Erlangga dan Roland yang baru tiba di ruangan tempat Elena dirawat terkejut karena tidak mendapati wanita itu berada di sana. Pemuda tersebut mencari di balkon hingga kamar mandi di ruang itu. Namun, Elena tidak ditemukan. Pemuda berwajah tampan dengan rahang kuat dan hidung mancung itu melirik ke arah nakas. Ada secarik kertas dilipat tergeletak di sana. Erlangga mengambil dan membukanya. Kemudian, membacanya perlahan. Teruntuk Erlangga 'Maafkan aku karena harus pergi dengan cara seperti ini. Awalnya, aku ingin memberimu kesempatan kedua. Namun, setelah aku memikirkan kembali, aku menyerah. Aku tidak bisa terus berada di sisimu. Maka, aku memutuskan untuk kembali kepada keluargaku. Terima kasih kau telah merawat-ku selama ini. Jangan mencari-ku. Jalani hidupmu dengan baik. Semoga kau b

