Kamu sebuah masalalu, yang seharusnya boleh datang tapi tidak untuk kembali seperti dulu. ----- Aksa duduk di pinggir lapangan, usai bermain basket sewaktu pelajaran olahraga. Tiba-tiba segerombolan anak lelaki mendatangi dirinya. Yang pertama kali datang, adalah Raksa. Raksa menepuk pundak Aksa pelan, lelaki itu kini ikut duduk di sebelah Aksa yang tengah memutar bola basketnya. "Anak-anak mau ngomong sama lo," kata Raksa, ia berdiri. "Gue mau cabut, gue minta lo bisa bijak dek. Selesain dengan kepala dingin, jangan anget mendidih. Tar kebakar," kekeh Raksa, ia langsung berlalu dan Aksa memutar kepalanya ke belakang. Di sana sudah ada Dzulfan, Aziz, Zano, Saka, bahkan Aroon. Semuanya melemparkan tatapan menginterupsi pada Aksa. Aksa berdiri malas,"Jangan rapat sekarang, gue lag---"

