Bab 20 Salah Orang

1034 Words

Erlangga terbelalak ketika sampai di ruangan Elena, ia tidak mendapati istrinya berada di sana. Pria itu mencari di kamar mandi, balkon kamar pun sama sekali tidak tampak Elena di sana. Wajahnya memerah menahan amarah. Terlihat jelas kemarahan di balik wajah tampannya. "Kurang ajar! Kenapa kau tidak menungguku datang terlebih dahulu, Elena?" kesal Erlangga sambil menggebrak nakas. "Sabar, Erl. Tenangkan dirimu. Ingat! Ini rumah sakit," ucap Roland mengingatkan. "Bagaimana aku bisa tenang? Dia pasti pergi dengan laki-laki itu?" tudiang Erlangga dengan geram. "Jangan berprasangka tanpa bukti. Sebaiknya, pikirkan cara agar kau bisa terus dekat dengan Elena sampai kau bisa menaklukannya kembali dan tidak berpisah lagi," nasihat Roland sambil menepuk pelan pundak Erlangga. "Kau benar, aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD