Di sebuah club malam di Austria, Randall sedang menunggu Fernando Laruzzo di sebuah ruang VIP. Sekarang sudah jam sebelas malam dan temannya itu masih belum datang, padahal mereka berjanji bertemu jam sepuluh. Ponselnya berbunyi saat dia akan keluar dari tempat itu karena berpikir kalau Fernando tidak akan datang. “Hallo” sapanya. Dia tidak perlu bertanya siapa yang menghubunginya. Karena ponsel yang ini hanya bisa dihubungi oleh temannya itu. “Tidak kusangka kau akan mengkhianatiku, Randall” kata Fernando. “Maafkan aku Nando, Justin Ludovic sudah menculik Rose dan mereka menyandera Fanny” jawab Randall menyesal. “Kau sungguh mengecewakanku” kata Fernando sebelum dia memutuskan sambungan telepon itu. “Tunggu Nando!” panggil Randall. DHUARRRR!!! Kamar VIP itu meledak dan semua orang

