Kegalauan Disya

323 Words
Kata orang, perempuan kalau lagi galau emosinya suka labil. Sama halnya seperti Disya. Ia juga dilanda bingung. Alhasil, hanya bisa melampiaskan dengan hal-hal aneh. Misalnya makan rujak habis tiga piring. Ditambah soto ayam dua mangkuk, tak ketinggalan es selendang maya g tiga gelas. Belum camilan-camilan keripik kentang beraneka rasa yang sudah dilahap tanpa sisa kecuali remahan saja.  "Non Disya kenapa? Makan kok kayak orang nggak makan setahun sih," tanya asisten rumah tangganya.  "Biasalah, Mbok. Aku lago galau akut. Puyeng bawaannya." "Mikirin asmara pasti ya?" goda si Mbok sambil mesem-mesem. Wanita paruh baya yang rambutnya sebagian sudah putih itu juga pernah jatuh cinta. Rasanya memang nano-nano. "Mbok sok tahu deh." "Lhah, Mbok kan sudah banyak makan asam garam, Non. Dari muka-mukanya mah udah ketebak." "Iya juga sih, Mbok. Aku bingung mau terima dia apa nggak." "Siapa, Non? Ada gebetan baru ya?" "Adalah pokoknya, Mbok." "Oh, Mas Abrar ya?" "Lhah kok Mbok bisa nebak? Bener lagi?" Disya heran.  Si Mbok malah cekikikan sambil sibuk menyapu. "Kelihatan, Non. Mas Abrar mah nggak usah digalauin. Langsung diiyain aja. Makhluk langka itu." "Makhluk langka? Bahasanya Mbok kayak anak zaman now aja dah." "Habisnya Den Gibran sering bilanf gitu. Ya Mbok ikut-ikutan aja." Disya geleng kepala. "Memang langka sih, Mbok. Tapi..." "Tapi apa, Non? Keburu diembat orang loh. Si Mbok aja misal masih seumuran Nib Disya pasti nggak akan nolak Mas Abrar." "Kenapa gitu, Mbok?" "Ya, Mas Abrar kan idaman perempuan, Non. Ganteng, baik, telaten, sopan, sama orang tua hormat, sama yang muda penyayang, terus nggak pernah aneh-aneh kayaknya Mbok perhatikan." "Masa sih? Segitunya ya, Mbok?" "Pokoknya Mas Abrar mah is the best, Non." Si Mbok mengangkat satu jempol.  Disya menimbang gundah. Di sisi lain, Abrar terlihat mengintip dari balik tembok dekat mereka. Keduanya sempat main mata mengisyaratkan misi telah terlaksana. Rupa-rupanya si Mbok adalah salah satu tim sukses pendukung hubungan Abrar dan Disya. Bermodalkan beras 5kg, Abrar berhasil membujuk si Mbok untuk membantu melancarkan aksinya mengbil hati Disya. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD