aku suka dengan cara kamu yang seperti ini Misy,"Mass berbicara seperti itu agar Nina menyukai kegiatan seperti ini yang bertujuan untuk membuat pikiran Nina segar, terbebas dari pikiran yang membuat Nina terbebani.
" Ya Mass tentu aku suka hal ini, tapi tak terlalu karena aku lebih menyukai tempat yang kau janji kan padaku, dan Misy saat pertama kali kau mengajak ku untuk pergi ke luar, itu lah yang membuat aku merasa sangat nyaman Mass. Aku berfikir agar aku bisa pergi ke luar lagi Mass, bukan hanya berdiam diri disini, aku memang suka disini tapi aku akan lebih suka lagi jika yang aku pandangi adalah sebuah desa yang di kelilingi banyak pepohonan hijau, yang di penuhi dengan penghijauan udara segar, bukan bangunan-bangunan yang membuat ku merasa tak enak dengan polusi, dan debu yang di hasilkan dari bangunan-bangunan tersebut Mass,"Nina pun berkata seperti itu.
Saat itu Mass sedikit kaget dengan apa yang di katakan Nina, apa Nina ingat dengan apa yang di inginkan nya saat Mass tak ada di rumah Misy. Mass belum terlalu menganggap jika Nina ingat dengan apa yang Nina inginkan saat itu.
" Oh ya Nina aku kira kau benar apa yang kita pandang, dapatkan dari tempat itu akan lebih membuat kita lebih tenang, dan nyaman tidak dengan tempat ini yang hanya bisa melihat bangunan-bangunan saja bahkan aku kira,"
" Ya kau benar Mass, perkiraan mu benar tentang tempat ini. Lalu jika kau berfikir tentang itu kenapa kau tak memutuskan untuk mengajak ku pergi ke tempat yang lebih layak kita nikmati Mass? apa kau tidak memiliki pemikiran seperti itu Mass?"dengan memotong pembicaraan Mass, Nina berbicara seperti itu.
Mass berfikir Nina memang tak bicara, Nina ingin apa yang tadi Nina minta terwujud tapi jika Nina sudah bicara seperti ini apa bedanya, keinginan awal Nina, atau keinginan Nina yang sekarang itu sama saja tujuan Nina adalah ingin pergi ke luar dari sini, kembali berjalan-jalan di tempat baru yang Nina inginkan.
Tapi saat itu Mass berfikir jika ini bukan ide buruk untuk membuat Nina mendapatkan apa yang Nina inginkan. Mass berfikir jika Nina tadi memiliki tempat yang ingin Nina kunjungi, tapi tempat itu tak kita ketahui bagaimana jika Nina merencanakan untuk menjebak kita di tempat yang Nina inginkan. Sementara Nina saat ini hanya minta untuk pergi saja dari tempat ini, tapi Nina tak bicara agar kami mengikuti petunjuk atah kemana Nina ingin diantarkan, ini lebih baik dari pada ide Nina yang sebelumnya.
" Oh kalau begitu baiklah Nina aku akan siapkan mobil untuk pergi, kau tunggu saja disini saat aku selesai aku akan memanggilmu, itu tak apa kan untukmu?"dengan cepat, Maas bicara seperti itu kepada Nina.
Mass dengan cepat menghampiri Misy yang berada jauh dari ujung balkon, saat itu Misy berada di dekat pintu saja tak menghampiri Nina seperti yang Mass lakukan.
" Misy, ikut aku. Ada hal yang harus kita lakukan, cepat lah,"sambil menarik Misy masuk ke dalam, Mass bicara seperti itu.
" Ada apa Mass?"tanya Misy.
" Seperti ini Misy, tadi saat aku bicara dengan Nina, memang Nina tak bicara jika Nina ingin jika apa yang Nina bicarakan di awal kita penuhi. Seperti ini, kau bilang jika Nina ingin pergi ke suatu tempat kan, tapi Nina tak memberitahu mu tentang kemana Nina ingin pergi, Nina hanya ingin kita jalan saja dan Nina akan menunjukan jalan nya kan? jika seperti itu aku khawatir Nina akan menunjukan kita ke tempat yang bisa mengancam keselamatan kita, karena sekarang kita lihat saja keadaan Nina yang belum stabil kan. Bisa saja dengan keadaan Nina yang belum stabil, seperti Nina malah menunjukan kita jalan menuju tempat dimana tempat itu bisa mengancam keselamatan kita. Maaf Misy bukan aku tak percaya, atau berfikir hal yang buruk terhadap Nina tapi Mis, aku hanya khawatir jika Nina tak terlalu sadar dengan pikiran nya lalu Nina berbuat seperti itu. Itu yang aku pikirkan Misy,"Mass langsung saja menceritakan apa yang di pikirkan Mass, agar Misy tak terlalu mudah untuk menuruti apa pun yang Nina minta.
" Mass aku tahu kau mungkin takut, dan khawatir, tapi Mass kau lihatlah apa yang sudah Misy lakukan Mass? maaf Mass aku tak menyalahkan pikiran mu yang protective terhadap ku, tapi Mass kau harus mencoba untuk lebih bisa melepaskan pemikiran mu yang terlalu khawatir terhadap ku yang sekarang terus saja lebih dekat dengan Nina Mass. Aku tahu kamu mengkhawatirkan keselamatan ku, aku sangat berterima kasih Mass, tapi Mass Nina sudah sangat berjasa untuk ku Mass jadi aku tak bisa jika harus membuat Nina kecewa atas apa yang aku lakukan Mass. Aku bicara padamu sekarang Mass, cukup untuk mu memiliki perasaan curiga yang berlebihan kepada Nina, karena jika kamu seperti itu terus saja seperti itu, aku takut Mass. Aku takut perasaan ku terhadap mu pelan-pelan akan sirna dengan sikap mu yang agak berlebihan, maaf Mass tadi Nina bilang jika Nina ingin pergi ke luar untuk menyegarkan pikiran nya agar tak sumpek selalu ada di rumah. Jika kau tak ingin mengantar ku, dan Nina tak apa Mass aku bisa jalan berdua bersama Nina,"dengan tegas Misi bicara seperti itu, bahkan Misy malah seperti marah kepada Mass karena pemikiran Mass yang seperti itu kepada Nina.
Lalu tanpa bicara apa-apa lagi Misy langsung saja meninggalkan Mass pergi menghampiri Nina yang masih ada di balkon saat itu, meninggalkan Mass di rumah Misy. Tapi saat seperti itu Mass tak diam saja, Mass langsung saja mengejar Misy yang sudah berada di atas dekat pintu keluar balkon, tapi tetap saja Misy sudah duluan menghampiri Nina.
" Nina kau bilang jika ingin kami,"
" Ayo Nina kita berangkat, aku sudah menyiapkan mobil untuk kita berangkat, ya kan Misy? jadi ayo cepat lah ke mobil sebelum hari lebih sore lagi. Ayo Misy,"dengan memotong Misy yang akan bicara kepada Nina, Mass mengajak Nina seperti itu, dan menggandeng sedikit menarik Misy saat itu.
" Mass apaan sih, cukup Mass, jangan terik aku Mass,"sedikit membentak Misy bicara seperti itu.
" Misy aku mohon jangan seperti ini aku tak bermaksud untuk membicarakan hak buruk, atau curiga berlebihan kepada Nina Misy, tapi aku hanya takut, dan khawatir dengan keadaan mu, dan tentu nya aku juga sangat mengkhawatirkan keselamatan Nina. Misy aku mohon jangan berfikir yang tidak-tidak, jangan sampai Nina melihat kita seperti ini, Nina pasti akan bertanya, jika Nina sampai bertanya, apa yang bisa kita lakukan Misy? jika Nina sampai tahu apa yang kita rencanakan, mungkin Nina tak akan mau lagi berteman dengan kita Misy. Meskipun kita bermaksud baik kepada Nina, tapi apakan Nina akan bisa menerima rencana baik kita yang seperti ini Misy? jika Nina tahu apa yang kita rencanakan lalu Nina tak menerima nya, satu-satu nya hal yang terlintas di pikiran ku adalah, Nina akan kecewa dengan kebaikan yang selama ini kita lakukan yang berkepentingan, atau memiliki tujuan lain Misy Ya meskipun tujuan kita baik, tapi Mis tak mudah menjelaskan semua itu Misy,"Mass sambil memohon kepada Misy, yang tersulut emosi karena pikiran nya yang salah sangka kepada Mass, bicara seperti itu, berharap Misy bisa mengerti dengan apa yang Mass pikirkan.
" Ada apa ini Mass, Misy? apa yang sedang kalian bicarakan? ada masalah?"tiba-tiba Nina datang, dan bertanya seperti itu.
" Oh tak apa Nina, tak ada apa-apa aku dan Misy hanya berbincang tentang tempat yang saat ini memiliki banyak pemandangan asri, sebuah desa yang di kelilingi banyak pohon hijau sehingga udara disana sangat baik bagi mu, dan kami yang sangat suka menikmati tempat seperti itu untuk melepaskan penat yang bisa membebani pikiran. Itu yang kami bicarakan, ayo Nina kita ke mobil ku, kau duluan aku, dan Misy membawa terlebih dahulu sebuah minuman untuk kita Nanti. Ya kan Mis?"dengan kaget karena takut Nina mendengar apa yang di bicarakan Mass, dan Misy. Mass langsung saja menjawab sambil mengalihkan perhatian Nina, berharap Nina tak curiga terhadap Mass.
" Oh baiklah jika seperti itu, aku akan terlebih dahulu ke dalam mobil. Oh ya aku belum sempat bilang kepada kalian, jika aku kurang suka dibuat menunggu, sebentar tak apa, itu sudah biasa tapi aku tak berharap aku harus menunggu kalian dengan waktu yang lama,"tanpa menyimpan rasa curiga, Nina berkata seperti itu sambil dia keluar rumah, lalu memasuki mobil.
Mass langsung saja membawa Misy ke dapur, sambil menyiapkan minuman Mass kembali berkata kepada misy tentang tujuan dari pemikiran nya, meminta maaf kepada Misy jika yang di pikirkan Mass salah.
" Misy kau mengerti kan dengan apa yang aku bicarakan Misy? semua bukan karena aku tak menyukai Nina tapi ini pemikiran ku yang takut khawatir dengan dirimu Misy,"ujar Mass.
" Ini sudah lama Mass, Nina bilang jika Nina tak suka jika menunggu terlalu lama. Tak usah bahas lagi tentang itu cepatlah, ada yang harus kita selesaikan Mass,"dengan sinis, dan dingin terhadap Mass, Misy menjawab seperti itu.
Mass dengan wajah kecewa karena perkataan nya kepada Misy, langsung saja pergi ke mobil. Misy benar, Mass harus cepat, takut nya membuat Nina lama menunggu sehingga membuat Nina bosan, dan kesal. Mass berfikir jika Mass saat ini Mass harus sangat sabar, dan pintar dalam menghadapi apa yang Nina minta karena sepertinya ' wanita yang harus di jaga baik-baik ', yang di sebut dalam surat tersebut adalah Nina. Ya meskipun Nina membuat Mass berfikir sedikit curiga terhadap Nina, tapi sepertinya itu kesalah Nina yang tak Nina sengaja, karena Nina memang sedikit sakit dengan mental, dan pikiran nya.
Tanpa berfikir lagi Mass langsung saja menghampiri Nina, dan Misy yang sudah duluan berada di dalam mobil. Saat itu Mass lihat Misy berada di kursi belakang duduk bersama Nina, tak seperti biasa nya Nina yang selalu duduk di depan untuk menemani Mass, hari ini Misy duduk di kursi belakang, Mass berfikir Misy sepertinya memang marah dengan apa yang di katakan Mass, sehingga membuat Misy seperti ini. Tapi Mass berfikir tak apa Misy berbuat seperti ini karena ini salah Misy, asalkan Misy tak memiliki pikiran untuk mengatakan hal yang sebenarnya kita rencanakan setelah kesembuhan Nina.
" Baik lah sekarang kita berangkat, kau siap kan Nina?"dengan semangat Mass bicara seperti itu.
" Ya tentu saja Mass, tapi sebelumya aku ingin bertanya, kenapa hari ini ada yang berbeda? Misy biasanya kau duduk di depan kan, kenapa hari ini tidak?"Nina pun bertanya seperti itu.
" Oh itu ya Nina karena memangnya apa salahnya jika aku ingin duduk dekat dengan mu hari ini, tak apa-apa kan?"jawab Misy.
" Ya lagi pula kenapa Misy harus selalu duduk di samping ku Nina, tak apa kan jika seorang teman duduk di samping ku, atau di samping teman nya yang lain,"jawab Mass.
" Ya tentu saja, aku pikir kalian sedang berbeda pendapat yang membuat seorang pasangan seperti kalian bisa marah satu sama lain,"Nina bicara seperti itu.
Saat itu Mass, dan Misy tak bicara apa-apa, mereka berdua terdiam. Mass yang mulai saja menjalankan kendaraan nya untuk pergi ke suatu tempat hanya mencoba fokus terhadap apa yang sedang Mass lakukan. Sementara Misy hanya memandang ke sebelah nya untuk melihat ke luar jalan saja.
" Kenapa kalian diam saja? perasaan aku tadi bertanya sesuatu kan Mass, Misy? apa ada yang salah?"tanya Nina kembali.
" Oh ya Maaf Nina, aku terlalu fokus terhadap apa yang sedang aku lakukan, jadi aku tak terlalu mendengarkan apa yang kau tanyakan,"Mass menjawab seperti itu.
" Ya Nina, lagi pula hal apa yang bisa membuat kami berbeda pendapat Nina. Tak ada yang harus kami debat kan juga kan?"jawab Nina.
" Oh ya baiklah jika kalian bicara seperti itu. Tapi Mass, Misy perasaan ku mengatakan jika ada yang salah dengan semua ini. Aku tak ingin menggurui, atau pun sok mengajari kalian tapi jika kalian memang memiliki perbedaan pendapat, itu tak boleh menjadi sebuah batasan untuk kalian yang mengakibatkan hubungan kalian memiliki masalah Mass, Misy. Kalian itu sudah sangat baik untuk ku, mana mungkin aku ingin kalian memiliki masalah yang bisa membuat kalian jauh, dalam hati ku kalian sahabat pertama ku yang sangat amat berharga. Aw aw Mass, tunggu sebentar, bisa kita menepi sebentar Mass aw aku merasa sangat sakit di kepalaku Mass,"Nina yang awal nya biasa saja berbicara seperti itu tiba-tiba memegangi kepala Nina, dan terlihat seperti sangat kesakitan, sehingga Nina dengan keras terus saja memegang kepala nya.
Saat itu Mass kaget, dan terlihat jika Mass sangat tegang melihat keadaan Misy yang seperti itu, sehingga Mass langsung saja menghentikan laju mobil nya dan berhenti di tepi jalan itu.
" Nina kamu kenapa Nina? kami akan membawa mu ke dokter sekarang Nina, tak apa kan?"dengan kaget Mass bicara seperti itu.
" Tidak Mass, tidak apa-apa aku hanya merasa sedikit sakit di kepalaku, tapi tak apa-apa ini tak akan lama, jangan terlalu khawatir. Kau juga Misy tenang saja, kau tak perlu khawatir sampai akan meneteskan air mata seperti itu, tenang saja Misy,"dengan Masih memegang kelapa nya, Nina berkata seperti itu dengan nada yang lemas, seperti masih merasa sakit.
" Tapi Nina lihat keadaan mu Nina, kau seperti ini. Kau terlihat sangat kesakitan Nina, kami tak bisa membiarkan mu seperti ini,",jawab Misy.
" Sudah tak apa-apa Misy, Mass aku baik tadi aku hanya sedikit pusing saja, mungkin aku hanya butuh minum saja, bisa aku mendapatkan minum?"jawab Nina dengan sambil meminta minum.
Misy langsung saja mengambil minum, dan memberikan nya kepada Nina.
" Mass bisa kita lanjutkan kemana kau akan membawa ku?"tanya Nina.
" Tapi apa tak akan terjadi apa-apa Nina? aku khawatir dengan keadaan mu Nina,"Mass bertanya seperti itu.
" Ya Nina, seperti nya perjalanan kali ini kita tak usah lanjutkan, kita bisa kembali pergi ke suatu tempat jika keadaan mu sedang sangat fit, agar tak terjadi hal yang tidak di ingin kan saat sedang berada di luar rumah Nina. Tapi sepertinya tidak untuk sekarang Nina,"tak apa-apa Misy, Mass aku baik-baik saja kalian tak usah khawatir, aku kan sudah bilang jika aku hanya mengalami sedikit pusing saja, tak ada yang terjadi padaku Mass, Misy, kalian bisa mengerti keinginan ku kan?"Nina pun berkata seperti itu dengan wajah yang ceria, seolah-olah Nina memang tak apa-apa.
Mass langsung saja melihat ke arah Misy, tapi Misy tak melihat kearah Mass, seperti nya Misy masih memikirkan, dan kesal dengan perkataan Mass tentang Nina.
" Mass lebih baik kita turuti saja apa yang Nina inginkan, aku percaya kepada Nina. Jika Nina bilang tak apa-apa, aku percaya jika Nina bicara yang sesungguhnya. Walau bagaimana pun Nina sendiri yang bisa tahu apa yang sedang di rasakan nya, kita hanya bisa melihat jika Nina memperlihatkan nya, tak bisa merasakan apa yang Nina rasakan,"dengan sikap yang masih dingin, dan tanpa melihat ke arah Mass, Misy berkata seperti itu.
" Ya baiklah, Nina jika itu keinginan mu, kita akan melanjutkan perjalanan kita hari ini,"Mass langsung saja berkata seperti itu, dan lanjut jalankan mobil Mass.
" Terima kasih Mass, Misy. Aku ingin seperti ini bukan ingin membuat kalian khawatir aku akan tunjukan jika aku tak apa Misy, Mass kalian tenang saja,"ucap Misy dengan nada yang lembut.
Saat Mass melanjutkan perjalanan nya terlintas di pikiran Mass tentang hal yang Nina inginkan seperti saat Nina berkata akan menunjukan jalan nya, Mass, dan Misy hanya perlu jalan saja ke arah mana Nina menunjukan jalan yang harus di lewati. Tadi sampai barusan sudah 2 kali kami mengalami pembicaraan tentang tempat yang akan kita tuju, tapi Nina tak sekalipun kembali bicara jika Nina ingin agar kita menuju jalan yang Nina tunjuk atau inginkan. Mass berfikir apa Nina tak ingat dengan keinginan nya itu, atau Nina memang sengaja tak ingin jika Nina yang menentukan kemana Nina ingin pergi.
Mass berfikir jika sepertinya Misy benar, Mass terlalu khawatir dengan Nina, Mass terlalu menyimpan curiga terhadap Nina padahal Nina tak memiliki pikiran buruk kepada Mass, dan Misy, Nina hanya sedang sakit, mental dan pikiran Nina sedang sakit, itu tak berarti Nina ingin melakukan hal buruk kepada Misy, dan Mass. Saat itu Mass sepertinya luluh dengan keadaan Nina, dan membenarkan apa yang Misy pikirkan, Mass langsung saja tak memikirkan itu, dan sekarang Mass lebih mementingkan kesembuhan mental Misy sehingga Misy bisa hidup dengan normal, dan Mass akan menyelidiki sesuatu yang berhubungan dengan Shu, Shelt, serta perguruan dari cara lain. Tapi meskipun begitu Mass tetap berfikir agar apa yang ada dalam surat yang seseorang berinisial ' s ' tuliskan tersebut bisa Mass pecahkan. Tak apa-apa Mass akan melakukan apa yang tertulis di dalam surat tersebut, Mass akan menunggu 3 hari dari sekarang untuk datang, dan menemui seseorang yang menulis surat tersebut di tempat yang di inginkan oleh si penulis itu.
Saat ini Mass tak memikirkan jika Misy harus tahu tentang ini, Mass akan menyelesaikan ini tanpa harus Misy tahu, apa lagi terlibat dengan hal ini, Mass berfikir jika ini bukan hal yang sudah pasti tak akan membahayakan bagi kita. Jika Mass sudah bisa memastikan ini hal yang tidak bahaya bagi Mass, tak apa-apa Mass akan memberitahukan hal ini kepada Misy, tapi Mass tak ingin ceroboh, dan langsung saja memberitahukan hal ini kepada Misy, dan membuat Misy ingin ikut ke tempat tersebut sehingga jika terjadi yang buruk di sana Misy akan menjadi korban.
Jika itu sampai terjadi tentu Mass akan menolong Misy, bahkan menukar posisi Misy pun Mass tak keberatan, tapi apa seorang penjahat bisa dipercaya. Bersyukur jika Mass sudah menukar posisi Misy, penjahat tersebut tak kembali mengincar Misy tapi bagaimana jika Mass sudah menjadi tawanan mereka, tapi Misy tetap saja menjadi target dari mereka, itu yang Mass pikirkan, dan tak ingin sampai Mass mengalami hal itu sehingga Mass berhati-hati, dan untuk hal ini Mass berfikir agar Misy tak perlu tahu, Mass yang akan melakukan, dan membereskan semua ini sendirian.
" Mass aku dari tadi bertanya, apa kau sengaja tak mendengar ku Mass?"tiba-tiba Nina menepuk bahuku dan berkata seperti itu.
" Oh maaf Nina, aku tadi melamun sehingga aku tak fokus terhadap apa yang kamu tanyakan, aku hanya fokus terhadap apa yang sedang aku lalui Nina maaf. Bisa kau ulangi apa yang kau tanyakan tadi Nina?"dengan sedikit kaget Mass bicara seperti itu kepada Misy.
" Ya tentu saja Mass, aku bertanya kemana kau akan membawa kami hari ini Mass? aku lihat dari tadi kita sudah lama di perjalanan, melewati jalan menanjak dan turunan, tapi belum sampai juga Mass. Kemana sebenarnya kau akan membawa kamu Mass?"Nina pun mengulangi pertanyaan kepada Mass tentang tempat yang Mass tuju hari ini.
" Oh maaf Nina, hari ini tentu aku akan membawamu, dan Misy ke tempat yang terbaik. Disana kita bisa berendam menggunakan air panas, dan sambil bersantai serta di siapkan pemandangan yang indah luar biasa luas dan hijau nya perkebunan teh alami disana Nina. Maaf apa kau bosan Nina? karena perjalanan kita ini memang agak lama, tapi tak lama lagi kita akan sampai di tempat tersebut Misy,"Mass langsung saja menjawab dengan berkata seperti itu kepada Nina.
" Oh ya baiklah tentu Mass tak apa-apa, aku tak bosan hanya saja aku bertanya seperti ini jangan-jangan kau tak lupa kita akan kemana Mass?"dengan tersenyum bercanda Nina bicara seperti itu.
" Ya kau seperti kurang fokus Mass, kau tidak apa-apa? apa yang sedang kau pikirkan? mungkin kau ingin berbagi dengan kami Mass? tak apa-apa biarkan kami mendengan nya jika kau ingin,"tiba-tiba Misy yang tadinya dingin tanpa ada suara, atau pun perhatian kepada Mass bicara seperti itu, seperti mengkhawatirkan Mass.
" Oh Misy aku kira kau tertidur, aku tak apa-apa, Misy, Nina. Aku sepertinya hanya kurang minum saja, aku membutuhkan itu agar pikiran ku tetap fokus,"dengan sedikit melihat Misy, Mass bicara seperti itu.
Mass langsung saja menghentikan perjalanan nya di bahu jalan. Mass mengambil sebuah air lalu meminum nya, lalu Misy langsung saja keluar dari mobil.
" Misy kau mau kemana?"kaget dengan Misy yang tiba-tiba keluar Mass bertanya seperti itu.
" Kau kenapa? kau pikir aku akan pergi meninggalkan kau, dan Nina Mass? sepertinya tidak, aku hanya takut kau tak terlalu fokus jika sendirian dan membuat kita celaka, Nina tak apa-apa kan aku duduk pindah ke sini,"Misy berpindah duduk ke bagian depan, dan langsung saja bertanya seperti itu karena melihat Mass yang sepertinya kaget dengan apa yang Misy lakukan.
" Oh maaf Misy, aku hanya kaget, sepertinya aku memang kurang fokus saat ini sehingga pikiran ku juga tak terlalu baik. Maaf Misy, Nina kalian merasakan perjalanan yang kurang baik hari ini, tak akan aku ulangi,"dengan tersenyum Mass langsung saja berbicara seperti itu.
Menarik nafas panjang, lalu mengeluarkan nya Mass langsung saja melanjutkan perjalanan kami yang sempat terhenti.
" Mass apa kau lihat itu? sepertinya di belakang kita terlihat ada mobil yang sedang mengikuti kita Mass?"Misy melihat ke belakang dan berkata seperti itu.
" Aku tak terlalu memperhatikan itu Misy, apa kau yakin mereka seperti mengikuti kita?"Mass bertanya seperti itu.
" Mungkin hanya perasaan ku saja Mass, ayo fokus saja dengan apa yang sedang kau lewati Mass,"ya tentu Misy, kau tenang lah Misy.
Mass tenang saja melanjutkan perjalanan nya, dan kali ini sambil memperhatikan apa Mass memang sedang ada yang mengikuti, atau tidak. Tak lama Mass pun sampai di tempat tujuan nya, dimana tempat tujuan nya adalah sebuah tempat pariwisata yang menyajikan sebuah tempat spa.
" Oh yang kau katakan kepada kamu tadi ini Mass?"Nina bertanya.
" Ya Nina benar ini dia, aku pikir selain kau ingin kan tempat yang bisa menyegarkan pikiran, dan hatimu kau juga ingin agar bisa bersantai di spa seperti ini, bukan hanya pikiran mu yang segar tapi badan mu juga akan merasakan kesegaran di tempat ini Nina. Bagaimana menurut mu Nina?"ujar Mass, dan bertanya bagaimana pendapat Nina tentang tempat ini.
" Ya bagus Mass, sepertinya tempat yang kau pilih untuk ku kali ini kembali membuat aku puas Mass. Lalu setelah ini apa Mass kita hanya akan melihat saja? tapi tidak masuk, dan menggunakan tempat spa itu Mass?"seperti tidak sabar Nina bertanya seperti itu kepada Mass.
" Sabar Nina, tentu kita akan masuk dan menikmati fasilitas yang ada di dalam tempat ini Misy, tapi sebelum itu tentu saja kita harus memilih tempat yang tepat untuk kita Nina. ya kan? Misy bagaimana dengan mu, dari tadi kau diam saja, apa kau sakit?" Mass berkata seperti itu, lalu bertanya kepada Misy sambil menempelkan tangan nya di jidat Misy.
" Ya baiklah Mass, untuk hal ini seperti nya kah ahlinya memilih Mass, aku ikut saja dengan mu selama itu baik untuk ku dan untuk kita semua. Oh iya Misy benar yang di katakan Mass, apa kau sakit Misy?"Nina berkata seperti itu, dan Nina pun sama memperhatikan Misy yang dari tadi berdiam diri saja.
" Tidak aku tak apa-apa, ayo kita masuk. Nina kau sudah tak sabar kan? kalo begitu ayo kita jajaki tempat ini Nina. Jujur saja jika aku belum pernah ke tempat seperti ini Nina, Mass yang pertama menunjukan, dan membawa ku ke tempat seperti ini, aku pikir tempat seperti ini kutang menarik bagi ku tapi seperti nya aku salah, ayo kita lihat saja hasilnya nanti Nina. Karena sepertinya aku sudah sedikit bosan melihat kawasan ini,"Misy berkata seperti itu, dan mengatakan apa yang ada dalam pikiran nya saat itu.
Mereka pun keluar dari mobil lalu langsung saja masuk ke kawasan spa tersebut, yang sebenar nya kawasan spa tersebut sangat luas sehingga banyak tempat yang bisa kita pakai untuk tempat bersantai. Tapi Mass merekomendasikan tempat yang menurut Mass lebih bisa menyajikan ketenangan Nina yang butuhkan, Mass pun langsung saja bicara.
" Nina, Misy ayo aku akan tunjukan tempat yang sepertinya akan lebih bisa membuat kalian tenang, dan bersantai,"ucap Mass.
" Ya baiklah Mass,"jawab Nina.
Mass lalu mengajak Nina, dan Misy ke tempat yang melewati sebuah kolam besar, kita harus naik terlebih dahulu ke kawasan yang lebih tinggi.
" Mass apa kau tak salah? mengajak kamu ke tempat seperti ini, untuk mu yang seorang murid di perguruan yang selalu melatih fisik mu tentu tak akan terasa sangat melelahkan, tapi bagi kami,"
" Kita sudah sampai, silahkan lihat lah,"ujar Mass.
Saat Mass berkata seperti itu Nina, dan Misy hanya terdiam melihat ke depan dimana apa yang di hadapan nya adalah sebuah pemandangan indah nya sebuah perkebunan yang di penuhi tumbuhan teh hijau. Saat itu Mass melihat Nina yang begitu dimanjakan dengan pemandangan tersebut, Nina bahkan sampai meneteskan air mata saat itu. Tanpa berkata apa-apa Nina langsung saja terduduk dengan senyum yang sangat lebar di wajahnya, Mass dan Nina tak mengganggu Nina yang sepertinya sedang sangat menikmati hak tersebut, Mass dan Misy sedikit menjauh saja dari Nina lalu duduk.
" Misy kau masih marah padaku? lihat Nina dia begitu tenang, nyaman, dan terlihat sangat menikmati apa yang sedang Nina lihat di hadapannya,"Ujar Mass.
" Ya kau benar Mass kita harus lihat Nina yang seperti itu, Nina begitu nyaman dan tak membuat kita merasa terancam sedikit pun, lalu kenapa kita harus berfikir jika Nina memiliki tujuan buruk, apa lagi kita memiliki perasaan curiga terhadap Nina yang seperti itu Mass? kau yang bilang untuk melihat nya, tapi kau juga yang sedikit berlebihan sehingga kau berfikir jika Nina adalah orang yang harus kita waspadai Mass, aku merasa tak percaya dengan apa yang kau bicarakan Mass,"tanpa melihat Mass, dan terus saja melihat Nina, Misy berbicara seperti itu.
" Ya baik Misy, baik aku mengaku bersalah maaf Misy, perkataan ku tentang Nina sedikit menyinggung mu, dan aku sedikit curiga bahkan menganggap jika Nina adalah orang yang sedikit aku curigai, tapi Misy kau harus tahu jika aku memiliki pikiran seperti ini karena aku takut, aku khawatir dengan keadaan mu Misy. aku takut Misy aku,"
" Ya Mass kau tak perlu meminta maaf lagi Mass, aku juga berfikir saat tadi Nina bicara tentang kita yang sedang berbeda pendapat, maaf Mass apa yang di katakan Nina benar, bahkan sangat benar. Kita hanya memiliki sedikit perbedaan pendapat Mass, itu tidak harus membuat kita jauh Mass, tapi aku hanya sedikit kecewa dengan mu yang terlalu berfikir berlebihan terhadap Nina Mass. Maaf Mass aku memang tak mau jika sampai aku terkena musibah karena Nina, tapi Mass kau harus percaya kepada Nina dan aku, karena aku akan menjaga dengan sangat keselamatan ku Mass. Kau harus mengurangi rasa curiga yang kau tujukan kepada Nina Mass, kau percaya padaku kan Mass? aku mohon jika kau percaya padaku kau harus juga memiliki rasa percaya yabg tinggi kepada Nina Mass,"Misy menceritakan kekecewaan nya kepada Mass yang melibatkan perasaan curiga Mass terhadap Nina.
" Baik Misy, aku percaya padamu Misy, baik maafkan aku, aku akan lebih bisa percaya dengan apa yang kau pikir kan Misy. Untuk ini aku minta maaf Misy, untuk yang lain nya seharian ini kau sangat berprilaku dingin kepada ku Misy, kau tahu kan jika itu membuat Nina curiga, bahkan Nina sempat berkata kau yang hari ini berbeda dengan kau yang biasanya, bahkan Nina sampai bertanya ada apa dengan dirimu. Kau bisa bersifat biasa kan Misi seperti Misy, tidak dingin dan acuh seperti ini,"ujar Mass, lalu Misy berkata seperti itu.
" Ya tentu Mass, maaf jika aku membuat mu khawatir Mass, tapi aku tak apa-apa, jujur saja tadi aku memang kesal terhadap sehingga aku berprilaku seperti itu saja, tapi tetap saja Mass dalam hati aku merasa tak enak perasaan jika aku bersifat dingin terus padamu Mass. Yasudah Mass kasihan Nina, Nina sudah lama berada disana, kau harus tunaikan apa yang telah kau janjikan kepada Nina Mass,"ujar Nina seperti itu.
" Ya Misy baiklah, aku akan menghampiri Nina. Tapi Misy kau ingin untuk menggunakan fasilitas spa disini Misy? jika seperti itu tentu kita harus cepat, karena hari sudah lebih sore, tak baik jika kita berendam, atau spa di malam hari,"ujar Mass.
" Ya baik lah Mass, kau benar tentang itu Mass, ayo kita harus cepat memberitahu Nina,"ujar Misy kembali.
Mass langsung saja menghampiri Misy yang saat itu terus saja terlihat sangat tenang, dan nyaman dengan memandang sebuah pemandangan di tempat tersebut.
" Nina, ini sudah menjelang sore, aku mengajak mu kemari bukan hanya untuk menikmati pemandangan disini kan Nina. Jika kau ingin ada sebuah spa juga disini jadi kita akan menggunakan fasilitas tersebut sambil kita bersantai disini. Bagaimana menurut mu kau mau Nina?",ujar Mass, lalu berkata seperti itu kepada Nina.
" Oh ya Mass kau mengajak ku kemari untuk itu kan Mass, tentu saja aku mau Mass. Kemana kita harus pergi sekarang Mass? kita bukan akan spa di kolam ini Mass?,"bingung Nina bertanya seperti itu kepada Mass.
" Ya tentu saja di kolam ini Nina, tapi apa kau akan seperti ini saja? kau tak akan mengganti pakaian ku dulu Nina?"jawab Mass, sambil bertanya menggoda kepada Nina.
Oh ya kau benar Mass. Saat itu Mass langsung saja mengajak Misy, dan Nina untuk mengganti pakaian mereka menjadi pakaian yang dipakai saat spa, atau berenang. Mass langsung saja membawa mereka ke tempat dimana Mass akan mendapatkan sebuah pemandangan, dan kenyamanan yang di butuhkan Misy saat ini.
" Ini dia Nina, tempat yang aku janjikan kepada mu Nina, Misy kau juga ayo lihat lah kemari,"ucap Mass.
" Mass kau serius? kenapa kau bisa tahu tempat seperti ini berada disini Mass? apa kau merencanakan semua ini Mass?"dengan sedikit tak percaya Misy bicara seperti itu kepada Mass.
" Jadi menurut mu tempat ini bagus Misy? tempat ini tepat?"tanya Mass.
" Tentu Mass, ini bukan hanya tepat Mass. Kau sudah sangat berhasil Mass, jika kau mendapat tugas untuk membawa kami ke tempat yang bisa membuat kami nyaman, dan tenang kau sudah sangat berhasil Mass,"dengan bahagia, dan masih tak percaya dengan apa yang sudah Mass tunjukan Misy berkata seperti itu sambil memeluk Mass.
" Syukurlah jika kau senang dengan tempat ini Misy, jika seperti itu aku tak khawatir dengan akan gagal nya rencana ku untuk membuat mu tersenyum melupakan masalah yang sempat membuat mu bersifat berbeda ke pada ku Misy. Aku senang melihat mu seperti ini Misy, terima kasih,"Mass bangga karena apa yang Mass bisa berikan terhadap Misy, lalu dengan mesra nya Mass berbalik memeluk Misy.
Setelah mereka berpelukan mereka langsung saja menghampiri Nina yang terlihat sangat menikmati, apa yang di sajikan di tempat tersebut.
" Mass kau lihat itu? lihat Nina bukan hanya lihat dengan mata mu, tapi dengan hatimu. Jika melihat Nina yang seperti ini, sepertinya Nina saat ini sedang sangat merasakan kenyamanan yang membuatnya bisa melepaskan segala penat yang Nina rasakan. Kau bisa paham kan Mass? bagaimana kehidupan Misy jika dibutuhkan hanya untuk seorang b***k,"Misy melihat Nina, lalu berkata seperti itu terhadap Mass.
" Ya kau benar Misy, melihat Nina yang seperti ini aku juga seperti merasakan nya, merasakan Nina yang sedang melepaskan beban terberat dalam hidup nya, melepaskan semua perasaan yang Nina dapatkan saat menjadi b***k dari Soe. Aku pikir Nina adalah orang yang kuat Misy, Nina bisa selamat dari jeratan Soe yang bertahun-tahun mengurung dirinya, tapi saat ini setelah Nina bisa keluar dari masalah nya dengan Soe yang membuatnya harus hidup seperti boneka, Nina hanya mengalami trauma seperti ini saja? Nina wanita yang hebat, dan kuat Misy. Sekarang hanya trauma yang menimpa nya saja yang dia coba untuk sembuhkan, bukan masalah yang besar karena Nina terlihat biasa saja, seperti tak ada apapun yang Nina rasakan, apa lagi hal yang membuatnya tertekan, aku pikir Nina bisa mengatasi semua itu Misy,"Mass lantas bercerita tentang apa yang di lihat nya dari Nina yang saat ini hanya mengalami amnesia sementara saja, Nina tak mengalami hal apapun lagi sehingga Nina Mass sebut adalah seorang wanita yang kuat dalam mengatasi masalah nya.
" Ya aku pun berfikir seperti itu Mass, Nina sangat kuat sehingga bisa menahan, dan mengatasi masalah ini, dia hanya mengalami amnesia sementara saja yang membuat dirinya lupa akan kehidupan nya sebelum Soe menculiknya, tapi aku yakin Nina akan sembuh dari ini semua Mass, dengan semua usaha yang kita lakukan Nina akan sembuh dengan amnesia yang di alami nya karena perbuatan Soe kepada Nina selama ini,"Misy pun berfikir seperti itu.
" Ya Misy, aku juga yakin dia akan sembuh Misy, hanya kita saja yang harus siap untuk membantu nya agar bisa secepatnya sembuh dari apa yang Nina alami,"Mass berfikir seperti itu.
" Ya Mass. Semoga kau kuat sehingga kita bisa terus menolong Nina. Mass apa kita tak akan menghampiri Nina?"Misy pun bertanya seperti itu.
" Oh ya Nina sepertinya kita harus bergabung dengan nya, karena rasa nyaman, dan pikiran nya tak akan keluar sendiri jika kita hanya melihat nya saja, benar kan Misy?"Mass pun berkata seperti itu.
"Ya tentu saja Mass. Hey Nina bagaimana perasaan mu disini? aku lihat dari tadi kau begitu menikmati apa yang ada disini Misy, kau terlihat begitu nyaman disini sampai kau lupa jika ada kami yang menemani mu disini Nina,"sambil tersenyum menggoda Nina, Misy pun berkata seperti itu.
" Yah aku hampir melupakan kalian Misy, bahkan mungkin jika kau tak memanggilku seperti nya aku tak akan sadar, aku terus saja melamun memikirkan apa yang ada di hadapan mu saat ini Misy,"dengan bernada candaan Nina berkata seperti itu.
" Oh ya aku tak sengaja memanggilmu tadi Nina, tadinya aku akan membiarkan mu saja disini sampai besok, lalu kembali kesini dan melihat mu yang sudah menjadi seseorang yang di ingin kan banyak orang yang ingin mengambil foto mu Nina hahaha,"Misy kembali menjawab perkataan Nina dengan candaan.
" Foto? foto Misy? bagaimana mereka bisa memfoto? mengambil foto Misy, ah Misy kepalaku sakit Misy,"tiba-tiba Misy mengulang perkataan tentang foto, lalu dengan seperti mengerang kesakitan Misy memegang kembali kepala Misy dan berkata jika Misy merasakan sakit.
" Mass tolong Mass, Nina sepertinya kembali merasakan sakit di kepalanya Mass,"Misy berteriak kepada Mass yang saat itu berada agak jauh di ujung area tersebut karena akan memesan makanan untuk kami nanti setelah selesai menikmati spa.
" Misy, Nina kau kenapa? Misy ikut aku, ayo aku angkat kau ke tepi sana,"Mass langsung saja berlari menghampiri Misy, dan Nina yang sedang kesakitan disana, lalu Mass dengan sigap mengangkat Nina yang masih memegang kepalanya ke tempat makan dimana Mass memesan makanan tadi.
" Misy kau tak apa-apa kan?"tanya Mass.
" Tidak Mass aku tak apa-apa. Yang harus nya kau perhatikan keadaan nya sekarang adalah Nina bukan aku Mass,"tiba-tiba Nina menjawab perkatan Mass dengan sinis, dingin seperti itu lagi.
" Mass, Misy tenang saja aku tak apa-apa, aku hanya kembali merasa sedikit pusing di kepalaku Mass. Aku tak tahu kenapa tapi jika aku merasakan sakit seperti itu, aku merasa jika ada sesuatu yang masuk ke dalam kepala ku Mass, aku tak tahu kenapa?"Misy bicara gambaran tentang rasa sakit yang Misy rasakan saat itu.
" Maaf Nina, tapi bagaimana perasaan kamu sekarang Nina? apa masih ada sakit yang kau rasakan Nina?"tanya Mass seperti itu.
" Tidak Mass, aku sudah tak merasakan apa-apa lagi Mass, aku rasa jika perasaan sakit yang aku alami hanya sementara, dan sebentar saja. Lalu dengan mudah hilang begitu saja,"jawab Nina yang sudah tak merasakan sakit kembali.
" Baiklah aku bersyukur jika kau sudah tak merasakan lagi sakit Nina,"jawab Mass.
" Nina, bisa kau tunggu sebentar? Mass ada yang harus aku bicarakan dengan mu, bisa kau ikut dengan ku sebentar?"Misy bertanya kepada Mass.
" Ya baiklah Misy, Nina kau tunggu sebentar aku dan Misy akan memesan beberapa makanan dan minuman untuk kita nanti,"ujar Mass.
" Mass apa kau paham dengan apa maksud Nina? Nina berkata ' seperti ada yang masuk ke dalam pikiran Nina saat Nina merasakan sakit dalam kepalanya ', kau paham tentang hal itu Mass?",tanya Misy saat itu.
" Sepertinya Nina memang mengalami amnesia sementara Misy, kau tahu jika selama ini Soe akan membawa kemana-mana, atau sesaat sebelum Soe memuaskan nafsu nya kepada Nina. Nina bilang jika Nina sengaja di berikan obat oleh Soe, sehingga itu membuat Nina tak sadarkan diri meskipun dan sepenuhnya. Tapi Misy sepertinya itu memang sangat berpengaruh terhadap ingat Nina Misy, Nina terlalu banyak di paksa minum obat tersebut, sehingga obat tersebut bereaksi dengan sangat kuat dan cepat atau bisa saja karena terlalu banyak yang Soe berikan terhadap Nina, obat tersebut bereaksi diluar batas dari biasanya. Itu berarti sangat jelas jika Nina bisa seperti ini karena memang Nina mengalami amnesia sementara, lalu apa yang kita lakukan sekarang membuat Nina sedikit demi sedikit mengingat apa yang pernah Nina alami dalam hidup Nina sebelum Nina menjalani hidup Nina yang seperti ini. Itu berarti rasa sakit yang Nina rasakan adalah hal yang wajar, Nina sakit seperti itu karena ada memori Nina yang kembali Nina ingat, rasa sakit Nina berarti hal wajar, dan hal yang memang benar untuk Nina rasakan karenarwsa sakit yang Nina rasakan akan membawakan Nina ingatan nya yang sempat hilang. Kau ingin aku berfikir seperti itu kan Misy? aku benar?"Mass berkata tentang apa yang Mass tangkap dari perkataan Nina yang mengatakan seperti itu, dan langsung saja memiliki pendapat seperti itu.
" Kau benar Mass, itu yang aku pikirkan tentang Nina. Nina sepertinya memang mengalami amnesia sementara tapi dengan usaha kita yang seperti ini sepertinya itu akan membantu Nina untuk sembuh dari amnesia nya Mass. Ya rasa sakit yang Nina alami adalah rasa sakit yang wajar, Nina memang merasakan sakit tapi hal baiknya adalah rasa sakit yang Nina rasakan membawa ingatan Nina yang sempat hilang dengan kata lain rasa sakit Nina yang seperti itu membawa kesembuhan bagi Nina Mass,"Misy pun bisa berfikir, dan menyimpulkan hal seperti itu dengan melihat dan mendengar apa yang Nina alami saat itu.
" Ya Misy, berarti kita berhasil membantu Nina untuk mengingat kehidupan Nina yang normal Misy, kita harus terus membantu Nina untuk sembuh dari ini Misy, dengan cara apapun Misy. Tapi jika di lihat sekarang dengan cara seperti ini saja Nina bisa mengalami sebuah kemajuan positif untuk kesembuhan Nina, kita bisa terus membuat Nina nyaman, dan membuat Nina bisa lepaskan segala beban yang Nina rasakan sehingga Nina tak merasakan tekanan apapun, dengan cepat atau lambat Nina akan bisa pulih dari sakit nya Misy. Untuk itu kita harus kuat untuk bisa terus ada untuk Nina Misy, untuk membantu Nina, kita harus terus kuat berusaha untuk membantu Nina Misy,"Mass menegaskan pemikiran nya untuk bisa terus membantu Nina dalam urusan kesembuhan nya.
" Ya Mass itu yang harus kita lakukan, aku harap aku kuat, dan bisa terus membantu Nina Mass. Aku senang kau ada bersama ku Mass untuk membantu Nina aku harap kau tak akan lepas begitu saja tanggung jawab dan janji mu kepada ku Mass. Aku sangat membutuhkan itu Mass,"dengan nada yang menahan tangis Misy berkata seperti itu.
" Tentu Misy tentu saja, tak usah kau minta pun aku pasti akan selalu ada untuk kamu Misy. Kau adalah sebagian dari hidup ku Misy, kau yang terpenting dalam hidup ku Misy. Misy sepertinya sudah cukup lama kita membuat Nina menunggu, kita harus segera menghampiri Nina sebelum Nina berfikir buruk tentang lamanya kita pergi tanpa nya,"dengan suara yang lembut membalas perkataan Misy, Mass berkata seperti itu.
Mereka pun langsung saja menghampiri Misy dimana, mereka akan menyantap makanan setelah mereka beraktifitas, sore itu. Hari sudah akan gelap saat itu.
" Nina bagaimana hari ini? apa kau puas dengan apa yang aku tunjukan di tempat ini padamu?"dengan senyum Mass bertanya seperti itu.
" Ya Mass aku puas dengan hari ini Mass, kau, dan Misy lihat sendiri kan bagaimana aku tadi. Sepertinya aku tak bisa mengekspresikan kebahagiaan ku lagi selain dengan sikap ku tadi Mass, jujur saja jika aku tak bisa mengungkapkan kebahagian ku dengan hal lain selain aku hanya bisa memandangi kenyamanan, dan keindahan yang aku dapatkan tadi,"dengan penuh senyuman Nina menjawab pertanyaan Mass seperti itu.
" Kita senang jika kau merasa puas dengan apa yang kami berikan Nina, kami harap kami bisa terus membuat mu tersenyum seperti ini Nina,"Misy pun ikut menjawab kesenangan yang dirasakan saat itu.
" Ya tentu saja Misy, aku senang, sangat senang. Tapi aku merasa aneh dengan kalian, aku ini bukan lah teman kalian yang sangat dekat, bahkan hubungan pertemanan kita kan baru saja di jalin Misy, tapi kenapa kalian sudah sangat baik kepada ku?"tiba-tiba Nina bertanya seperti itu.
" Kau tahu sesuatu Nina? aku pernah membaca sebuah buku yang berkata jika kita tak perlu tanggung untuk menolong orang. Dan sekarang kami melihat jika kau membutuhkan pertolongan kami, tentu saja kami tanpa berfikir jauh langsung saja ingin menolong mu Misy, dan ya ini lah cara kami menolong mu Misy,"dengan sedikit kaget karena pertanyaan Nina, Mass pun menjawab.
" Itu hal yang bagus Mass, tapi apa menurut kalian aku tak kelewatan? karena aku yang sepertinya memiliki keinginan yang agak membuat kalian kerepotan Mass, Misy. Tapi dengan tanpa pamrih kalian selalu mencoba untuk menuruti apa keinginan ku Mass,"dengan seperti menahan tangis Nina jawab.
" Tak apa-apa Nina kau tak usah memikirkan hal itu, kami melakukan ini untukmu, tanpa ingin hal lain apa lagi kami meminta balas budi darimu Nina. Kau tak usah pikirkan itu Nina, kau cukup memikirkan bagaimana agar kau secepatnya bisa sembuh dari sakit mereka mu Nina,"dengan terus menenangkan Nina Mass berkata seperti itu.
" Ya Mass benar Nina. Sekarang yang harus kau pikirkan hanya tentang kesembuhan mu. Kami pun berfikir untuk kesembuhan mu Nina, maka kami pun minta kepadamu agar kau pun sama hanya fokus terhadap kesembuhan ku Nina,"Mass kembali menegaskan apa yang menjadi fokus Mass, dan Misy adalah kesehatan Nina.
" Kalian yang menolongku saja sampai seperti ini memperhatikan kesehatan ku, tentu saja aku haru lebih bisa memperhatikan nya di bandingkan dengan orang lain. Tentu Mass, Misy, tentu aku akan sangat berusaha untuk bisa secepatnya sembuh dari sakit ku. Terima kasih Mass, Misy, Terima kasih,"dengan menangis, memeluk Misy, memegang tangan Mass, Nina berkata seperti itu.
" Baiklah sudah diputuskan jika hari ini aku berhasil kembali membuat mu senang kan Nina?"dengan semangat Mass bicara seperti itu.
" Hem, ya Mass kau sangat berhasil untuk membuat ku senang Mass, sangat senang,"dengan tersenyum Nina berkata seperti itu.
" Baiklah jika seperti itu, sepertinya kita sudah cukup ada disini untuk sekedar mencari sebuah kenyamanan kan Nina? ini sudah malam, udara malam disini sangat dingin, ayo kita pulang Nina? Misy kau juga apa sudah cukup untuk hari ini?"Mass berkata, dan bertanya seperti itu kepada Nina, dan Misy.
" Ya tentu saja Mass, jika Nina rasa cukup untuk hari ini, tentu saja aku jga merasa sangat cukup untuk hari ini Mass. Ayo kita pulang,"jawab Misy.
" Ya Misy, Mass tentu ayo kita pulang,"jawab Nina.
Mereka pun lantas beranjak dari tempat tersebut, mengganti pakaian yang mereka kenakan saat menikmati spa, dan kolam air panas, lalu setelah itu mereka masuk ke mobil untuk pergi pulang ke rumah Misy. Mass langsung saja menjalankan mobil nya, dan berangkat pergi pulang menuju rumah Misy.
Mass langsung saja menjalankan mobil nya tersebut, Mass melewati jalan yang dilalui nya saat Mass menuju tempat tersebut. Tapi Misy teringat dengan kejadian dimana Misy seperti melihat ada yang mengikuti mobil Mass saat berangkat kemari tadi..
" Mass aku sedikit takut dengan apa yang aku lihat saat tadi berangkat kemari, perasaan ku tak enak, apa tidak apa-apa?"Misy pun berkata seperti itu kepada Mass.
" Aku tak yakin dengan apa yang kau lihat saat itu Misy, karena saat tadi kau bicara seperti itu padaku. Aku mencoba melihat-lihat mengawasi, apa benar ada yang sedang mengikuti kita atau tidak, tapi saat aku memperhatikan, tak ada yang mencurigakan, dan baiknya sampai kita di tempat tersebut pun bersyukur tak ada apa-apa yang terjadi kan Misy, kalau pun ada hal yang mencurigakan kita berdoa saja Misy, agar tak ada hal yang membahayakan kita Misy,"Mass mencoba untuk mengalihkan perhatian Misy agar Misy tak terlihat tegang karena kejadian saat kami berangkat kemari tadi.
" Ya baiklah Mass, semoga saja tak ada apa-apa, itu mungkin hanya perasaan ku saja karena orang yang melewati jalan ini kan tidak kita saja, tentu banyak orang yang melewati jalan ini, ya Mass mungkin aku hanya sedikit takut saja. Nina apa kau mempunyai keinginan sebelum kita sampai di rumah?"Misy pun mengalihkan pemikiran dengan berkata seperti itu, dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya ke hal lain dengan membawa Nina berbincang dengan bertanya seperti itu kepada Nina.
Beberapa saat Misy bertanya seperti itu kepada Nina, tak ada respon dari Nina, tak terdengar Nina yang menjawab pertanyaan Misy.
" Nina kau dengar aku kan?"
Masih tak ada jawaban, Misy langsung saja melihat ke belakang dan ternyata Nina terlelap tidur saat itu, Misy berfikir sepertinya Nina lelah sehingga Nina bisa tidur secepat itu, Mass Nina tid, , , "
" Ah Misy penangan,"tiba-tiba dengan keras, dan teriak kaget, Mass berkata seperti itu.
Misy pun tentu saja reflex berpegangan, karena saat itu mobil yang Mass bawa di serempet oleh sebuah mobil lain yang membuat mobil Mass langsung saja terhalangi untuk melanjutkan perjalanan. dengan cepat terlihat 2 orang dalam mobil tersebut keluar, Mass berfikir sepertinya mereka bukan tak sengaja memepet mobil yang di bawa nya. Mass tak tahu tapi sepertinya ada hal yang tak beres dengan orang-orang tersebut.
" Misy kau percaya ladaku kan?"Mass bertanya.
" Maksudmu Mass?"
" Diam disini kunci pintu mobil jangan sampai ada orang yang bisa membuka pintu mobil ini, apa lagi kau mencoba keluar dari mobil"dengan tegas Mass bicara seperti itu kepada Misy.
Tanpa mengucapkan apa-apa lagi Mass langsung saja keluar dari mobil, tapi sebelum Mass keluar, Mass mencium Misy dengan mesra lalu meninggalkan Misy yang berada di mobil.
Terlihat ada dua orang yang keluar dari mobil tersebut, mereka bedua langsung saja menghampiri Mass dan tanpa bicara mengeluarkan sebuah tongkat yang sepertinya akan digunakan untuk memukul Mass.
Saat Misy melihat itu ternyata benar saja jika 2 orang tersebut, memukulkan tongkat tersebut ke badan Mass, tapi dengan sigap Mass bisa menghindar bahkan Mass merebut paksa satu tongkat dari pria tersebut. dengan sangat lincah Mass langsung saja membalas serangan tongkat mereka yang ingin mengenai tubuh Mass, dengan sangat cepat dan lincah Mass langsung saja memukul kedua pria tersebut. Untung lah Mass bisa membuat pria tersebut roboh, tapi tidak dengan pria satunya yang terlihat masih kokoh berdiri seperti orang yang siap untuk kembali menghajar Mass.
Mass pikir jika pria itu hanya sendirian tak ada yang dapat membantunya lagi, tapi Mass salah, ternyata saat Mass berhadapan dengan satu pria yang masih berdiri tersebut, pria yang berhasil Mass jatuhkan bangkit kembali, lalu yang lebih merepotkan adalah, ada salah seorang pria yang kembali keluar dari mobil tersebut menghampiri Mass. Tanpa harus bertanya tentu saja pria tersebut akan membantu untuk menghajar Mass kembali.
Sehingga Mass mau tak mau, siap tak siap harus menghadapi mereka, yang sudah siap dan langsung saja menghampiri Mass dengan mencoba menangkap Mass, dan menghajar Mass dengan sangat lincah Mass menghindar beberapa kali dari pukulan, dan tendangan mereka, sehingga Mass bisa membuat salah satu dari 3 orang tersebut terjungkal kembali meskipun Mass harus merasakan salah satu tendangan dari mereka.
Sepertinya tendangan Mass tak terlalu berarti apa-apa untuk pria yang menerima pukulan nya karena pria itu langsung bangkit kembali sehingga Mass masih saja menghadapi 3 orang. Saat mereka akan kembali menghajar Mass, posisi yang berbeda sekarang mereka menghajar Mass kembali, tapi hanya dua orang yang melawan Mass saat itu. Sampai Misy dibuat sangat kaget dengan suara tendangan yang mengarah ke pintu mobil dimana Misy duduk, saat Misy menoleh ternyata benar saja salah satu pria tersebut ada di sisi mobil Misy, dia lah yang menendang mobil Misy tersebut. Lalu dengan paksa pria tersebut mencoba membuka pintu mobil tersebut, tapi karena pintu mobil tersebut Misy kunci tentu saja tak bisa mereka buka, Meskipun bisa mereka buka tak akan mudah bagi mereka membukanya.
Karena Mass melihat kejadian itu, tentu Mass langsung saja menghampiri orang yang sedang menendang pintu mobil dimana Misy duduk. Meskipun Mass sedang sibuk menghadapi 2 pria tersebut, Mass langsung saja berlari menghampiri pria yang sedang mengancam keberadaan Misy, meskipun saat itu Mass harus terkena tendangan 2 pria tersebut Mass terus saja menghampiri Misy, dan mencoba menghentikan pria itu. Meskipun dengan terkena tendangan dari 2 pria tersebut, karena memaksa menghampiri Misy tapi Mass bisa menghahar pria yang mengancam keberadaan Misy, Mass langsung saja mencoba menghajar pria tersebut dan akhir nya Mass bisa menjauhkan pria tersebut dari posisi Misy.
Saat posisi genting seperti itu tiba-tiba tak tahu kenapa, Nina keluar dari mobil lalu langsung saja menghampiri ketiga pria tersebut, dengan santai nya Nina berkata agar mereka menauh dari kami.
" Cukup untuk ini kalian sebaiknya pergi, jika tidak aku akan melakukan hal yang tak kalian, atau Soe inginkan,"dengan tegas seperti itu Nina berbicara kepada 3 pria tersebut.
" Kalian beruntung karena wanita ini masih ada, jika dia sudah tak ada dengan keadaan kalian yang seperti ini kalian akan bisa kami habisi dengan mudah,"dengan menunjuk-nunjuk kepada kami pria itu langsung saja masuk ke mobilnya, dan pergi.
" Mass kau tak apa-apa?"Nina bertanya.
" Ya ampun Mass, kau tak apa-apa, Nina kau juga?"langsung keluar dari mobil Misy lantas memegang Mass dan bertanya seperti itu.
" Tidak aku tak apa-apa Misy, Nina aku hanya terkena beberapa pukulan dari mereka, bukan apa-apa hanya hal kecil. Ayo lebih baik kita langsung saja kembali melanjutkan perjalanan kita Misy, Nina. Hari sudah semakin larut,"dengan sedikit terbatuk-batuk Mass menjawab seperti itu.
" Kau yakin tak apa-apa Mass? oh ya begini saja Mass, kau diam saja di kursi sebelah, sekarang aku yang akan menyetir,"Misy bicara seperti itu.
" Ya Misy, baiklah jika itu maumu,"jawab Mass.
Misy, dan Nina langsung saja membantu Mass untuk bangkit, masuk ke dalam mobil. Tanpa bicara apa-apa lagi Misy langsung saja melanjutkan perjalanan nya untuk pulang ke rumah Misy.
" Mass bertahan lah, atau kau bisa istirahat saja tidurkan dirimu Mass, setelah sampai di rumah ku aku akan membuat mu langsung beristirahat Mass,"dengan wajah yang sangat khawatir Misy bicara seperti itu kepada Mass.
" Misy tak usah terlalu khawatir dengan keadaan ku, aku hanya terkena beberapa pukulan tak apa-apa tenang saja Misy, aku baik,"jawab Mass.
" Tidak Mass tetap saja kau harus mendapatkan perawatan untuk tubuh mu yang terkena pukulan, dan tendangan. Aku lihat tadi kau terkena tendangan yang amat keras saat kau mencoba menghampiri ku untuk membereskan orang yang mencoba mengeluarkan paksa diriku Mass. Itu pasti akan membuat bekas luka di tubuhmu Mass,"dengan tetap wajah yang sangat khawatir Misy bicara seperti itu.
" Ya tentu Misy, tapi kau sekarang fokus saja dulu terhadap apa yang sedang kau hadapi, tenang saja tak usah tergesa-gesa, aku baik Misy. Maaf Misy bagaimana dengan Nina? Nina kau tak apa-apa?"Mass berkata seperti itu dan bertanya tentang Nina.
" Ya Mass seperti nya dia tak apa-apa,"jawab Misy.
" Ya Mass tenang saja, kau lihat kan tadi tak ada apapun yang terjadi kepadaku,"dingin Nina menjawab.
" Nina,"
" Nina maaf aku ingin bertanya sesuatu padamu, apa yang kau bicarakan tadi kepada mereka? sehingga mereka dengan mudah meninggalkan kita? meskipun meninggalkan kita dengan menunjuk, mengancam kami. Tapi itu adalah hal yang bagus karena kita bisa pergi dari mereka Nina, apa yang kau lalukan tadi?"dengan memotong pembicaraan Mass, Misy bicara seperti itu sama dengan apa yang ingin Mass tanyakan kepada Nina.
" Nina kau mendengar kan aku kan?"Misy kembali bertanya karena Nina tak menjawab.
Saat Misy mencoba melihat keadaan Nina yang diam saja tanpa menjawab apapun saat Misy tanya, tiba-tiba Misy melihat jika Nina sudah tertidur.
" Mass apa yang aku lihat tak salah? kau lihat lah, Nina sudah terlelap tidur padahal tadi saat kita pertama kali bertanya kepadanya, Nina masih saja menjawab, apa tadi kita tak salah mendengar jika Nina memang menjawab, lalu tertidur saat kita bertanya kembali?"dengan sedikit merasa aneh Misy bertanya seperti itu kepada Mass.
" Ya Misy, memang sedikit aneh, tapi berfikir positif saja mungkin Nina lelah, dengan hari ini, lain hari saja kita bertanya hal ini kepada Nina Misy. Tapi Misy, kenapa kau bertanya hak itu kepada Nina? padahal Nina hanya bicara untuk menolong kita kan Misy?"jawab Mass, lalu bertanya seperti itu kepada Misy.
" Ya mungkin kau benar Mass, tapi tujuan ku bertanya seperti itu karena aku memikirkan hal yang agak jauh di luar itu Mass, maksud ku apa kau tak merasa aneh sedikit pun dengan apa yang di lakukan Nina Mass? dia dengan mudah nya bisa bicara dengan 3 pria tersebut, membuat 3 pria tersebut langsung saja pergi. Padahal kita melihat sendiri jika 3 pria tadi mempunyai niat buruk terhadap kita Mass, tanpa mereka kompromi mereka langsung saja mencoba untuk menyerang mu Mass. Tapi dengan sangat mudah Nina bisa bicara dengan mereka lalu mereka pergi begitu saja,"Misy pun bicara dengan apa yang Misy lihat dalam diri Nina yang dengan mudah mengusir mereka tanpa harus bersusah payah melakukan kekerasan.
" Ya sebenarnya aku juga merasakan hak yang aneh Misy, aneh sekali tapi aku mungkin lebih baik menyembunyikan apa yang membuat ku curiga terhadap Nina, karena takut jika kecurigaan ku keterlaluan terhadap Nina sehingga itu membuat mu kembali menaruh rasa kecewa terhadap ku Misy,"Mass dalam hati bicara seperti.
" Mass kau dengar kan apa yang aku katakan barusan? kamu tidak mendengarkan aku Mass?"tanya Misy.
" Ya aku pikir kau benar Misy, tapi, , , Ah Misy maaf aku merasakan sakit di pinggang ku Misy, aw sakit Misy mungkin memar di pinggang ku mulai aku rasakan Misy, aw maaf Misy apa ada air yang bisa aku gunakan untuk lap luka memar di pinggang ku Misy?"Mass mengalihkan pembicaraan terhadap luka Mass yang terasa sakit karena memar saat itu sehingga Misy pun tak bicara kembali mengenai kecurigaan nya terhadap Nina.
" Oh ya Mass maaf tunggu sebentar aku akan menghentikan perjalanan sebentar, ini Mass, pakai air, dan lap ini untuk kompres luka mu, semoga saja jika sudah kau kompres luka mu tak terasa kembali Mass,"yang awalnya Misy memikirkan kecurigaan nya terhadap Nina, pemikiran Nina pun menjadi teralihkan ke luka yang pura-pura aku rasakan tiba-tiba sakit di pinggang ku.
" Baiklah Misy aku rasa aku sudah tak apa-apa Misy, tapi apa boleh aku beristirahat sebentar Misy? tak lama lagi kita sampai kan? jika sudah sampai bisa kau membangunkan aku Misy?"Mass bicara seperti itu dan bertanya kepada Misy.
" Ya Mass, aku kira itu lebih baik untuk mu saat ini Mass. Saat sampai rumah nanti aku akan bangunkan kau Mass,"jawab Nina.
Mass pun pura-pura saja untuk terlelap tidur, karena tak ingin jika Misy kembali membicarakan kecurigaan nya kembali terhadap Nina, lalu Nina mendengar apa yang Misy curigai dari Nina sehingga Nina berfikir lebih buruk, jika Nina memiliki rencana yang tak baik kepada Misy. Jujur saja meskipun Masa seperti ini Mass tidak 100% percaya terhadap Nina, karena bagaimana Mass bisa percaya sepenuhnya kepada Nina, barusan saja Nina sudah membuat Mass curiga kembali dengan apa yang Nina lakukan, Nina dengan sangat mudah mendekati mereka, dan berbincang sehingga mereka bisa pergi dan meninggalkan kami saat itu.
Bukan Mass tak bersyukur karena Nina yang membuat mereka bisa pergi meninggalkan kami, tapi sikap Nina yang seperti itu tentu harus Mass waspadai. Mass tak ingin membahas kecurigaan Misy terhadap Nina, di depan nya langsung, memang Nina terlihat terlelap tidur tapi Mass tak percaya jika Nina benar-benar tidur, Maas takut jika Misy bercerita tentang kecurigaan nya terhadap Nina tapi Nina mendengar semua itu sehingga Nina merubah pikiran nya, yang tadi nya sudah siap untuk berubah karena kebaikan Misy kepadanya. Nina menjadi punya pikiran buruk kembali karena mendengar rasa curiga yang Misy rasakan kepada Nina.
Maka dari itu Mass berpura-pura saja sakit, lalu memutuskan untuk tidur agar Misy tak bicara apa-apa lagi, mengenai rasa curiga nya terhadap Nina, sehingga Nina pun tak mendengar atau tahu jika Misy menyimpan rasa curiga terhadap Nina.
" Mass bangun, kita sudah sampai di rumah, ayo kita pindah ke dalam agar kau bisa beristirahat dengan lebih enak di dalam,"Misi membangunkan Mass yang sebenarnya Mass tak tidur saat itu.
" Nina bangun, kita sudah sampai di rumah, kau tak ingin tidur di sini terus kan?"Misy pun membangunkan Nina.
" Oh ya Misy, terima kasih. Tapi tak apa misy ini sudah malam untuk ku masuk ke rumah, besok saja aku mengobati luka ku di rumah ku Misy,"karena merasa tak enak dengan hari yang sudah larut Mass bicara seperti itu.
" Tak apa-apa Mass ayo, aku hanya mengobati luka mu saja, jika luka mu sudah aku bersihkan kau boleh keluar kembali jika kau mau Mass,"Misy pun bicara seperti itu.
" Ya baiklah Misy jika seperti itu aku akan masuk ke rumah mu sebentar, tapi setelah semua nya beres aku akan keluar kembali Misy,"dengan memegang perut nya, Mass keluar mobil dan berjalan ke dalam rumah Misy.
Di dalam rumah Mass langsung saja berbaring di sebuah sofa.
" Kau cukup berbaring disini Mass, aku akan membawa sebuah lap dan air hangat untuk meng-kompres luka mu,"dengan cepat Misy pergi untuk membawa lap, dan air hangat untuk Mass.
" Misy tak usah, cukup kau disini saja, aku sudah merasa baik Misy. Nina kau lelah? lebih baik kau istirahat ini sudah malam. Sementara kau Misy bisa kau temani aku disini?"Sambil memegang tangan Misy, menahan Misy agar tak pergi, Mass bicara seperti itu kepada Nina.
" Ya baiklah Mass, aku akan menemani mu disini. Iya kau benar Mass, Nina ini sudah malam kau lebih baik istirahat, jangan khawatirkan Mass aku akan menjaga nya,"Misy bicara jika sebaiknya Nina tidur, tanpa memikirkan apa-apa.
" Ya baiklah Mass, Misy aku akan beristirahat, Mass aku harap kau tak apa-apa. Kalian juga harus istirahat, tidur lah sebelum sangat larut malam,"Nina menjawab perkataan Mass, dan Misy, lalu pergi untuk beristirahat.
" Mass kau yakin tak merasakan apa-apa? aku akan membawa air hangat untuk mu, kau tunggu sebentar tak apa-apa kan Mass?"
" Misy tak us, , ,"
" Tidak Mass kau harus tenang, luka mu harus aku bersihkan agar memar yang ada bisa hilang Mass,"tegas Misy bicara seperti itu
Mass hanya bisa menuruti apa kata Misy saat itu, lalu Misy tanpa berlama-lama langsung saja mengambil air, dan lap untuk mengompres luka di badan Mass saat itu. beberapa saat ketika Misy membersihkan luka di tubuh Mass, terlihat jika Misy membersihkan dengan sangat hati-hati tapi dengan meneteskan air mata.
" Misy kenapa kau membuang percuma air matamu?"tanya Mass.
Saat itu Misy tak menjawab, Mass hanya melihat Misy yang terus saja membersihkan luka di bagian tubuh Mass, dengan sesekali mengusap air matanya.
" Misy jika kau menangis, hanya karena melihat ku yang terluka seperti itu, lebih baik kau hapus air mata mu itu Misy. Kau tak usah membuang-buang tenaga, dan membebani pikiran mu dengan hanya mengkhawatirkan ku yang seperti ini Misy. Kau percaya padaku Misy? jika kau percaya aku mohon hentikan tangisan mu, lalu tersenyum lah Misy, karena aku tak apa-apa. Aku baik-baik saja Misy apa lagi jika di temani dan terus di rawat oleh wanita seperti mu Misy, luka seperti ini tak ada apa-apa nya Misy,"dengan mencoba sambil menggoda Misy agar tersenyum, Mass berkata seperti itu.
Meskipun Misy belum menjawab apa yang Mass tanyakan, tapi saat itu Mass melihat jika Misy sedikit tersenyum, menghapus air mata nya yang menangisi Mass saat itu.
" Misy kau cantik, aku senang bisa melihat kecantikan mu yang alami seperti ini, tapi Misy aku tak ingin jika kecantikan mu terhapus karena kau yang menangis Misy. Aku harap kau tak menangis kembali Misy untuk bisa terus memberikan ku senyuman mu yang indah untuk aku tatap,"Mass berusaha terus saja menggoda Misy yang saat itu masih sedikit terlihat sedih, menangis.
Tapi karena Mass tak ingin melihat Misy yang terus saja menangis, Mass terus saja menggoda Misy, meskipun saat itu Misy tetap saja belum menjawab apa yang Mass tanya kepada Misy. Setelah Mass rasa, Mass cukup banyak bicara mencoba untuk membuat Misy tersenyum Mass lalu memegang wajah Misy, menghadapkan nya ke wajah Mass sampai mereka bisa saling menatap satu sama lain.
" Misy, terima kasih kau sudah menjadi orang spesial bagiku. Aku akan selalu ada untuk menjaga mu Misy,"Mass pun bicara seperti itu, lalu dengan mesra mencium Misy yang saat itu sama-sama menatap Mass.
" Kau terlalu banyak bicara Mass, jika kau tak ada, aku pun tak akan seperti ini Mass. Terima kasih kau sudah seperti ini padaku, aku harap kau tak membuatku khawatir seperti ini kembali Mass,"menyudahi ciuman yang mereka lakukan saat itu, Misy bicara seperti itu kepada Mass.
" Tentu Misy, aku akan berusaha untuk tak membuat mu khawatir seperti ini lagi Misy. Tapi aku minta untuk mu agar percaya jika aku tak apa-apa, jika kau tak percaya, aku akan memaksamu agar kau percaya Misy,"dengan nada candaan kembali Mass bicara seperti itu.
Setelah seperti itu Mass melihat jika Misy tak lagi bersedih, apa lagi terus saja menangisi keadaan Mass yang seperti itu. Lalu Mass, dan Misy saling berpelukan saat itu.
" Misy aku kita cukup kau membersihkan lukaku, ini sudah larut malam Misy, aku kira aku harus keluar dan kembali ke mobil untuk beristirahat disana, lalu kau juga beristirahat malam ini Misy,"Mass yang saat itu beranjak dari tempat nya berbaring, sembari mengatakan hal seperti itu kepada Misy.
" Mass kenapa kau harus keluar? tidur diluar kembali? aku kira satu malam ini kau bisa tidur di sini saja Mass. Ini tak apa-apa kan Mass? lagi pula kau sedang terluka jadi tak ada salahnya jika kau langsung saja beristirahat disini kan Mass? lagi pula kita tak tidur sekamar Mass jadi tak ada hal yang mencurigakan atau salah disini?"Misy menegaskan hal tersebut kepada Mass, karena tak tega Mass harus beristirahat di luar dengan keadaan terluka seperti ini.
" Iya Misy apa yang kau katakan memang benar, tapi Misy,"
" Cukup ini sudah sangat malam, selamat malam Mass, selamat beristirahat, tidur yang nyenyak Mass,"memotong pembicaraan Mass dengan cepat Misy bicara seperti itu.
Keesokan harinya Mass terbangun sangat pagi dari tidurnya. Tapi saat Mass bangun Mass merasakan sakit di sekujur tubuhnya, Mass mencoba untuk memegang salah satu bagian tubuhnya yang rasa sakitnya sangat terasa oleh Mass. Saat Mass memegang pinggang bagian belakang nya, Mass merasa jika luka memar di bagian itu masih sangat terasa sakit.
" Mass kau sudah bangun, aku lihat Nina juga sudah bangun tadi, tapi Nina langsung saja kembali pergi, dan kulihat Nina kembali pergi ke balkon atas rumah ini Mass. aku tak tahu apa yang Nina lakukan disana, kau ingin menghampirinya Mass?"Misy berbicara dan bertanya seperti itu kepada Mass.
" Oh ya? apa kau yakin Misy? tapi aku tak melihat Nina melewati ku tadi, atau mungkin aku tak melihat nya Misy?"tanya Mass dengan heran kepada Misy.
" Mungkin saat Nina melewati mu ke sana untuk pergi ke balkon, bisa saja kau tak melihat nya Mass, karena Nina keluar balkon tersebut di keadaan yang sangat pagi Mass,"jawab Misy.
" Oh ya itu mungkin benar Misy. Ayo kita ke balkon untuk menghampiri Nina,"jawab Mass sambil beranjak dari tempatnya tidur.
Mass beranjak dari tempatnya tidur, tapi Mass merasakan rasa sakit di tubuh nya saat itu, sehingga Misy melihat Mass dengan jelas sedang menahan rasa sakit saat itu. Misy tanpa bicara apa-apa langsung saja memegang dan membantu Mass bangkit, dan berjalan saat itu untuk bisa pergi ke balkon rumah Misy, dan menghampiri Nina.
" Terima kasih Misy, tapi aku tak apa-apa Misy, Kau tak usah seperti ini,"jawab Mass yang seperti malu karena Misy yang sigap sampai membantunya untuk berdiri.
" Tak apa-apa, memang nya apa yang kau pikirkan Mass sehingga menolak ku untuk menolong mu Mass. Kau malu karena aku menggandeng mu seperti kakek tua seperti ini Mass? tentu tidak kan kakek, tampan?"dengan nada bercanda Misy berkata seperti itu, sampai membuat wajah Mass terlihat agak memerah karena malu.
" Misy kau ini. Aku serius Misy aku tak apa-apa,"jawab Mass dengan seperti akan melepaskan genggaman tangan Misy.
Tapi saat itu genggaman Misy bukan nya menjadi lemas tapi malah lebih keras dari genggaman Misy, sambil Misy menarik Mass untuk pergi ke balkon saat itu.
" Lihat Mass itu Nin,"
" Wow Misy, apa aku tak salah lihat? Nina yang seperti ini?"melihat Misy yang terdiam tanpa kata seperti ini saat melihat Nina Mass lansung saja bicara seperti itu kaget dengan apa yang Mass lihat yang di perbuat Nina saat itu.
" Mass apa aku harus kaget, dan bicara atau melakukan sesuatu dengan ini Mass? apa ini Misy yang buat Mass?"masih heran Misy bicara seperti itu kepada Mass.
" Aku juga tak tahu Misy, tapi orang yang kita anggap dalang dalam hal ini ada di depan kita kan Misy, kenapa tak kita tanya saja. Hey Nina kau baik-baik saja"Ujar Mass.
" Mass apa yang kau maksud dengan bertanya seperti itu? tentu saja Nina baik-baik saja,"sigap Misy menanggapi pertanyaan Mass kepada Nina.
" Oh ya maaf Misy, baik aku akan bertanya kembali kepada Nina. Hey Nina kau tak sedang mengigau kan?"kembali dengan nada bercanda Mass bertanya seperti itu.
" Mass kau ini, kenapa kau tak bertanya hal yang benar saja kepada Nina Mass,"dengan wajah yang sedikit kecut Misy bicara seperti itu kepada Mass.
" Hahaha baiklah Misy, baik aku hanya bercanda sayang tenang sa,"
" Apa Mass? kau bilang apa?berulang Misy bertanya.
" Emm ya Maksud ku tenang saja Misy, sayang jika momen ini tak kita abadikan bersama ya kan? ayo kita ambil foto Misy yang sedang aktif melakukan sebuah olahraga pagi seperti yang tengah di lakukan Nina saat ini Misy,"dengan nada bicara yang sedikit terbata-bata Mass bicara seperti itu kepada Misy.
" Oh ya Mass aku pikir juga seperti itu, ini momen pertama kita melihat Nina yang seperti ini, sayang jika kita tak mengabadikan nya Mass. Ayo kita hampiri Nina Mass,"sambil Misy mengambil gambar Nina yang sedang aktif berolahraga, Misy langsung menghampiri Nina.
" Hey Nina, kau membuat kami takut Nina, maksud kami kaget Nina, tapi aku tak apa-apa kan?"jawab Misy yang seperti kaget senang melihat Nina.
" Aku berfikir jika aku ingin sembuh dengan cepat bukan hanya pikiran ku saja yang harus segar, dan bebas Misy. Tapi tubuh ku juga kan? jika tubuh ku segar itu akan membuatku tahan terhadap serangan penyakit, lalu setelah itu aku bisa dengan sangat mudah untuk sembuh dari sakit ku kan Misy? jadi tadi aku putuskan untuk membuat badan ku segar. Dalam pikiran ku dengan cara ini lah aku bisa membuat tubuh ku segar Misy? aku tak salah kan?"dengan bersemangat Nina menjawab pertanyaan Misy, yang kaget tapi seperti senang karena melihat Nina yang seperti itu.
" Kau menunjukan kabar baik terhadap kesehatan mu yang sedang kami sembuhkan Nina. Dengan melihat mu yang seperti ini tentu saja berarti jika kau sudah sangat berfikir untuk bisa sembuh dengan cepat bukan hanya karena bantuan kami Nina, dengan usaha mu yang gigih juga kan Nina. Artinya kau sudah semakin sembuh Nina, kau sudah mulai berfikir untuk melawan sakit mu sendiri Nina, aku sangat bersyukur dan bahagia dengan itu Nina,"dengan bangga melihat Nina yang saat itu sangat aktif berolahraga demi kesembuhan nya Misy bicara seperti itu.
" Ini semua karena kalian Mass, Misy. Terima kasih, aku tak akan seperti ini jika tanpa kalian, jika bukan kalian yang membantu ku untuk bangkit Mass, Misy. Aku sangat bersyukur, dan berterima kasih kepada kalian berdua,"dengan berhenti melakukan olahraga nya, Misy lantas berbicara seperti itu dengan terharu.
" Sama-sama Nina. Kau tak perlu sungkan atau berfikir jika kau menyusahkan kami Nina, kami sudah menganggap mu sebagai keluarga kami Nina, jadi tak usah berfikir yang tidak-tidak kepada kami Nina. Kami akan selalu mencoba untuk selalu ada untuk mu Nina terus membantu mu sampai kau yang bicara sendiri jika kau tak membutuhkan bantuan kami lagi Nina,"Mass tegas berbicara seperti itu kepada Nina, agar Nina yakin dengan apa yang Mass lakukan bukan untuk kepentingan Mass, tapi karena memang untuk membantu Nina.
" Baiklah Nina sudah di putuskan kau adalah bagian dari keluarga kami saat ini, jadi kau tak usah sungkan atau khawatir mengusik kami jika ada yang kau inginkan Nina. Baiklah cukup kita berbincang terharu disini, kau butuh isarapan juga untuk ini Nina, aku akan menunggumu dibawah dan menyiapkan sarapan untuk kita Nina. jangan terlalu lelah disini Nina cepatlah turun untuk sarapan bersama. Mass kau akan membantu ku kan"sambil meninggalkan Nina yang masih asik berolahraga di atas Misy pergi mengajak Mass ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk kami semua.
" Ya tentu saja Misy, aku membantu mu,"jawab Mass.
Mass, dan Misy langsung saja masuk ke rumah dan menyiapkan beberapa hal untuk di masak, mempersiapkan sarapan pagi ini.
Saat mereka di rumah fokus terhadap apa yang Mass, dan Misy lakukan, tiba-tiba Misy berkata.
" Mass aku yakin jika kau penasaran dan sedikit menyimpan rasa curiga terhadap Nina mengenai kejadian kemarin malam, saat kita pulang dari tempat spa tersebut kan Mass? tapi kau menahan untuk tidak bertanya, atau berkats mengenai hal itu kepada ku karena kau takut jika aku akan marah, dan kembali kesal mendengan kau mempunyai rasa curiga lagi terhadap Nina? benar kan Mass?"Misy langsung saja bicara seperti itu, secara tidak langsung memojokkan Mass yang saat itu tak berfikir sedikit pun untuk bertanya, apa lagi membahas tentang hal itu.
" Oh Misy tentang hal itu, aku tak sedang,"
" Kau tak usah khawatir Mass, meskipun aku benar tentang kau yang kembali mempunyai rasa curiga terhadap Nina tentang hal kemarin, sekarang aku katakan jika kau benar Mass. Aku katakan sekarang jika pemikiran mu mencurigai Nina adalah hal yang wajar Mass, aku belajar dari kesalahan ku kemarin saat marah kepadamu, dan Nina berkata jika sesuatu hal kecil, atau jika ada perbedaan pendapat diantara kita itu tak boleh menjadikan suatu batasan untuk kita apa lagi membuat kita jauh Mass. Aku akui kata-kata Nina yang seperti itu memang benar, maka dari itu sekarang aku ingin mendengarkan alasan kenapa kau mempunyai rasa curiga terhadap Nina. Kau bisa ceritakan itu Mass?"Misy memotong pembicaraan Mass, dan sadar atau tidak Misy membuat Mass terpojok dengan pertanyaan Misy.
" Tidak Misy, kau tak bisa seperti itu, maksudku meskipun aku memiliki sebuah curiga terhadap Nina, tapi sepertinya kecurigaan ku ini tak usah aku anggap berlebihan. Karena kau lihat sendiri kan Misy bagaimana sikap Nina, meskipun Nina membuat ku curiga, tapi kecurigaan ku terhadap Nina bisa Nina singkirkan dengan sikap Nina yang semakin hari semakin dekat dengan kita, dan semakin meyakinkan kita jika Nina memang memiliki pemikiran bahwa Nina saat ini tak memiliki rencana buruk terhadap kita Misy. Memang sangat aneh, dan membuat ku curiga bagaimana Misy bisa semudah itu berbincang dengan penjahat yang menghajar ku, sampai mereka tak berfikir menghajar ku kembali, lalu mereka pergi begitu saja. Tapi yang lebih aku pikirkan sekarang adalah tujuan Nina berbincang dengan penjahat-penjahat tersebut adalah untuk menyelamatkan ku Misy, bayangkan bagaimana jika saat itu Nina tak berbincang dengan mereka, mereka tak akan pergi semudah itu dan bahkan bisa saja mereka terus menghajar ku, lalu yang lebih menjadi pemikiran ku adalah bagaimana jika saat itu mereka berhasil membawa mu pergi dari ku Misy? aku tak ingin seperti itu lagi Misy. Itu lah yang membuat ku tak membahas lebih panjang kecurigaan ku tersebut terhadap Nina Misy,"dengan detail Mass menceritakan apa yang Mass pikirkan tentang kejadian malam tersebut, sehingga Mass tak punya alasan untuk curiga berlebihan kepada Nina yang saat itu sangat membantu Mass untuk membuat penjahat-penjahat tersebut pergi meninggalkan Mass, dan Misy.
" Ya aku tahu tentang itu Mass, aku tahu karena aku juga disana saat itu, bahkan yang Nina lakukan itu bukan hanya berimbas padamu Mass, tentu saja berimbas padaku juga Mass, aku juga sangat tertolong dengan Nina yang bisa mengajak mereka berbincang untuk pergi meninggalkan kita Mass. Tapi Mass sepertinya aku tak perlu berbicara berbelit-belit kembali Mass, jujur saja Mass aku curiga dengan Nina Mass, aku yang merasakan curiga dengan apa yang di lakukan Nina saat itu, jika kau memang tak mempunyai rasa curiga terhadap Nina itu terserah kamu Mass, tapi Mass sekarang aku bicara padamu jika aku curiga kepada Nina Mass. Baik Mass memang aku kesal, dan marah saat kau bilang jika kau memiliki kecurigaan terhadap Misy, baik Mass maafkan aku, aku salah jika saat kau memiliki rasa curiga terhadap Nina aku malah merasa kesal, dan marah sampai aku mengacuhkan, dan menjauhi kamu Mass. Tapi sekarang aku sadar Mass jika apa yang kau lakukan, jika perasaan mu yang curiga terhadap Nina memang wajar Mass, aku akui itu, aku salah Mass saat tak percaya terhadap mu yang memiliki rasa curiga kepada Nina yang sebenarnya Nina memang patut di curigai Mass maaf, dan sekarang aku yang merasa curiga terhadap Nina Mass, tapi aku tak tahu apa yang harus aku lakukan Mass, aku hanya bisa menceritakan hal ini padamu. Aku sudah menceritakan hal ini padamu Mass, aku harap kau tak marah, atau kesal seperti aku yang marah, dan kesal kepadamu saat itu Mass. Maaf Mass,"Misy bercerita seperti itu, sampai Misy berkata jika Misy memang salah saat itu, Misy yang keras kepala dengan Misy yang marah terhadap Mass karena kecurigaan Mass terhadap Nina, tapi kali ini Misy membenarkan Mass yang curiga terhadap Nina.
" Jika seperti itu yang kau pikirkan tentu saja aku tak akan menyangkal nya Miss jika apa yang kau rasakan itu benar adanya Misy, aku memang merasakan hal yang sama dengan mu memiliki sebuah pemikiran yang menjurus ke sebuah curiga terhadap Nina Misy, tapi kembali lagi jika kecurigaan ku terhadap Nina saat ini bisa Nina rubah menjadi sebuah perasaan yang sangat bersyukur karena sikap Nina yang sangat sudah berjasa untuk membantu ku Misy. Baik Misy kamu benar tentang kecurigaan itu, tapi aku sudah berjanji kepada mu jika kecurigaan ku tak akan sampai membuat mu kesal kembali Misy, dan sekarang sepertinya aku berhasil curiga terhadap Nina, tanpa membuat mu marah, dan kesal terhadap ku Misy. Karena saat ini justru kamu lah yang bercerita tentang kecurigaan kamu terhadap Nina, sehingga aku hanya menjadi orang yang akan berfikir bagaimana hal selanjutnya yang harus aku lakuk,"
" Hey Mass, Misy? bagaimana makanan untuk sarapan kita? maaf langsung bertanya seperti itu tapi aku merasa sangat lapar pagi ini, mungkin ini karena aku sudah berolahraga dari pagi-pagi sekali kan Mass, Misy? kenapa kalian melamin seperti kebingungan seperti itu? oh maaf apa aku mengganggu kalian?"dengan memotong Mass yang sedang berbicara seperti itu, Nina langsung saja bertanya tentang sarapan yang sedang mereka siapkan.
" Emmm, oh ya Nina kami tadi hanya berbincang santai saja Nina sampai kami tak sadar jika kau sudah masuk dan menghampiri kami. Kebetulan kami sedang merencanakan agar memanggil mu kemari karena sarapan sudah siap Nina, ayo kita bawa semua makanan lezat ini ke meja makan Nina. Kau akan membantu kan?"dengan sedikit kaget sehinngga berbicara dengan sedikit tak jelas, Mass langsung saja mengalihkan pembicaraan nya dengan berbicara seperti itu kepada Nina yang dengan tiba-tiba bertanya seperti itu.
" Oh ya? wow kebetulan sekali kan Mass, Misy, aku kemari saat kalian berencana untuk memanggilku karena kalian sudah siap dengan semua hidangan sarapan pagi ini. Aku kira aku mengganggu perbincangan kalian yang sedang berbincang serius tentang sebuah date, atau makan malam romantis yang akan kalian lakukan Mass, Misy,"dengan nada bercanda mencoba Mass, dan Misy, Nina berkata seperti itu sehingga membuat Misy tersipu malu.
" Hey Nina kau ini bisa saja, kita tidak seperti itu Nina, kami hanya, , , , sahabat, ya sahabat yang sangat dekat Nina. Baiklah kau akan membantu kan bisa kau bawa ini ke meja Nina?"dengan bicara yang terburu-buru, dan wajah yang memerah Misy menjawab, dan berkata seperti itu.
" Oh baiklah, sini aku kan bawa kalian cepatlah menyusul ke meja makan, jangan terus saja pacaran di sini, Mass, Misy,"masih seperti menggoda perasaan Misy, Nina bicara seperti itu sambil pergi membawa makanan ke meja makan.
" Misy,"
" Mass,"
" Ya kau dulu Misy,"
" Tidak Mass kau duluan, apa yang ingin kau katakan?"
" Tidak Misy, tidak kau yang duluan, ayolah ladies first Misy,"secara bersamaan mereka saling memanggil.
" Ya baiklah Mass, aku hanya, aku hanya, itu kau bisa bawakan itu kan Mass? ayo ke meja makan kasihan Nina yang sudah menunggu kita Mass,"dengan bicara yang terbata-bata tersipu malu Misy berkata seperti itu.
" Oh ya Misy, tentu, tentu saja aku akan membawakan nya untuk mu. Ya Misy kau benar ayo hampiri Nina yang sudah menunggu. Oh iya Misy maaf aku lupa, perbincangan kita yang tadi sepertinya Nina tak mendengar, jadi sepertinya kita bisa melanjutkan perbincangan kita nanti saja. Ayo bergegaslah Misy,"Mass pun bicara seperti itu kepada misy, lalu pergi ke meja makan bersama untuk sarapan saat itu.
" Baiklah, Nina makanan sudah sampai, ayo kita makan bersama-sama Nina, Misy,"ujar Misy.
Saat itu kami pun makan bersama, tanpa ada yang bicara apa-apa, kami fokus terhadap apa yang kami lakukan saat itu, sampai tiba-tiba.
" Mass, Misy, maafkan aku sudah merepotkan kalian, maaf mungkin apa yang aku minta kepada kalian cukup membuat kalian lelah, dan repot tapi sesungguhnya aku tak mempunyai pikiran untuk merepotkan kalian. Pertama kali kau menolong ku Mass, sebenarnya aku sudah membuat repot, bahkan aku rasa aku membuat mu curiga dengan keadaan ku Mass, sampai dua kali kau menolong ku Mass, kalian memberikan ku tempat bernaung yang lebih dari cukup dengan membawaku kemari, sampai kalian membiarkan ku tinggal disini. Aku tahu aku telah membuat kalian berfikir keras, aku tahu dengan sikap ku membuat kalian curiga, bahkan aku pernah membuat kalian bertengkar karena aku yang bersifat mencurigakan. Yang terakhir ingin aku bicarakan adalah, Mass, Misy maaf tapi aku adalah b***k dari penjahat tersebut, sampai kemana pun aku adalah b***k mereka yang mudah bisa berbincang dengan mereka. tapi Mass, Misy jujur saja jika kecurigaan kalian, kekhawatiran kalian memang benar adanya, dan memang benar wajar kalian rasakan, karena itu memang ada, dan nyata Mass, Misy. Aku bersyukur Misy kau bisa mendapatkan orang hebat seperti Mass, kau harus bisa tahu bagaimana perasaan Mass terhadap mu Misy, karena Mass sangat tulus kepada mu Misy, Mass sanggup untuk menukar posisi mu yang sedang dalam tahanan berbahaya asalkan kau bisa selamat Misy, saat menolong mereka mu ketika dibawa ke rumah penyekapan Mass sampai berkorban nyawa untuk mu Misy, untuk itu aku harap kau percaya sepenuhnya kepada Mass, karena Mass adalah orang yang tepat untuk mu Misy. Satu hal yang menjadi tujuan ku berkata seperti ini yaitu, aku ingin mengatakan kepada kalian jika apa yang kalian pikirkan tentang aku kebanyakan benar adanyae, terutama pemikiran mu yang sangat cerdas Mass, meskipun tak semuanya tapi kebanyakan dalam pikiran mu terhadap ku benar Mass,"Nina menjelaskan suatu hal yang tak dapat dengan mudah dicerna dengan otak kosong.
Mass dan Misy tak langsung berkata hal apapun saat itu, Mass dan Misy masih berfikir tentang apa yang Nina maksud kan sehingga berkata seperti itu, Mass tak ingin salah dalam berkata atau memutuskan suatu hal. Nina berkata jika apa yang Mass pikirkan tentang Nina sebagian besar adalah benar, jika seperti itu Mass berfikir Mass tak salah jika memiliki sebuah pikiran curiga terhadap Nina.
" Nina mungkin jika seperti itu kau harus ke,"
" Tak apa-apa Nina kau bisa teruskan apa yang menjadi tujuan mu disini Nina, kau bisa terus saja melanjutkan hidup mu tanpa paksaan, atau sebuah jeratan seseorang Nina. Kau ingat kan Nina, baru saja aku berkata jika kau sudah kami anggap sebagai keluarga kami Nina, dan perkataan itu tak akan dengan mudah bisa aku tarik kembali Nina, bahkan aku berfikir jika perkataan itu tak akan pernah aku tarik kembali Nina. Kau boleh berfikir jika kau adalah b***k dari seorang penjahat besar, tapi Nina kau juga harus berfikir jika roda kehidupan terus berputar Nina, hidup tak akan terus seperti ini. Jika kau hidup dengan di awali kebaikan lalu di tengah jalan kau terjerumus oleh seorang penjahat, sehingga kau terpaksa ikut untuk bertindak jahat itu adalah sebuah jalan yang memang harus kau hadapi untuk mau bisa melanjutkan hidupmu, itu bukan pilihan tapi paksaan sehingga kau terpaksa untuk melakukan kejahatan. Tapi setelah kau melewati hidup yang dipenuhi paksaan tersebut apa roda kehidupan terus saja berdiam diri di mana kau selalu menjadi b***k dari penjahat tersebut Nina? tak usah kau beri tahu kepada kami sekarang Nina, cukup kau simpan jawaban tentang hal itu dalam hatimu saja. Aku kembali berbicara tentang kehidupan mu yang masih saja di roda kehidupan yang di penuhi paksaan, apa kehidupan ku begitu sja Nina? terus menjadi b***k dari penjahat? terus di paksa oleh seorang penjahat? jika kau menjawab ' ya ' dengan pertanyaan ku barusan itu berarti aku salah Nina. Aku salah karena aku sudah percaya padamu, aku salah karena sudah memberikan mu hidup yang sesungguhnya, aku salah karena aku sudah memberikan arti hidup yang sebenarnya terhadap orang yang salah. Aku bukan orang yang selalu benar Nina, aku bukan orang yang sempurna Nina, tapi di balik itu semua aku masih bisa menjadi seseorang yang siap membantu sesama ku Nina. satu hal lagi Nina kau bisa memilih kehidupan mu untuk kedepannya Nina, aku sahabat berarti selamat, tapi entahlah dengan khianat,"memotong pembicaraan Mass, langsung saja Misy berbicara.
Banyak hal yang misy katakan saat itu, Misy berkata tentang apa, dan bagaimana hidup Nina yang sejatinya Nina tak akan terus hidup seperti ini menjadi seorang b***k dari penjahat. Bahkan Misy berkata jika sekarang adalah saat nya Nina memilih jalan hidup Nina. Misy tak akan memaksa tapi Misy berkata jika Nina hanya perlu memilih bagaimana Nina akan melanjutkan kehidupan nya.
Saat Misy bertanya seperti itu kepada Nina, itu berarti Misy sudah selesai berbicara. Saat itu Mass hanya berdiam diri tanpa sedikit pun berucap, menunggu apa yang akan Nina bicarakan setelah Nina mendengar bagaimana Misy bicara kepadanya. Saat itu Nina terlihat sangat bingung, wajah Nina tiba-tiba terlihat memerah, dan terlihat keluar urat-urat dari kepala Nina seperti Nina yang sedang sangat keras berfikir, Nina seperti akan memegang kepalanya yang terlihat berfikir dengan keras, tapi Nina seperti menahan tangan nya yang akan memegang kepalanya, sehingga Nina langsung saja berlari keluar rumah, melihat Nina yang dengan cepat berlari keluar rumah membuat Misy langsung saja ikut beranjak sehingga keluar rumah juga melihat kemana Nina akan pergi.
Misy terus saja melihat Nina yang mulai berlari mendekati pagar, lalu akan keluar melewati pagar, tapi saat Nina membuka pagar tersebut Nina tiba-tiba terdiam dengan memegang pagar tersebut. Nina tak bergerak, hanya memegang pagar tersebut lalu sedikit demi sedikit Nina terduduk sambil terus memegang pagar tersebut, dan akhirnya Nina jatuh tergeletak di depan pagar tersebut. Tanpa berfikir Misy langsung saja menghampiri Nina yang saat itu tergeletak, jatuh di depan pagar tersebut.
" Mass apa yang kau lihat ayo bantu aku untuk membawa Nina masuk,"histeris Misy berkata kepada Mass agar membantu Misy menggendong Nina untuk di bawa ke dalam rumah beristirahat.
" Misy, aku tahu jika ini berat untuk mu, bahkan ini menyakitkan untuk mu. Maaf Misy tapi sepertinya ini mutlak salah ku Misy, kau sangat baik untuk Nina Misy,"
" Kita tunggu Nina bangun Mass, bagaimana pun dia adalah manusia yang tentunya ingin diperlakukan sebagaimana manusia yang lain. Meskipun dalam dirinya tersimpan sifat jahat yang telah lama dia lakukan, tapi sebenarnya Nina bukan penjahat Mass Nina adalah orang yang hanya ingin terus hidup, tapi dalam kehidupannya yang keras itu Nina harus mau melakukan apa yang diperintah kan penjahat tersebut untuk menjadi penjahat. Intinya Nina terpaksa untuk melakukan apa yang di inginkan penjahat yang menyuruh paksa nya, hanya untuk bertahan hidup, jika Nina tak melakukan nya Nina pasti akan mendapatkan akibat nya, beruntung jika hanya siksaan yang Nina alami, tapi Nina pasti tak ingin jika Nina sampai terbunuh karena tak mau melakukan apa yang di suruh penjahat tersebut. Jadi karena itu lah Nina menjadi seorang penjahat tapi Mass maafkan aku, aku yakin jika Nina bukan penjahat, biarpun Nina adalah orang jahat sepertinya aku tak akan sampai ingin mengusir Nina Mass,"dengan tatapan kosong Misy bicara seperti itu.
Saat itu Mass berfikir keras, tak percaya dengan apa yang Misy lakukan, dengan mudah nya Misy menerima kembali Nina yang sudah jelas jika Nina bukan orang baik bagi Misy.
" Ya baik Misy, jika itu yang kau inginkan aku tak akan melarang mu Misy, aku hanya akan terus saja menjaga mu Misy,"tanpa bicara macam-macam Mass langsung saja berkata seperti itu terhadap Misy yang saat itu berdiam diri di dekat Nina dengan Nina yang masih saja tak sadarkan diri.
" Mass hari sudah sore, Nina sudah lama tak sadarkan diri, apa tak sebaiknya kita lakukan sesuatu? mungkin kita bisa membawa Nina ke dokter, untuk memeriksakan keadaannya?"dengan wajah khawatir Nina bicara seperti itu.
" Ya Misy, tapi Nina sepertinya tak apa-apa Misy, karena tak ada yang terlihat tidak normal dengan keadaan Nina. Tapi jika kau berfikir untuk memba,"
" Aku senang bisa beristirahat disini bu, karena disini ada orang-orang yang sayang padaku. Aku tak apa-apa, aku hanya butuh sedikit istirahat saja. Tapi sayang nya mereka tak tahu bagaimana aku, aku tak ingin mengecewakan orang yang sudah membuatku . . .,"
" Mass apa tak apa-apa jika seperti ini? aku pikir Nina sadar tapi ternyata Nina mengigau. Bagaimana ini Mass? aku takut melihat Nina yang seperti ini Mass,"dengan khawatir Misy kembali berkata seperti itu.
" Sepertinya tak apa-apa Misy, Nina bilang jika tak apa-apa. Meskipun dia tak sadar sepenuhnya tapi sepertinya dia bisa mendengar apa yang kita bicarakan Misy,"ujar Mass.
" Lalu apa yang harus aku coba agar bisa membantu Misy, supaya Misy bisa cepat sadar Mass?"tanya Misy.
" Misy cobalah untuk berbincang dengan nya, itu tak akan membuatnya terganggu Misy. Ayo cobalah,"jawab Mass.
" Nina, kau baik-baik saja? aku Misy. Memang tadi siang aku sempat marah dan kesal padamu, tapi aku kira aku tak usah memperpanjang masalah itu sekarang Nina. Jawab aku Nina,"Misy berbicara kepada Nina yang saat itu masih menutup matanya.
Beberapa saat Misy menunggu tapi tak ada respon dari Nina yang terus tak sadarkan diri saat itu.
" Mass aku pikir Nina tak mendengar ku,"ujar Misy.
" Ya kau benar Misy, apa yang ingin kau lakukan Misy? membawanya ke dokter?"tanya Mass.
" Tak usah, tak usah membawaku ke dokter aku tak apa-apa bu, aku hanya kelelahan saja saat ini bu. sebentar lagi aku juga sehat bu, besok aku akan menghampiri mu bu, tunggu saja disitu jangan beranjak kemana-mana sampai aku datang bu,"dengan nada yang pelan, dan mata yang terus saja tertutup Nina bicara seperti itu.
" Mass dia menjawab Mass, tapi tetap saja yang dia sebut adalah kata ' ibu ', dan dengan mata yang masih tertutup Mass,"ujar Misy.
" Ya Misy kau benar, sepertinya Nina memang tak mau jika kita membawanya ke dokter Misy. Mungkin kita bisa menunggunya saja sampai bisa sadar, jika kondisi kesehatan Nina terlihat menurun baru kita membawanya ke dokter Misy,"Mass menjawab seperti itu.
" Ya Mass baiklah jika seperti itu, tapi aku berharap jika Nina bisa secepatnya sadarkan diri Mass.
" Aku juga berharap seperti itu Misy, berdoa saja semoga Nina tak apa-apa,"jawab Mass
Hari sudah malam saat itu, dan Nina masih saja tak sadarkan diri.
" Misy, bisa kau kemari sebentar?"tanya Mass, yang meminta Misy menjauh dari Nina untuk menghampirinya.
" Ya Mass tentu, ada apa?"jawab Misy sambil menghampiri Mass.
" Aku ingin jujur kepadamu Misy, saat kita pulang malam itu di kejadian yang membuatmu di sekap oleh Soe, dan anak buahnya. Aku melihat jika ada sebuah kertas yang bertuliskan jika aku harus menolong seorang wanita, dan tunggu 3 hari lagi untuk temui orang yang menuliskan kalimat tersebut di sebuah rumah kosong yang berada dekat dengan perguruan,"Mass jujur saja dengan apa yang akan di hadapinya, esok hari.
" Lalu kau menyembunyikan ini dariku Mass? apa yang ada dalam pikiran mu Mass? kau tak seharusnya menyembunyikan sesuatu dariku Mass apa lagi ini berhubungan dengan Nina Mass. Tapi cukup aku akan mencoba untuk berfikir positif tanpa harus membahas tentang ini Mass. Kau akan datang ke tempat itu Mass? sendirian? kau sudah tahu siapa orang yang menulis pesan tersebut Mass? jika kau datang ke sana sendirian, apa kau yakin itu bukan ancaman Mass? apa yang membuat mu yakin jika itu bukan hal bisa mengancam keselamatan mu Mass?"Misy sedikit kecewa dengan apa yang Mass pikirkan, sehingga menyembunyikan sesuatu seperti itu dari Misy.
" Tunggu Misy, awalnya aku memang akan datang sendiri ke tempat tersebut tanpa kau harus mengetahui nya. Tapi hari ini aku jujur seperti ini karena aku berfikir jika kau layak untuk mengetahuinya Misy, bukan aku berfikir hal buruk sehingga awalnya aku berfikir untuk menyembunyikan ini darimu Misy. Aku berfikir menyembunyikan semua hal ini, karena aku tak ingin jika kau sampai ingin ikut datang ke tempat tersebut Misy, aku berfikir jika kau sampai harus ikut mendatangi tempat itu bagaimana dengan Nina Misy? apakah Nina juga ikut? bagaimana jika itu adalah jebakan untuk menangkap ku, jika aku sendiri dengan mudah aku bisa melarikan diri, tapi jika kau sampai ikut, beserta Nina? aku tak mungkin menyelamatkan diriku sendiri sementara kalian yang menjadi korban dalam hal ini Misy, aku tak ingin seperti itu. Sekarang aku sudah jujur berkata seperti itu padamu Misi, tapi aku berharap kau memikirkan keamanan mu, dan biarkan aku pergi sendiri untuk menyelesaikan masalah ini Misy. Satu hal lagi yang ingin aku bicarakan jika dalam kata-kata tersebut tertulis inisial ' s ', aku pikir itu adalah Shu Misy, jika itu benar berarti ini bukan hal yang bisa mengancam untuk keselamatan ku Misy,"dengan bertanya seperti itu Mass lalu berkata dengan tegas kepada Misy tujuan nya, yang tak ingin melibatkan Misi dalam hal ini.
" Ya baiklah Mass, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi jika aku marah, dan kesal pun itu tak akan mengubah apapun, suatu hal yang sudah terjadi biarlah terjadi yang terpenting kau sudah jujur padaku Mass. Dan sekarang aku berfikir jika kau benar dengan pemikiran mu Mass, aku tak bisa ikut untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, tak mungkin aku pergi dengan kondisi Nina yang seperti ini kan Mass? jika aku pergi siapa yang akan menjaga Nina disini. Aku berfikir jika Nina tak mungkin aku tinggalkan sendiri Mass, kau lihat kan kejadian pagi tadi, jika sampai Nina sendirian disini tentu saja Nina akan dengan sangat mudah untuk pergi kabur dari sini, sementara kita masih belum tahu apa yang ingin kita ketahui dari Nina Mass. Meskipun Nina mempunyai rencana buruk terhadap kita, tapi kita harus terus merawat Nina sampai Nina bisa memberikan kita sebuah informasi tentang penjahat itu Mass. Satu hal tentang orang berinisial ' s ' itu Mass, kau bilang jika teman seperguruan mu bernama Shelt kan? itu berarti ' s ' yang di maksud juga bisa merujuk ke arah nya kan Mass? kau tak memikirkan itu Mass?"Misy menjawab Mass dengan berkata seperti itu, lalu memojokan Mass dengan inisial ' s ' yang Mass maksud.
" Ya kau benar Misy, tapi aku justru bersyukur jika kau tak ikut ke tempat yang disebutkan dalam surat ini, jujur saja aku tak ingin kau ikut dengan ku untuk ke tempat ini karena aku takut itu akan membahayakan keselamatan mu Misy. Jika seperti itu tentu sudah di putuskan dan aku setuju agar kau tak mengikuti ku ke tempat tersebut, sehingga kau bisa fokus untuk merawat Nina disini Misy, kau akan aman disini, dan aku tak usah khawatir lagi dengan mu karena kau aman berada disini Misy. Untuk itu maaf Misy tapi sepertinya kau benar, aku tak berfikir jika Shelt bisa saja ada di dalam semua ini, tapi Misy kau tak usah khawatir karena sepertinya orang yang menulis surat ini adalah Shu karena di surat ini menyebutkan jika aku harus menjaga seorang wanita karena wanita itu orang baik, berarti itu memang saja Shu yang melihat jika Nina adalah orang baik, kan Misy?"Mass menjawab seperti itu, lalu dengan sedikit tegang karena khawatir Misy menjadi ingin ikut datang ke rumah kosong tersebut Mass berkata seperti itu kepada Misy.
" Maaf Mass supaya kau tak berfikir buruk saja tentang ku, aku tak takut jika memang harus menghadapi situasi yang berbahaya, karena ada kau yang akan selalu siap untuk melindungi ku Mass, tapi aku benar-benar tak bisa membantu mu dalam hal ini karena ada Nina yang tentu harus sangat aku jaga Mass. sekali lagi maaf Mass dalam keadaan seperti ini, aku tak bisa mendampingi mu maaf Mass. Dan untuk orang tersebut aku percayakan saja urusan itu kepada mu Mass, aku hanya berharap, dan berdoa agar tak terjadi hal yang buruk kepada mu Mass,"dengan khawatir, dan seperti berat hati Misy berkata seperti itu kepada Mass.
" Tidak Misy, cukup, kau tak usah meminta maaf karena kau tak salah Misy, justru aku senang dengan kau yang memang tak memaksa untuk ikut aku ke tempat yang ada dalam surat tersebut Misy. Jadi stop meminta maaf padaku Misy, cukup kau jaga saja Nina dengan baik, dan jaga dirimu saja selama aku pergi aku sudah sangat bahagia dan sangat berterima kasih padamu Misy, kau paham itu kan Misy?"Mass menegaskan kepada Misy tentang hal itu karena Misy memang tak salah dalam hal ini.
" Baik Mass, terima kasih kau sudah sangat perhatian, lalu dengan sangat tulus membantu ku, bahkan mendengarkan apa yang aku minta kepada mu sampai kau rela untuk terluka karena menjaga keselamatan ku Mass,"dengan nada sedih Misy bicara seperti itu.
" Tak apa Misy, jaga saja dirimu dengan baik, itu lebih dari cukup untuk membuatku senang kepada mu,"dengan memegang tangan Misy, Mass menjawab.
" Baik Mass, tentu aku akan melakukan apa yang baik untuk ku, seperti apa yang kau katakan Mass. Mass lebih baik kita berada di dekat Nina, agar jika terjadi apa-apa kita bisa langsung berbuat sesuatu kepada Nina,"ujar Misy.
" Ya Misy baiklah ayo,"jawab Mass.
Mereka pun lantas menghampiri Misy yang saat itu masih saja terbaring tak sadarkan diri.
" Misy ini sudah malam, beristirahat lah, aku akan menjaga mu. Oh ya aku akan kembali berjaga diluar, di mobilku saja Misy,"sambil beranjak Mass berniat pergi
" Mass kenapa harus diluar, jika aku bisa diam dan beristirahat di dalam Mass? tak akan apa-apa kan?"Misy berkata seperti itu sambil menarik tangan Mass yang akan pergi.
" Tapi Misy aku,"
" Sudah Mass tak ada yang harus di khawatirkan, cukup diam disini dan beristirahat,"dengan meletakan jari nya menutup mulut Mass yang berbicara, Misy berkata seperti itu.
Mass pun tak beranjak keluar saat itu, Mass langsung saja kembali duduk, di dekat Misy.
" Misy aku tak tahu harus apa tapi aku merasakan hal yang sangat bahagia dalam hatiku Misy, rasa ini semakin lama semakin terasa sehingga sampai saat ini aku berada di dekat mu saja aku sangat merasakan bahagia dalam hatiku Misy.
Sebenarnya aku sedikit takut dengan apa yang akan aku hadapi besok Misy, maksudku 3 hari? itu terlalu cepat Misy, aku takut di hari itu akan terjadi hal yang mengancam keselamatan mu Misy, tepatnya aku takut jika sampai ada hal buruk yang terjadi padamu, atau langsung pada ku sehingga aku tak bisa bertemu kembali dengan mu Misy. Aku sungguh tak siap jika sampai hari itu terjadi esok Misy. Ini terlalu cepat Misy,"dalam hati Mass berbicara seperti itu, sambil melihat Misy yang bersandar di sebuah tempat tidur yang ditempati Nina, dengan Misy pun sama terlelap tidur malam itu.