Bagian 158

2125 Words

*** "Dam, akhirnya kamu sampai. Lama banget!" Berucap dengan perasaan yang lega, itulah Noah setelah Sadam yang cukup lama dia tunggu, akhirnya datang sambil menenteng kresek berwarna putih. Tidak lagi di dalam kamar rawat, Noah sejak tadi berdiri di depan pintu. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dia lakukan agar ketika Sadam datang, dirinya bisa pergi untuk menyusul Gianna. Mendengar perempuan itu menangis saat dirinya menelepon, Noah panik bukan kepalang. Lekas bertanya alasan sang sahabat terisak, dia tidak mendapat jawaban, sehingga tadi sebuah niat untuk menyusul pun diambilnya. Namun, belum sempat Noah pergi dari kamar rawat Keanu, Gianna lebih dulu melarangnya pergi lalu meminta dia menjaga Keanu sampai Sadam datang. Berat, sekiranya itulah yang Noah rasakan setelah mendapat per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD