Bagian 52

1005 Words

*** "Mas seharusnya enggak ke sini siang ini. Mas kan pasti sibuk sama kerjaan ter—" Sienna seketika diam setelah telunjuk Gilang mendarat di bibirnya. Memandang sang kakak dengan kedua mata sembab, dia tidak melakukan apa-apa hingga secara perlahan telunjuk Gilang turun dari mulutnya. "Kenapa diberhentiin?" tanya Sienna dengan raut wajah merajuk. "Aku lagi ngomong lho." "Biar enggak makin ngawur," ucap Gilang. "Kamu soalnya kalau udah kaya gitu pasti suka ke mana-mana ngomongnya. Mas itu Kakak kamu. Jadi mana mungkin Mas diam aja setelah dengar adiknya Mas nangis-nangis." Sienna tidak menjawab, sementara hatinya dilanda haru. Duduk di sofa ruang tengah, siang ini dia sedang disuapi makan oleh Gilang, yang beberapa waktu lalu datang sambil membawa nasi padang. Tidak bersama siapa pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD