Bagian 221

2459 Words

*** Pukul setengah enam sore, Galanio menjemput Sienna di toko bunga. Sudah ditunggu di luar, dia tidak mampir dulu ke dalam karena sang istri yang langsung mengajak pulang. Menembus jalanan Jakarta sore hari, suasana mobil di beberapa menit pertama perjalanan diselimuti hening, hingga akhirnya Galanio membuka percakapan. "Oh ya, aku mau nagih janji," ucapnya—membuat Sienna menoleh kemudian memandanginya dari sebelah kiri. "Janji apa?" tanya Sienna. "Perasaan aku enggak janjiin apa-apa deh ke kamu." "Masa?" tanya Galanio, sambil tersenyum. "Bukannya ada yang mau kamu sampein, tapi enggak bisa diobrolin lewat telepon? Sekarang kita udah ketemu nih. Mau obrolin apa?" Sienna mendesah pelan. Sengaja tak banyak bicara saat dijemput oleh Galanio, dia memiliki misi membuat suaminya itu lupa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD