Khayra terhuyung saat akan menyeret langkah. Sudah dari semalam kepalanya terasa pening sekali. Ditambah saat di perjalanan dia diserang gejala mual serta badannya menggigil seperti demam. Ditahan-tahan, tapi kini ambruk juga. Tubuhnya punya batas kekuatan untuk bertahan. Khayra urung keluar kamar. Kembali ia menghempaskan badan berbaring di ranjang. Sejuk semilir angin yang berembus memasuki ruang pribadinya sedikit menyegarkan bagi Khayra. Semalam dia dan Aksa tiba pukul tiga dini hari, beberapa saat sebelum adzan subuh berkumandang. Tidak beranjak untuk tidur, karena tanggung, setelahnya salat subuh berjamaah dilaksanakan. Usai salat subuh berjamaah di surau pesantren, Khayra kembali melengang ke kamar. Sebelumnya ia bertemu dengan Ummah terlebih dahulu, lalu meminta ijin pada Ummah t

