Fakta Menarik

1101 Words
Sonoko menikmati menjadi pemenang walaupun mendapatkan kontrak eksklusif Hana Yunanda. Pagi ini Sonoko bertemu dengan Hana Yunanda mereka sedang berada diruang make up. Sonoko merupakan Pemenang juara 3 dan harapan menjadi bagian dari model pendukung. Sonoko sangat antusias dengan memulai karir di dunia model sesuai cita-citanya di Jepang dulu. Hanya Otousan dan Oneechan tidak terlalu setuju di Jepang banyak artis yang menjadi populer dengan cara instant. Sedangkan di Indonesia memiliki lebih banyak peluang. Banyaknya acara-acara TV yang lebih sering menggunakan model dengan pencarian bakat. Di Jepang selain karena tidak adanya relasi yang dikenal baik oleh Sonoko banyak artis terjebak portitusi oleh banyaknya rekanan mereka. Sonoko bahagia karena di Indonesia dia sangat disambut baik oleh para model lain dan prosuder TV sudah ada beberapa yang mengontaknya untuk membicarakan kontrak. Anako juga sangat berperan dalam karirnya Sonoko. " Pagi semua, hari ini melakukan kegiatan syuting untuk majalah fashion kita,"kata Susi pemandu acara mengarahkan para model baru. "Kalian semua jangan lupa untuk menyelesaikan make up kalian dalam 5 menit lagi. Terutama kamu Hana, kau bintang Fashion syuting iklan kami.ini,"kata Itomi dengan tiba-tiba masuk ke ruangan. "Hana, Kamu pasti bisa," kata sonoko memberi semangat setlah berganti pakaian. "Halah, kau hanya junior tenang sajah. aku bisa melakukan yang terbaik,"kata Hana dengan berkacak pinggang. Dengan angkuh dan Sombong Hana Yunanda Melenggang pergi dari ruang make up itu. "Halah gayanya sok banget cantikkan juga kamu Sonoko,"kata Staf Makeup memberikan semangat untuk Sonoko. "Mbak,saya inikan baru didunia modeling belum.mempunyai banyak pengalaman seperti Hana Yunanda,"kata Sonoko merendahkan diri. "Saya percaya kamu akan menjadi bintang Modeling tersohor di seleuruh Nusantara dan bahkan Mancanegara,"kata Staf make up artis itu menyemangati Sonoko lagi. "Amin, Ucapan adalah sebuah doa,"kata Sonoko tersenyum menimpali. Sesudah obrolan itu Sonoko diminta untuk menjadi model pembantu setelah pemotretan Hana Yunanda. Ditempat Lain Bibi Ana sedang disibukkan dengan pekerjaannya yang baru. Bosnya sangat bangga atas pencapaian dihasilkan oleh Bibi Ana. "Kau ada acara hari ini,ana"kata Alvian kepada Ana dengan Senyum. "Tidak ada,saya rasa hari ini akan bisa.pulang cepat pekerjaan.Saya sudah saya selesaikan semua,"kata Bibi Ana dengan yakin. "Baiklah,Saya ingin menanyakan kau bisa mengikuti makan malam dengan Saya dan yang lainnya,"Kata Alvian dengan tatapan menunggu. "Baik,Saya rasa saya bisa.melungkan waktu saya."kata Bibi Ana dengan Tersenyum. "Saya tunggu dan kalian kita akan mengadakan acara makan malam di Big Party Galery yah. Kalian bisa mengajak pasangan kalian ini acaranya untuk.perayaan.keberhasilan kita karena tender kita sukses."kata Alvian dengan bangga. "Baik,pak"Kata para pegawai itu dengan serempak. Dilain sisi Itomi sangat kesal dengan sikap artis barunya terlihat acuh tak acuh terhadap para stafnya yang membuatnya lelah. "Moshi-Moshi, Itomi janjimu mana ini kami sudah menunggu di depan apartemen-mu. Katanya kau mau menemani kami selama di Indonesia."Kata Takigawa kesal di teleponnya. "Aish, Kau tahu artis menjadi Kodel utama ini membuatku kesal,"kata Itomi dengan nada kesal. "Artis yang mana yah?"kata Zitamo penasaran. "Kembalikan inikan teleponku, kau malah merebutnya dariku,"kata Takigawa dengan mengomel pada Zitamo. "Kami butuh password apartemen-mu. Berikan sajah sandinya kami lelah menunggu-mu di Luar Itomi" Kata Zitamo dengan nada malas. "Passwordnya itu tanggal lahir kecelakaan itu 010322. Dengan acuh. kata Itomi karena kesal. "Astaga,kau masih menggingatnya apakah perempuan kau tabrak itu dewi sampai kau malah membuat password apartemen-mu dengan tanggal.kejadian itu. Fakta menarik sekali,kami makin pensaran,jangan bilang kau jatuh cinta padanya?," kata Zuzane pada Itomi setelah berhasil merebut ponsel Takigawa. "Aish,kalian berfikiran terlalu jauh, aku tidak berharap lebih lagipula kejadian itu sudah terlewat bukan, Sebagai ketua Geng kalian mengikuti kata-kataku,"kata Itomi mengingatkan jabatannya. "Giliran menyinggung-mu kamu malah bilang ketua geng. halah bilang sajah kamu naksirkan sama perempuan itu."kata Takigawa lagi setelah berhasil merebut ponselnya kembali. "Sudah kalian berisik sekali aku masih banyak pekerjaan. Model itu alan ku beri perhitungan dengannya."kata Itomi dengan nada marah. "Sudah Bos kita mengamuk kawan matikan sajah teleponnya,sebelum dia benar-benar meledak,"kata Zitamo dengan yakin. Seelah telepon di tutup mereka bertiga memasuki apartemen Itomi dengan pandangan takjub. Melihat interior apartemen kawannya mengingatkan betapa temannya sangat kaya. Tidak heran dia tundul kepada Otosan, kekayaan dimiliki ayah Itomi sangat banyak. "Moshi-moshi,apakah ada orang dirumah" kata Takigawa sambil berseru. "Itomu masih dikantornya, mana mungkin ada orang dirumah ini,"kata Kitano menyahuti Takigawa. "Siapa tau benar dikatakan oleh Takigawa,ada orang tinggal dirumah ini selain Itomi, apakah dia Anako yah,hemm?"kata Zitamo dengan sedikit berfikir. " Kau ini kejauhan bukankah, bagaimana mungkin Anako tinggal dengan Oniichan. Setahuku setelah ibu Itomi.meninggal karena sakit kanker, Itomi meilih tingal terpisah dengan ayahnya. Hubungannya dengan Ayahnya kurang baik."kata Kitano lagi seraya duduk di sofa. "Mungkin sajah mana mungkin dia meninggalkan adiknya yang sangat cantik dan rela melihat adiknya tinggal sendiri di rumahnya di Jakarta Pusat di Jalan Melati itu,"kata Takigawa dan duduk disebelah Kitano. "Daripada kalian berdua berdebat lebih baik kita cek isi kulkas Itomi aku sangat haus,"kata Zitamo lagi langsung mendekati kulkas terletak di sebelah ruang duduk. Namun setelah.mereka bertiga mengambil air minum botol dan menutup pintu kulkas tiba-tiba terdengar suara dari kamar tamu. Mereka bertiga dengan penasaran lalu segera menghampiri Kamar tamu dengan mengambil tongkat basbolnya Itomi dan berjaga-jaga takur akan Orang jahat. sekarang sedang maraknya kejahatan di Jakarta. Seketoka mereka terperanjat kaget karena keluar dari kamar tamu adalah Anako adik Itomi. "Moshi-Moshi, kalian sedang apa di sini?"kata Anako terperanjat kaget setelah membuka pintu. "Kami yang kaget mengira tifak ada orang di apartemen ini,kau sendiri seperti hantu dengan masker diwajahmu."kata Takigawa marah karena kesal. "Anako, kamu yang bikin kami kaget. kamu bertanya sedang apa kami disini. kami menunggu Oniichan-mu.Kami ingin melakukan rapat penting dengannya. kamu malah muncul dengan muka dimasker deprti itu,"kata Kitano ikit kesal. "Anako, lain kali sebaiknya kamu pakai masker berwarna putih jangan hitam seperti itu. Kenapa kau.mematikan.lampu diruang tamu sehingga kami berfikir tidak ada orang dirumah,"kata Zitamo dengan kesal. "Kalian tahu Oniichan belakangan ini sibuk dengan model ambasador fashionku yang baru Hana Yunanda. Mengacaukan segalanya harusnya menang adalaj Sonoko Tatuke. Aku sangat kesal dia selalu mengacaukan Photoshoot si Hana itu sepertinya kena sindrom Starising deh,hufft"kata Anako dengan.muka bete. "Yah, kami juga sedang kesal dengan wanita itu dia membuat kami malah harus.menunggu pekerjaan Itomi kelar. padahal minggu depan kami akan kembali ke Jepang lagi." Kata Takigawa lagi dengan muka betenya. "Wanita ity tampaknya sangat merepotkan yah?"kata Kitano dengan wajah sebal. "Memang dia sangat mengesalkan terlebih sekarang selain membuat.masalah dia malah berusaha merayu Oniichan. Aku sebagai adik.malah tidak suka dengannya. Kalian tahu aku tambah ilfeel sama dia."kata Anako lagi dengan wajah ditekuk. Setelah percakapan singkat itu mereka bertiga duduk dan bercerita mengenai masalah keuangan di alam ITZUKI karena kepergian Itomu vanyak berkas harus mereka kerjakan mengalami masalah. Tidak berapa.lama Itomi datang bergabung dengan mereka berempat Anako terlihat senang karena bagi Anako teman-teman Itomi sangat baik terhadapnya. Itomi memutuskan menyerahkan semua keputusan kepada Takigawa selama dia masih belum bisa mengambil jabatannya di ITZUKI.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD