"ayah duluan ya. ayah ada janji bertemu klien siang ini" gavin melihat jam di tangannya lalu mengusap lembut kepala nona yang terlihat lesu setelah ia memberitahu tujuannya. "sudah, jangan terlalu dipikirkan. jalani saja pelan pelan" gavin mengecup puncak kepala puterinya lalu melihat ke arah calon menantunya, "andra, titip nona ya". "iya pak" jawab andra sopan. setelah itu gavin benar benar meninggalkan nona dan andra berdua saja. alasan bertemu klien sebenarnya hanya alasan saja agar kedua anak muda itu bisa mengobrol lebih lama untuk mengenal satu sama lain. sudah lama gavin melihat ada ketertarikan di mata andra terhadap puterinya, namun tidak sebaliknya. kadang ia berpikir apakah cara mendidiknya yang terlampau 'lurus' sehingga kedua anaknya tidak sama dengan para anak muda pada u

