“Kamu mendengar apa Ben?” “Aku sedang memastikannya!” sahut Beni dengan muka berkerut. Perlahan tapi pasti, Beni berjalan perlahan dan berdiri di balik dinding bebatuan lembab dan kepalanya menoleh ke kiri. Netranya seketika membulat. Dan langsung berguman memanggil, menyebut nama Paman dan Bibinya. “Ben, aku juga ingin lihat,” kata Alice sembari menarik-narik mantel yang dikenakan oleh Beni. “Apa yang kamu lihat di sana?” “Bibi Jasmine dan Paman Gabriel!” serunya lirih. Kaki mereka diikat tak jauh dari tungku pemanas. Bukan diikat lebih tepatnya. Tapi ....” Sepasang mata Beni memicing, mengamati lebih seksama dengan apa yang terjadi pada Paman dan bibinya tersebut. “Kaki mereka diikat dengan rantai besi. Kurang ajar Melia dan Jack! Mereka menyiksa paman dan bibi kita.” “Kita harus m

