Emosi membara

1253 Words

Tiba-tiba Jack merasa seperti ada yang mengamatinya. Ia segera menoleh ke belakang. Beni dan Alice segera menarik kepala mereka dari balik dinding bebatuan. Sepasang mata Jack memicing. Melihat lebih jelas. Di bagian gelap tadi sangat terasa seperti ada yang mengawasi dirinya. Langkah Jack berjalan pelan menuju bagian gelap yang berada beberapa meter di depan. “Jack, kamu mau ke mana?” tegur Gabriel bertanya. Jantungnya berdebar, takut Beni dan Alice tertangkap. “Di sana ruangan apa?” Jack menunjuk ruang gelap tak bercahaya. “Entahlah ... Aku pun tidak tahu,” jawab Gabriel dengan cepat. “Bohong! Kamu adalah pemilik Hotel ini, rasanya tidak masuk akal jika tidak tahu setiap sudut bangunan yang puluhan tahun sudah kamu tempati,” timpal Jack sanksi. “Tapi aku memang tidak tahu. Kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD