PUTUS?

894 Words

Mungkin benar, cinta pertama tidak seberuntung itu. Raya dan Aksa kini tengah berada di taman belakang rumah sakit, Aksa melirik gadis itu melalui ekor matanya, semburat rasa sedih terlihat jelas pada wajah Raya. Aksa tau Raya butuh waktu untuk mengerti, dan Aksa sadar kata-katanya tadi terlalu menyakiti. Di saat keduanya menatap senja bersama, Raya menitikkan air matanya. "Apa benar tuhan maha baik?" Lelaki itu segera menoleh pada Raya, air hangat itu  telah membasahi kedua pipi gadis itu. "Terkadang manusia memang perlu di uji, agar kita tau bagaimana caranya kuat," balas Aksa, Raya terkekeh kecil kemudian gadis itu tersenyum miring. Aksa yakin, Raya sedang berada pada posisi paling rapuh sekarang, ia lemah. Mata Aksa menatap instens Raya, gadis itu hanya diam bersamaan dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD