Bab 23 : Kebenaran Di Atas Meja

1785 Words

"Kebenaran adalah bom. Hukum adalah pemicunya. Namun, terkadang, bom itu meledak di tangan orang yang paling tepat." - Mahardika Matahari Saputra  Waktu adalah musuh, dan mereka hanya punya 30 jam. Setelah pertemuan dengan Haris, mantan pengurus yayasan yang kini memegang kunci data transfer gelap Karina, Ghea dan Mahardika kembali ke apartemen sewaan mereka di Jakarta. Suasana di dalam mobil hening, tegang, namun dipenuhi adrenalin. Mereka tidak lagi berbicara tentang risiko. Mereka hanya bicara tentang taktik. "Haris sangat rapuh," kata Ghea, matanya tertutup kacamata, menatap berkas rekening koran tebal di pangkuannya. "Dia hanya setuju bersaksi jika kita menjamin keselamatannya, dan jika pengumuman ini dilakukan secara massif dan serentak." Mahardika mengemudi dengan fokus. "Kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD