Bagian 189

2009 Words

*** Jika di hari kemarin pagi harinya Gianna diselimuti perasaan kesal bahkan sedih, maka minggu pagi ini berbeda, karena pagi-pagi sekali dia sudah kedatangan paket. Bukan bunga anyelir seperti kemarin, yang Gianna terima pagi ini adalah makanan manis untuk sarapan, berupa pancake—lengkap dengan saus karamel. Tidak membeli sendiri makanan tersebut, Gianna dikirim oleh seseorang. Bukan Noah, yang menjadi pengirim dari makanan tersebut adalah; Naren Arnavian—sang teman lama, yang baru berkomunikasi lagi dengannya kemarin siang. "Cantik banget pancakenya," puji Gianna, yang saat ini duduk di balkon kamar. Tidak menepi begitu saja, sebelumnya dia sudah meminta izin untuk tidak menikmati sarapan bersama di meja makan, karena sebelum menikmati makanan yang diterimanya, Gianna ingin menghub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD