*** "Ini pil kontrasepsi, Mas, atau lebih tepatnya kontrasepsi darurat." Gilang yang duduk bersila di atas kasur, spontan mengerutkan kening setelah jawaban tersebut dilontarkan perempuan cantik di dekatnya. Bukan orang lain, dia adalah Anggika—sang istri, yang malam ini Gilang ajak mengobrol. Sudah cukup larut, saat ini jarum jam ada di angka sebelas malam kurang beberapa menit, karena memang setelah pulang pukul sepuluh, Gilang harus membersihkan dulu badannya kemudian berganti baju. "Kok kontrasepsi?" tanya Gilang sedikit tidak mengerti. "Bukannya pil itu cuman bisa diminum sama perempuan yang udah menikah?" Menemukan pil aneh di belakang figura di kamar Sienna, Gilang membawanya secara diam-diam tanpa sepengetahuan sang adik. Penasaran terhadap obat jenis apa pil yang dia bawa, Gi

