Sonoko kembali mendaparkan pujian dari para Make up artis bekerjasama dengannya karena kerendahan hatinya.
"Hai,Sonoko bagaimana kabarmu?" kata staf make up artis.
"Luar biasa, sekarang aku sudah bisa lebih memperagakan berbagai macam gaya,"kata Sonoko bersemangat.
"Sudah kuduga, tidak salah kamu juara walaupun belum sehebat Hana Yunanda,kamu memiliki bakat terpendam."kata staf make up artis itu.
"Tapi kurasa membutuhkan seseorang untuk mengasah bakatku,"kata Sonoko pada staf make up artis itu.
Kemudian secara tiba-tiba Hana yang tampaknya mendengar pembicaraan salah satu staf make up itu, melenggak lenggokkan badannya seperti cacing. Hana hari ini mengenakan tema photoshoot musim panas. Baju terbaru dari Fashion Anzentertaiment. Dress digunakan Hana sedikit tersikap karena dia melenggak lenggokan badannya. Fotografer sedang mengarahkan kameranya kepadanya sampai memintanya untuk profesional. Sonoko melihat itu haya bisa tersenyum.melihat tingkah luci Hana karena kesal. Sonoko hanya di beri waktu sekitar 30menit istorahat dan kembali bekerja pukul 13.00 sesudah jam.makan siang. Sonoko kemudian berjalan kekantin meninggalkan ruangan photoshoot. Nampak seseorang disebrang mellihat Sonoko keluar dengan tatapan menyipit, seseorang.menggangap kalau sepertinya dia mengenal.gadis itu. Nakano sudah diberi perintah segera kembali ke Indonesia oleh Itomi karena ada beberapa keperluan di tangani Nakano saat ini. Nakano setelah berada dibandara langsung.menemui bosnya dikantornya. Nakano bingung mengapa dia mirip dengan gadis yang ditabrak oleh bosnya dahulu. Namun, dia langsung menggelengkan kepalanya karena mungkin suatu kebetulan. Itomi keluar ruangan dan memanggil Nakano masih fiam.mematung.
"Hey, apa yang kau lihat?"kata Itomi kebingungan sambil menatap arah pandang Nakano.
"Kau mengangetkanku sajah bos, aku hampir terkena serangan jantung karena upahmu,bos."kata Nakano sedikit terkejut.
"Lagipula ngapaon kamu bengong didepan ruangan kerja saya, kamu sedang melihat siapa sih?"kata Itomi penasaran.
"Tidak,bos. Aku hanya melihat seseorang mirip namun aku juga tak terlalu melohat wajahnya dengan jelas."kata Nakano dengan nada sedikit kesal.
"Yahsudah, ayo kita makan siang sekarang. semuanya sedang makan dikantin kantor kita ini, kau tertarik tidal dengan penawaranku?"kata itomi sambil tersenyum.
"Tetarik selama itu gratis, lagipula aku juga sudah lapar bos, terimaksih yah."kata Nakano tersenyum tulus. Mereka berduapun langsung menuju lift yang terletak disebelah kanan. Mereka berdua saling bercakap-cakap.
"Bagaimana, kondisi di Korea sekarang ini,bagaimana juga kabar Okasaan dan Otousan-mu?" ujar itomi sambil tersenyum.
"Perusahaan Otousanmu berkembang dengan baik disana. Tidak.lama lagi di Jepang sepertinya akan memunculkan artis lokal yang berada di naungan AnZentertaiment. Mengenai Otousan dan Okaasan, mereka sangat baik dan yang terpenting sehat,malah merrka menanyakan mengapa kau tidak datang kerumah?" ujar Nakano dengan berbinar.
"Ii desu-na, mungkin minggu depan aku akan kembali ke Jepang. Masakan Okaasanmu membuat aku rindu hehehe," Itomi dengan senyum seumaringah.
"Okee, aku akan memberitahu Okaasan dan Otousan unyul.menyambut kedatanganmu." Nakano dengan gorang dan.mengetik pesan w* dihpnya dengan bahasa jepang tentunya.
"Ngomong-ngomong apa kau tahu mengenai gadis aku tabrak tahun lalu mengapa sepertinya tidak ada kabar lagi yah? aku sangat menyesal atas kecerobohanku." Itomi drngan tatapan penyesalan.
"Aku belum mendapatkan kabar apapun dari dokter yang merawat di Jepang. Aku rasa kau tidak usah terlalu khawatir dia hanya mengalami amnesia ringan. Dia cuman tidak ingat atas kejadian dimana dan kapan dia ditabrak. Aku sudah memastikan tidak ada cedera serius apalagi dokter itu Nanami temanku di perkuliahan," ujar Nakano dengan hati-hati.
"Baiklah, segera kau info apakah ada perkembangan terbaru. lagipula gadis cukup unik,setelah sembuh pergi ke Indonesia." ujar Itomi dengan senyum.
"Akh, sepertinya kau sudah jatuh cinta padanya. Bahkan kau memikirkannya," Nakano sambil tersenyum simpul.
"Cerewet temtu sajah karena dia sebenrnaya adalah tanggung jawabku, sabtu ini aku akan menghadiri pernikahan teman sekolahku, apa kau mau ikut denganku,Nakano?" kata Iyomi dengan nada santai.
"Tidak sebaiknya kau cari teman kencan saja. Aku tidak tertarik.meski kau bosku di kantor tapi aku juga ada kepentingan sendiri."tolak Nakano dengan tegas.
"Sepertinya kamu sudah mempunyai pacar sehingga berkata seperti itu kepada temanmu ini." jawab Itomi dengan mengasal tebak.
"Tidak aku ingin bertemu seseorang sajah, kebetulan di hari sabtu. Menjadi jomblo tidak selamanya buruk." seloroh Nakano dengan cepat.
Setelah percakapan singkat itu lift mereka naiki sudah sampai di kantin perkatoran itu. Nakano yang nampak berjalan santai sambil memesan soto mie dan nasi serta 2 jus besar untuknya dan Itomi. Itomi sendiri memesan sop ayam dan nasi. Saat makan Itomi tidak sengaja melihat kehadiran Sonoko yang sedang makan bersama teman-temannya. Sonoko sendiri tidak memperhatikan seseorang melihatnya begitu intens karena sedang menyeruput makananya soto mie dan nasi.
"Hai, Sonoko kau sedang makan apa?" kata salah satu staf make up yang tadi berbincang dengannya.
"Aku hanya makan soto.mie dan nasi,.minumnya juga es jeruk enak sekali."kata Sonoko seraya menujuk makanannya.
"Kau beli Soto Mang Iksan yah? memang dikantor ini masakan Mang Iksan terkenal karena soto mienya enak sekali. Kau beruntung masoh kebagian aku sajah tidak jadi aku.membeli yang lain,"kata staf itu drngan cemberut.
"Mungkin belum rejeki,lain kali mau aku bantu pesankan, berikan sajah no hpmu padaku,kita makan bersama yah."kata Sonoko.mengajak staf make up itu bergabung dengannya.
"Kau baik sekali, senang berkenalan denganmu,berbeda sekali dengan Hana dia hanya memesan makanan untuk dirinya sendiri tanpa menawari staf2 yamg lain,l. Selama photoshoog dia yang memberikan arahkan untuk foto graferr kita mending hasilnya bagus nol kosong."kata staf make up artis itu perkenalakan namaku.windy alysia biasa dipanggil windi aku masih muda 23 tahun.
"Baiklah mbak windi aku rasa tidak perlu kesal terhadap Hana dia sendiri mungkin ingin.memberikan yang terbaik."seloroh sonoko asal.
"Kau tidak tahu aajah, bos besar sajah marah terhadap kelakuan Hana semena-mena,"kata Imelda teman windi mengangkat alisnya.
"Gosip lagi nih, bos merasa ingin.mengganti model ambasadornya pekerjaan Hana tidak memuaskan,"kata Windi menambahkan.
"Salah pilih model nasib kita semua sial,"kata Imelda lagi dengan nada kesal.
"Mungkin, kalau aku berikan saran kepada Hana aku rasa aku bisa," seloroh Sonoko dengan.percaya diri
"Come on, bangun Sonoko. Orang sombong seperti dia ngak akan sadar kalau belum ada Ilhamnya,"ujar Imelda dengan tanggapan malas.
"Suwe,mbak ee aku juga kena sial,"ujar mbak minah kepala OB.
"Sial,kenapa?" kata Sonoko penasaran.
"Gini, wis akukan wong jowo bkasa pakai logat jowo, malah di maki-maki. Kampunganlah, anak buahku semuanya kewelahan menghadapi sikapnya. Jadilah aku kena sial,"Seloroh Mbak.minah dengan muka ditekuk.
"Haish, kelakuannya aneh sekali tidak manusiawi,"kata Imelda dan windi bersamaan dengan mendecak.
"Bahkan OB dikerjai sama dia ngatain pula, seperah itukah? bukan aku sajah ternyata yang di ganggu dia." seloroh sonoko terkejut.
Kemudian Sonoko membereskan makanannya sudah merasa kenyang dan Imelda dan Windi makanannya juga sudah habis makannya. Menurut Sonoko perkataan Windi dan Imelda senang ngobrol dengan Sonoko.
Dilain sisi
Nakano dan Itomi tidak sengaja mendengar percakapaan itu merah marah. Marah karena selain tidak profesional rupanya Hana suka menindas orang lain,bahkan OB dikantornya menjadi korban. Itomi dan Nakano sebenernya tidak sengaja melewati bagian itu karena dia sudah selesai makan kebetulan Sonoko dan kawannya duduk tidak jauh dari Tempat duduk dekat toilet.
"Haish, aku tidak habis fikir kelakuan Hana Nakano,"kata Itomi dengan wajah pias karena kaget.
"Memang modelmu bikin masalah terus, kerjaanku tidak bisa kelar," seloroh Nakano dengan jengkel.
"Jangankan kau aku sajah kesala bahkan bukan aku sajah Anako selaku penyelnggara juga kesal," seloroh Itomi dengan nada kesal juga.
"Apa kita pakai cara seperti biasa sajah," seloroh Nakano memberikan saran.
"Boleh, kita kerjain dia dan.membuatnya tidak betah sendiri, kontrak batal kita semua bahagia," ujar Itomi tersenyum senang.
"Kapan Rencananya akan dijalankan,bos?"kata Nakano dengan tidak sabar.
"Besok dan lebih cepat lebih baik bikan," sindir Itomi menyeringai tatapan seorang pembisnis handal.
seusai menyusun rencana itu mereka berdua segera menyusun laporan untuk mengganti Hana dengan seseorang menurut mereka memiliki daya tarik. Mata Nakano seprti juga sama dengan Itomi tertaruk dengan profil model satu itu dengan mata sipit dan wajah asianya.