"Kak, yakin lewat sini?” tanya Aira lirih ketika melewati lorong laundry yang langsung terhubung dengan gerbang belakang. Alex menoleh pada Aira sembari mengangguk mantap, seiring dengan genggaman tangan yang semakin erat pada pergelangan tangan wanita itu. "Sangat yakin, Ai. Ini satu-satunya tempat paling aman karena tidak terpantau CCTV. Ayo, jalan lebih cepat! Sebelum semuanya terlambat.” Meski merasa ragu, tetapi Aira berusaha untuk meyakinkan diri jika aksi kaburnya malam ini akan berjalan lancar. Wanita itu tampak terengah saat berusaha mengimbangi langkah lebar Alex yang setengah berlari, perutnya yang membesar tampak menghambat pergerakannya. Meskipun begitu, dia tidak menyerah. Matanya menyala penuh tekad untuk keluar dari rumah besar ini. Sejak masuk ke rumah ini, Alex sudah

