love in mission 5

3010 Words
"ada apa dengan wajah itu?" tanya Stephan. Tidak biasanya Cally melamun dalam perjalanan, karena biasanya gadis itu pasti akan menyibukkan diri dengan dunianya sendiri.  "seseorang melihat ku!" ujar Cally. Stephan langsung menghentikan mobilnya tiba-tiba di pinggir jalan, semua pengemudi yang berada di belakang mereka mengumpati mereka.  "kau sudah gila?" seru Cally menatap stephan heran.  "kau tidak mengejarnya?" tanya Stephan. "tidak,pemuda itu langsung menghilang!"  "sudahlah, ya terpenting kita harus segera menuju rumah Mr.Clarck, karena sepertinya mereka dalam bahaya!" ujar stephan kembali melajukan mobilnya.  Sampainya di rumah Mr.Clarck, Cally menatap para agent yang sudah ia perintahkan sudah berjaga di setiap sudut rumah lelaki itu. "mengapa ada mobil di sini?" seru Steph  "tidak tau, sepertinya ini bukan mobil Mr.Clarck !" ujar Cally . Stephan mengangguk, ia turun dari mobilnya dan menghampiri penjaga yang berada di sudut pintu  "siapa pemilik mobil ini?" tanya Stephan  "siap komandan, mereka murid Tuan Clarck!"  Stephan menganggukkan kepala, Stephan menggerakkan tangannya pada Cally, isyarat agar gadis itu mengikutinya.  Stephan dan Cally memasuki ruang tamu yang sepertinya di isi oleh beberapa orang.  "stephan? kau sudah datang?"  "ahh. iya Mr.Clarck, kami sudah datang, dan tolong rahasiakan ini dari mereka!" bisik Stephan. Lelaki paruh baya itu hanya mengangguk. "hey? kau si murid baru itu kan?" Seru Leo saat menyadari sosok Cally dan Stephan yang memasuki ruang tamu. Cally hanya menatap Leo datar, ia duduk di sebelah stephan dan berdekatan dengan Calvin yang sejak tadi memperhatiakn Gadis itu dalam diam.  "aku Stephan, dan ini Cally,senang bisa melihat mu lagi!" ujar stephan sambil menyalami Theresia yang sepertinya kebingungan menatapnya.  "apa kau yang menyelamatkan ku semalam?" tanya Theresia.  Mata Stephan sempat terkejut, begitu juga dengan Leo,dan Christian yang nampak langsung menatap ke arah padanya. "stephan bersama ku semalaman ini!" ujar Cally  Stephan menghela nafasnya, lega. "tunggu, semalaman? Apa yang kalian berdua lakukan?" seru Leo curiga. Ia menatap mereka berdua bergantian," kurasa bahkan untuk tidur satu atap pun tidak ada yang melarang  Leo, kau selalu menuduh ku yang tidak-tidak!" ujar Stephan  "bukan kah itu wajar? jadi kalian berdua ini apa? Aku tidak akan bertanya lagi jika kalian ini kekasih!" seru leo  "apa salah  saudara tinggal bersama?otakmu sepertinya harus  di cuci!" seru Cally  "ohh saudara, apa?? tunggu dulu, jadi dia saudara mu stpeh?" seru Leo  "begitulah, saudara jauh maksud nya!"  Leo,Christian dan Theresia hanya mengangguk, dan sepertinya mereka memang percaya. Cally sedikit melirik Calvin yang hanya diam saja, aura lelaki itu sepertinya berbeda dari kedua sahabatnya ini. Cally sedikit merasa terintimidasi dengan tatapan pemuda itu, rasanya mirip dengan tatapan Ender yang selalu bisa membuatnya merasa terintimidasi.  Mr.Clarck datang sambil membawa cemilan, "ini, silahkan di makan, dan cally , saya mau berbicara dengan anda!" Cally menatap Mr.clarck lalu mengikuti lelaki paruh baya itu. Mereka hanya menatap mereka berdua biasa saja, tetapi lain hal nya dengan Calvin, ia merasa pembicaraan mereka pasti bersifat rahasia.  "aku berterimaksih kepadamu Komandan,terimaksih telah menyelamatkan putri ku!" seru Mr.Clarck di dalam ruangan pribadinya.  "aku masih butuh bantuan mu Mr.Clarck, anggaplah ini sebagai misi baru mu setelah lama keluar dari anggota !"  "Saya bersedia komandan!' , Cally mengangguk, Mr.Clarck menghormat Cally sebelum pergi. Cally juga melakukan hal yang sama.  aktifitas mereka tidak luput dari pandangan Calvin, ia mengerutkan keningnya. Mengapa Mr.Clarck pun harus memberi hormat pada gadis itu? Sebenarnya Mr.clarck ini siapa? Calvin buru-buru kembali, tapi terlambat, gadis itu sudah lebih dulu melihatnya.  "mengapa kau selalu mengikutiku?" tanya Cally  "percaya diri sekali, tidak lihat kamar mandi ada di sebelah ini?" seru Calvin pura-pura tenang, ia berusaha untuk tidak terpengaruh dengan tatapan tajam gadis itu. Calvin beruntung karena Cally sepertinya mempercayainya, gadis itu langsung menuju ruang tengah. Ia pikir, gadis itu akan ikut bergabung lagi, tapi ia membisikkan sesuatu pada stephan lalu permisi pada mereka semua.  Calvin masih menatap punggung gadis itu yang menjauh. Sadar atau tidak, karena tingkah Calvin yang terlalu memperhatikan gadis itu, semua tatapan menatap calvin sedikit curiga. "kau menyukai si anak baru itu Vin?" seru Chisrtian kepo.  "t-tidak, aku pergi dulu, ada yang harus aku kerjakan!"  "dasar, aneh, padahalkan kalau dia suka, malah bagus dong, calvin tidak akan di cap sebagai banci lagi!' kekeh leo yang langsung mendapat jitakan dari theresia.  *** Calvin masih mengikuti arah perginya gadis itu. Calvin mengerutkan keningnya melihat gadis itu yang memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju gang-gang sempit, mengapa gadis itu ke sana? Calvin memutuskan untuk mengikuti arah perginya gadis itu. Mata Calvin terkejut, ini adalah jalan menuju pemakaman militer.  Dari jauh, Calvin menatap gadis itu menghampiri sebuah makam, gadis itu menangis menatap makam itu. hati Calvin merasa tertohok, mengapa ketika melihat gadis itu menangis, dirinya seolah ikut merasakan apa yang di rasakan gadis itu. Tanpa sadar, Calvin juga ikut mengeluarkan air matanya. Hatinya seolah terbakar, d**a Calvin terasa sakit, nafas calvin seolah memburu. Calvin menunduk sambil memegangi dadanya, kepalanya seolah mendapat bayangan baru lagi, memaksa untuk masuk ke dalam kepalanya.  aku mencintaiu mu, berjanjilah untuk kembali padaku jangan pergi  hey, kau mendengar ku?  Ender? Bangunnn, bangunnnnnn  tidakkkkk....Calvin menaik turunkan dadanya, ia sudah banjir keringat. Calvin mulai bisa menetralkan pandangannya, mengapa selalu hal itu yang terus-terus membayang-bayangi dirinya? Calvin bangun dari ranjangnya, rasanya tadi itu sangat nyata. Ia memimpikan gadis itu mendatangi pemakaman, dan ia yang mengikuti dari belakang.  Calvin melirik jam, sudah Pukul 01.00 siang, dan mimpi ini selalu datang ketika ia tertidur di siang bolong seperti ini. Calvin menatap gambar dirinya, ia menatap poto itu lama, rasanya ada bayangan di sebelah foto nya, tapi mengapa harus sesakit ini. Calvin melempar foto itu  "siapa kau hah? mengapa kau selalu datang  dalam mimpi ku? siapa kau? teriak Calvin, lelaki itu menghancurkan semua barang yang ada di mejanya.  "tolong, siapa kau sebenarnya, jangan selalu ada di mimpi ku, aku sakit!" seru Calvin dengan suara nya yang serak. Ia jatuh terduduk di lantai, ia memeluk lututnya sendiri sambil menangis. Ia benci dirinya, ia bahkan selalu menangis ketika memimpikan suara yang selalu menghantuinya di dalam mimipi, rasanya hatinya benar-benar kosong. Calvin menyentuh dadanya, rasa sakit itu kembali mendatanginya. Rasa yang bahkan ia tidak tau mengapa datang, atau ada sesuatu yang calvin lupakan? Jika ia, kepada siapa ia harus meminta petunjuk? Mengapa seolah-olah, semua nya tertutup rapat?  sudah berapa kali ia bertanya pada ayahnya, tapi setiap kali bertanya, ayahnya pasti mengatakan bahwa ia tidak pernah kehilangan ingatan ataupun mengalami kecelakaan, hal yang selalu membuat calvin janggal adalah, jika ia meminta ingin mengunjungi kantor ayahnya, lelaki paruh baya itu pasti akan selalu mencegahnya dengan mengatakan berbagai alasan.  Calvin lelah hidup seperti ini, hatinya selalu kosong, bahkan ia tidak pernah merasakan debaran lain saat bersama lawan jenisnya, itu sebabnya Calvin sedikit dicurigai adalah seorang gay, padahal bukan, Calvin hanya belum merasakan hal itu, tapi mengapa ketika baru pertama kali melihat gadis bermanik teduh itu membuatnya sedikit tertarik dengannya? Atau apakah dirinya memang ada hubungannya dengan gadis itu? *** Cally menatap surat yang ada di tangannya, ia melemparkan surat itu kedalam tong sampah. benar-benar tidak berguna, Stephan yang masih menyantap makanan nya hanya menatap cally penasaran, berbeda dengan Max, robot Cally itu hanya mengunyah makanan nya tanpa banyak tanya.  "ada apa? kau kelihatannya kehilangan kontrol mu!" seru Stephan.Cally tidak menjawab, ia meraih laptop milik stephan, lalu mengetikkan beberapa kode yang ada , "sialan, dasar b******n!" teriak Cally  "hey, kau kenapa? jangan merusak laptop ku, tolong!" ujar stephan langsung mengambil laptopnya dari tangan Cally, sebelum gadis itu akan menghancurkannya. Mata Stephan dengan lihay membaca deret-perderet kalimat yang ada di laptopnya.  brukk Bukan Cally yang melakukan, tapi Stephan. Ia malah membanting laptopnya sendiri. Cally hanya menatap stephan malas, sudah ia duga lelaki itu akan membanting laptopnya itu.  "mengapa mereka bergerak sangat cepat? aku rasa, kita sudah memantau data setiap dosen di sana!"  cally hanya menghela nafas, ia juga tidak tau. Cally menghidupkan radio nya lalu mendengar berita hari ini  tertangkap, sejumlah mahasiswa Oxford melakukan perdagangan n*****a tanpa izin, pelaku mengaku bahwa mereka hanya lah korban, namun meski demikian pihak petugas keamaan yang menangkap para pelajar itu tetap akan melakukan tindakan hukum bagi mereka.  Cally mematikan radio itu, ia menghela nafas nya lelah. kapan dunia ini akan berhenti dari n*****a illegal dan perdagangan manusia? Bahkan hukum pun sepertinya sudah mereka anggap main-main.  "aku mendapat e-mai, jika kita tidak berhasil menuntaskan siapa dalang di balik ini semua, maka aku akan dikirim ke perbatasan lagi!" ujar Cally . Stephan hanya menatap Cally dengan sendu, meski putri dari seorang jendral, tapi setiap kegagalan menjalankan misi , maka gadis itu akan tetap mendapat hukuman yang sama.   "jadi, apa yang harus kita lakukan?" seru Stephan, ia benar-benar bingung sekarang. Mereka tidak mungkin langsung bertindak,padahal tidak ada bukti.  "kita kuliah dulu, ini sudah pukul sembilan, kita akan masuk pukul 10 nanti!" ujar cally  Stephan dan Max menganggukkan kepala mereka, mereka langsung gerak cepat. seusai makan, mereka langsung memasuki mobil dan menyusul Cally yang memilih mengenakan motor ninja nya. Cally melajukan motor nya dengan kecepatan rata-rata, ia benar-benar merasa kesal sekarang. Hingga tiba-tiba  strtttttt Cally hampir menabrak mobil di depannya, beruntung motor cally masih memilik rem yang bagus. Ia tidak melihat lampu sudah merah. Cally menatap mobil di depannya, rasanya ia pernah melihat mobil dengan lambang garuda di belakang nya ini.  Dengan bantuan helm tembus pandang cally, ia bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam sana,  Ia memperhatiakn sosok seorang lelaki yang sedang beradu ciuman panas di bangku belakang dengan seorang gadis, sementara sopir di depan nampaknya sama-sekali tidak peduli. cally masih menatap perlakuan bejad mereka, gadis itu sudah telanjang, dengan pandangan jijik Cally hanya membuang ludah. Orang jaman sekarang melakuakan s*x tanpa tau tempat, apa repotnya mereka melakukan itu di dalam kamar dan pastinya akan lebih nikmat melakukan hal demikian? Daripada harus di dalam mobil, Cally memang tak habis pikiir.  Cally melajukan motornya ketika lampu sudah hijau, ia tetap mengikuti mobil itu. Dan ternyata mobil itu juga menuju kampus. Dari parkiran, cally bisa melihat kedua insan itu sudah merapikan kembali pakain mereka.  "sedang memperhatikan apa?"  Cally terperanjat mendengar suara yang tiba-tiba mengejutkannya. Cally menatap lelaki yang ada di hadapnnya ini, kalau tidak salah, mereka sudah beberapa kali bertemu. "ada apa?" tanya cally  pemuda itu nampak terkekeh, cally sempat terpaku, mengapa  lelaki ini sangat mirip dengan Ender? dari warna mata nya bahkan kekehannya, Cally menggelengkan kepala, Ender sudah tiada, mungkin ia yang terlalu terobsesi dan belum bisa move-on dari lelaki itu.  "hey, kau melamun? seru nya  Cally menatap nya malas, ia lalu turun dari motornya dan berjalan menuju ruang kelas nya, 4-04, cally sebenarnya merasa aneh dengan nama kelas nya ini. 4-04, itu kan berarti kelas nya adalah not-found, tapi ya sudahlah, cally tetap melanjutkan langkahnya. Sementara Calvin yang ditinggalkan langsung mengejar gadis itu.  "kau belum menjawab pertanyaan ku!" seru calvin , callly menatap nya sekilas, lalu kembali berjalan.  "hey, dasar !" Calvin akhirnya menarik lengan Cally. Gadis itu hanya menatap tangannya yang di pegang oleh Calvin. Seolah tiba-tiba tersadar, calvin langsung melepas pegangannya. "ahww, maaf , aku tidak sengaja!" ujar Calvin " ehh, kau belum menjawab pertanyaan ku!" ulang calvin  "bukan urusan mu, kepo banget sih!" sentak Cally. Stephan dan Max yang baru saja sampai menatap mereka berdua bergantian.  "kalian punya hubungan spesial?" tanya Stephan, cally mengedus, ia meninggal kan mereka lalu berjalan menuju ruangannya. Max yang melihat Cally pergi hanya mengikuti kemana tuannya itu pergi.  kelas mereka sudah dimulai, cally menatap dosen yang sedang berdiri di depan sana dengan pandangan menjijikkan, lelaki berusia 27-an tahun dan parahnya dia lah yang cally lihat tadi melakuakan s*x di dalam mobil, cally hanya menggelengkan kepalnya. Nampak dari  sisi nya sepertinya lelaki itu memang sangat genit. Dan patner s*x lelaki itu juga berada satu ruangan bersama nya, gadis itu bernama Alvira Sherindan.  "siapa nama dosen ini?" seru Cally pada stephan yang berada di sebelahnya  "Mr.erick, ada apa Cal?" tanya stephan  "aku pernah melihat mobil yang dia tumpangi sebelumnya Steph, kalau tidak salah, logo nya sama dengan mafia yang aku hadapi waktu misi di rusia!" bisik Cally  stephan nampak mengangguk, ia lalu membuka laptopnya, lalu mulai mencari informasi tentang dosen nya satu ini, memang selama di sini, stephan juga menaruh curiga pada nya. Semua kegiatan mereka selalu di perhatiakan oleh Calvin yang memang tidak jauh berada dari mereka. lelaki itu  semakin penasaran tentang sebenarnya siapa gadis itu.  "hey, kau!" tunjuk Mr.Erick  Max yang merasa dirinya lah yang ditunjuk langsung berdiri "ia ada apa pak?" seru nya  "sepertinya ada yang salah dengan otak mu, sejak kapan kau mau mengikuti kelas ku?" seru nya.Max  hanya mengedikkan bahunya, selalu saja salah.  "sejak gadis itu ada di sini sir!" ucap salah satu dari mereka sambil menunjuk Cally. Mr.Erick menatap gadis yang ditunjuk oleh mereka, ia menatap manik gadis itu. Sepertinya ia bisa dapat mainan baru, batin erick.  "siswa baru nanti masuk ke ruangan saya!" ujar nya  Seusai kelas, cally mengemasi barang-barang nya begitu juga dengan Stephan dan Max. Tapi seorang gadis mendatanginya. "heh, anak baru!" seru Alvira . Cally menatap gadis itu datar. "heh, lihat? anak baru saja dengan beraninya menatap ku begini, dasar jalang!" seru nya hendak menampar Cally.  "wahhhhhh!" semuanya berseru takjub, baru pertama kalinya Calvin melindungi seorang gadis. "menagapa kau ikut campur hah? " seru alvira. Calvin menatap Alvira tajam, ia melempar tangan gadis itu. "jangan menyebut gadis ini jalang, bukan kah kau yang jalang?" seru Calvin . Wajah Alvira tiba-tiba memerah, ia menatap Calvin tajam.  "tau apa kau hah? aku bisa menuntut mu karena sudah mencemarkan nama baik!" ujar Alvira  "kami ada vidio nya !" seru Leo dan Christian yang tiba-tiba datang. "kalau kau mau, aku bisa memutarnya di dalam kelas !" kekeh christian sambil menunjukkan handphone nya . Alvira hendak mengambil handphone itu, tapi gerakan Christian lebih cepat dari nya.  "aku tidak akan menyebarkannya, jikalau kau mau jadi b***k kami!" kekeh christian  alvira mengepalkan tangannya, ia lalu mengangguk dan berlari keluar dari ruangan.  "kau tidak- hey, dimana gadis itu?" seru Calvin saat tidak menemui adanya cally. Gadis yang entah mengapa tiba-tiba ia lindungi. "kau tidak bisa berbohong lagi jika kau memang menyukai si anak baru brother!" seru leo  "kau mau meminta bantuan kamu?" seru Christian  merangkul Calvin. "minggir lo sana, siapa juga yang suka, ngak usah ngada-ngada deh lo!" kesal Calvin.  Leo dan Christian hanya terkekeh melihat salah tingkah calvin yang mudah ditebak.  Mereka berjalan di sepanjang koridor menuju kantin. Namun mereka tiba-tiba mendengar suara dari balik tembok yang memang selalu sepi, dan juga karena wilayah itu adalah wilayah khusus dosen.  plakk  Erick menampar wajah Alvira, "dasar gadis bodoh, dimana kau letakkan otak mu hah? Bagaimana mungkin mereka bisa tau kau itu memang jalang?" bentak nya  "aku juga tidak tau, lagi pula kau adalah lelaki yang pertama menyentuh ku, tapi kau juga bermain wanita, aku juga melakukan yang sama!" seru Alvira sambil memegangi wajah nya  plakk Erick menampar wajah nya lagi, ia tidak habis pikir dengan gadis bodoh ini.  "jikalau mereka sempat membeberkan nya, maka aku akan membatalkan pertunangan kita. aku akan memberi tahu orang tua mu jika kau bermain di belakang ku, mereka lebih mempercayai ku dari padamu!"  "jadi, kau mau aku menjadi b***k mereka? kau- kau kejam sekali!" ujar Alvira lalu berlalu dari hadapan eric sementara Calvin, leo dan Christian yang menyaksikan acara live mereka hanya melongo tak percaya. Leo mematikan Vidionya lalu mengajak Calvin dan Christian untuk bersembunyi, Jika ketahuan, mereka pasti akan mendapatkan masalah.  Erick sepertinya tau ada yang mendengar percakapan mereka, ia mendekati tembok.  "hey,keluarlah,maka masalah kita akan selesai!" teriak erick  "sttt, jangan bergerak!" bisik leo  Erick tersenyum miring, mangsanya sepertinya ingin sedikit bermain-main dengannya. Erick sengaja berjalan dengan pelan menuju tembok "jikalau kau perempuan, kau akan kupastikan berakhir di ranjang ku, jikalau kau laki-laki, kupastikan kau akan menyesal telah menguping!"  "kau berbicara dengan tembok Mr.Erick?"  Erick terkejut, ia berbalik lalu menemukan Mr. Clarck yang menatapnya dengan penuh selidik.  "siapa yang akan berakhir di ranjang mu Mr.Erick? kau belum menjawab pertanyaan ku!"  "anu, itu Mr.Clarrk, aku hanya mempraktekkan akting baru ku, karena aku mendapat peran antogonis kali ini!" seru nya berusaha meyakinkan Mr.Clarck  "begitu kah? tapi mengapa kau nampak gemetaran? itu tanda kau berbohong!"  Erick menahan nafas nya, jikalau dia sampai ketahuan, maka habis sudah dia.  "aku hanya bercanda Mr.Erick, bagaimana Ackting ku? kedengarannya sudah hampir sama dengan mu!" kekeh Mr. Clark, Erick menghela nafas legah.  "anda bisa saja mr.Clarck, akting anda memang benar-benar bagus!" ujar nya  "begitulah? kalau begitu, mari, ada yang ingin saya bicarakan dengan anda!" seru Mr.Clark  Erick mengangguk, tapi sebelum benar-benar pergi, ia masih menyempatan dirinya untuk melirik tembok itu sekali lagi. Tapi karena takut dia ketahuan, Erick akhirnya mengikuti langkah Mr.Clarck  Leo, Calvin dan Christian yang sedari tadi bersembunyi kini menghela nafas legah. Mereka beruntung kali ini, sepertinya mereka harus memberikan ucapan terimakasih nanti pada Mr.Clarck.  "lain kali, jadi lah lebih bijak jika ingin menguping!"  mereka bertiga terkejut, Cally menatap mereka dengan alis terangkat. Ia meloncat dari atas tembok sambil mengunyah apel nya. Pantasan dari tadi, Leo mendengar ada suara kunyahan dan ada biji-biji yang berjatuhan mengenai kepalanya. Lalu ia tiba-tiba tersadar "apa sejak tadi kau yang melempari kepala ku dengan batu apel mu itu?" Seru Leo  Cally mengedikkan bahunya, ia berjalan melewati mereka bertiga, Calvin menatap punggung gadis itu dengan sebuah senyum terbit di atas bibir nya. Ia lalu mengikuti lagi gadis itu, sama seperti tadi pagi.  "mengapa mengikuti ku?" seru cally saat mereka bertiga mengikuti kemana ia pergi.  "aku ingin bertanya, bagaima kau bisa ada di atas tembok? Lokasi mu sungguh sangat strategis, melihat semua yang terjadi tanpa ada yang tau bahwa kau ada di atas?" seru calvin kepo  "tentunya aku memakai otak ku untuk berpikir, tidak seperti teman mu itu!"  ":hey anak baru, kau mengatai ku bodoh ya!" teriak Leo  "kau memang bodoh, tidak usah menjadi orang lain!" seru cally santay  leo mengembang kempis kan hidungnya, gadis ini.... Calvin tersenyum dalam hati, ia tetap mengikuti kemana langkah gadis itu pergi. Baru kali ini, Calvin merasakan semangat yang menggebu ketika berbicara tentang seorang gadis. baginya Cally itu sangat unik, di saat hampir semua gadis pasti akan berusaha mencuri perhatian mereka, namun gadis ini malah dengan santai nya mengalihkan perhatian nya bahkan terkesan tidak peduli.  "sepertinya Calvin sudah kena Virus le!" seru Christian  "virus? virus apa? apa itu mematikan? kalau iya, aku tidak akan mau berteman dengan nya lagi, aku belum mau mati muda, apalagi statusku masih digantungin sama tere lagi!"ucap leo meratapi nasib asmaranya yang masih di ujung tanduk  "sudah lah, bahkan kau sudah terjangkit virus nya!" kekeh Christian "apa maksu mu? kau mau membunuh ku juga?" teriak Leo  "dasar bodoh, maksud nya kau sudah terjangkit Virus bernama CInta bodoh!" Seru Max yang tiba-tiba melewatinya bersama stpehan. Leo hanya melongon, mengapa kelihatannya dia menjadi bodoh sekarang? Leo llau tersadar dari lamunannnya, ia tidak mendapati Christian di sampingnya, tapi malah Theresia yang sedang menatapnya dengan mata menyipit, Apa lagi ini?  "kau masih merasa di ujung tanduk?" seru teresia ketus , leo tiba-tiba merasa jong. Mengapa ketika berhadapan dengan gadis ini ia akan menjadi orang t***l? "hey bebey tunggu!" teriak Leo ketika menyadari lagi-lagi ia ditinggal pergi. Apes banget sih nasib nya, jangan sanpai nanti ia juga akan di tinggal nikah, membayangkan saja leo sudah ngeri, dengan cepat ia mengejar gadis nya yang sudah menajuh lagi...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD