"Cinta adalah alibi terbaik untuk risiko terburuk. Ia yang membuat kita berani menghadapi musuh di depan, sambil melindungi hati yang ada di belakang kita." — Ghea Gemalia Saputri Pagi itu, udara Wonosobo terasa lebih dingin, membawa serta ketegangan yang membekukan. Kasus ayah kandung yang melakukan pencabulan dan percobaan pembunuhan terhadap putrinya yang berusia 14 tahun akan memasuki babak pembuktian. Ghea, yang kini memegang microfilm warisan Ayahnya dan informasi langsung dari Jampidsus Darmawan, tahu bahwa ruang sidang hari ini bukan lagi hanya tentang kejahatan di desa, melainkan tentang jaringan Kurator yang mencoba menghancurkannya. Di ruang kerjanya, Ghea memeriksa berkas terakhir. Ia mengenakan seragam kejaksaan, dengan pin Kajari berwarna merah menyala, melambangkan api

