Roland menghela napas kasar. Menelan ludahnya, mencoba untuk memahami perkataan Elena. Jika di pikir-pikir, perkataan Elena memang ada benarnya juga. Erlangga, pemuda berparas tampan itu memang begitu posesif sekali pada Elena. Cemburunya terkadang di luar jangkauan. "Kau tidak usah khawatir, dia tidak akan marah jika hanya menemanimu minum kopi saja. Lagipula, dia tidak tahu kalau aku sudah bertemu denganmu," jelas Roland meyakinkan Elena. "Kau benar juga. Tapi, jangan katakan pada Erlangga kalau kau bertemu denganku hari ini. Aku tidak ingin bertemu dengannya," ucap Elena penuh harap. "Baik lah, aku tidak akan katakan apa pun pada Erlangga tentang pertemuan kita. Kau jangan khawatir, jika dia sampai tahu, mungkin dari Carolin, aku akan menjelaskannya pada Erlangga," ucap Roland kemba

