26. Dilema

1619 Words

Aksa memasuki rumah dengan perasaan campur aduk. Harusnya saat ini menjadi hari terbaiknya. Semestinya dia senang akan hasil yang didapat usia dinyatakan lulus dari praktik pengabdian sebagai dokter muda atau koas. Satu setengah tahun mengaplikasikan langsung ilmu yang didapat dari bangku kuliah. Namun bukan hidup namanya jika dibalik kegembiraan tidak terselip kesedihan. Allah menciptakan suka dan lara secara beriringan tentu ada hal terbaik yang bisa dipetik. Maka, bahagia sewajarnya saja. Pun sedih juga sewajarnya saja. Lelaki itu mengambil napas dalam-dalam lalu mengembuskan dengan satu tarikan. Berharap ada sedikit lega yang meruangi hati. Aksa melangkah pelan menuju kamar. Memutar handel pintu, ekor matanya langsung mengamati isi ruangan, mencari sosok yang ingin ditemui. Dala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD