*** "Salah enggak ya keputusan yang aku ambil? Mendadak degdegan gini." Setelah telepon dari Wirga berakhir, pertanyaan tersebut Sienna lontarkan pada dirinya sendiri. Mendadak tidak tenang, itulah perasaannya sekarang, setelah sebelumnya dia mengiakan ajakan Wirga untuk bertemu. Tidak di luar, Wirga katanya akan mendatangi Sienna di toko bunga. Bukan sekadar berkunjung, pria itu berniat membicarakan sesuatu yang katanya cukup penting. Entah apa, Sienna tadi tidak bertanya. Namun, yang jelas dia penasaran, sehingga meskipun sempat ragu, keputusan untuk menerima kedatangan Wirga ke tokonya, diambil. "Semoga enggak ada apa-apa deh," ucap Sienna lagi, coba menenangkan diri. "Aku sama Wirga kan bukan mau macam-macam, tapi ngobrol doang. Jadi seharusnya aman." Sienna terus meyakinkan diri

