Amanda terpaku menatap layar ponselnya. Semua pesan yang ia kirim ke Aira akhirnya bercentang biru yang menandakan jika pesan yang dikirim selama berminggu-minggu yang lalu telah terkirim dan terbaca oleh kakaknya. Dia menaruh harapan besar jika Aira akan membalas semua pesannya. Namun, hingga beberapa menit berselang, balasan yang ia tunggu tak kunjung muncul. Jantungnya berdegup kencang, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan. Apa kakaknya sengaja mengabaikan semua pesannya? Atau mungkin ... dia sedang mengalami masalah? Alex yang sejak tadi melihat keresahan gadis itu pun berinisiatif mendekat. Sejak Ratih sadar, pria itu turut membantu Amanda menjaga ibunya selepas jam prakteknya usai, sekaligus turut mengontrol keadaan Ratih, takut ada komplikasi lanjutan seperti kemarin. "Kamu ke

