Jangan Tinggalkan Aku!

885 Words
TIGA "Aku merindukanmu…" kata Sara sembari mengusap lembut permukaan rahang wajah milik Kendrick. "Sangat-sangat merindukanmu..." Sara mengulangi ungkapan hatinya yang begitu merindukan sosok pria yang selama satu bulan ini tak mengunjunginya di tempat ini. "Sara aku…" Kesadaran Kendrick kembali, dia datang karena untuk memutuskan hubungan di antara mereka, hanya saja Sara langsung menempelkan telunjuknya di permukaan bibir Ken. "Stt … jangan bicara lagi biarkan aku menghabiskan malam bersamamu setelah kamu tidak pernah menemui di sini cukup lama." Sara berusaha membungkam kalimat perpisahan yang hendak Kendrick katakan, karena dia tahu pria itu datang untuk hal tersebut. Tidak ada kemarahan, yang ada hanyalah ketulusan dan kepasrahan. Ken dapat melihat jika mata Sara tampak sangat putus asa. "Jangan pergi…" bisik lirih Sara dengan penuh harap air mata mengalir di pipinya. "Sara…" panggil Kendrick berat, dirinya juga sangat sesak untuk melakukan ini. Wanita itu memeluk erat pria yang duduk bersimpuh di depannya. "Kumohon," pintanya memelas. Kata-kata Sara terdengar lebih menyakitkan daripada hujaman peluru di tubuh Kendrick. Untuk sesaat Kendrick melihat mata hitam milik Sara. Bagi pria baik mungkin akan menuruti kata wanita itu untuk tinggal. Namun, untuk pria sepertinya dia lebih baik pergi meninggalkan wanita itu setelah memperoleh kepuasan. Mungkin ini kepuasan terakhir yang dilakukannya bersama Sara. Kendrick mundur dan mulai menurunkan tubuhnya. Dia menyambar baju dan mulai memakainya. "Tidak… tidak, jangan lakukan itu?" teriak Sara dengan terbata, tangisnya semakin terdengar keras. "Apa karena ada yang lain?" tanya wanita itu curiga. Kendrick menatap sayu wajah Sara dan memegang kedua pipinya yang basah. "Aku tidak pernah memikirkan wanita lain walau sedetik pun, hanya kau yang ada dalam hati dan pandangan mataku," jawab Kendrick menatap Sara lekat untuk terakhir kalinya. Dada Sara naik turun tidak beraturan, dia menyeka air matanya tatkala melihat Kendrick mulai memakai celana dan berjalan menuju pintu. Dia langsung menarik keras sprei hingga terlepas dari kasur. Menutup tubuhnya dengan kain itu dan mengejar Kendrick untuk meraih tangannya. Bugh! Wanita itu terjatuh saat kain yang melilit tubuhnya terkait pada paku di meja sebelah ranjangnya. Kendrick berbalik serta merta dia mengangkat tubuh kecil dan lemah milik Sara dan membawanya ke kamar. Kendrick meletakkannya di sofa panjang dan mengambil seprai lain di lemari lalu memasangnya di tempat tidur. "Beri aku kesempatan malam ini saja," pinta Sara. Dia masih berharap pria itu akan berpikir ulang dan akan kembali lagi padanya. "Aku akan menjagamu hingga kau tertidur," ucap pria itu mengelus rambut Sara. Wanita ini adalah satu-satunya yang dimiliki di dunia ini dan dia tidak bisa melihatnya menangis. "Biarkan kita bersama hingga fajar tiba," bujuk Sara. Lalu dia menenggelamkan dirinya dalam pelukan pria itu yang teramat dicintainya agar tetap tinggal dan berhenti berpikir untuk mengakhiri hubungan ini. "Bajumu basah di lemari masih ada bajumu yang lain," kata Sara sembari membuka baju Kendrick lagi dengan hati yang takut untuk ditolak. Sara tahu jika Kendrick juga memandangnya dengan perasaan terluka. "Biarkan aku bersamamu," peluk wanita itu rapuh. Hati Kendrick goyah, dia menatap langit-langit kamar itu dan mulai berpikir untuk membiarkannya kelelahan lalu pergi setelahnya. Terlihat b******k, tapi dia tidak akan melihat nada kepedihan dari suara wanita itu yang akan menghentikan langkahnya lagi. "Aku akan mengganti bajuku," ucap Kendrick. "Kau lepaskan saja, biar aku mengambilkannya untukmu," balas Sara sembari menyeka air matanya dan tersenyum. Dia mengambil piyamanya, lalu mengenakannya lagi. Dia mengambil baju Kendrick dari lemari pakaian dan berjalan melihat pria itu yang berdiri di depan jendela menatap gelapnya malam. Untuk sejenak dia membiarkan matanya menikmati pemandangan di hadapannya. Punggung lebar dengan otot-otot yang membentuk tubuhnya sehingga terlihat kuat dan keras. Pinggangnya ramping dengan tulang panggul yang terlihat kokoh dan kuat. Ada tato kepala singa yang rumit menutup punggungnya. Tattoo itu berwarna kuning keemasan dengan mata merah menyala seperti sedang mengintai mangsanya. Walau memunggunginya, tapi Sara tahu jika pria itu sedang memikirkan sesuatu yang sangat sulit. Mungkin Kendrick mempunyai pekerjaan yang penting yang akan membahayakan nyawanya sehingga pria itu ingin memutuskan hubungan dengannya. Sara benci pekerjaan Kendrick, namun dia tidak bisa membuat pria itu berhenti dari aktifitas yang bisa membuat nyawanya melayang kapan pun juga. Seperti Ryan, dia meninggal dunia karena pekerjaan berbahaya itu di tempat jauh dan terpencil. Hingga hanya peti matinya saja yang terlihat. Dia dan keluarganya bahkan tidak diperbolehkan melihat mayatnya untuk sejenak. Sejak kematian Ryan, Kendrick terlihat lebih murung. Dia selalu dihantui mimpi buruk yang membangunkannya di tengah malam. Sepertinya itu adalah pukulan berat bagi hidup Kendrick selain kematian orang tuanya dulu. Sara adalah adik Ryan, dia bahkan bisa mengatasi masalah itu dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Kendrick sendiri merasa bersalah dan sangat terbebani karena masalah ini. "Pakailah!" ucap wanita itu menyentuh bahu Kendrick. Sara kini sudah memakai bajunya lagi. "Kenapa kau ingin pergi?" tanya Sara. "Bukan hanya pergi, aku ingin berpisah darimu?" kata Kendrick. "Apakah pekerjaan itu lebih penting dariku?" "Ya, ini adalah hidupku dan kita sudah pernah membahasnya!" jawab Kendrick seraya memakai bajunya. "Tidak inginkah kau meninggalkan pekerjaanmu dan membentuk keluarga kecil bersamaku?" tanya Sara dengan penuh emosi. "Selamanya aku terikat oleh pekerjaan ini, walaupun aku pensiun, orang-orang yang pernah berurusan denganku tetap akan membalas dendam dan aku tidak ingin melihatmu terluka," ucap Kendrick lalu melangkah pergi keluar kamar. "Carilah suami yang baik yang akan menawarkan kehangatan dalam rumah," kata pria itu sebelum pergi meninggalkan kamar. Kaki Sara melemas memandang kepergian pria itu. Semudah itu dia mengatakan kata perpisahan. Bersambung…
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD