“Masih tak ada kabar dari Andi Dev?” tanya Sakura saat baru saja bangun tidur. Mereka menikmati hari pertama mereka di rumah mereka sendiri. Biasanya mereka akan pergi ke ruang makan dan menemui Danial, Shira serta Lucas disana. Devan menggeleng. “Aku akan menghubunginya lagi nanti.” “Lama benar ia merajuk,” celoteh Sakura. “Kau tak ingin mendatanginya langsung?” tanyanya lagi seraya menaruh segelas teh hangat di depan suaminya. “Tidak sekarang.” Skura mengangguk. Dia membuka tirai, menampakkan halaman belakang yang indah. Rumah pohon terlihat jelas. ring basket dibawah sana juga. “Kau tak ingin bermain-main di belakang?” Tawaran Devan membuat Sakura tersenyum. Maka jadilah mereka bermain basket di belakang rumah, masih mengenakan piyama dengan warna senda, merah muda. Sejuknya an

