*** "Ada apa Papa minta aku pulang?" Berdiri di belakang sofa yang diduduki sang papa, pertanyaan tersebut Galanio lontarkan dengan rasa penasaran yang kini menyelimuti. Dipanggil ke rumah di tengah kekalutannya, Galanio patuh setelah menyadari nada serius Raffasya ketika bicara. Tidak banyak bertanya, dia memilih untuk mengiakan permintaan sang papa, hingga setelah hampir empat puluh menit di jalan, sampai juga dirinya di rumah. Tidak bertemu dengan sang mama yang katanya sedang berkunjung ke rumah sang kakek dan nenek, kedatangan Galanio hanya disambut asisten rumah tangga. Diminta untuk langsung menemui Raffasya di kamar, dia bergegas, kemudian setelah mengetuk pintu kemudian dipersilakan masuk, Galanio melangkah lebih dalam. "Menurut kamu karena apa Papa minta kamu pulang?" tanya

