Besoknya Beni terbangun di dalam kamar Alice. Ia langsung membuka kelopak matanya lebar-lebar. Memastikan jika Alice masih di dalam kamar bersamanya. Kalimat ancaman yang dilontarkan Jack pada Paman Gabriel dan Bibi Jasmine membuat Beni menjadi tidak tenang atas keselamatan Alice. Ia langsung terbangun dari sofa panjang yang sejak semalam ditidurinya. “Alice?” panggilnya saat melihat seprei ranjang yang berwarna putih tulang sudah rapi. Seketika Beni langsung berlonjak dari sofa dan segera keluar kamar. Setelah itu Beni berlari menyusuri koridor panjang yang saat ini terlihat terang dan hangat karena sinar matahari menerobos masuk dari jendela persegi empat yang berjajar rapi di sepanjang lorong. Ia segera menuruni anak-anak tangga dan menuju dapur. Kemungkinan Alice sedang mempersiapk

