Bab 44 Merancu

1033 Words

"Mungkin. Belum tahu pasti. Namun, gejalanya memang mirip. Aku berharap bukan itu. Sebab, Elena sudah lama tidak kambuh dan dokter bilang dia sudah lebih baik," jelas Eijaz kurang yakin. "Kak Eijaz benar. Selama dia bersamaku pun, sudah jarang sekali kambuh. Bahkan, ketika kami melakukannya, Elena tidak ketakutan dan merasa nyaman," jelas Erlangga sambil membayangkan perubahan pada diri Elena. "Kita tunggu hasil dari dokter seperti apa. Semoga yang kita khawatirkan tidak terjadi pada Elena," ucap Eijaz sambil menepuk pelan pundak Erlangga. Beberapa saat kemudian, seorang pria setengah baya keluar dari ruangan pemeriksaan dan langsung dihadang oleh Eijaz dan Erlangga. "Dokter, bagaimana keadaan adik saya?" tanya Eijaz dengan tidak sabar. Dokter setengah baya itu menghela napas. Kemudia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD