Pemikiran yang tepat, tapi tidak dengan bahaya yang menimpa

9264 Words
Hari itu sudah mulai larut malam sehingga Mass memutuskan lebih baik Misy, dan Nina beristirahat hari ini. " Besok bagaimana jika kita pergi refreshing, jalan-jalan saja untuk santai di sekitar kota ini. Anggap saja refreshing karena Nina sekarang menjadi bagian dari keluarga kita sekarang,"Mass bicara seperti itu kepada, Misy dan Nina. " Mass aku kira itu ide yang kurang baik, maaf tapi aku takut jika Nina masih tidak cukup sehat untuk itu, aku tak ingin Mass kelelahan," " Tidak Misy sepertinya apa yang di rencanakan Mass adalah hal yang baik, kita kan hanya berjalan-jalan santai saja kan. Bahkan kita hanya berjalan-jalan untuk hiburan saja bukan untuk melakukan sesuatu kan Misy? aku tak apa-apa. Lagi pula aku tak pernah merasa sangat bebas seperti ini Mis, sebelumnya aku hanya di kurung dalam sebuah ruangan, jika keluar aku hanya di bawa oleh Soe. dan itu pun keluar ruangan tak keluar mobil, aku hanya seperti boneka yang dibawa ke sana kemari tanpa bisa melihat dunia yang sedang aku pijak, aku hanya keluar untuk di pindah ruang kan saja bukan untuk merasakan bebas, melihat dunia luar. Maka dari itu ini kesempatan ku, pertama kali aku bisa bergerak bebas, menikmati apa yang harus nya bisa aki nikmati bukan hanya menjadi boneka saja, bisa keluar tapi tak bisa menikmati apa yang ada di sekitar,"dengan sangat bersemangat untuk acara yang Mass tawarkan besok, Nina berkata seperti itu. Sambil menceritakan hidupnya yang hanya seperti boneka Nina, berkata betapa ingin nya Nina bisa bebas menikmati hidupnya yang bebas. " Tapi aku hanya khawatir dengan keadaan mu yang takut jika kau belum siap untuk keluar, bagaimana jika keadaan mu menurun kembali Nina? meskipun hanya untuk berjalan-jalan,"Misy pun bicara tentang ke khawatirannya terhadap Nina. " Aku tak apa-apa Misy, aku baik-baik saja tadi pagi kan aku sudah keluar rumah, tapi aku bisa kembali kembali kemari kan, tanpa ada bahaya yang aku hadapi Mis?"dengan yakin Nina menjawab. Saat itu Mass berfikir, ada apa dengan Nina, tadi Nina bersikeras untuk berjalan-jalan keluar karena itu adalah kesempatan nya agar bisa menikmati kehidupan yang bebas, tapi bukan perkataan Misy yang itu yang membuatku berfikir, tapi yang membuatku lebih berfikir adalah saat Misy bilang jika ini akan menjadi acara pertama kalinya dia keluar berjalan-jalan dengan bebas. Lalu sekarang Nina yang mengatakan nya juga jika tadi Nina sudah pergi sari luar, dan Nina bisa kembali dengan aman. Mass terus berfikir Apa maksud dari Nina sebenarnya. Maas terus saja berfikir, tentang, Nina berkata jika besok Mass merayakan bergabung nya Nina dengan Mass, dan Misy akan menjadi pertama kali nya Nina keluar merasakan bebas, tapi Nina juga berkata jika Nina tadi sudah keluar, dan kembali ke rumah dengan selamat. Apa Nina sedang mempermainkan kita atau seperti apa. Tapi saat Mass memikirkan itu Misy tiba-tiba bertanya. " Mass bagaimana menurut mu? kamu yang mempunyai rencana ini, tapi apa kamu yakin dengan keadaan Nina yang seperti ini, apa tak akan apa-apa?"Misy pun bicara, dan bertanya seperti itu. " Ya bagaimana lagi Misy, aku sudah berkata seperti itu, dan Nina bilang jika Nina tak akan apa-apa. Tentu sekarang aku tak punya pilihan lain. Percayalah Misy, Nina tak akan apa-apa, aku dan kamu akan menjaga nya dengan baik, bagaimana Misy?"Mass meyakinkan Misy, dan berkata seperti itu. " Ya baiklah Mass jika itu adalah keputusan, Nina, dan kau pun berjanji akan menjaga kami, tentu aku siap untuk membantu Nina, agar Nina bisa merasakan kebebasan nya, aku siap ada bersama mu untuk membantu Nina,"dengan yakin Misy berbicara seperti itu. " Bagus lah Misy jika kamu juga memutuskan seperti itu, baiklah ayo kita istirahat hari ini,"ujar Mass. Mass pikir ini akan bagus karena semoga saja dengan kita melakukan ini, membuat Nina merasa bahagian tanpa adanya tekanan yang membuatnya berfikir keras, Nina sedikit demi sedikit akan bisa mengingat apa yang sudah terjadi padanya, tentunya jika sudah seperti itu Nina akan mengingat semua hal yang Nina alami selama ini. Begitu juga ingatannya tentang perbuatan Soe yang selama ini sudah menjadikan nya b***k, tentu di balik itu Misy juga akan tahu apa rencana yang di miliki Soe, ada hubungan nya dengan Shu, dan perguruan, atau tidak. Jika Nina sudah ingat dengan semua nya Nina akan menjadi petunjuk yang sangat bisa membantu Mass untuk mengungkap masalah ini, dalam hati Mass berbicara sendiri. " Yasudah Misy kalian beristirahat lah ini sudah malam, aku akan tidur di luar, tapi tak sepenuhnya di luar, aku tidur di mobilku,"dengan senyuman Mass bicara seperti itu. " Iya Mass, kau tak apa-apa Mass jika tidur di mobil?"tanya Misy. " Ya sebenarnya tak enak juga aku harus tidur di mobil, aku sangat ingin tidur di kamar mu Misy, tapi aku tak ingin jika kau mendapat masalah karena aku. Agar bisa tidur di kamar mu, aku kira aku harus meminta bantuan penghulu dulu membantuku sehingga aku bisa tidur di kamar mu Misy,"dengan menggoda Misy Mass bicara seperti itu " Lalu kenapa kau tidak meminta penghulu untuk melakukan itu Mass?"dengan suara yang kecil Misy menjawab. " Hah apa Mis?"dengan kaget Mass bertanya. " Tidak, tak ada apa-apa, nih selimut untuk mu, malam Mass,"dengan lembut Misy bicara seperti itu. Mass pun langsung saja bersiap untuk istirahat, masuk ke dalam mobilnya. Beberapa saat kemudian Mass akan tidur, Mass melihat ke arah diluar pagar rumah Misy, Mass melihat ada yang aneh, ada benda yang seperti mengarah ke rumah Misy. Mass kaget itu seperti senapan, Mass langsung saja mencoba keluar, tapi saat akan membuka pintu Mass melihat jika benda tersebut sudah tak ada. Tapi saat itu Mass tak langsung percaya, Mass langsung saja memeriksa ke area pagar tersebut, saat Mass ada di dekat yang, Mass bisa melihat jauh ke sebelah kanan jalan ada 2 motor yang melaju dengan sangat cepat. Mass langsung saja pergi berlari mencoba untuk bersembunyi saja, Mass belum tahu kemana mereka akan pergi tapi sebagai antisipasi takutnya mereka datang ke rumah ini Mass langsung saja bersembunyi. Mass berfikir bagaimana jika mereka kemari, dan berniat buruk kepada Misy, tiba-tiba Mass melihat jika 2 motor itu berhenti di depan pagar. Mass sudah di penuhi dengan keringat, Mass sudah tegang duluan sebelum memghadapi mereka, Mass berfikir untuk tenang, mereka hanya 2 orang Mass sudah terbiasa dengan menghadapi 2 orang, jika memang pertarungan tak bisa terhindarkan Mass tak ragu untuk melawan mereka, tapi saat itu Mass tak ceroboh Mass diam saja mengawasi situasi, jika mereka memang menuju kemari, dan sudah masuk Mass akan langsung saja mengusir mereka. Saat itu Mass terus saja mengintai mereka, mereka pun seperti menggerak-gerakan kunci pagar, Mass pikir jika mereka memang akan masuk kesini, dengan sabar Mass terus memantau mereka, belum saatnya Mass mendatangi mereka untuk mengusir mereka. Mereka sepertinya sadar kunci tak dapat dibuka, mereka pun mencoba memanjat pagar tersebut. Tentu itu membuat Mass kaget, Mass akan keluar, dan berlari saat itu, tapi niat Mass kembali terhenti karena ada 4 orang yang mendatangi 2 orang tersebut. Mass melihat mereka sedang berbincang, Mass pikir mereka sepertinya adalah bagian dari penjahat tersebut, jika benar seperti itu Mass harus melawan 6 orang sekaligus. Mass berfikir apa Mass bisa mengalahkan mereka yang 6 orang langsung, tapi saat Mass sudah tegang karena melihat mereka yang berkumpul disana, Mass melihat tiba-tiba 4 orang tersebut, seperti mengisyaratkan tangan mengusir mereka dari sana, mereka pun pergi menggunakan motor mereka. Sambil menunjuk seperti mengancam ke 4 pria tersebut mereka berdua pergi, tapi 4 orang pria tersebut tidak, mereka masih seperti bernegosiasi di depan pagar. " Aneh sekali, apa yang sebenarnya terjadi disana? siapa 4 orang tersebut, jika mereka bagian dari para penjahat yang sedang mengincar rumah Misy, sepertinya tak mungkin 2 pria tadi menunjuk ke arah mereka seperti sedang mengancam. Tapi Mass perhatikan lagi 4 orang tersebut seperti sedang berdiam diri, dan seperti melihat-lihat keadaan disana, Mass memberanikan diri saja untuk menghampiri mereka. " Permisi semuanya, maaf ada apa ini? kenapa kalian berkerumun disini,"tanya Mass. " Oh kau pemilik rumah ini? aku kira pemilik rumah disini adalah perempuan, dan beberapa tahun ini dia sendiri tak pernah membawa temannya, menikah pun belum, kami kira. Kami yang harusnya bertanya kau yang siapa?"salah satu pria itu pun berkata seperti itu, dan balik bertanya kepada Mass. " Oh ya maaf pak, saya teman Misy, saya menjadi penjaga rumah Misy karena, tadi siang rumah Misy tak tahu kenapa, dan siapa, yang melakukannya, saat kami datang kemari rumah ini sudah berantakan seperti ada pencuri yang masuk kesini. Tapi anehnya barang-barang Misy tak ada yang hilang hanya rumah Misy berantakan saja, barang-barang banyak yang hancur, makannya malam ini saya tidur disini. Tapi mohon maaf pak jangan salah sangka maksud sua tidur disini, saya hanya tidur di area rumah Misy, tak di dalam rumah tapi saya tidur di mobil ini, tidak di dalam rumah apa lagi, sekamar dengan Misy, saya menjadi seorang penjaga saja di sekitar rumah Misy tuan,"Mass pun menjelaskan hal seperti itu kepada mereka semua. " Baiklah jika seperti itu, aku kira itu masuk akal, karena barusan kami juga melihat adanya 2 orang yang seperti ingin memaksa masuk ke area rumah ini, awalnya mereka seperti mengotak-atik kunci pagar ini, sadar jika mereka tak bisa membuka kuncinya, kami melihat jika mereka tetap memaksa masuk dengan memanjat pagar yang ada. Tapi sebelum mereka berhasil memanjat pagar ini kami dengan sigap, menghampiri mereka yang terlihat mencurigakan. Dan benar saja jika mereka ada niat buruk datang kemari, kami sempat berbincang dengan mereka, awalnya mereka bilang jika ini rumah temannya, tapi kami tentu tak percaya karena kenapa seorang teman sampai memaksa dengan memanjat pagar untuk masuk. Mereka terpojok lalu dengan tidak menyenangkan mereka menunjuk kami lalu pergi, itulah alasan kenapa aku berkata jika apa yang kau bicarakan masuk akal,"mereka pun menjelaskan apa yang terjadi, sebelum Mass menghampiri mereka. " Terima kasih sudah percaya dengan apa yang aku bicarakan, aku bingung harus bagaimana karena aku khawatir dengan Misy, wanita pemilik rumah ini. Karena aku mendengar, dan melihat langsung kejadian yang aneh bagiku, tentu aku langsung saja menawarkan diri untuk menjaganya, sehingga meskipun Misy di datangi oleh orang yang berniat buruk terhadap Misy, aku bisa melindungi nya,"ujar Mass kepada orang-orang itu. " Tentu saja itu ide yang bagus, jika seperti itu tak apa-apa, kami hanya takut jika kau sama dengan mereka memilki tujuan buruk kepada pemilik rumah ini. Tadi kami kebetulan melihat tempat ini saat akan keliling, berjaga malam di area ini, kami melihat jika ada hal yang mencurigakan dengan 2 orang tersebut, maka kami langsung saja bertanya kepada mereka, lama-kelamaan mereka terpojok dengan pertanyaan yang kami lontarkan. Mereka langsung saja pergi, dengan seperti tadi kepada kami terlebih dahulu, jika seperti itu sudah waktunya kami pergi sekarang. Jaga dirimu, jika ada apa-apa kau bisa meminta bantuan kepada kami. Sampai jumpa,"mereka pun bicara seperti itu, lalu pergi meninggalkan Mass disana " Baik terima kasih. Jika ada apa-apa yang tak bisa aku tangani aku akan meminta pertolongan,"Mass pun menjawab. Mereka pergi melanjutkan apa yang menjadi tugasnya, lalu Mass pergi kembali ke mobil untuk beristirahat. Saat itu Mass berfikir lebih baik Misy tak usah tahu dulu tentang kejadian ini, Mass tak ingin membuat Misy ketakutan dengan adanya kejadian ini. Mass langsung saja tidur saat itu. Saat Mass sudah bangun, Mass melihat sepertinya hari sudah pagi, Mass keluar mobil lalu menghampiri pintu rumah. Mass akan membersihkan badan Mass dulu. Mass belum sempat memegang pintu tapi Misy sudah terlebih dahul lu membuka pintu. " Mass aku kira kau masih tidur, di mobil. Maaf ya Mass aku tak bisa membiarkan kamu untuk tidur di dalam, aku tak enak dengan warga sekitar jika aku membiarkan mu tidur di dalam, bagaimana tidur mu Mass?"ujar Misy. " Iya Misy tenang saja, tak usah meminta maaf, lagi pula aku mengerti dengan itu Misy, aku tak ingin membuatmu terkena masalah karena aku Misy. Kamu tentu tak usah merasa bersalah tentang ini Misy, lalu salah satu alasan ku melakukan ini adalah untuk melindungi mu Misy, itu tujuan utama ku"Jawab Mass. " Terima kasih Mass, aku beruntung memiliki pria sepertimu,"ucap Misy. " Apa Mis? ' memiliki pria seperti mu ', maksud mu aku Misy?"tanya Mass. " Oh Mass ini sudah terlambat, ayo kita sarapan dulu Mass,"dengan salah tingkah Misy menjawab. Tanpa membiarkan Mass kembali bertanya, Misy langsung menarik Mass ke dalam rumah untuk duduk di meja makan, mereka pun sama-sama sarapan pagi waktu itu. " Mass kemana kau akan pergi membawa kami setelah ini?"tanya Misy. " Kita akan ke tempat dimana Nina bisa seperti refresh otak nya, agar Nina bisa melepaskan penat nya. Ya kan Nina? maaf bukan bermaksud apa-apa tapi kita hanya ingin kau melupakan masalah mu Nina, lalu bisa hidup tanpa di hantui oleh rasa takut, dan masalah mu dengan Soe. Nina aku tak tahu apa masalah mu dengan Soe sehingga kau bisa seperti ini, tapi Nina aku harap setelah ini kau akan bisa lebih membuka pikiran mu , Sehingga apa pun yang Soe lakukan padamu Soe tak akan bisa dengan mudah memperbudak dirimu lagi Nina, kau paham kan apa maksud kami Nina?"Mass menjelaskan tujuan nya, lalu bertanya seperti itu. " Iya Mass aku mengerti apa maksudmu, yang aku tangkap dari perkataan mu adalah, kau melakukan semua ini untuk melindungi ku, dan kau bahkan rela melindungi ku dari bahaya dengan berkelahi melawan orang-orang jahat tersebut kan Mass? kau melakukan ini semua untuk melindungi ku kan Mass? tapi aku lebih yakin jika kau melakukan ini untuk menyelamatkan Misy, Misy sudah terbawa masuk ke dalam masalah ku ini, jadi Misy sekarang menjadi incarannya juga kan Mass? kau sangat menjaga Misy Mass? bahkan kau rela menukar keselamatan mu untuk bisa menyelamatkan Misy. Mass sebelum kau menolongku lebih jauh dari ini aku ingin bertanya, bagaimana jika aku yang mebgalami masalah ini Mass, tanpa adanya Misy? apa kau masih kan sudi menolongku sampai seperti ini Mass?"Misy bertanya beberapa hal, dan bicara seperti itu. " Tid, , , ," " Tidak Nina, kau salah mengenai itu, Mass menolong mu dengan ikhlas, Mass merasa dihantui atas perilakunya dulu yang melihat kau di lecehkan pria tersebut di dalam mobil, tapi Mass malah acuh tanpa melihat, apa lagi peduli dengan mu sedikit pun. Dari kejadian itu Mass dihantui rasa bersalah. Saking Mass merasa sangat bersalah padamu atas kejadian itu, Mass selalu bermimpi tentang mu yang waktu itu Mass acuhkan, dari situ lah Mass memiliki pemikiran untuk menebus rasa bersalahnya. Caranya tentu adalah dengan menolong mu bukan hanya menolong untuk lepas sejenak dari penjahat itu, tapi menolong mu sampai kau benar-benar bebas dari jeratan kejahatan penjahat tersebut. dan inilah cara Mass untuk menghilangkan rasa bersalah nya. Nina kau salah jika kau berfikir jika Mass menolong mu seperti ini karena hanya untuk ku, jika tak ada kehadiran ku disini pun Mass pasti, akan terus saja menolong mu karena Mass sudah berjanji akan menjadi orang yang lebih baik, inilah cara Mass untuk menjadi lebih baik. Dan aku terus saja memberikan Mass dukungan untuk terus menjadi orang yang lebih baik. Aku pertegas lagi Nina, jika Mass sangat tulus membantu mu, bukan karena ada aku tapi karena memang Mass tulus membantu mu Nina,"dengan tegas sambil memotong pembicaraan Mass Misy bicara seperti itu , dan Misy berbicara tujuan Mass membantu Nina bukan karena adanya Misy saja, tapi Mass juga berfikir tulus untuk menolong Nina yang sangat kesusahan seperti ini. Nina tak berbicara lagi saat itu, Nina hanya terdiam meneruskan makan nya, saat lebih di perhatikan Misy terlihat meneteskan air mata. Tak ada yang kembali berbicara saat itu, kami hanya meneruskan makan kami. kami selesai menyelesaikan makan kami, lalu kami bersiap untuk pergi kemana Mas akan mengajak kami. Singkat cerita kami sudah selesai mempersiapkan diri kami. " Nina sebelum kita berangkat, aku akan kembali bertanya. Kau benar tak apa-apa jika kami mengajak mu untuk berjalan-jalan keluar?"Misy bertanya seperti itu. " Iya Misy tenang saja aku baik-baik saja, aku siap Misy. aku justru sudah tak sabar untuk melihat sendiri, dengan kebebasan tanpa di bebani oleh orang yang membatasi ku,"jawab Nina. " Ya baiklah Nina jika kau menjawab seperti itu, lagi pula Mass akan siap untuk melindungi kita, ayo kita berangkat sekarang, ya kan Mass?"ucap, dan tanya Misy. " Ya Misy tentu saja, ayo,"jawab Mass. Saat itu mereka pun pergi. Saat di perjalanan Mass, Misy tak diam mereka berbincang, saling bercanda gurau tujuannya tentu saja membuat Misy merasa nyaman. Mass, dan Misy terus saja mengajak Misy berbincang, rencana Mass, dan Misy sepertinya sudah berhasil untuk membuat Nina nyaman, dan tentu saja membuat Nina percaya terhadap mereka. Kenyamanan Misy sangat berpengaruh untuk rencananya, jika Nina bisa mengembalikan kondisi fisik, dan mental nya. Jika mental Nina kembali prima tanpa guncangan, atau tekanan, Nina sepertinya akan bisa mengingat apa yang menjadi masalah Nina, Nina bisa mengingat apa yang membuat Nina seperti ini, dengan seperti itu Nina juga pasti akan ingat tentang apa yang terjadi padanya. Jika seperti itu Mass bisa bertanya tentang Soe dan anak buahnya, ada hubungan atau tidak kah dengan perguruan, Shu, dan Shelt, dengan sudah dapat nya Mass petunjuk dari Nina tentu itu akan menjadi sebuah modal untuk Mass agar bisa mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya ada diantara mereka semua. " Kita terlalu santai, dan asik berbincang sampai aku tak sadar jika kita sudah sampai. Ayo Misy, Nina kita turun,"ujar Mass. " Hah ini tempatnya Mass? apa kau yakin?"dengan sedikit kaget Nina bertanya. " Iya Nina ini tempatnya kita sudah sampai, ayo sekarang kita keluar,"jawab Mass. " Tidak Mass kalian saja yang keluar aku disini saja, aku takut Mass kenapa kau membawaku ke tebing seperti ini Mass?"sedikit ketakutan Nina, menjawab seperti itu, menolak untuk turun dari mobil. " Misy tenang saja, tak apa-apa apa yang kau takutkan Nina?"tanya Misy. " Tidak Misy, aku merasa takut melihat tempat yang tinggi seperti itu,"masih ketakutan Misi tetap menolak turun. " Iya Nina itu memang tebing yang tinggi tapi tentu kita tak akan kenapa-napa, disini aman Nina. Lihat di semua sudut tempat ini, ramai kan Nina?"Misy berbicara seperti itu. " Iya Misy tapa apa kau yakin tak apa-apa?" Nina sudah terlihat agak tak terlalu takut, Nina menjawab. " Iya Nina tenang saja, ayo keluar tak akan apa-apa. Kan ada aku, dan Mass yang akan melindungi kami Nina. Kita memiliki bodyguard yang siap melindungi kita, jadi kita tak usah takut Misy,"dengan tersenyum menggoda Mass, Misy berbicara seperti itu kepada Nina. Misy pun menjulurkan tangannya ke arah Nina, Nina memegang tangan Misy pelan-pelan Nina keluar dari mobil, saat itu Nina terlihat sangat tegang apa lagi tak jauh dari kami berdiri, sudah terlihat sangat luar hamparan pemandangan hijau alam yang masih asri, dengan pepohonan yang menghiasi pemandangan kota sehingga terlihat sangat indah di pandang, dari tempat tersebut. Nina diam seribu bahasa, melangkah sedikit demi sedikit, ke arah dimana ujung tempat ini yang langsung memperlihatkan betapa indah, tenang, dan nyaman nya tempat ini. Mass, dan Misy tentu mengikuti Nina yang berjalan tanpa melirik sedikit pun ke belakang, Misy, dan Mass terus saja mengikutinya. " Misy, sepertinya kita berhasil membuat Nina nyaman, dan sepertinya ini bisa membuat Nina, dan mental Nina cepat kembali normal. Sehingga kita bisa menolong Nina untuk bisa lebih tahu bagaimana kehidupan Nina yang sebelumnya, aku yakin jika Nina menginginkan bahkan sangat menginginkan kehidupan Nina yang sebelumnya. Hidup di tengah-tengah keluarganya, hidup dengan pemikiran nya sendiri bukan menjadi seperti ' permen karet ', yang hanya di inginkan di awal tapi dibuang begitu saja saat sudah puas dengan itu. Aku yakin Nina ingin seperti itu,"Mass menceritakan pemikirannya terhadap Misy, apa yang Mass pikirkan tentang Nina jika rencana Mass, dan Misy berhasil. " Iya Mass sekarang lihat Nina, dia terlihat begitu terpukau, seperti tak percaya jika Nina sekarang bebas dari jeratan kasus yang membuatnya menjadi b***k Soe, Nina begitu tak percaya dengan hal ini sampai Nina tak dapat berbicara apa-apa, Nina hanya terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun, Nina hanya terus saja berjalan, dengan di hadapan nya yang melihat begitu indah dunia ini, sehingga membuat nya terpaku untuk terus saja memandangi nya. Mass, jujur selama aku hidup aku baru kali ini melihat kejadian seperti ini, Nina yang menunjukannya, kita sangat beruntung Mass, Nina tak tahu apa-apa tentang dunia ini karena Nina terus saja menjadi b***k Soe, yang selalu Soe batasi dengan sangat aktifitas Nina, bukan dibatasi tapi Nina memang hanya di jadikan boneka, yang selalu terdiam di sebuah ruangan, tanpa pernah melihat bagaimana dunia yang sesungguhnya. Mass maafkan aku yang sempat mengeluh dengan Nina, sekarang aku melihat jika Nina memang sangat membutuhkan bantuan kita, maafkan aku Mass, aku ingin membantu Nina, bukan hanya membantu Nina terlepas dari jeratan Soe, tapi terus membantu Nina sampai Nina bisa pulang, dan kembali ke pelukan keluarganya,"dengan melihat Nina yang seperti ini hati Misy tergerak untuk terus membantu Nina sampai Nina bisa mendapatkan hidup nya yang di tutup oleh Soe. Saat Misy seperti itu terlihat Misy seperti menahan tangis, tapi itu percuma dengan hati Misy yang sangat lembut, karena aku lihat jika Misy meneteskan juga air matanya melihat Nina yang seperti ini. " Ibu ini kan tempat dimana kita selalu bermain, mencari sebuah kayu untuk membuat rumah kecil yang nantinya kita memasukan sebuah boneka ke dalamnya. membuatnya seperti kehidupan nyata ada ayah, ibu, adik, dan kaka," Saat Nina mengoceh kembali dengan membicarakan ibunya. " Mass, Nina membicarakan kembali tentang ibunya, apa tak apa-apa? karena aku berfikir jika Nina selalu saja tak sadarkan diri setelah Nina bercerita tentang ibunya, aku takut Nina akan kembali tak sadarkan diri Mass, bagaimana?"dengan khawatir Misy bicara seperti itu. " Aku juga khawatir tentang itu Misy, tapi kita tunggu saja dulu jangan berbuat apa-apa yang bisa membuat Nina beralih pikiran, sehingga pikiran bahagia nya teralihkan dengan perkataan kita, kita harus terus sabar saja menunggu nya Mis, hanya menunggu, jangan berbuat apa-apa,"Mass berkata seperti itu, berharap jika Nina akan bisa mengatasi hal ini, dan tidak mengganggu kembali mental nya apa lagi merusak perasaan nya yang sedang bahagia. Saat itu Nina terus saja bicara tentang ibunya, sepertinya Nina bercerita tentang kehidupan Nina yang sebelum seperti sekarang ini. Jika seperti itu berarti Nina bisa mengingat apa yang menjadi kehidupannya di masa lalu, begitu Mass berfikir. " Mass, Misy terima kasih kalian tak akan meninggalkan ku kan? aku senang mengenal kalian, aku senang Misy, sekarang aku merasa jika ibu ku semakin dekat dengan ku Mass. Ibu ku bilang jangan lepaskan yang sekarang ada di dekat ku, itu berarti kalian. Kalian yang ibu ku maksud, untuk itu aku mohon kepada kalian jangan tinggalkan aku sendiri, aku tak akan menyusahkan kalian Mass aku janji,"Nina tiba-tiba bicara seperti itu, dan Nina bahkan memohon kepada kami untuk tidak meninggalkan nya. " Tentu Nina, sudah tak apa, kau tak usah seperti ini Nina, karena aku dan Misy sudah sepakat untuk terus membantu mu, agar kamu bisa lepas dari masalah ini sampai kau mendapatkan hidup mu yang semestinya kembali. Itu adalah janji ku Nina, saat aku belum memutuskan untuk menolong mu, aku selalu di hantui oleh rasa bersalah karena tak membantu mu tragedi malam itu, lalu setelah aku bertemu dengan mu bisa menyelamatkan mu, lihatlah aku sekarang Nina tak ada apa-apa lagi termasuk kembali bermimpi tentang mu saat tragedi tersebut. Itu berarti aku memang harus membantu mu Nina, dalam hatiku aku harus membantu mu untuk bisa menebus rasa bersalahku. Tak usah bertele-tele lagi Nina, aku ada untuk mu, dan untuk Misy selalu, aku akan mencoba untuk selalu ada diantara kalian,"Mass bicara tentang apa yang Mass alami, dan meyakinkan Nina agar percaya jika Mass memang akan selalu menolong Nina sampai Nina mendapatkan kehidupan Nina yang layak. Mengingat hak itu Mass juga berfikir jika itu adalah karma baginya karena sangat angkuh, dan acuh terhadap sesama nya yang sedang membutuhkan bantuan. sehingga Mass kali ini berfikir untuk menjadi orang yang lebih baik, tentu niat Mass itu dimulai dari menolong orang yang terlihat sangat butuh bantuan yaitu menolong Nina. " Terima kasih Mass, Misy terima kasih. Mass bisa kau mengantarku ke mobil? sepertinya aku sudah cukup mengunjungi tempat ini, aku sudah bertemu dengan ibuku, lalu aku sudah mendengar apa yang ibuku ingin sampaikan kepadaku, terima kasih Mass,"Nina tiba-tiba bicara seperti itu, tentang ibunya lagi. Saat itu Mass sampai bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Nina. Karena jika Nina seperti ini Nina seperti orang yang tidak waras, Nina bicara hal yang tak terbukti ada kebenaran nya. " Oh iya Nina tentu saja, ayo aku, dan Misy akan memegang mu. Iya kan Misy?,"ujar Mass dan bertanya terhadap Misy. " Ya Mass tentu saja, ayo,"dengan tersenyum Misy menjawab mereka pun masuk. " Mass apa rencana mu selanjutnya? kita akan langsung pulang?"tanya Misy. " Ya sepertinya kita akan," " Tunggu Mass, apa kita akan langsung pulang? aku baru saja merasakan kebebasan ini sekali, apa hanya ini saja? kita langsung pulang?"Tanya Nina. " Ya sepertinya begitu Misy, karena aku berfikir hari ini cukup kita berada di luar, karena kami memikirkan kondisi mu, jika ingin kembali berjalan-jalan bagaimana jika besok kita lanjutkan ke tempat lain? tak apa-apa kan Nina?"Mass bicara seperti itu, dan bertanya kepada Nina. " Oh ya baiklah Mass jika seperti itu, aku setuju dengan pemikiran mu. hati-hati di jalan ya,"Nina bicara seperti itu. " Haha ya, tentu saja Nina, tenang saja Mass akan sangat hati-hati. Nina bagaimana tentang di tempat tadi, apa kamu merasakan hal yang berbeda?"Tanya Misy. Tak ada jawaban dari Nina. " Nina kau mendengar nya kan?"tanya Misy. " Nin, , , ," Saat Misy berbalik Misy melihat jika Nina sudah tertidur pulas. " Ada apa Misy? kenapa Nina tak menjawab pertanyaan mu?"tanya Mass. " Kamu lihat saja sendiri Mass,"dingin Misy menjawab seperti itu. " Kamu kenapa? jutek gitu? baik aku lihat Nina,"Mass berbalik. Mass melihat Nina yang sudah tertidur. " Oh jadi seperti itu, kamu kesel karena saat kamu bertanya Nina tak menjawab kamu? tak apa-apa ya. Nina kan tidur bukan sengaja untuk mendiamkan mu Misy,"ujar Mass. " Ya tapi Mass," Tanpa aba-aba Mass langsung saja mencium kening Misy, sehingga menghentikan Misy yang bicara kepadanya. Namun tiba-tiba, ada mobil yang menyerempet mobil yang di kendarai Mass, memepet mobil Mass ke pinggir jalan sehingga Mass tak dapat melanjutkan perjalanan karena mobil nya yang sudah sangat terhalang oleh mobil tersebut. Tiba-tiba 2 orang dari mobil itu keluar, dan langsung saja memukul mobil Mass. Mass berfikir jika mereka buka orang baik-baik, Mass langsung saja akan keluar dari mobil tersebut. " Mass jangan aku khawatir dengan keadaan mu Mass, mereka ada 2 orang,"Misy memegang tanganku, berkata seperti itu. " Tak apa-apa Misy tenang saja, aku harus mengusir mereka, kau diam disini jangan sampai kami keluar dari mobil,"tegas Mass bicara seperti itu sambil keluar dari mobil. Tanpa kompromi mereka langsung saja menghampiri Mass, karena Mass tahu jika mereka bukan orang baik-baik terlihat dari cara mereka menghentikan Mass, dan langsung menggebrak mobil Mass. Mass juga tanpa kompromi langsung saja menendang mereka sehingga salah satu orang tersebut terhempas karena tendangan Mass. Dengan begitu mereka juga langsung saja mencoba untuk menghajar Mass, Mass berfikir terlalu sempit jika Mass melayani mereka berdua bertarung disini, ditambah dengan adanya Misy yang melihat begitu dekat pertarungan Mass, Mass langsung saja memegang salah satu pria tersebut, memukul lalu melempar pria yang Mass pegang agar menjauh dari mobil Mass, dimana Misy ada disana. Saat mereka bertarung Mass melihat ada satu mobil kembali yang berhenti di dekat mobilnya, Mass kira itu adalah orang yang menolong Mass, keluarlah 2 orang kembali dari mobil tersebut. Tapi Mass melihat jika mereka menyuruh agar Misy membuka pintu mobil, karena Misy tak mau membuka pintu mobil salah satu pria tersebut memukul kaca mobil sehingga pecah dibuatnya. Setelah mereka memecahkan kaca mobil, mereka membuka paksa pintu mobil tersebut. Sehingga mereka bisa membuka pintu mobil itu, dengan sangat kasar mereka mengeluarkan Misy dari mobil, Misy berontak tapi tak bisa apa-apa, mereka langsung saja menggendong Misy, sementara Mass tak bisa apa-apa karena 2 orang yang sedang Mass lawan begitu kuat, meskipun sudah beberapa pukulan dari Mass yang mereka terima mereka terus bisa bangkit, dan kembali melayangkan pukulan terhadap Mass. Saat itu Mass mencoba menghampiri Misy yang sudah mereka gendong untuk di masukan ke dalam mobil mereka Saat Mass mencoba berlari menghampiri pria yang menggendong Misy, dan mencoba melepaskan Misy dari tangkapan nya, salah satu pria itu menarik ku untuk sehingga aku hanya bisa fokus berkelahi dengan pria itu. Saat aku terus saja melawan kedua orang yang berkelahi bersamaku, aku tak ingat jika satu pria yang keluar dari mobil kedua yang datang untuk membawa Misy, tidak sedang Mass hadapi saat itu. Tak lama saat Mass berfikir seperti itu, tiba-tiba dengan keras Mass dipukul dengan kayu balok, yang membuat Mass tergeletak disana, Mass masih sadar tapi Mass berat untuk bangkit, selain itu 2 orang tadi yang Mass hadapi tanpa ampun terus saja menghajar Mass dengan menendang, dan memukul Mass. Saat itu Mass melihat jika Misy berteriak di dalam mobil penjahat tersebut, meminta tolong, dan menangis melihat Mass yang terus saja tanpa ampun mereka hajar. Lalu Mass melihat jika mobil yang membawa Misy langsung saja pergi meninggalkan Mass yang masih di hajar, habis-habisan oleh mereka semua. Sampai jauh mereka sudah membawa Misy pergi 2 pria yang terus menghajar Mass, akhir nya berhenti melayangkan tendangan terhadap Mass, mereka pun pergi meninggalkan Mass yang babak belur tergeletak disana. Saat itu Mass tak sanggup berdiri, karena seluruh tubuh Mass di tendang oleh 2 pria yang Mass lawan sehingga Mass tak sanggup untuk berdiri, Mass hanya bisa merangkak, sedikit demi sedikit ke mobil nya, untuk bisa mengejar mobil para penjahat tersebut. Tapi Mass tak bisa bergerak dengan cepat, menggerakkan kaki nya untuk berdiri saja Mass tak bisa apa lagi, untuk menyetir. Saat itu Mass ingat jika Nina ada di kursi belakang, Mass bertanya kemana Nina, apa Nina tak tahu tentang hal ini, memang Nina tadi sedang tertidur tapi apa Nina tak bangun, mendengar kita dalam bahaya seperti ini. Mass mencoba untuk melihat ke kursi belakang apakah Nina ada disana atau tidak, dengan sangat pelan Mass merangkak, akhir nya Mass bisa sampai di mobil dimana Nina, tertidur, Mass mencoba untuk membuka pintu mobil tersebut, saat Mass berhasil membuka mobil, Mass melihat, jika Nina memang ada disana tapi dengan suntikan yang tertancap di tangan atasnya. " Sial pantas saja Nina tak bangun, jika seperti ini ada tsunami pun Nina tak bisa bangun dasar sial, sial, sial, siallll,"dengan marah, dan kesal Mass berbicara seperti itu. Mass mencoba masuk saja ke bagian mengemudi, Mass mencoba untuk menjalankankan mobil tersebut untuk mengejar Misy, tapi Mass tak bisa dengan cepat menggerak kan kakinya. Jangan kan untuk menyetir, mengangkat kaki nya untuk berpindah saja rasanya tak mungkin Mass lalukan. Saat itu Mass melihat ke sekitar di jalan tersebut, tapi di jalan tersebut tak ada satupun orang yang lewat, jalan tersebut begitu sepi, sehingga tak ada satupun pengendara yang melewati jalan tersebut. Mass sudah sangat kebingungan, apa yang seharusnya Mass lakukan sekarang Mass sudah putus asa, karena Di keadaan seperti ini Mass tak dapat apa-apa. Mass ingat dengan kata-katanya yang akan selalu menjaga Misy, dan Nina tapi saat ini Mass tak dapat berbuat apa-apa, jangan kan mengemudikan mobilnya untuk mengejar Nina, mengangkat kakinya untuk berpindah saja Mass tak bisa. Mass hanya bisa menangis karena takut akan ada yang terjadi pada Misy, Mass merenungkan semuanya saat itu. Saat Mass begitu putus asa dengan keadaan nya Mass yang begitu terluka karena dihajar habis-habisan Mass, tiba-tiba kembali melihat Shu yang sedang berbicara serius tentang sikap nya. Lalu setelah itu dengan wajah Mass yang penuh amarah, Mass langsung saja bisa mengemudikan mobilnya, dan mengejar mobil penjahat yang membawa Misy kabur, saat itu Mass tak tahu harus kemana mengejar Misy, karena Mass kehilangan jejak para penjahat tersebut saat tergeletak disana. Mass ingat jika Misy pasti membawa ponsel, Mass pun langsung saja mengambil ponsel nya lalu sedikit mengotak-atik ponselnya, dan akhirnya Mass berhasil melacak posisi Misy. Terlihat posisi Misy masih saja bergerak, ini berarti Misy belum sampai di bawa oleh penjahat tersebut, Mass langsung saja pacu kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, berharap Mass masih bisa mengejar Misy, sebelum Misy berhasil di bawa para penjahat tersebut ke tempat tujuan nya. Mass melihat jika Misy seperti akan dibawa ke tempat yang tak asing bagi Mass, yaitu tragedi dimana Nina di perkosa, dan dimana Nina di sekap di sebuah rumah. Tapi Mas terus saja melihat ponselnya, posisi Misy terus saja masih bergerak, berarti bukan rumah yang di gunakan untuk menyekap Nina yang kali ini mereka akan tuju untuk membawa Misy. Saat berfikir seperti itu Mass merasakan hal yang tak enak tiba-tiba masuk ke dalam hatinya, Mass berfikir agar lebih cepat untuk menyusul, dan menyelamat kan Misy. Lagi Mass melihat posisi dimana Misy berada, posisi Mass sudah dekat dengan dimana Misy berada, Mass terus saja memacu kendaraan nya dengan sangat cepat, saking cepatnya Mass seperti orang gila menjalankan kendaraan nya saat itu, Mass melihat kembali posisi Misy sekarang, Mass sangat tahu map yang ditunjukan dalam ponsel Mass menunjukan jika Misy sepertinya akan dibawa ke perguruan. Saat Mass sudah sangat dekat dengan mobil yang membawa Misy, sehingga Mass dapat melihat mobil tersebut, Mass langsung saja menginjak pedal gas sekencang mungkin. Mass membawa kendaraan nya dengan sangat cepat, sehingga tak terlalu jauh dari tempat kemana Misy akan dibawa yaitu perguruan Mass dapat menabrak, dan langsung saja memepet mobil penjahat yang penjahat tersebut membawa Misy. Saat mereka sudah terpojok tak bisa kembali melaju kan mobilnya, Mass dengan cepat langsung saja berlari ke mobil tersebut, langsung saja membuka dengan paksa pintu mobil tersebut, dan untungnya Mass benar disana adalah mobil yang membawa Misy, sehingga Mass langsung saja menghajar penjahat yang ada di mobil tersebut. Beberapa pukulan sudah Mass layangkan terhadap pria tersebut, pria tersebut tak bisa melawan karena pria tersebut masih berada duduk di mobil sehingga, pria itu sulit untuk keluar, atau bangkit karena Mass terus saja melayangkan pukulan terhadapnya. Setelah Mass selesai dengan pria yang pertama tadi Mass langsung saja berganti target, sekarang target Mass adalah pria yang, sedang memegang Misy. " Mundur, aku bilang mundur, jika kau berani mendekat leher wanita ini akan aku patahkan,"gertak pria tersebut sambil keluar dari mobil dan memegang Misy dengan keras. Mass hanya bisa diam, dan menuruti perintahnya saja karena takut akan terjadi hal yang buruk dengan Misy, beberapa saat Mass hanya bersabar. Lali di salah satu momen saat pria itu terlalu fokus terhadap Mass, Misy bisa menginjak kaki pria tersebut lalu, menggunakan siku nya untuk menghantam kepala pria tersebut. Sampai saat itu, terjadi Mass langsung saja menendang pria tersebut agar jauh dari Misy, tanpa berlama-lama Mass lamgsung saja membawa Misy berniat langsung memasukan Misy ke dalam mobil nya lalu pergi secepat mungkin. Tapi baru saja Mass beberapa langkah dari tempat tersebut tiba-tiba. ' Dor ', suara tembakan di lepaskan oleh seseorang yang tiba-tiba sudah keluar dari perguruan, dia sengaja menembakan peluru ke atas, sebagai tanda tembakan peringatan. " Cukup, diam disitu kau batman, hahaha jika kau bergerak satu langkah saja aku tak segan untuk menembak mu atau menembak pacar mu yang manis itu, jujur saja tapi sepertinya aku tak sanggup jika harus menembak pacar ku yang manis itu. Kau diam disitu lalu lepaskan wanita tersebut. ayo lepaskan, kau kau tak ingin pacar mu terluka kan?, kau tak ingin ada pertumpahan darah di sini kan? apa lagi darah itu berasal dari pacarmu? jadi lepaskan dia, sekarang,"pria itu sepertinya Soe bos dari penjahat tersebut, sepertinya Soe menggertak, dengan tegas Soe berteriak seperti itu. Mass pun berfikir apa yang harus Mass lakukan saat ini, Mass sangat terpojok saat ini, jika Mass tak melakukan apa yang Soe katakan, Soe bisa nekat, dan akan mencelakai Misy. Jika Mass yang menjadi target yang akan Soe buat celaka tentu itu tak masalah untuk Mass, tapi yang menjadi masalah sekarang adalah Mass tak ingin jika sampai Misy yang menjadi target Soe. Maka Mass pun berfikir untuk saat ini Maas ikuti saja apa yang Soe katakan. " Misy maaf kan aku, aku tak ingin kau celaka jadi aku turuti saja dulu apa yang di katakan Soe, tapi kau tak usah takut, secepatnya aku akan menolong mu aku tak akan membiarkan Soe menyentuh mu sedikit pun,"Mass berbicara seperti itu kepada Misy. Mass langsung saja melepaskan Misy saat itu. " kalian yang disana bawa wanita itu, dan kalian tahu apa yang harus kalian lakukan disana, ayo cepat,"Soe berkata seperti itu. Tak perlu menunggu lagi anak buah Soe langsung saja menghampiri Misy, lalu menariknya untuk jauh dari Mass. 3 orang yang menghampiri Mass, dan Misy saat itu, Satu orang yang menarik misy untuk menjauh kan nya dari Mass, sementara 2 orang lagi memegang Mass lalu tanpa bicara salah seorang anak buah Soe langsung saja mendaratkan pukulannya di perut Mass. Sehingga Mass langsung saja jatuh merasakan pukulan dari orang itu. " Tidak, aku mohon jangan sakiti dia, aku akan ikut kalian, tapi aku mohon jangan sakiti dia, cukup, aku mohon cukup,"Misy dengan histeris melihat Mass yang di pukul dengan keras hingga terjatuh, berkata seperti itu " Wow hebat sekali seperti nya drama, terjadi disini, ayo pergi,"ujar Soe. Soe, dan 3 orang anak buah nya langsung saja pergi, masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan termasuk Misy yang berontak tak ingin mereka masukan ke dalam mobil, tapi pemberontakan Misy tak ada artinya bagi mereka. Dengan mudah nya Soe menggendong Misy, dan langsung memaksa Misy masuk ke dalam mobil tersebut. Mereka pun bisa masuk ke dalam mobil tersebut, lalu tanpa bicara mereka pun pergi dengan membawa Misy. Lalu 2 orang anak buah Soe yang lain kembali memegang mass, tanpa bicara lagi mereka langsung saja kembali memukul Mass, sehingga Mass kembali terjatuh karena sakit merasakan pukulan dari pria tersebut. Setelah Mass dibuat jatuh sakit, pria tersebut tanpa ampun langsung saja membangunkan paksa Mass, dengan kasarnya mereka memegang, dan mengangkat leher Mass sehingga dengan paksa Mass dibuat nya berdiri. Mereka langsung saja menarik Mass untuk masuk ke dalam perguruan, di depan pintu perguruan Mass mencoba berontak, dengan mencoba untuk melepaskan tarikan dari pria tersebut. Saat Mass berontak mencoba untuk melepaskan diri, tiba-tiba seorang pria dengan mudah menendang, dan memukul 2 pria tersebut, sehingga 2 pria tersebut terhempas jatuh, dan Mass langsung saja bisa lepas dari mereka. " Guru, itu benar-benar kau? syukurlah kau ternyata ada, aku berfikir kau sudah," " Cukup Mass sekarang itu tak penting, jika kau ingin bercerita cari waktu luang bukan di waktu yang seperti ini. Ada seseorang yang menunggu untuk mu menyelamatkan nya kan Mass? cepat pergilah selagi mereka belum sangat jauh. Oh ya aku beritahu kurang lebih 100meter dari sini belok ke sebelah kanan, mereka baru saja lewati jalan tersebut lalu setelah itu kau urus saja sendiri, bagaimana kau bisa terus membuntuti mereka,"Dengan tegas Shu bicara seperti itu. " Ya kau benar guru. Baiklah aku akan pergi sekarang,"singkat Mass menjawab. Mass tak punya banyak waktu lagi untuk ini, tapi saat Mass melihat ke belakang Shu menjadi melawan 4 orang anak buah Soe, 2 orang anak buah Soe kembali datang untuk membantu teman nya melawan Mass. " Aku sudah bilang kepadamu untuk pergi kan? tunggu apa lagi? cepat pergi,"dengan teriak tegas Shu bicara seperti itu. Mass langsung saja berlari pergi menuju mobilnya, tanpa banyak bicara lagi Mass dengan cepat memacu mobil nya, mengejar kemana Misy pergi. Saat ini dalam pikiran Mass sudah punya sedikit petunjuk dari Shu, Shu berkata jika mereka membawa Misy 100meter dari sini berbelok ke belah kanan, Mass langsung saja memacu mobil nya menuju jalan yang Shu bicarakan. Saat Mass sampai disana memang Mass ke jalan yang Shu tunjukan, tapi Mass tak melihat jika mobil yang membawa Misy ada disana, Mass berfikir tentu saja mereka sudah pergi lagi karena Mass yang agak lama untuk sampai di tempat ini. Saat Mass berfikir seperti itu, Mass teringat jika Misy pasti membawa ponsel. Mass langsung saja membuka ponsel nya lalu mencoba untuk melacak keberadaan Misy. Untung nya Mass bisa bergerak cepat sehingga Mass mendapatkan posisi Misy dengan cepat saat itu. Dan Mass melihat posisi Misy dalam ponsel tersebut, Misy terlihat sedang berada tak jauh dari posisi Mass saat ini, Mass langsung saja mengejar Misy kembali, Saat Mass sudah dekat dengan posisi dimana mobil Misy berdiam diri Mass menyimpan mobil nya di bahu jalan dimana di jalan tersebut juga banyak mobil yang terparkir. Mass menyimpan mobil nya karena Mass melihat jika posisi Misy sudah tak bergerak, Mass langsung saja memutuskan untuk mengejar Misy dengan berjalan kaki, Mass berfikir kemungkinan besar Misy akan di bawa ke tempat yang memasuki sebuah gang, sehingga mobil tersebut langsung saja Mass simpan. Dan benar saja saat Mass berjalan tak jauh dari mobil Mass terparkir, Mass melihat mobil yang di pakai untuk membawa Misy terparkir di bahu jalan tersebut. Mass langsung saja berjalan mengendap-endap pergi ke mobil yang membawa Misy tersebut, saat Mass sudah dekat dengan mobil tersebut tiba-tiba 2 orang yang berada dalam mobil tersebut keluar, Mass langsung saja sembunyi di balik mobil yang ada disana. Mass terus saja sembunyi sambil mengintip kemana, mereka akan pergi dan apa kah dalam mobil tersebut masih ada orang, jika masih ada tentu saja Mass harus membereskan nya terlebih dahulu. Saat Mass melihat mereka seperti melempar sesuatu ke dalam mobil tersebut, Mass berfikir seperti nya dalam mobil tersebut masih ada orang. Mass terus saja menunggu sampai mereka berdua pergi, karena jika Mass akan pergi ke gang yang ada di hadapan mereka untuk mencari Misy, tentu Mass akan diketahui mereka sehingga mereka akan memergoki Mass yang sedang membuntuti mereka. Mass tak ingin jika hal itu terjadi, karena jika Mass sampai ketahuan terlepas dari anak buah Soe di perguruan tadi, dan sekarang sedang mengintai Soe, dan anak buahnya, bisa saja anak buah Soe melaporkan ini kepada Soe lalu Soe akan menyakiti Misy disana. Mass terus saja menunggu sampai 2 orang yang ada di dekat sana seperti nya akan pergi memasuki gang tersebut. Mass terus saja berfikir 2 orang sudah pergi menjauh dari sana Mass akan mengikuti kemana mereka berdua pergi, tapi bagaimana dengan pria yang ada di dalam mobil tersebut. Mass berfikir akan membereskan nya saja dulu pria yang ada di dalam mobil lalu dengan aman bisa mengintai 2 orang yang masuk ke dalam gang tersebut. Tapi saat Mass memutuskan seperti itu, dan akan menghampiri mobil yang di isi oleh penjahat tersebut, Mass melihat dari jauh jika ada seorang perempuan yang menghampiri mobil tersebut. Saat itu Mass langsung saja mengurungkan niatnya karena ada wanita tersebut. Mass terus saja mencoba memperhatikan wanita itu agar lebih jelas Mass dapat melihatnya, tapi wanita itu malah masuk ke dalam mobil tersebut, tak tahu siapa dia itu. Tapi Mass berfikir jika itu tak penting baginya yang terpenting sekarang adalah Mass harus masuk mencari Misy dan menyelamatkan Misy. Mass memanfaatkan keadaan ini, saat wanita tersebut berbincang dengan pria itu tentu perhatian pria itu akan teralihkan perhatiannya, Mass langsung saja mengendap-endap masuk ke dalam gang tersebut mencari kemana Misy dibawa, Mass pikir jika sudah dibawa ke tempat yang memiliki gang seperti ini pasti kejadian nya akan di bawa ke rumah kosong milik Soe. Tapi Mass terus saja melewati gang demi gang untuk bisa menemukan 2 pria tadi yang masuk ke gang ini agar Mass bisa menemukan kemana Misy mereka bawa. Sudah agak jauh Mass masuk ke dalam gang tersebut pelan-pelan Mass terus saja berjalan, lalu saat itu Mass mendengar jika ada orang yang sedang berbincang, Mass pun berfikir jika itu adalah 2 pria yang Mass cari, Mass langsung saja mencoba terus mendekat, mengintip apakah itu benar 2 pria tersebut. Mass terus mendekat dan mengintip lalu Mass bisa melihat nya ternyata memang mereka lah yang Mass cari, tanpa banyak berfikir meskipun tubuh Mass sudah penuh dengan luka karena pukulan yang Mass terima dari mereka semua. Mass langsung saja mencoba untuk menghajar mereka, Mass berhasil menendang salah satu dari pria itu dari belakang sampai pria tersebut jatuh, tanpa kompromi Mass langsung saja terus menghajar dengan menginjak kaki nya sampai pria itu tak bisa bangkit untuk melawan Mass kembali. Tapi pria yang satu nya masih sangat siap untuk melawan, sehingga saat Mass menginjak pria yang Mass bisa robohkan pria satunya melawan dengan menendang Mass. Karena Mass terlalu fokus untuk menghajar penjahat yang bisa Mass jatuhkan, Mass tak memikirkan pria satu nya lagi yang berdiri tegak di hadapan nya, sehingga pria tersebut melayangkan tendangan ke tubuh Mass tanpa Mass bisa menghindari nya, sehingga Mass pun harus roboh karena tendangan nya tersebut. Tapi saat itu Mass berfikir pria yang satu sudah lemas tak dapat berdiri apa lagi kembali melawan Mass. Masa pun memanfaatkan keadaan itu, pria tersebut hanya bisa merangkak kesakitan. Mass langsung saja bangkit, menghajar pria yang satu nya lagi, Mass pikir satu orang sudah Mass lumpuhkan berarti tinggal satu lagi Mass berfikir itu bukan hal yang sulit. Beberapa pukulan yang Mass layangkan bisa pria tersebut tepis, sehingga pria tersebut belum bisa roboh, dengan cepat pria itu membalas pukulan yang Mass layangkan, tapi itu bukan masalah untuk Mass, justru itu lah yang Mass inginkan sehingga saat Mass terus saja bisa menghindari serangan nya, lalu saat pria itu lengah Mass memanfaatkan keadaan itu, dan membalas pukulan nya sehingga pukulan Mass bisa mengenai nya dan membuat pria itu roboh. Setelah pria itu roboh Mass kembali langsung saja menginjak-injak kali dari pria tersebut berharap pria tersebut tak bisa bangkit kembali untuk kembali melawan Mass. Tapi usaha Mass harus terhalang karena pria tadi yang sudah Mass buat tak bisa bangkit malah bisa memegang kaki Mass. Mungkin saat Mass tadi bertarung dengan teman nya Mass lengah dengan nya yang masih bisa merangkak, sehingga tanpa Mass sadari pria tersebut sudah ada di hadapan Mass kembali dengan memegang kaki Mass, sehingga Mass tak dapat dengan mudah menggunakan kaki nya untuk menginjak kaki pria yang sedang Mass layani bertarung. Tapi untuk Mass itu bukan apa-apa, pria itu hanya memegang kaki Mass, tentu dengan mudah Mass bisa lepas dari pria itu yang sedang memegang nya. Mass langsung saja melepaskan pegangan nya, dan kembali melumpuhkan pria yang memegang nya tadi. Tapi saat Mass berhasil melepaskan pegangan pria tersebut Mass mendapat masalah baru lagi pria yang tadi Mass akan hajar, malah kembali berdiri karena Mass tak sempat membuat nya seperti teman nya yang sudah tergeletak tak bisa bangkit lagi. Tapi itu tetap bukan masalah untuk Mass, tanpa kompromi lagi Mass kembali melayangkan pukulan-pukulan nya terhadap pria tersebut sehingga pria tersebut tumbang dibuat Mass, dengan sangat leluasa Mass melakukan apa yang Mass lakukan terhadap teman nya yang sudah terlebih dahulu tumbang, yaitu Mass menginjak-injak kaki nya agar mereka tak bisa bangkit kembali. Saat Mass rasa cukup untuk mereka Mass langsung saja pergi ke sebuah rumah dimana Mass pikir jika Misy dibawa ke dalam rumah tersebut, Mass terus saja berlari mencari dimana Misy berada, sampai Mass berhenti di dekat sebuah rumah. Mass berfikir Misy berada di rumah tersebut karena Mass lihat jika rumah tersebut dijaga oleh pria, itu lah yang membuat Mass tahu jika Misy di bawa masuk ke dalam sana. Mass berfikir akan mudah melewati pria tersebut karena disana hanya ada satu orang, tapi meskipun seperti itu Mass tak ceroboh Mass untuk bisa masuk ke sana, Mass terap berfikir rencana yang baik untuk masuk ke sana, jika Mass langsung saja masuk ke sana dengan langsung menampakan dirinya, pria itu bisa saja memberikan informasi kepada Soe yang sedang berada di dalam jika Mass berhasil membuntuti mereka sehingga Soe bisa mengancam ku dengan membuat Misy sebagai tawanan nya. Mass tak ingin seperti itu Mass tentu ingin bisa menyelamatkan Misy, bukan membuat Misy terluka. Mass lalu bersembunyi di sebuah pintu pagar rumah tersebut, sebelum memasuki nya untuk menyelamatkan Misy, Mass mencoba untuk mengalihkan perhatian nya, Mass melihat jika di sebelah kanan nya ada meja yang tersimpan alat komunikasi, seperti nya itu adalah alat komunikasi nya yang di berikan Soe untuk anak buah nya jika terjadi apa-apa. Mass mencoba untuk mengalihkan perhatian pria tersebut, Mass melihat ke sekeliling Mass, mencoba mencari sebuah batu, atau apa pun yang bisa Mass lempar yang bisa membuat perhatian pria tersebut teralihkan, sehingga pria tersebut pergi menjauh dari alat komunikasi nya, dan saat itu lah Mass akan berlari menghampirinya, menghajarnya tanpa dia bisa melaporkan hal ini kepada Soe dengan alat komunikasinya yang ada di sebelahnya. Mass melihat ada sebuah batu di sampingnya, itu benda yang tepat yang Mass cari, Mass langsung saja memungut batu tersebut, melemparkan nya ke sebuah sudut tempat itu yang membuat suara yang sangat gaduh disana. Sampai Mass melemparkan batu tersebut ke sebuah tempat yang terbuat dari bahan yang membuat suara sangat gaduh saat di lempar, saat itu benar saja pria tersebut mendengar suara itu, dan langsung saja meninggalkan tempat nya berjaga menghampiri asal suara tersebut. Ini kesempatan yang bagus untuk Mass, tanpa Mass berfikir Mass langsung saja berlari dengan cepat menghampiri pria tersebut. Tapi saat Mass sudah dekat dengan pria tersebut dan akan memukulnya, pria tersebut malah sudah melihat kedatangan Mass sehingga pria tersebut bisa melawan Mass. Mass berfikir ini sudah terlalu lama memakan waktu, Maas terlambat untuk menyelamatkan Misy, tapi saat itu Mass terus fokus untuk melumpuhkan pria tersebut. Mass langsung saja kembali menghajar pria tersebut, tapi pria tersebut malah menghindar. Benar saja apa yang Mass pikirkan, jika pria itu langsung mencoba untuk mengambil alat komunikasinya sehingga pria tersebut bisa melaporkan hal ini kepada Soe. Tapi tentu Mass tak membiarkan hal itu terjadi Mass langsung menangkap, dan menarik pria tersebut yang akan meraih alat komunikasi nya. dengan sangat keras Mass langsung saja melempar pria tersebut jauh dari alat komunikasinya yang pria tersebut ingin capai, setelah seperti itu tentu saja Mass tak berfikir apa-apa lagi, Mass langsung saja mengunci leher pria tersebut sehingga pria tersebut tak bisa melawan, dan hanya bisa kesakitan sampai pria tersebut tak sadarkan diri. Mass sudah sangat lama membuang waktu saat melawan mereka semua, Mass harus secepatnya masuk ke dalam rumah tersebut dam menyelamatkan Misy. Meskipun begitu Mass tentu sangat berhati-hati, Mass tetap pelan-pelan mencari Misy ruang demi ruangan, Mass lihat tapi tak ada, sampai ada ruang yang seperti sengaja dibuat dengan suasana yang sangat bagus disana. Dari luar terlihat jika ruangan itu sangat di penuhi lampu, seperti ruang untuk bersenang-senang dengan di hiasi banyak lampu diskotik. Mass tanpa berfikir mengendap-ngendap ke ruangan tersebut, saat Mass lihat ke ruangan tersebut betapa kaget nya Mass karena Mass melihat Misy sudah di ikat dengan banyak tali disana, sementara Soe dengan bersenang-senang, dan minum banyak minuman keras disana seperti sedang asik melihat Misy yang sengaja Soe ikat seperti itu. Mass tak berfikir jauh tentang itu karena Mass tak tahu apa-apa tentang itu semua sehingga saat itu Mass langsung masuk, ke dalam kamar dimana Misy ada. Mass berfikir jika pintu itu pasti terkunci, karena pintu itu adalah pintu kaca sehingga Mass bisa melihat jelas apa yang ada di dalam, Mass langsung saja mendobrak, menendang pintu tersebut sehingga pintu kaca tersebut pecah dibuat Mass. Tanpa memikirkan apa-apa Mass langsung saja melumpuhkan Soe yang saat itu sudah terlalu banyak meminum minuman keras, terlihat dari tubuh nya yang seperti tak bisa berdiri tegak karena sudah sangat dibuat mabuk oleh minuman keras tersebut. Mass langsung saja mencoba kembali untuk membuat Soe tak sadarkan diri sebelum Soe mencoba melawan Mass, apa lagi Mass membawa sebuah senapan, bisa sangat bahaya jika Soe berhasil mengambil senapan tersebut. Tapi Mass langsung saja menghajar Soe yang saat itu sangat terpengaruhi minuman keras, Mass kembali mengunci leher Soe agar bisa dibuat tak sadarkan diri, beberapa saat Mass mengunci leher Soe akhirnya Soe bisa Mass lumpuhkan, seperti nya Soe tak sadarkan diri karena Mass sudah mengunci lehernya. Setelah itu Mass langsung saja menghampiri Misy yang terlihat sangat lemas, dan tak sadarkan diri, Mass tak bicara apa-apa terhadap Misy, hanya membuka ikatannya saja, karena saat itu sepertinya Misy tak mungkin menjawab pertanyaan Mass jadi Mass berfikir untuk langsung saja membawa Misy pulang, pergi dari tempat ini, yang saat itu sudah tak sadarkan diri. Mass langsung saja menggendong Misy, berlari keluar dari rumah tersebut, Mass langsung menuju dimana mobil Mass tersimpan. Tapi saat Mass berlari, dan memikirkan itu Mass ingat jika masih ada salah satu orang yang berjaga di mobil tersebut, Mass berfikir jika dia akan menjadi masalah untuk Mass. Saat itu Mass berfikir akan membereskan nya terlebih dahulu sehingga Mass menyimpan dulu Misy di tempat yang agak jauh dari mobil para penjahat tersebut. Mass langsung menghampiri mobil yang tadi membawa Misy, saat Mass lihat jika dalam mobil tersebut memang ada seorang pria, tapi aneh nya pria tersebut sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Mass merasa aneh dengan ini semua tapi Mass tak memikirkan ini dulu, yang sekarang Mass pikirkan adalah membawa Misy pergi, kabur dari tempat ini mengantarkan Misy pulang. Mass langsung saja menggendong Misy, membawa Misy ke dalam mobil Mass, masuk lalu langsung saja pergi, pulang menuju rumah Misy. Saat melihat ke kursi belakang, Mass lihat jika Nina masih saja tertidur, tapi kali ini Mass sudah tidak melihat suntikan yang ada di tangan Nina. Itu aneh padahal kan dari tadi Mass lupa tak mencabut suntikan itu, saking panik nya Mass, Mass sampai lupa untuk memperhatikan Misy, sampai mencabut suntikan di tangan Nina saja Mass tidak. Mass langsung saja menancap gas dengan cepat untuk pulang ke rumah Misy, tapi belum jauh Mass meninggalkan tempat itu tiba-tiba Mass teringat, tadi saat Mass menghadapi beberapa penjahat yang menjegal Mass, tiba-tiba Mass dibantu seseorang, yang ternyata yang membantu Mass itu adalah Shu, guru Mass. Mass berfikir bagaimana nasibnya saat melawan orang-orang itu, Mass berfikir apa Mass harus kembali ke sana, atau tidak. Tapi jika Mass kembali ke sana Mass harus membawa Misy, dan Nina ke sana juga, karena akan sangat lama jika mengantarkan dulu Misy, dan Nina ke rumah lalu Mass pergi ke perguruan. Lalu tanpa berfikir lagi Mass langsung saja memutar arah tujuan Mass yang awalnya ke rumah Misy, tapi sekarang Mass merubah arah nya untuk kembali saja ke perguruan, agar Mass bisa tahu bagaimana Shu disana. Beberapa saat Mass sampai disana, saat Mass menghentikan laju mobilnya, Mass melihat jika di depan sana sudah tak terlihat ada orang, apa lagi melihat jika Shu ada disana. Tak ada siapa-siapa disana, tapi Mass berfikir apa Shu bisa mengalahkan mereka semua, atau Shu malah bisa mereka kalahkan, dan mereka tangkap. Shu langsung saja kembali berjalan menjauh dari perguruan, berniat untuk pulang saja ke rumah Misy, Mass melihat jika Misy sangat trauma dengan apa yang terjadi malam ini, begitu pun dengan Nina. Mass kembali merasa bersalah karena saat suntikan yang ada di tangan nya menancap Mass tak ingat untuk melepaskan nya, sehingga Nina mungkin terus cairan dari suntikan itu mungkin terus saja mengalir membuat Nina tak bisa sadar sampai sekarang. " Maaf kan aku Misy, Nina seperti nya aku gagal, terlambat menolong kalian maaf,"sambil meneteskan air mata, dalam hati Mass bicara seperti itu. Mass pun sampai di rumah Misy. Tanpa memikirkan apa-apa Mass langsung saja menggendong Misy, lalu menggendong Nina untuk di masukan nya ke kamar agar mereka bisa beristirahat. Saat itu Mass kembali masuk ke dalam mobil nya, Mass juga beristirahat malam itu karena seharian tadi tragedi yang menimpa nya sangat membuat Mass kelelahan, bahkan sekujur tubuh Mass dibuat babak belur oleh para penjahat tersebut, sehingga istirahat Mass hari ini terasa sangat sulit karena luka di tubuh Mass terasa sangat menyiksa Mass. Mass kesakitan di seluruh tubuh Mass sehingga Mass tak sengaja membalikan badannya, ke sebelah kiri kaca mobil, Mass lihat disana ada sebuah kertas. Mass langsung saja mengambil kertas tersebut karena penasaran dari mana asal kertas tersebut, karena dari tadi Mass berangkat tak ada kertas yang tersimpan disana. Mass langsung saja mengambil dan membuka kertas tersebut, tertulis disana. " Tunggu 3 hari lagi di rumah kosong dekat perguruan, aku akan menemui mu, jaga saja wanita itu dengan baik,"tertulis seperti itu dalam kertas ini. Dan tertulis huruf s dalam tulisan ini, Mass berfikir dari siapa tulisan ini berasal, Mass menyangka jika ini adalah tulisan dari Shu karena tertulis huruf s di bagian bawah pesan ini seperti menunjukan sebuah pesan jika orang yang menulis surat ini bernama awalnya s. Mass tak terlalu memikirkan itu Mass langsung saja menyimpan kertas itu lalu Mass beristirahat, malam itu. Tapi meskipun Mass mencoba untuk beristirahat, Mass tak bisa beristirahat karena luka di sekujur tubuh Mass yang sangat terasa karena pukulan-pukulan penjahat tersebut. Mass terus saja mencoba untuk beristirahat malam itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD