BAB 20: KESEPAKATAN

1722 Words

Rose sedang menatap laut lepas dari balkon kamarnya. Apakah keputusan yang dia ambil ini sudah benar? Dia takut salah mengambil keputusan. Tapi kepada siapa dia bisa bertanya? Kakaknya bahkan sudah sulit dia temui, lagipula bagaimana bertanya kalau bahkan ponsel saja tidak bisa dia gunakan disini? Dia memegang lehernya yang tadi digigit Justin dan merasa nyeri disana. Bisa bisanya pria itu balas menggigitnya di leher, sudah seperti drakula saja! Jangan jangan pria itu memang drakula, makanya intel tidak pernah berhasil menangkapnya. Rose menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran absurdnya. Dia bukan Morin yang otaknya penuh skenario aneh dan ajaib. “Apakah kau tidak mau membalas orang yang dengan sengaja menyerang Morin? Aku akan memberikanmu kesempatan itu saat Leonardo Ricci ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD