2 bulan kemudian... Keluarga besar Earnest berkumpul di ruang tamu rumahnya, disana sudah ada Grandma, Inzel dan kedua orang tua Inzel. Wanita itu menangis menghadap sebuah kertas yang isi di dalam surat tersebut adalah surat perceraian dengan Earnest. Tangan Inzel memegang tisu mengelap matanya yang basah akibat tangisannga dengan sesenggukan, "maafkan aku Grandma, aku tidak bisa mempertahankan rumah tanggaku." Kedua orangtua Inzel menepuk pundak Inzel menenangkan, sedangkan Grandma hanya memandang tajam cucunya Earnest dengan tatapan tak suka. "Ayo! cepat tanda tangani surat perceraian ini!" teriak Earnest. "Kauu terlalu egois, bukalah mata batinmu, lihatlah perempuan yang menangis di hadapanmu ini Earnest! kau sudah menyia-nyiakan itu." Grandma mengoceh namun tidak terlalu keras

